
"Sebuah penyambutan yang menarik, dengan mudah nya kau menghancurkan ilusi Ku. Apakah arti nya dia tahu siapa Aku dan merasakan apa yang ku rasa kan?! " batin seseorang.
Setelah mendengar ada yang menyebut nama nya membuat nya mengirimkan ilusi Kegelapan dimana siapa pun bisa tersesat jika tidak menyadari itu, awal nya berjalan biasa hingga akhirnya gelas yang tergenggam di tangannya pecah seperti ilusi nya yang hancur tanpa sisa. Bahkan Aura yang menghancurkan ilusi nya tidak dapat di rasa kan, dan hanya satu orang terlintas di fikiran nya dengan apa yang telah terjadi.
Dimana pun kaki nya melangkah maka hanya akan di ikuti Kegelapan dan kehancuran , bukan dirinya yang hancur tapi kehidupan lain yang bagi nya tidak berguna. Kecuali bagi mereka yang mau menjadi pelayan pengikut setia dan menyerah kan jiwa mereka berganti dengan jiwa iblis milik nya, Istana nya melebihi gelap nya malam tanpa bulan meskipun begitu bangsa seperti dirinya memang lah tempat tergelap adalah tempat paling istimewa.
Tok.. Tok.. Tok..
"Salam Raja, seorang wanita bertudung ingin menemui anda di aula." Ucap seseorang di balik pintu.
Wushh...
Warna merah darah, dengan bau darah setengah iblis tercium dari tubuh nya. Wanita bertudung itu sudah duduk bersimpuh di tengah aula menunggu kehadiran Tuan nya, hingga sebuah angin terasa di samping nya namun tak sanggup menahan tekanan Aura yang datang. Suara seseorang melangkah menjauhi nya terdengar begitu nyaring menghilangian kesunyian sebelum nya.
"Untuk apa kau kemari?" tanya pria di tahta nya.
"Tuan Saya.. Saya mau.. " ucap wanita bertudung yang masih menahan tekanan Aura.
"Percuma saja kau memiliki satu Permata ku, bahkan kau tidak bisa menggunakan nya dengan benar! " seru pria itu.
"Kau kemari hanya untuk menanyakan bagaimana membuat Naga Hitam itu menuruti mu bukan! " seru pria itu lagi.
"Amppuun Tuuan. Saya sudah beru.. " jawab wanita bertudung.
Wuuuss.. Brugh.. Arrghh..
"Das*r tidak berguna! Semua musuh ku sudah bisa mengendalikan milik mereka. Tapi KAU!" teriak pria di tahta setelah mengeluarkan satu hempasan element angin tepat menerjang wanita bertudung yang tadi bersimpuh.
__ADS_1
Wanita bertudung terhempas menabrak pintu yang jaraknya hampir 20 meter, darah segar pun mengalir di sela-sela bibirnya. Tekanan Aura yang semakin meningkat membuat tubuh nya semakin gemetar, namun tak ada sedikit rasa untuk kabur karena niat nya sudah bulat dengan putus asa.
Sreet.. Tes.. Tes.. Tes..
Sebuah cawan kini tergenang cairan kental berwarna merah kehitaman, cawan itu di pegang nya dan berjalan mendekati wanita bertudung. Aura semakin menekan dan lebih menekan, rasa nya detak jantung seakan berhenti namun masih jelas terasa nafas keluar dari hidung wanita bertudung. Setelah dekat dan meletakkan cawan yang berisi darah nya dan mengatakan apa yang diperlukan, pria itu berjalan kembali ke tahta nya.
"Berikan pada Naga Hitam dan dia akan menjadi milik mu! Pergi lah sebelum Aku berubah fikiran! " ucap pria itu.
Namun tanpa di duga wanita bertudung jika seseorang mengikuti nya hingga ikut memasuki istana yang belum pernah di lihat nya, semua yang terjadi di dalam balik pintu Besar itu tak di ketahui oleh nya. Bahkan untuk memasuki istana dirinya harus bersembunyi dari para penjaga istana yang sangat suram, setelah beberapa saat menunggu akhirnya wanita bertudung itu keluar dengan menbawa sesuatu di tangannya. Kembali untuk mengikuti wanita bertudung namun langkah nya terhenti di saat sekilas melihat isi di balik pintu tadi, seperti bayangan seseorang duduk di atas tahta. Aura nya seakan menyerbu mendekati ku namun melihat ke depan dimana wanita bertudung sudah semakin menjauh membuat nya menghiraukan rasa penasarannya dan kembali mengikuti wanita bertudung sedang kan pria di atas tahta menampilkan senyuman nya dengan sinis melihat seorang pemuda garis keturunan keluarga nya itu sudah berani memasuki istana milik nya.
"Musuh ku seperti nya banyak sekali, sudah waktu nya Aku mengambil senjata itu. Tapi biarkan Aku bermain dengan keturunan keluarga ku dulu. " gumam pria di tahta.
Wanita bertudung sudah meninggalkan istana dan melewati perbatasan hutan dengan senyum yang merekah meskipun tubuhnya terasa sakit dan remuk akibat terhempas menabrak pintu namun itu tidak masalah untuk nya, kini tujuan nya akan dapat tercapai dengan bantuan cawan darah yang ada di tangannya. Sedang kan dibelakang sana seorang pemuda harus kehilangan sasaran nya, membuat nya kesal namun suara burung gagak yang tiba-tiba memenuhi sekeliling nya membuat jalan nya tertutup rapat.
*Bola Api*
Duaar.. Duaar.. Ctar.. Sleez..
