
Seperti ada perasaan cemburu melihat kemesraan di depan nya, namun dengan langkah tenang di singkirkan nya perasaan yang mampu membuat jiwa nya melemah. Tanpa kata dan membiarkan pemandangan di depan nya tetap berlanjut selama beberapa menit hingga suara yang di kenali nya menyambut kedatangan nya dan membuat dua makhluk di depan nya berbalik.
"Salam Lady Cristal." ucap seekor Naga yang hanya memiliki jiwa saja.
"Salam untuk mu Raja Argus, bagaimana pelatihan nya? " tanya Clara dengan wajah tenang.
"Semua ber jalan lancar, mari saya antar untuk melihat hasilnya." ajak Raja Argus dengan bahasa tubuh Naga yang cukup di pahami Clara.
"Clara, dengarkan aku.. " cegah Trish yang kini wajah nya sudah pucat karena istri nya melihat sesuatu yang tidak seharusnya.
"Mari." jawab Clara tanpa mempedulikan Trish yang terlihat sangat takut.
Niat nya ingin mengejar langkah istri nya namun makhluk di samping nya justru menahan tangan nya dengan mata memelas dan gelengan kepala, tangan yang terlanjur bergelanyutan manja di lengan nya itu tidak terlepas dari pandangan Clara yang memang sengaja menetap sesaat sebelum pergi bersama Raja Argus.
"Sejak kapan itu terjadi Raja Argus? " tanya Clara tanpa mengalihkan pandangan nya menuju tempat pelatihan para ksatria dan langkah kaki nya yang masih ber jalan maju.
"Beberapa hari terakhir semakin dekat , tapi tanya kan itu pada Pangeran Trish langsung. Bukankah anda bisa tahu mana kejujuran dan mana kebohongan." jawab Raja Argus.
"Tunjukkan pada ku kemampuan mereka semua." perintah Clara tanpa menjawab pernyataan Raja Argus.
"Lihatlah mereka semua Lady, aku menyarankan Pangeran Trish untuk membuat tempat latihan itu dengan kekuatan yang kami gabungkan." ucap Raja Argus dengan memandang sebuah dinding tipis tembus pandang di depan nya.
Terlihat tanah lapang dengan luas yang bisa menampung begitu banyak ksatria dengan para pendamping naga masing-masing, seakan menjadi pemandangan unik yang mengalihkan perhatian Clara. Terlihat keseimbangan dan ketangkasan para ksatria cukup berkembang pesat dari terakhir kali kunjungan nya, ada aura yang mendekati tempat nya berdiri membuat Clara pergi menggunakan teleportasi nya dan muncul di dalam para kawanan ksatria pria dan wanita yang memiliki usia beragam namun ketangguhan bisa terlihat dari otot lengan mereka semua.
"Mari berlatih bersama." seru Clara yang membuat para ksatria menghentikan latihan mereka dan memberikan penghormatan sebagai penyambutan kedatangan nya.
Semua kembali berlatih setelah Clara juga mengambil tempat terbaik, dengan mengambil pedang Suci di dalam ruangan tanpa batasnya. Perlahan tapi pasti langkah kaki nya mengimbangi gerakan gemulai tangan nya yang memainkan pedang di tangan nya, percikan element cahaya seakan menyebar setiap kali pedang nya terayun dengan hentakan hingga membuat para naga meninggalkan para manusia yang melakukan kontrak dengan mereka dan mulai mengerubungi Clara seperti lebah menjaga madu nya.
__ADS_1
Pemandangan itu membuat para ksatria menghentikan pelatihan dan semua nya hanya focus dengan kejadian yang langka, kontrak yang sudah terjadi pun nyata nya terkalah kan dengan satu element yang memang membuat perubahan pada setiap makhluk. Tubuh yang terasa kembali segar dan seakan memiliki tambahan tenaga dapat di rasa kan oleh semua ksatria, wajah-wajah yang kelelahan kini terlihat kembali segar dengan sinar yang terpancar dari tubuh mereka.
"Aku harus menghentikannya." batin Raja Argus dan langsung menghilang meninggalkan tuan nya yang masih menatap sendu istri nya dengan jarak perisai dinding.
*Element Api* ucap Raja Argus begitu memasuki tempat latihan dan menyebar kan sinar merah nya ke sekeliling nya.
Perlahan sinar merah itu membuat para naga kembali sadar dan mendengarkan perintah Raja Argus yang hanya di mengerti para naga karena menggunakan bahasa naga, kedatangan Raja Argus membuat Clara menghentikan pelatihan nya dan kembali menghilang sebelum jiwa naga itu mencecarnya dengan pertanyaan. Clara tahu jika Raja Argus hanya datang untuk menghentikan tindakan berbahaya nya, tapi apapun yang di lakukan Clara hanya lah bagian kecil dari tanggung jawab nya dan juga membuat takdirku.
"Pangeran! Sampai kapan kamu mendiamkan aku? Sebelum nya tidak seperti ini, ayo lah pangeran kita makan bersama atau aku tidak akan makan." rajuk seorang wanita yang kini menghentakkan kaki nya dengan manja namun pangeran Trish masih sibuk mengedarkan pandangan nya setelah istri nya menghilang kembali.
"Ayo." tarik wanita itu yang membuat pangeran Trish hanya pasrah mengikuti keinginan kecil dari seorang wanita yang di anggap nya tengah sakit parah.
