The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Pesan Rahasia


__ADS_3

Dengan langkah buru-buru Trish mencari keberadaan Clara, namun sudah mencari disepanjang lorong istana yang begitu sunyi tetap saja dirinya tidak menemukan sosok gadis itu, hingga dirinya ingat Starla masih di istana ini, tentu tujuannya Clara hanya adiknya itu.


Trish bergegas ke ruangan Clara namun hasilnya nihil, ruangan itu kosong bahkan Pendeta pun tidak ada di tempat itu, perasaan nya semakin gusar dan tak menentu. Bagaimana pun caranya dirinya harus bertemu dengan Clara dan bertanya apa yang diketahui Clara dan dengan sepenuh hati Trish akan menjelaskan segalanya jika ada keraguan di hati gadis pujaannya itu.


"Aku harus pulang, Bukankah Pertemuan Rahasia itu sebentar lagi. " batin Trish dan kembali ke Istana nya dengan teleportasi.


............. ...


"Apa yang sedang kamu fikirkan Clara? " tanya Ibu suri yang melihat cucunya hanya melamun di depan jendela.


"Clara? " panggil ibu suri sambil memegang bahu Clara.


"Eh, maaf nek, apa ada nenek tanyakan? " ucap Clara terkejut dengan kehadiran neneknya.


"Ada apa nak? Apa sesuatu mengganggumu? " tanya ibu suri penuh kelembutan.

__ADS_1


"Semua baik nek, jangan khawatir. " ucap Clara meyakinkan neneknya dengan senyuman nya.


"Nenek tahu Clara bisa menghadapi masalah yang menerpa, tapi ingatlah ada kami disini yang siap menjadi sandaran dan kekuatan mu nak. " ucap Ibu suri menggenggam tangan Clara.


Clara hanya bisa membalas neneknya dengan pelukan hangat, sejenak ingin melepaskan semua fikiran dan bebannya. Anggaplah dirinya sosok yang kuat hingga didalam hatinya tidak terlihat lagi, melihat senyuman dari keluarga nya selalu menempa Clara untuk tetap kuat.


"Apa ada hal penting nek? " tanya Clara setelah melepaskan pelukannya.


"Bagaimana dengan ramuannya? " tanya Ibu suri menatap cucunya.


"Buatlah setelah tugas ini selesai Clara. " ucap Ibu suri memberikan sebuah gulungan kertas yang sejak tadi terselip di belahan gaunnya.


Clara menerima gulungan itu, kepalanya terasa berputar setelah melihat isi nya, sungguh dirinya tidak tahu harus bereaksi seperti apa membaca pesan yang dibawakan neneknya. Gulungan itu akan membuka bab baru dalam hidupnya , tidak akan bisa mundur ketika sudah dilakukan, Jalannya akan menentukan masa depan, memberikan ketenangan dan mengembalikan kepercayaan banyak insan, namun mengundang musuh secara terang-terangan. Sungguh Clara harus siap dengan segala resiko, bukankah ini Takdir nya, melepas kan ego dan membuat keputusan yang bijak untuk masa depan.


"Apa harus nek? " tanya Clara menatap neneknya.

__ADS_1


"Apa ada masalah nak? Kenapa Clara, ini sudah waktunya. Lebih cepat lebih baik. " jawab Ibu suri mengelus kepala Clara.


"Apa ini tidak terlalu cepat Nek, Aku takut hal ini akan menjadi umpan untuk musuh. " ucap Clara memijat keningnya yang terasa berputar.


"Tenanglah, Nenek akan bersamamu dan Ingatlah hanya dirimu yang bisa melakukan hal itu. " jawab Ibu suri memeluk cucunya.


"Baiklah nek. Clara akan melakukan hal ini, Satu-satunya jalan untuk membuat semua orang meredam kegelisahan. " jawab Clara menarik nafasnya.


Rasanya seperti terjebak, selama ini dirinya hanya berlatih untuk keseimbangan kekuatan dan jiwa nya untuk masa yang akan datang, namun setelah surat itu ada ditangannya , ada rasa cemas , beberapa karaguan menerpa fikiran nya tapi ucapan neneknya benar. Tidak ada waktu yang lebih tepat saat ini, apalagi sudah ada yang mulai nenyerang untuk mendapatkan Miliknya, tentu dirinya harus membuat hal itu tidak terulang lagi. Namun bukankah apa yang akan dilakukan oleh nya itu sama saja mengumumkan perang secara terang-terangan, biarlah semuanya terjadi.


............... ...


"Ini Pangeran Undangannya. " ucap pengawal nya dan membungkuk meninggalkan dirinya.


Trish membuka undangan itu, dan tampak senyuman menghiasi wajahnya, bahkan pelayan yang menyajikan teh untuk nya terpana karena senyuman Pangeran nya tapi Trish sibuk memikirkan rencananya dengan senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"ekhemm.Pergilah! " perintah Trish yang sadar pelayan didepannya itu masih terpaku ditempatnya karena memandang dirinya, tentu saja menetralisir Ekspres wajahnya dulu sebelum menegur pelayannya itu.


__ADS_2