
Dalam Hutan Bayangan sangatlah sunyi, malam yang berlalu beralih dengan sang fajar menyisakan kesunyian yang teramat dalam, semilir angin pun sibuk mengisyaratkan rasa mencekam didalam Hutan Bayangan.
Wush...
Dengan tenang Clara menurunkan Achela, dengan perintah batinnya Clara meminta Achela untuk memeriksa sekitar pondok dan dirinya akan memeriksa ke dalam pondok. Perasaannya sudah sangat buruk tentang kesunyian yang teramat, dan aura yang begitu kuat masih bisa dirasakan oleh Clara, aura kegelapan tapi ini lebih berbahaya dari kegelapan itu sendiri. Dengan segera keduanya berbagi tugas, Achela mulai memeriksa sekitar pondok dan Clara bergegas masuk ke pondok, pandangannya langsung pada tempat peristirahatan , sosok terselimuti cahaya emas dalam sekilas Clara tidak mengenali siapa yang didalam itu tapi semakin mendekati Clara terkejut siapa yang ada didalam nya.
"Tuan di sekitar pondok tidak ada yang mencurigakan, Tuan apa yang terjadi? " ucap Achela yang langsung masuk dengan terbang setelah memeriksa sekitar pondok, namun tuan nya itu masih menatap tempat peristirahatan, sontak Achela mengikuti pandangannya ke tempat yang sama.
"Peri Ghea! " seru Achela.
"Achela, cepat keluarkan Ghea dari Perisai mu. Ada yang tidak beres, cepat lah. " perintah Clara sedikit khawatir dengan keadaan Ghea.
Dengan tenang Achela menyentuh cahaya emas itu perlahan cahaya emas memudar, dan kini terlihat Peri Ghea yang tidak sadarkan diri. Dengan tenang Clara mendekati dan memeriksa keadaan Ghea, setelah beberapa waktu akhirnya Clara selesai memeriksa Ghea. Tapi melihat tuan nya hanya diam membuat Achela cemas, dengan perlahan Achela mengeluskan kepala nya di kaki Clara.
"Siapa dia sebenarnya? Dengan mudahnya memasuki Perisai Achela tanpa merusaknya dan dibawa kemana Giel. Pasti ada alasannya kenapa keduanya dipisahkan, seakan sosok itu tahu bagaimana cara menyembuhkan Giel dan aura kegelapan ini lebih pekat dari kegelapan itu sendiri. " batin Clara.
Melihat tingkah Achela, Clara hanya tersenyum agar pendampingnya itu tidak ikut khawatir.
"Achela pergilah ke Istana Langit dan sampaikan pesanku pada Starla, ingatlah jangan sampai ada yang tahu kedatanganmu kecuali Starla sendiri. " ucap Clara sambil mengelus kepala Achela.
*Cahaya Bintang* ucap Clara dengan menjentikkan jarinya, seketika cahaya seperti sinar bintang muncul dan Clara mengambil kaki kanan depan Achela dengan tangan satu nya, cahaya Bintang dimasukkan ke dalam kaki kanan depan Achela.
"Tuanku perintahmu adalah mutlak. " jawab Achela setelah selesai menerima cahaya Bintang.
"Cukup letakkan cahaya Bintang di tangan kanan Starla, sisanya Starla akan mengerti apa isi pesanku. Jangan sampai ibu suri tahu, aku tidak mau Ibu suri atau Ayahanda khawatir. " ucap Clara mengingatkan Achela.
"Seperti Perintah Anda Lady Cristal. " jawab Achela menghilang dari hadapan Clara.
Setelah kepergian Achela, Clara bergegas memeriksa pondok itu untuk menemukan setitik harapan, semua sudut setiap incinya sudah diperiksa kecuali satu sebuah almari yang kini semua isinya sudah berhamburan diluar karena untuk menutupi tubuh Giel sebelumnya, dengan perlahan Clara mendekati dan mengamati almari itu. Sekilas tidak ada hal yang mencurigakan, namun ada sesuatu yang menganggu Clara melihat isi almari itu.
