The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Mempersingkat Waktu


__ADS_3

Perjalanan berlanjut hingga menempuh jarak 30 menit, perjalanan ini seperti seorang pemburu menjadi yang diburu. Hanya untuk mencari tahu tentang sebuah Permata membuat Clara dan Achela harus menikmati berbagai hidangan. Tapi pertarungan ini hanya permulaan dari perang yang masih belum terjadi, bahkan perjalanan ini di lakukan untuk menghentikan sebuah ramalan.


Para pemangsa sudah mencium aroma korbannya, darah yang terlalu kuat aura nya hingga terselip rasa takut di fikiran mereka. Bukankah sangat aneh, hanya karena merasakan aura nya saja sudah menggetarkan jiwa mereka namun perintah Sang Raja adalah Kehidupan. Jika mereka ingin selamat maka harus menuruti sang Raja, terlebih lagi jiwa mereka tidak seutuhnya lagi milik mereka setelah membuat per janjian jiwa dengan sang Raja.


Hiya...


Dug.. Dug... Dug...


Seperti dugaan Clara pasukan kedua mulai menyerbu, kini terlihat jelas sosok pasukan kedua itu, seluruh tubuh nya seperti campuran berbagai binatang hanya wajah nya saja yang utuh. Senjata kapak dan tombak itu begitu tajam , tanpa menunggu lama pasukan tu mulai menyerang dan kali ini Clara harus menggunakan pedang meski bukan pedang suci.


Trang... Trang.. Brugh.. Sleez..


Dentingan Pedang Clara yang menghalangi kapak menggores tubuhnya dan tubuh yang meliuk menghindari tombak yang siap menerkam, sedang kan Achela menggunakan Pisau Bintang nya untuk menghentikan pasukan yang mendekati nya. Kini pertarungan itu semakin seru, namun Jika hanya terus bertarung akan lebih menghabiskan waktu lama dan tentu harus memiliki rencana.


"Ayo lah kawan-kawan kita harus menangkap gadis dan kucing itu, berikan tanda pada pasukan terakhir dengan pesta dilangit. " batin seorang monster kepada pasukan nya, monster ini tidak menyadari jika Clara bisa membaca isi fikiran dan hatinya.


"Achela dengarkan aku, saat aku menggunakan kekuatan alam untuk mengurung mereka, buat lah ledakan ke langit agar pasukan terakhir datang kemari. Aku akan mengurus sisanya, tunggulah perintah ku dan kerjakan Rencana ku! " ucap Clara melalui batinnya.


"Siap Tuan." Jawab Achela melalui batinnya.

__ADS_1


Perlahan Clara membuat perisai untuk dirinya, menghirup ketenangan dari dalam jiwa nya, tangannya mulai mengayun kesana kemari seiring dengan gerakan kaki, mengayun kan ke atas ke kanan ke samping ke kiri dan memutar hingga daun-daun mengikuti iramanya angin yang semakin berpusat padanya membuat Clara semakin merasakan kekuatan luar biasa.


Kekuatan alam yang mengalir mencapai puncaknya, seketika tubuhnya sudah terbang bersayapkan angin. Dengan mudah nya Clara menghempaskan kekuatan alam ke setiap monster yang masih terpaku dan bertahan akan badai yang di buat Clara, sejak angin menuju padanya dan hanya mengalir di sekitar Clara membuat para monster terjebak dan hampir saja ikut melebur menjadi debu jika tidak berusaha bertahan dengan susah payah.


Argh..


Lepas kan...


Si*l..


Toloong..


Teriakan teriak itu menghiasi telinga Clara dan Achela tapi keduanya tidak peduli, kini dengan kekuatan alam Clara mengikat para monster dengan sulur tumbuhan dan menguncinya dengan angin.


"Hey lihat lah langit itu, seperti nya para monster sudah berhasil menangkap penyusup. Ayo kita kesana dan melihat siapa penyusup itu. " ucap seseorang tersenyum.


"Benar kau, Ayo semua nya kita pergi kesana sekarang! " jawab satu orang lain nya.


Tanpa mereka tahu semua itu rencana sang Penyusup, dan kini Pasukan Penutup sudah sampai di tempat hidangan utama. Para monster sedang berbaris rapi dan membelakangi pasukan Penutup, mereka tentu saja penasaran apa yang sedang di lakukan oleh para monster.

