The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Untuk Ratuku


__ADS_3

Disisi lain tempat Bunga Pelangi terdapat sebuah istana lebah terbesar, disanalah tujuan selanjutnya. Meski sudah membaca bagaimana Bunda nya bisa mengambil Madu Kehidupan, tentu tidak membuat Clara bertindak gegabah, apalagi setelah tahu bagaimana akhirnya tadi saat berjuang untuk mendapatkan Bunga Pelangi yang ternyata sudah dijaga oleh seorang Poisonous Snake setelah hampir punah, bagaimana pun nanti, Clara hanya berharap tujuan nya akan terwujud meski harus bertarung berulang kali. Namun meski Clara penerus Kitab Cristal Of Life bukan berarti dirinya bisa dengan sesuka hatinya, apalagi setelah tadi kekuatan nya dikeluarkan tidak sedikit, keadaan nya sedikit menurun namun tetap semangat untuk perjalanan selanjutnya.


"Apa-apaan! Kenapa Kamu membawa saya pergi tanpa permisi! " seru Pria bertopeng yang terkejut karena dirinya ditarik secara paksa oleh dinding ajaib dan saat sudah berada di tempat lain, hanya ada seorang peri mungil yang langsung menghilangkan dinding ajaib tadi.


"Tuan memintaku untuk membawa anda kesini! " jawab peri itu dengan santai.


"Siapa Tuanmu? Tugasku masih ditempat tadi! Bagaimana jika dia mencari ku? " ucap pria bertopeng itu panjang lebar yang ntah marah, kesal atau hanya bingung dan peri Fyra hanya memutar bola mata nya seakan tidak peduli.


"Jawab aku!! " seru pria bertopeng itu.


Sebelum Peri Fyra menjawab, sebuah bayangan besar berada tepat diatas pria bertopeng dan peri Fyra, sudah terlihat dari bayangan itu, Tubuhnya yang panjang, dan besarnya sungguh tidak tanggung-tanggung.


"Tuanku." gumam Peri Fyra dengan tersenyum yang masih bisa didengar oleh pria bertopeng itu.


"Apa ada masalah? " tanya Clara yang turun dari Dragon Tlexictly Belenda dengan memperhatikan wajah partner nya itu dengan perinya.


"Tidak ada.Mungkin dia ada. " jawab Peri Fyra dengan melirik Pria bertopeng dibelakang nya.


"EHEM! " deheman Clara yang tertuju padamu pria bertopeng itu.


"Bagaimana bisa? Apa misi pertama sudah selesai? " tanya pria bertopeng itu setelah sadar, yah kehadiran Naga Putih yang cantik, mempesona, dan garang itu mampu mengalihkan pandangannya dan juga fikiran nya yang sedari tadi kesal karena ulah Peri Fyra.


"Jangan Pandang My Dragon ! Jika anda tidak ingin buta. " ucap Clara dengan tenang menatap tajam pria bertopeng itu.


"Apa dia Naga Suci itu? Sangat mengagumkan. " ucap pria bertopeng itu dengan cerianya.


"Hmm.Mari lanjutkan misi selanjutnya. Pergilah My Dragon. Lakukan tugasmu. " ucap Clara yang langsung di pahami Dragon Suci dan pergi ke tempat yang seharusnya.


"Apakah Naga Suci tidak bergabung? " tanya pria bertopeng itu serius.

__ADS_1


"Apakah Kekuatan anda tidak cukup? Atau anda sudah lelah dan menyerah? " tanya Clara dengan serius.


"Bukan itu maksudnya. " jawab Pria bertopeng.


Clara menaruh jari telunjuknya di bibirnya supaya pria bertopeng itu diam, dan Clara menceritakan bagaimana rencana nya untuk mengambil Madu Kehidupan di istana Lebah nanti, beberapa hal menjadi perdebatan dengan partner nya namun kesepakatan selalu menjadi jalan keluar bersama. Sedangkan Peri Fyra bertugas untuk mengawasi keadaan sebelum memulai misi nya.


