
Topeng yang melekat pada wajahnya menjadikannya lebih cantik dan tersembunyi identitasnya, tentu saja itu menjadi hal menguntungkan. Setelah menyelesaikan Tujuan awal nya, kini waktunya melakukan perjalanan berikut nya, menjadi Seorang penyelamat bagi orang-orang yang membutuhkannya.
Kini perjalanan nya menjelajahi kemana alam memanggilnya, ada masa nya dimana Lady Cristal harus memilih antara hati dan fikiran nya.
................
"Bagaimana perjalanan mu menjadi seorang Ksatria? Apa misi mu sudah berakhir? " tanya seorang Wanita paruh baya.
"Yang Mulia Ratu. Pemberontakan di wilayah darat sudah teratasi sampai ke akarnya, dan Pemimpin nya sudah berada didalam sel menunggu hukuman. " jawab seorang Pria yang baru saja masuk ke aula istana.
"Bagus.Bagaimana dengan pendidikan mu? " tanya kembali wanita paruh baya itu.
"Setelah 1 tahun akan berakhir Yang Mulia. " jawab pria itu.
"Baguslah.Bagaimana dengan kekasih? " tanya wanita paruh baya itu yang seketika membuat pria didepannya tersenyum manis.
"Bunda membuat ku malu, Tanggung jawab ku sebagai seorang pangeran dan murid saja belum selesai. Wanita bahkan aku tidak mengenal satu pun kecuali putri guru ku itu. " jawab pria itu dengan mendekati wanita paruh baya itu.
"Maukah bertemu dengan gadis pilihan Bunda nak? " tanya wanita paruh baya itu sambil mengelus kepala pria didepannya.
"Jika Bunda merasa dia yang terbaik, pastilah itu yang terbaik. Sebagai seorang Putra tentu aku bersedia mematuhi Seorang ibu. " jawab pria itu dengan tegas dan lembut.
"Jika Takdirmu menjadi satu dengannya, Bunda percaya hidupmu akan bahagia. " ucap wanita paruh baya dengan senyum tulus.
__ADS_1
"Siapakah dia yang mampu membuat Ratu Kerajaan Langit luluh tanpa Api membakarnya? " goda pria itu kepada ibundanya.
"Putra ku ini." balas Permaisuri Kerajaan Langit kepada putra semata wayangnya sambil mencubit lengan anaknya yang kekar.
"Bagaimana menemuinya Bunda? " tanya pangeran dengan antusias, baginya siapapun yang bisa mendekati ibunya itu pasti orang luar biasa karena Ibunya terkenal disiplin tingkat tinggi, kenapa begitu karena baginya waktu adalah kehidupan dalam genggaman. Pernah karena dirinya telat untuk latihan berkuda, akhirnya Permaisuri Valera yaitu ibunya sendiri menyuruhnya untuk memisahkan daun kering di atas pohon, dimana pohon harus berakhir dengan warna hijau saja, bukan hanya satu pohon tapi 5 pohon mangga yang cukup lebat daunnya, tanpa bantuan siapapun daun kering, kuning atau hampir menguning harus lepas dari pohon tanpa terkecuali. Bayangkan saja seberapa banyak waktu yang harus dihabiskan, untung saja ada keringanan dimana boleh menggunakan kekuatan atau kepintaran. Bahkan sebagai seorang Putra Mahkota bukan berarti dirinya bisa seenaknya menyuruh, sedari kecil menjadi seorang Pangeran harus siap memberikan contoh mandiri dan disiplin.
"Bintang menjadi hiasan dirinya. Cahaya menyinari setiap senyuman nya hadir. Takdir nya melindungi Umat Tertindas. " jawab Permaisuri dengan tenang dan senyuman penuh arti.
"Bunda ingin aku bertemu dengannya atau ingin menguji ku? " tanya pangeran mendengar teka-teki dari ibunya itu.
"Mendapatkan Bunga di Bulan tidaklah mudah, Dia Sangat Istimewa. Bunda percaya Takdirnya Membutuhkan sosok yang mampu seimbang dengan Setiap Jalan Pilihan Hiduonya." ucap Permaisuri dengan senyuman manis yang masih ditatap putranya dengan intens.
"Baiklah.Takdiir yang akan menjadi Akhirnya. " jawab pangeran dengan penuh pertanyaan didalam benaknya.
...............
"Dari kejauhan terlihat sebuah keributan, dimana hanya dikelilingi orang-orang saja, tanpa menunggu lama Lady cristal langsung mendekat dan melihat apa yang terjadi, usahanya menerobos membuatnya terkejut. Seorang wanita muda menjadi bahan bully begitu banyak orang dan wanita muda itu sudah tidak berdaya dengan luka dimana-mana.
