The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Hutan Ilusi


__ADS_3

Sedangkan di kamar yang begitu gelap kini terdengar suara jeritan meminta pengampunan, jeritan itu bersama dengan suara hantaman benda panjang.


Ctaar... Ctaar... Aargghh...


"Ampun! Hiks.. hiks.. lepaskan aku." seru orang itu dengan gemetar yang tak mampu tertahan kan.


"Jiwa mu menggelapkan kehidupan ku! Tunggu beberapa hari lagi, kebebasan mu akan sempurna." teriak seorang pria yang masih menggenggam cambuk berwarna darah pekat di tangannya.


Penyiksaan yang di dapatkan oleh Ghea semakin menjadi, awalnya hanya sebuah dorongan tanpa tenaga dari para prajurit yang menjaga nya namun penyiksaan itu berlanjut menjadi semakin jauh ketika usaha nya melarikan diri di ketahui oleh prajurit yang langsung melaporkan kejadian itu. Tanpa salam pria yang di anggap sebagai ayahnya itu menurut cerita kakaknya, kini mulai membabi buta melucuti tubuh Ghea dengan cambuk tanpa hentinya hingga gadis itu tersungkur bersimbah darah.


"Toolooong akuu ka Giell.. " suara rintihan ghea sesaat sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya.


Di sebuah pondok kini dua makhluk beda jenis tengah melanjutkan pelatihan yang sudah dilakukan selama beberapa waktu, setiap tingkatan sihir dan element mulai berkesinambungan meski beberapa kali harus mengalami kegagalan.


"Sabarlah Ghea, kakak akan datang menyelamatkan mu. Apapun taruhannya akan aku korbankan demi nyawa mu." batin Giel menyeka keringatnya dengan lengan nya seakan merasakan jeritan adiknya.


"Kau ulangi lagi siram semua tanaman yang ada di depan pondok jangan ada yang terlewat! " seru Achela yang melihat Giel berhenti menyiram tanamannya.


"Baik master!" jawab Giel tanpa mengeluh.


Bukan hanya pelatihan element dan sihir yang di terima Giel tapi juga pelatihan fisik yang membuat pemuda itu bolak balik dari air terjun ke pondok hanya untuk menyiram air, ntah ujian apa namanya yang hanya membuat nya menjadi tukang kebun di tempat tinggalnya sendiri. Bukan hal sulit jika semua di lakukan dengan sihir tapi hewan suci itu membatasi dari kekuatan yang harus digunakannya bahkan satu kali pengambilan air hanya bisa menggunakan satu jenis sihir, sungguh merepotkan.


"Apakah rasa sakit itu sudah sepenuhnya hilang? " tanya Achela setelah selesai pelatihan.


"Aku sudah baik master, tapi kenapa ada aura lain seakan mengunci inti jiwa ku? Rasanya sama seperti tersegel tapi kali ini jiwa ku menjadi milikku seutuhnya." jawab Giel dengan menekan jantungnya dari titik syaraf.


"Segel suci tidak akan membuat jiwa mu terbelenggu jadi jangan samakan dengan segel kegelapan! Esok latihan senjata akan di mulai, meskipun kekuatan penyihir tingkat dewa itu tinggi tapi harus di imbangi dengan teknik bertarung. Istirahat lah." ucap Achela dan meninggalkan Giel di depan pondok.


Mendengar perintah master nya, Giel hanya menuruti nya tanpa mengeluh. Sejak terbangun dari tidur nya, ada perasaan berbeda seakan semua kehidupan nya kini baru di mulai. Achela bahkan tidak menutupi apa yang telah terjadi padanya dan bersedia membantu nya untuk menjadi lebih kuat tanpa syarat, meskipun cara pelatihan nya sangatlah aneh.


........................

__ADS_1


"My dragon bawa kami ke tempat itu, ini sudah waktunya." perintah Clara setelah memasuki hutan ilusi bersama adik dan Naga sucinya.


Perubahan dengan berbagai dimensi, cuaca dan pemandangan membuat starla takjub melihat penciptaan di bawah sana, di atas awan masih ada awan. Hutan ilusi bahkan bisa dikatakan sebagai wujud seluruh alam dalam satu frekuensi, menakjubkan hingga membuat siapapun tidak akan rela pergi meninggalkan tempat yang penuh dengan keajaiban.


"Apa ini nyata ka? Ini sungguh tidak terbayangkan, lihatlah kupu-kupu pelangi dengan hujan bunga di setiap kepakan sayapnya. Lihat lah hujan di atas ketenangan air yang seakan tidak terkena hujan, apakah ini nyata ka? " tanya Starla dengan kekaguman.