"Ukiran apa ini? Seperti nya tidak asing, tapi dimana aku pernah melihat nya. " gumam Clara semakin menelusuri aliran ukiran itu.
Perasaannya sangat mengenali ukiran itu, namun ntah dimana Clara pernah melihat nya, hanya rasanya tidak asing bagi dirinya. Namun ini bukan waktu nya untuk berfikir tentang ukiran itu, yang harus difikirkan Clara adalah Peri Ghea dan Giel.Perlahan Clara kembali mendekati Ghea, mengenggam tangan Ghea dan menyalurkan kekuatan nya sedikit demi sedikit. Hanya itu yang bisa dilakukan oleh dirinya saat ini, Karena Clara tahu penyebab Ghea tidak sadarkan diri .
*Muncul lah * batin Clara.
__ADS_1
Dari tangan nya keluar cahaya dan Kitab suci kini sudah didepannya, perlahan Clara mempelajari sebuah ramalan, berharap menemukan titik terangnya. Clara berulang kali mencoba untuk menemukan setitik harapan dan Teka-teki yang selalu didapatkan dari Kitab Suci.
...*..... * ...
...Awan Putih Perlahan Leyap.. ...
...Sinar Terang Berganti Kesunyian.. ...
...Sang Raja Kegelapan Bangkit.. ...
...Dalam Tidur Panjang Singgasana Itu Kembali Bertahta.. ...
...Kebenaran menjadi Kabut Awan.. ...
...Kepalsuan menjadi Tanah Berpijak.. ...
...Sinar Abadi Sang Kuasa ...
...Keberanian Jiwa...
...Ketulusan Hati ...
...Milik Sang Alam...
...*........ *...
.............. ...
Sedangkan Achela sudah berhasil memasuki Perisai Istana Langit, seperti yang diinginkan tuan nya maka Achela segera menuju ke tempat Starla, dimana aura Starla hampir seperti tuan nya maka tidak sulit untuk menemukan saudara kembar tuan nya itu. Tangan nya yang lembut memiliki lengan yang semakin berotot, pedangnya sangat mengkilap seakan baru diasah, gerakan yang cepat dan lincah menebas buah apel yang terbang kearahnya. Merasakan ada yang memperhatikan dirinya diam-diam, Starla sengaja melemparkan buah apel yang terbelah ke arah sasarannya, untung saja Achela masih fokus hingga bisa menghindar dari buah apel itu.
"Salam Tuan Putri Starla. " ucap Achela muncul di belakang Starla.
"Apa yang membawa mu kemari dan memata-matai seorang Tuan Putri! " jawab Starla masih berlatih pedang.
"Bisakah kita mencari tempat yang lebih aman Tuan Putri 𝙎𝙩𝙖𝙧𝙡𝙖. " ucap Achela sengaja menekan nama Starla agar Tuan Putri itu sadar.
__ADS_1
"Pelankan suaramu! Ikut lah denganku! " jawab Starla dan meletakkan pedang ke tempat semula, berbalik melihat Achela namun masih dengan sikap tenang Starla mendekati dinding sebelah Achela. Sebuah obor yang menerangi ruangan digeser ke kanan, perlahan dinding itu bergeser dan Starla memasuki sebuah lorong yang gelap dan memberikan isyarat ke Achela agar ikut masuk. Setelah masuk perlahan dinding Kembali menutup dan obor Kembali ke posisi semula, Keduanya berjalan dengan tenang tanpa percakapan tentu saja Starla mengunakan kristal ajaib untuk menerangi jalannya. Lorong itu hanya ditempuh dalam waktu beberapa menit hingga terdengar suara tetesan air dan semakin luas lorong itu berakhir, Starla berjalan ke Sisi kanan dan meletakkan kristal ajaib di sebuah bola kaca.
"Hay kemarilah. " ucap Starla yang melihat Achela masih di bibir lorong.
"Tunjukkan tangan kanan mu Tuan Putri Starla. " perintah Achela setelah berada di depan Starla.