"Aku tahu, anda memiliki kekuatan yang besar, bersikaplah seperti seharusnya. Jika ini tanggung jawab anda, maka biarkan hatimu ikhlas dengan jalan takdir. " ucap Clara setelah selesai membuat rencana.


.................


Disisi lain, kini seseorang sedang memusatkan fikiran untuk membuat rencana balas dendam nya, setelah semua usahanya yang menjadi sia-sia tentunya, kini dirinya tidak boleh memiliki rencana yang main-main. Ditambah lagi informasi yang sudah dikumpulkan membuat dirinya harus memiliki siasat lebih licik dari sebelumnya,rasa amarahnya karena semua rencananya selama bertahun-tahun menjadi hilang tanpa sisa, terlebih lagi kini dirinya menjadi buronan dan terasingkan, meski dirinya tetap hidup layak di sebuah tempat rahasia dan segalanya terjamin, tetap saja keadaannya menjadi berubah 180 derajat. Mimpinya menjadi penguasa pun juga sirna, semua yang dilakukan olehnya terasa seperti tidak ada gunanya , setiap tindakan yang sudah diperhitungkan dengan teliti dan tepat waktu, lalu bagaimana bisa tiba-tiba hancur dalam sekali permainan dan apalagi dirinya belum menyingkirkan barang-barang rahasia nya yang tersimpan dikamarnya itu, pastinya bukti seperti sebuah keberuntungan bagi musuhnya itu dan dengan mudah nya membuat dirinya sebagai buronan.


"Apa sudah selesai rencana mu Ratu ku?" tanya seorang pria yang baru masuk kedalam kamar dan mendekati kekasihnya itu yang tengah duduk didepan meja dekat jendela ditemani angin yang semilir.


"Apakah semua yang kuminta sudah tersedia? " balik tanya wanita itu tanpa memandang kearah prianya.


"Benarkah? " tanya wanita itu mengalihkan pandangannya dengan menyambut tangan prianya.


Dengan senyuman manisnya menganggukkan kepalanya tanda membenarkan ucapannya, melihat itu tentu ada rasa ingin tahu dan dirinya tahu benar jika kekasih nya ini adalah pria yang selalu menepati setiap ucapannya meski taruhannya adalah nyawanya sendiri, bagi pria ini setiap keinginan dan mimpi dari cinta nya adalah Hidupnya maka tidak heran jika bagaimanapun statusnya dan tanggung jawab dalam hidupnya , RATUNYA adalah yang utama.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝 𝘽𝙖𝙘𝙠


Sebuah surat muncul dihadapannya dan sebuah tanda hiasan berbentuk mawar merah mengantungi tali surat itu, tentu dirinya tahu siapa yang mengirim surat itu. Dengan buru-buru surat itu dibawanya dan dibaca di dalam ruangannya, tapi masalahnya kondisinya saat itu yang sebenarnya dalam keadaan menertibkan para pemberontak didalam Kerajaannya harus ditinggalkan begitu saja, menang atau kalah tidak penting baginya, Karena surat itu lebih penting, meski pada akhirnya surat itu hanya berisikan sebuah undangan namun tetap tidak membuat nya menyesal telah meninggalkan tempat pertarungan tadi. Setiap kali surat istimewa datang, situasi apapun atau dimanapun dirinya akan mengutamakan Ratunya itu, baginya kehidupannya hanya untuk Ratunya, meski dirinya hanya menjadi kekasih bayangan Ratu nya saja.