Burung gagak terlihat baik-baik saja bahkan tidak terluka atau pun terbakar karena kekuatan nya, rasa nya ini aneh karena kekuatan milik nya bisa menghancurkan banyak hal. Tapi bukan nya hancur justru burung gagak itu terlihat lebih agresif dan kuat, hal yang di luar dugaan membuat tubuhnya kini sedikit terluka. Hingga suara seseorang dari belakang membuat pramanan burung gagak berhenti dan kembali menghilang ntah kemana.
"Selamat datang di Kerajaan ku Raja Dexter. Maaf penyambutan ku kurang meriah." ucap nya dengan Santai.
"Siapa? " tanya Raja Dexter mengerutkan alisnya.
Baru kali ini seseorang mengatakan menyambut Raja Iblis dengan penyerangan gagak hitam, dan dengan Santai nya pria yang lebih tua umurnya itu mengatakan jika penyambutan belum meriah. Jika pesta dengan banyak penari panggil an atau minuman dan makanan lezat tentu nya itu di namakan penyambutan bukan dengan penyerangan gagak hitam.
"Apa kau sungguh ingin tahu siapa aku?Bagaimana jika kita ber bicara di dalam saja. " ucap pria itu.
__ADS_1
"Tidak perlu basa-basi!" jawab Raja Dexter dan membalik badannya.
Rasa nya berat kaki ini melangkah, tapi ku pandangi seluruh tubuh Ku dengan sekilas dengan ekor ke dua mata ku, tidak ada ikatan atau pun Aura yang membelenggu lalu apa yang terjadi pada nya. Tubuh Ku tidak bisa digerakkan sedikit pun, dan hanya fikiran ku yang masih tetap menjadi milik Ku. Hingga pria itu dengan wajah datar nya mendekati ku dan berdiri di depan ku.
"Tidak tahu sopan santun! Ratusan tahun sudah berlalu tapi Kerajaan Iblis masih saja memiliki keturunan seperti ini! Ciih." ucap pria itu menatap Raja Dexter dengan tajam.
Mata yang semakin menggelap dengan pancaran Kegelapan yang seketika menekan batas udara untuk bernafas, melihat wajah Raja Dexter yang semakin kesakitan dan berusaha untuk tetap bernafas membuat pria itu mengalihkan tatapannya. Wajah Raja Dexter berangsur membaik dengan kembali nya rona di wajah pucatnya, namun tubuh nya masih menjadi patung.
"Bergabunglah dengan ku , Akan ku pastikan kau menjadi Penguasa seluruh alam juga." bujuk pria itu.
Dengan satu kedipan mata nya pria itu melepaskan mantra pengikat jiwa raga, dan membiarkan pemuda di depan nya kembali mengendalikan diri nya sendiri.
"Bergabunglah dengan ku Cucuku Dexter." ucap pria itu dengan lebih lembut.
Hanya tatapan terkejut dan bingung yang ditampilkan Raja Dexter, melihat wajah aneh Raja Dexter membuat pria itu menjelaskan sedikit siapa dirinya. Penjelasannya sekali lagi membuat wajah Raja Dexter semakin aneh, namun perlahan wajah itu kembali normal dengan tangan nya yang mengepal kuat di belakang punggungnya.
"Pintu Kerajaan ku selalu terbuka untuk mu Dexter, Aku akan menanti mu bergabung bersama ku dan menguasai seluruh alam. " ucap pria itu dan menghilang bersama an kabut hitam.
Wajah nya kini seperti terbakar, setelah kepergian seorang pria yang ternyata sudah hidup ratusan tahun dan menjadi satu-satunya keluarga nya, namun cerita singkat pria itu membuat nya mengetahui kebenaran yang selama ini di selidiki oleh nya. Rahasia yang selama ini membuat hidup nya tidak tenang dan rahasia yang masih menjadi misteri kini mulai terbuka tabirnya, namun untuk memastikan semua itu dirinya harus membuka kembali sejarah Kerajaan Iblis yang ada di kamar rahasia nya. Apakah pertemuan ini disebut ke beruntung an ataukah awal dari keburukan, apa pun itu dirinya harus segera kembali Ke Kerajaan Iblis melihat wanita bertudung itu di dalam Istana nya atau tidak.
......................
"Minumlah ini bu." ucap gadis bercadar.
Satu Gucci penuh dengan ramuan di gendong nya dan dengan telaten memberikan setiap rakyat yang terkena wajah ramuan nya. Beberapa tabib juga melakukan hal sama meskipun ada yang mencoba menolak meminum ramuan karena rasa lelah mereka yang telah meminum banyak ramuan namun tetap tidak kunjung sembuh, namun mendengar orang-orang yang mulai membaik setelah meminum ramuan meskipun hanya satu sendok makan untuk orang dewasa dan satu sendok teh untuk anak kecil membuat yang lain nya mau meminum ramuan terbaru milik para tabib.
Hampir semua nya sudah mendapatkan ramuan dan mengalami kemajuan kesehatan yang semakin membaik, terdengar banyak ucapan terimakasih dan rasa syukur atas kembali nya kesehatan mereka dan hal ini membuat semua nya bernafas lega dan bahagia. Meskipun wabah ini sudah memakan korban tapi sekeras apa pun Takdir tetap lah hanya sang Waktu yang menjadi penguasa.
__ADS_1
Desas desus sebuah dekrit Kerajaan kini menjadi perbincangan rakyat, ada yang merasa bersyukur atas teratasinya wabah namun ada yang sibuk memikirkan dekrit Kerajaan yang tiba-tiba saja di buat.