" Hentikan! Apa ini manusiawi? " teriak Lady cristal yang seketika semua sorotan mata menatapnya, namun dirinya tidak menghiraukan itu dan langsung menolong wanita muda itu meski mendapatkan hujan tatapan tajam.
"Siapa kau! Berani sekali Menolong wanita itu! " seru seorang pria bertato di antara kerumunan.
"Tidak penting siapa aku! " jawab Lady cristal dengan tenang tanpa melihat siapa yang bertanya.
__ADS_1
Melihat hal itu pria bertato geram, dirinya seorang pemimpin di wilayah nya itu, tak seorang pun berani membantah atau menjawab ucapannya tapi wanita bertopeng didepannya ini justru berani berbuat hal itu. Orang-orang hanya diam bergidik ngeri memikirkan apa yang akan terjadi pada wanita itu, maksudnya gadis kecil bertopeng, tentu Lady cristal terlihat seperti gadis mungil yang belum dewasa, tentu saja bukankah memang benar dirinya itu masih dibawah usia 20 tahun, namun setelah mendapatkan topeng tetap saja masih terlihat seorang gadis mungil, hanya saja aura nya yang menjadikan dirinya berbeda. Pria bertato itu tanpa aba-aba langsung menodongkan sebuah pisau di leher Lady cristal, diperlakukan seperti itu tak membuatnya gentar sama sekali.
"Ternyata Jiwa mu pengecut! Apakah ada lawan yang tidak seperti wanita ini? " ucap Lady cristal dengan santai namun sindiran yang sinis.
"Apa! Kau Bilang? " seru pria bertato itu.
Tanpa menjawab lagi Lady cristal menutup matanya dan memanggil peri Henn untuk membawa kedua nya pergi dari tempat itu menghilang tanpa melakukan keributan, bukan apa-apa jika melawan pria bertato itu tapi melihat kondisi wanita didepannya membuat dirinya memilih jalan kedua yaitu pergi tanpa perkelahian. Dan dirinya memilih memanggil Peri nya untuk membantunya karena itu akan lebih mudah, Dibandingkan dirinya menggunakan kekuatannya. Selama perjalanan Segel kekuatan selalu diterapkan maka dari itu Lady cristal mencari jalan damai, masih cukup kekuatan nya jika harus menghadapi musuh dengan kekuatan tingkat sedang dengan segel terkunci nya namun terkadang damai lebih penting.
"Pertemuan selanjutnya akan menjadi akhir mu jika Kesombongan mu masih menjadi hidupmu. Saat ini Dia lebih penting dari Bertarung denganmu. " ucap Lady cristal sebelum menghilang bersama wanita muda yang ditolong nya itu. Melihat dua gadis menghilang begitu saja didepan mereka pasti melongo karena terkejut, sang pimpinan wilayah bahkan tidak sekuat itu, namun berbeda dengan tatapan pria bertato itu, dirinya justru memiringkan kepalanya dan tersenyum penuh arti.
"Dia akan menjadi milikku. Sudah lama aku mencari tapi selalu gagal. Siapapun dirimu, tetaplah Peri itu akan menjadi milikku. " batin pria bertato itu dan meninggalkan tempat tadi.
...............
"Hei bangunlah. Kamu sudah aman. " ucap Lady cristal menepuk pelan Pipi wanita yang ditolong nya setelah berada di sebuah pondok yang disewa nya untuk mengobati luka wanita muda itu.
"Argh... Kenapa menolong ku? Bagaimana jika dia melukaimu gara-gara aku? " ucap wanita itu lirih.
"Sudahlah.Jangan fikirkan hal macam-macam. Istirahat lah dan biarkan obat ini meresap dulu. " balas Lady cristal tersenyum dan memberikan makanan dan obat untuk diminum, sedangkan obat luar sudah menutupi setiap luka wanita itu.
Begitu banyak pertanyaan namun urung menanyakan nyaa melihat kondisi wanita itu, akhirnya dirinya ikut istirahat di kamar sebelah meninggalkan wanita itu sendiri dalam keadaan terlelap setelah menyelesaikan makan dan minum obat.
.................
__ADS_1
Jalan yang bercabang selalu menjadi sebuah pilihan, tidak peduli salah memilih jalan atau benar jalan yang dipilih, kenyataannya kehidupan akan menjadi kekuatan dan kedewasaan disaat seseorang mau belajar dari kekalahan dan kegagalan.