__ADS_1


Arghhh.... (Teriak pasukan Penutup saat melihat keadaan pasukan hidangan utama yang seperti monster boneka hidup )


Para pasukan yang mendekati monster harus melongo karena rasa terkejut mereka, monster yang selalu terlihat kejam dan menyeramkan yang selalu berhasil memangsa korbannya kini hanya seperti boneka. Penampilan mereka semua masih utuh tapi tubuh mereka seperti terikat dan tidak ada sepatah kata pun yang bisa keluar meski sudah menggerakkan mulut mereka untuk berbicara, padahal jika suara mereka bisa terdengar mereka ingin memperingatkan pada pasukan Penutup tentang lawannya yang saat ini.


"Pergi.Pergi.Jangan Mendekat, ini hanya jebakan. " yah ini lah yang seharusnya pasukan Penutup dengar dari kawanan monster tapi anggaplah ini angin lalu karena tidak akan tersampaikan.


Clara yang melihat Pasukan terakhir datang tersenyum puas, setidaknya rencana ini akan mempersingkat waktu yang sudah terbuang sia-sia. Waktu nya rencana selanjutnya di lakukan untuk menghentikan pasukan itu mengganggu perjalanan nya lagi.


Tentu saja keadaan para monster menjadi lebih buruk setelah Clara mengikat dan membuat para monster kehilangan kekuatan mereka secara perlahan, Clara memberikan energinya untuk menyerap kekuatan mereka di bantu Achela membuat sebuah Penjara dengan garis Emas yang mengelilingi mereka, bahkan pasukan terakhir tidak memperhatikan posisi Clara yang terbang di depan para monster dan menyaksikan keterkejutan pasukan Penutup.


*Penjara Abadi* ucap Clara mengayun kan tangan kanan nya, memberikan udara sentuhan element Suci .


*Petir Emas* ucap Achela menyentuh garis yang sudah di buat nya tadi.


Seketika Kedua pasukan itu terkepung sebuah perisai yang yang menghabiskan pasokan udara secara perlahan, dan lingkaran petir Emas yang menyambar semakin membuat hawa panas di dalam perisai itu. Di dalam perisai itu semua semakin tidak bisa bernafas, meski mencoba menembus perisai itu tetap saja mereka kesulitan, jika salah satu dari mereka bisa keluar dari perisai itu pun pasti akan tersambar petir yang di buat Achela.


Tidak penting pasukan itu akan hidup atau tidak, karena Keduanya harus melanjutkan perjalanan dan dengan santai keduanya meninggalkan pasukan yang sedang berjuang melepaskan diri dari Penjara Abadi. Tentu saja ini disebut kejam tapi semua di lakukan hanya untuk kebaikan umat manusia, ntah sudah berapa banyak nyawa dan korban yang dipersembahkan hanya untuk mendapatkan kekuatan yang mereka miliki. Jika ada setitik kebaikan pasti Clara akan membuat jalan lain, tapi aura yang mereka miliki hanya akan merusak alam dan Kehidupan, siapapun Tuan mereka pasti lah orang yang sangat berilmu hingga mampu memiliki pasukan monster dan manusia aneh. Pasukan terakhir yaitu pasukan Penutup memang lah berwujud manusia normal jika di lihat dari pandangan mata biasa tapi jika ketajaman mata jiwa sudah terbuka maka siapapun yang melihat mereka akan langsung lari atau pingsan di tempat.


Wujud mereka lebih menakutkan dari para monster,di wajah nya memiliki 4 mata, hidung nya hanya satu lubang, bibir nya seperti bibir kuda dengan kuping yang runcing seperti kelinci tapi bulunya menutupi seluruh kuping dan rambut nya berwarna putih hanya rise panjang garis lurus dari dahinya hingga ke belakang kepala. Satu tangannya memegang pedang dari tanduk dan satu nya lagi memegang busur panah. Tubuhnya memakai pakaian seorang prajurit, tapi wajah mereka lah yang selalu tersembunyi dari wajah manusia normal. Siapapun yang membuat mereka menguasai penukar wajah pasti bukan orang sembarangan, dan pasti cepat atau lambat Clara akan bertemu dengan sosok itu.

__ADS_1


"Wek.. Wek.. Wek.. Wek.. " begitu banyak suara burung-burung yang kesakitan dan keadaan nya sudah parah hingga satu persatu burung-burung itu meregang nyawa.


Melihat hal itu dirinya tahu apa yang sudah terjadi pada semua pasukan nya, bukan masalah pasukan yang mati tapi siapa yang berani melenyapkan pengikut nya itu, seperti nya sudah waktu nya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi diluar sana.


__ADS_2