Perlahan Starla mengulurkan tangan kanan nya dan Achela meletakkan telapak kaki kanan depan nya di tangan kanan Starla. Cahaya Bintang itu keluar dan bersinar di telapak tangan kanan Starla, melihat cahaya Bintang kini Starla tahu siapa yang mengirim kucing manis didepannya itu. Dengan tenang Starla melihat apa yang tertulis di telapak tangan nya, ada rasa khawatir seketika diwajahnya namun segera ditepisnya ekspresi wajahnya itu meski Achela sudah melihat nya. Achela sendiri tidak tahu apa isi pesan Tuan nya karena Cahaya Bintang seperti sebuah pesan rahasia, tapi Achela tahu tuan nya sudah membuat rencana dan mempercayai tuan nya sudah pasti tanggung jawab nya.
"Nama mu Achela bukan, Tunggulah disini dan aku akan segera Kembali. " ucap Starla berjalan meninggalkan Achela Kembali memasuki lorong tadi, sedangkan Achela hanya bisa mendengarkan.
Tujuannya hanya Kamar nya yang kini juga menjadi kamar kakaknya, Starla dengan tenang memasuki Kamar nya dan mengunci terlebih dahulu.
"Ini dia yang kucari. Tunggulah kak, Aku akan segera datang." gumam Starla setelah mendapatkan yang dicarinya dan mengganti pakaiannya seperti seorang ksatria dan tidak lupa menulis surat untuk Nenek dan Ayahanda jika dirinya harus pergi menyelesaikan tugas penting.
"Pengawal kemari lah! " seru Starla didepan pintu Kamar nya.
"Apa perintah anda Yang Mulia? " tanya dua pengawal yang berjaga.
"Berikan surat ini Pada Ibu suri dan Ayahanda. Dan ingatlah 𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘼𝙙𝙖 𝙔𝙖𝙣𝙜 𝙈𝙚𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙞 𝙆𝙖𝙢𝙖𝙧 𝙆𝙪 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙄𝙗𝙪 𝙨𝙪𝙧𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝘼𝙮𝙖𝙝𝙖𝙣𝙙𝙖! 𝙋𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣 𝙋𝙪𝙣 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙋𝙚𝙧𝙡𝙪 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙨𝙞𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙢𝙖𝙧 𝙆𝙪! " Ucap Starla sambil menekankan Perintah yang tidak boleh dilanggar dan menyerahkan sepucuk surat ke tangan pengawal.
"Perintah Yang Mulia akan dijalankan. " jawab kedua pengawal itu dan mengundurkan diri.
Kini Starla Kembali ke tempat latihan dan memastikan tidak Ada siapa pun di tempat itu dan Kembali memasuki lorong, dilihatnya Achela duduk memandang aliran air yang Ada di tempat rahasia itu, Achela bisa merasakan kedatangan Starla.
"Bagaimana kabar ka Clara? " ucap Starla duduk disamping Achela.
"Baik itu yang di tunjukkan oleh Tuanku. " jawab Achela.
"Seperti nya ka Clara masih suka beraksi sendiri. Tapi aku tidak akan biarkan itu terjadi. " ucap Starla dengan santai.
"Apa sebenarnya isi pesan itu? " tanya Achela dengan melihat kedalaman air didepannya.
"Hanya meminta Ku untuk mengambilkan sesuatu, Ayo kita temua ka Clara. Kamu akan tahu apa pesan nya. " ucap Starla dan bangun dari duduk nya.
"Achela Ayo, aku sangat lelah setelah berlatih, bisakah gunakan portal milikmu Achela. " ucap Starla membujuk Achela.
__ADS_1
*Gelembung Emas* ucap Achela, perlahan gelembung itu menyelimuti dirinya dan Starla seketika gelembung itu menelan kedua nya dan beberapa detik kemudian sudah berada di tempat seharusnya, perlahan gelembung itu menghilang setelah kedua nya berpijak pada tanah.
Kehadiran aura yang sangat dikenalnya membuat Clara memasukkan Kembali Kitab Suci di ruangan tanpa batas dan segera berjalan untuk keluar dari pondok itu dan mencari sosok yang dirindukannya itu meski Ada rasa kesal karena aura itu tidak melakukan perintah nya dengan benar.