Di dalam sebuah kawah gunung yang hanya ada kegelapan , kini dua orang sudah muncul dan melihat sekeliling dengan seksama, tanpa menunggu lama muncul sebuah makhluk yang hanya bisa dirasakan aura kekejamannya dan kekuatan yang dalam dari sosok itu, Pria itu tahu makhluk apa itu, karena dirinya lah pemilik nya dan niatnya untuk membuat Ratunya bahagia adalah menyatukan Ratunya dengan Makhluk miliknya itu, agar Ratunya bisa lebih kuat dan percaya diri. Untuknya melihat Ratunya terpuruk selama beberapa bulan ini justru menyayat hatinya, memang benar dirinya tidak bisa memiliki seutuhnya wanita yang dicintainya itu namun hatinya sudah berlabuh dan menetapkan pada satu wanita dan sekejam apapun dirinya, sebagai seorang pria sejati ucapan dan janjinya adalah final. Dan kini saatnya memberikan cinta nya dengan hal-hal yang terbaik dari usahanya, tanpa makhluk pendamping nya, dirinya tetap lah kuat dan mampu berperang, meski memang benar pendamping nya itu adalah sosok turun temurun, namun demi cinta nya, tidak ada masalah jika harus berkorban pendampingnya itu.


..................


"Datanglah Tunjukkan Wujudmu! " perintah pria itu dengan lantang.

__ADS_1


Wush..wush.. (terpaan angin yang memutari dua orang itu dan perlahan di tengah kawah muncul sebuah kolam Bara api yang membuat sekeliling terlihat jelas dan makhluk itu pun perlahan mulai terlihat wujudnya, biasanya makhluk itu tidak membuat hal seperti ini karena Pria Itu adalah tuannya, namun mengetahui niat dari tuannya membuat nya harus melihat seperti apa orang yang harus bersamanya nanti, baginya sebagai makhluk yang di wariskan secara turun temurun membuat ikatan tidak akan terlepas namun masih bisa membuat ikatan sekali lagi dengan orang yang berbeda meski ada beberapa ritual yang harus dilakukan dan setiap ritual harus tuntas karena jika gagal hanya akan menjadikan hari terakhir bagi orang yang menginginkan ikatannya dengannya, namun berbeda dengan tuannya yang murni, karena hanya cukup menyatukan satu tetes darah masing-masing didalam sebuah cawan ajaib dan akan menyatukan dengan cawan itu secara langsung, maka hanya cukup melukai diri sendiri sedikit saja untuk menjalin ikatan.


Melihat wanita didepannya yang dibawa tuannya itu, sudah dapat dipastikan jika wanita itu berhati dua seperti wajahnya, baginya bukan seperti apa jalinnan ikatannya nanti namun sanggupkah wanita itu melakukan ritual nya karena tidak akan bisa digantikan oleh orang lain, Pria itu yang sudah tahu apa syarat dari keinginannya itu memberitahu Ratunya apa keinginan hatinya dan bagaimana cara mendapatkan hal itu, Wanita itu diam dan mendengarkan dengan seksama , tanpa peduli hal lain lagi wanita itu menyetujui apapun syaratnya asalkan bisa menjadikan makhluk itu pendampingnya. Meski setelah menjadi pendampingnya, tetaplah Tuan yang utama adalah pria kekasihnya, namun kekasihnya itu telah berjanji jika makhluk itu akan lebih mengutamakan ratunya dibandingkan dirinya, dan itu tentu membuat wanita itu semakin bertekad dengan membuat ikatan darah.


............. ...


.


.


.


.


. Maaf banget ya, up nya telat trus, kerjaan semakin lembur,, blum harus pekerjaan rumah dll.. seharusnya up lebih sering but keadaan tak memungkinkan.. maaf sekali lagi.. makasih buat dukungannya dan yang udah nungguin kelanjutannya.. jujur nulisnya bisa cuma malam selesai semua tugasku sehabis kerja.. 🤦‍♀️😁 malah jadi curhat.. btw beneran deh jari ku yang pegel karena pekerjaan dipabrik kayu dan bagian kerjaku pada dasarnya tangan yang utama, akhirnya jarang pegang HP buat nulis banyak.. yah tetep semangat aja biar semakin ikhlas jalanin nya.. 😊🤲


.


.


.


. good night 🌙 😴💤


. Gak janji lagi ya, bcz jadi kaya sekarang, udh janji tapi nggak bisa tepati 🤦‍♀️


Jadi up seadanya dan waktunya gak tak tentuin, tapi yang pasti tetep lanjut critanya..


insyaallah 😊..

__ADS_1


__ADS_2