Kedua makhluk itu memilih duduk di pondok bawah dengan atap daun kelapa, pondok yang hanya memiliki dua ruangan berbeda. Satu menu makanan ala kadarnya telah tersaji di atas sebuah meja yang hanya muat untuk lima piring saja dengan tiga kursi yang tergeletak di tiga titik, tanpa di sadari kedua nya jika satu makhluk tak kasat mata diam menatap kebersamaan kedua nya.
Terjadi lah pemandangan yang sangat manis dengan saling menyuapi layaknya sepasang kekasih, meskipun bisa mendengarkan suara isi hati dan fikiran kedua makhluk di hadapan nya tapi hati tidak bisa mengabaikan pengkhianatan sekecil apapun itu. Tanpa menunjukkan wujud nya, di dekati nya satu makhluk yang masih terpaksa memberikan suapan untuk lawan makan nya.
"Ukhuk.. ukhuk.." batuk Trish setelah mendengarkan suara yang amat di rindukan nya dan membuat nyali nya semakin menciut.
"Minum lah." ucap wanita di depan nya dengan menyodorkan satu ruas bambu yang berisi air segar.
Tanpa menunggu lama, Trish meninggalkan tempat nya dan segera keluar dari pondok yang kini menjadi penyebab luka istri nya. Dengan tenggorokan yang masih terasa panas akibat tersedak makanan tetap tak di hiraukan dan langkah nya berlari menuju rumah pohon nya, namun belum langkah nya mencapai titik tangga teratas suara dingin menghentikan langkah kaki nya yang tiba-tiba membeku.
"Menikah lah dengan nya jika dia bisa membuat mu bahagia Trish." ucap Clara dengan suara tak beremosi dan sangat dingin namun menusuk.
Bukan hanya hancur mimpi dan harapan nya kandas tenggelam di terjang ombak, tidak ada sandaran dan tulang nya sekan melunak.
Bruuug...
__ADS_1
Tubuh kekar nya kini terkulai lemas di tangga tak mampu lagi menampung beban tubuh nya yang berat, lidah nya bukan lagi kelu tapi lidah nya seakan sudah terpotong habis. Hancur hati nya seakan tergambarkan dengan tetesan bening yang meluncur begitu saja, dirinya sadar jika ucapan Clara berawal dari tindakan nya sendiri.
Istri nya tidak lah salah dengan ucapan nya itu, tapi sungguh tidak ada fikiran apa lagi niat untuk menikahi wanita lain dalam hidup nya. Bagi nya hanya Clara yang berhak dan pantas mendapatkan cinta nya, namun kini rumah tangga nya menjadi pertaruhan karena niat hati nya untuk menolong orang.
"Aku tahu apa niat mu, tapi kenyataan tidak bisa di ubah. Yang kalian lakukan ada lah pengkhianatan, aku memilih melepaskan mu." ucap Clara dan keluar dari rumah pondok menatap langit ilusi yang mendung semendung hati nya.
"Ku mohon. Jangan tinggalkan aku, kamu jiwa ku Clara." ucap lirih Trish dengan mendongakkan wajah nya menatap gadis dengan rambut panjang nya yang ikut terbang mengikuti sapuan angin.
Cantik dengan ketenangan yang menyebar kan aura kesegaran , yah itu lah istir nya yang sudah menjadi seorang ratu dan juga pewaris Pedang Suci. Sejak awal dirinya tahu apa resiko nya memiliki istri seorang pemimpin alam, tapi kesalahan memang nyata berawal dari dirinya sendiri.
"Bukan kah alam sangat indah Trish? Tapi tindakan manusia lah yang merusaknya karena kebodohan dan pengetahuan yang membuat manusia merasa paling benar. Tapi alam masih menerima semua pengkhianatan makhluk yang bernaung di dalam nya, aku hanya manusia biasa sama seperti mu. Fikiran semua nya dan putuskan apa jalan mu, kamu tahu aku hanya lah satu wujud alam yang menjadi jiwa." ucap Clara dan tak bergeming di tempat berdiri.
"Jangan tinggalkan aku, itu keinginan ku saat ini. Ku mohon Clara... " pinta Trish yang tidak berdaya dengan seluruh tenaga nya terkuras seakan baru saja bertarung habis-habisan.
"Trish! Bangunlah apa yang terjadi pada mu?" seru seorang wanita yang baru saja datang dan berlari menaiki tangga.
Langkah nya harus terhenti ketika tangan kekar itu menyodorkan satu telapak tangan kiri nya untuk mengatakan berhenti jangan melangkah lagi, rasa khawatir wanita itu beralih ketika melihat seorang wanita lain dengan siluet kecantikan yang tidak bisa di pungkiri. Melihat keadaan pria yang di cintai nya terkapar lemas bersandar pada pohon membuat wanita itu seketika membenci sosok wanita cantik yang terlihat sangat angkuh menatap langit.
"Hey kau! Apa yang kau lakukan pada kekasih ku! Ayo lawan aku jika berani, dasar pengecut! Hey jawab... " seru wanita itu yang terhenti karena merasakan sesuatu yang panas menghampiri pipi nya.
Plaaak...
Satu tamparan yang di rasa kan wanita itu kini menatap sendu pria yang kini berdiri tegak dengan amarah di mata nya, yah Trish menampar wanita yang menghina istri nya. Tubuh nya seakan mendapatkan kekuatan nya kembali mendengar ucapan wanita yang di anggap nya lembut selama ini tapi nyata nya perangai nya sangat tidak dewasa.
"Dia ISTRI ku! Dia berhak melakukan apapun pada ku, karena aku suami nya. Pergi! " bentak Trish dengan geram dan menahan emosi nya karena kesadarannya masih mengingatkan nya tentang penyakit wanita di depan nya itu.
Bruuug...
__ADS_1