"Ini nyata dan tidak nyata starla, dari atas mungkin lebih mudah untuk melihat kebenaran tapi tidak seperti itu kenyataannya. Kamu lihat kupu yang menurut mu sangatlah indah, coba lihat hutan ilusi dengan kekuatan permata alam mu! " jawab Clara dengan santai.


Dengan memejamkan mata, mengedarkan aura dari element permata alam merah nya kini starla merasakan kehangatan menjalar di dalam setiap aliran darah nya. Perlahan membuka matanya memandangi sekitar nya, kumpulan kupu pelangi yang tadinya terlihat begitu menakjubkan kini berubah menjadi sesuatu yang lebih tidak terbayangkan.


Kupu-kupu itu menjadi seperti makhluk kecil menyedihkan dengan darah yang mengalir dari punggungnya seakan sayap yang menghiasi punggung nya kini berganti dengan hujan darah dengan bau anyir yang menusuk hidung starla, beralih dengan ketenangan air yang kini menjadi lava mendidih di bawah sana dengan siraman makhluk tak berbentuk yang begitu banyak terjun dari awan.


Rasa mual kini menghampiri perut starla, Clara yang merasakan perubahan kondisi adiknya hanya memeluk starla dari belakang menyalurkan element cahaya nya agar starla menjadi tenang dan tidak terpengaruh dengan kekuatan hutan ilusi. Naga suci terbang hingga mencapai titik tertinggi di mana sebuah altar terbangun dengan satu patung yang memiliki lambang setiap alam, dengan mendekati altar berdinding awan tanpa gerbang.


"Kembalilah ke tempat Pangeran Trish, bantu Raja Argus untuk menyiapkan pasukan. Perang pertama sudah siap, kita akan bertemu di saat itu." perintah Clara setelah turun dari naga nya dengan starla yang masih di dalam genggaman tangannya.


"Salam Lady Cristal, untukmu juga Putri Starla." ucap Naga suci dan meninggalkan kedua gadis itu di atas awan tertinggi.


"Apa yang akan ka Clara lakukan, kenapa detak jantungku seakan berhenti! Apa yang ada di balik dinding awan itu ka?! " tanya Starla dengan mata yang menggambarkan kecemasannya.


"Masa lalu, masa kini dan masa depan! Inilah Altar jiwa, Altar yang tidak akan menipu siapapun ketika memiliki pertanyaan. Tapi hanya mereka yang memiliki darah pewaris kitab suci yang mampu mencapai titik ini, meskipun bunda belum mencapai tapi sejarahnya tetap tersimpan di altar ini. Inilah Altar Dewa Waktu, waktunya darah menunjukkan siapa kita sebenarnya. Ayo. " ucap Clara dengan memeluk pinggang adiknya membawa nya menuju dinding awan.


"Ka? Apa yang kakak sembunyikan? " tanya starla yang melihat mata Clara berbeda dari biasanya.


Mata biru nya kini terpancar menggantikan warna mata aslinya membuat starla tidak bisa melihat iris mata kakaknya kecuali Cahaya biru bak langit lautan yang terbentang, Clara hanya menyorot kan mata nya ke depan menembus dinding awan melihat altar yang telah menanti kedatangan nya.


"Apapun yang terjadi jangan lepaskan tanganku! Hutan ilusi dibawah bukan berarti altar ini menjadi tempat yang aman, lindungi dirimu dengan permata alam." ucap Clara dengan mengalihkan langkah kakinya.


Perlahan awan mulai bergeser seakan menuruti sang tuan rumah tanpa halangan, membuat Clara dengan mudah membawa starla memasuki altar jiwa. Sebuah altar dengan air mancur berbagai warna menyatu di satu peraduan, satu inti dari semua aliran, sebuah permata dengan lima batu Cristal yang menjadi inti altar memancarkan aura pekat dengan berbagai element.


Cristal merah, Cristal biru, cristal hitam, cristal putih dan cristal merah muda. Kelima cristal ini memiliki inti cristal yang menjadi batu dengan bentuk seperti satu tetesan 💧, tanpa adanya cahaya dari setiap cristal meskipun aliran berbagai warna terus memberikan hujan kesegaran.

__ADS_1


"Biarkan mereka menyerap dan jangan melawan arusnya, paham starla! " ucap Clara yang mulai memberikan contoh menyentuh satu aliran air mancur berwarna bening, air mancur pertama disaat langkah kaki nya memasuki altar.


..."*****"...


. Kali ini author merinding nulisnya, padahal bukan horror novelnya 🤦‍♀️


.


.


. hy readers, masih setia baca karya ku kan? 🥺


.


.


. author tunggu like, comment ma support nya tapi tetep gak ada notifikasi 😭


.


.


.


.


.


. semangatin author donk readers 🥺


.

__ADS_1


. author tunggu ya 😊


__ADS_2