The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Prajurit Bayangan


__ADS_3

Pemilik kedai memasuki pondok nya lebih ke dalam melewati beberapa kamar penginapan dan berhenti di kamar terakhir Sisi kiri, memasuki kamar itu dan menutupnya setelah pria bertudung ikut masuk.


Sebuah alas tidur di pindahkan oleh pemilik kedai dan terlihat sebuah pintu yang menyatu dengan lantai, dengan mengeser sebuah pajangan di dinding kini pintu itu terbuka. Sang pemilik kedai memberikan isyarat agar pria bertudung masuk terlebih dahulu diikuti dirinya, menuruni sebuah tangga kayu dalam kegelapanan hingga pintu tertutup dan pemilik kedai sudah menyalakan sebuah obor yang ada di dinding.


setelah beberapa saat akhirnya tangga itu berakhir, dua patung besi menyilangkan pedang nya untuk menghalangi siapapun yang ingin melewati pintu di depan mereka. Pemilik kedai mendekati salah satu patung dan membisikkan sesuatu, dan kembali berdiri di dekat pria bertudung, setelah mendengar bisikan pemilik kedai kedua patung besi itu menarik pedang masing-masing dan membiarkan pemilik kedai masuk ke pintu yang mulai terbuka.


Perjalanan masih di liputi kebisuan, hingga samar terdengar begitu banyak dentingan yang seirama. Secercah cahaya menyorot ke dalam ruangan hingga sang pemilik kedai mematikan obor nya dan meletakkan nya di dinding begitu saja, dan menghampiri cahaya itu.


Banyak pemuda yang sedang berlatih pedang dan tombak, ada anak-anak kecil yang mulai berlajar memanah, bahkan wanita bercadar juga belajar bela diri. Kesibukan di tempat itu seperti tidak ada yang mendengar mereka, dan kedatangan pria bertudung dan pemilik kedai pun tidak mengusik siapapun.


Pemilik kedai menghampiri seseorang yang sedang sibuk mengajari ntah siapa yang tidak terlihat dari arah belakang, tubuhnya yang kekar dengan pakaian seorang pemuda desa dengan rambut panjang yang terikat ke atas.


"Tuan Ada yang ingin bertemu dengan anda. " ucap pemilik kedai.


"Hmm bawa ke pondok saja pengawal Ming." jawab orang itu dan melambaikan tangan kiri untuk meninggalkan nya.


"Baik Tuan. " ucap pemilik kedai dan memberikan isyarat untuk pria bertudung mengikuti nya kembali .


Sebuah pondok yang berada di atas pohon menjadi tempat persinggahan keduanya, dari pondok itu pria bertudung bisa melihat keseluruhan tempat yang didatanginya, setiap orang baik tua, muda dan anak-anak sibuk memperdalam ilmu bela diri dan senjata.


"Masuk lah dan tunggulah Tuan kami di dalam. Aku akan kembali ke kedai agar tidak ada yang curiga dan tenang saja semua teman anda akan menginap di tempat saya. " ucap pemilik kedai meninggalkan pria bertudung tanpa menunggu jawaban.


Hanya bisa menunggu dan memperhatikan dengan kesabaran karena Tuan yang di maksud masih belum menghampiri nya, hingga akhirnya pria bertudung memilih duduk di dalam pondok dan mengeluarkan sebuah gulungan kertas yang memiliki lambang bulan total.


...Ambil lah Nyawa Gadis bertanda Bulan...

__ADS_1


...Kebenarannya Akan Menghapus Kegelapan...


...Api ini Tidak Abadi...


...Jiwa nya Menjadi Penghancur...


"Apa maksud semua ini, siapa incaran mereka sebenarnya, dan kenapa hanya Gadis yang mereka culik. " batin pria bertudung.


"Apa yang membawa mu kemari anak muda? " tanya seseorang yang baru saja masuk ke pondok.


Pria bertudung segera mengulung kertas dan menyimpannya kembali sebelum menjawab dan melihat siapa yang bertanya.


"Beberapa pertanyaan yang harus mendapatkan jawaban nya Tuan. " jawab pria bertudung dan melihat siapa yang sudah duduk di hadapannya.


Wajah itu tidak asing untuk nya, apakah benar di hadapannya itu adalah dia. Tapi penglihatan nya tidak mungkin salah, jelas sekali wajah tegas dan berwibawa itu yang selalu membimbingnya nya sedari dirinya masih kecil, mengajari nya cara berjalan dan bertarung. Siapapun dan seperti apa pun dirinya sekarang adalah berkat orang didepannya itu, tapi apa yang di lakukan orang itu di tempat tersembunyi ini yang di yaqini pria bertudung bahwa tempat ini terlindungi sihir yang kuat.


"Ini yang ingin saya cari tahu. " jawab pria bertudung dengan melepaskan sebuah kalung liontin dari lehernya dan menaruh di meja depannya.


Pria itu mengambil liontin dan memperhatikan dengan seksama, ada rasa terkejut tapi wajahnya kembali datar. Menghela nafasnya dan kembali melihat liontin seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


*****


ini dibuat seorang pengrajin perhiasan terbaik di Desa Mati. Hanya satu-satunya pengrajin yang mampu menetralkan aura negatif dari sebuah element, dulu ada seorang pemuda yang berusaha menjadi murid dari sang pengrajin. Meski harus melewati ujian yang berat tetapi pemuda itu tetap berhasil melewati semua ujian hingga sang pengrajin menerimanya sebagai murid nya, tanpa di sadari murid itu jika selama mengajari nya sang pengrajin juga mewariskan ilmunya. Seperti yang terlihat didalam liontin ini terdapat gambar Seekor Naga Biru, liontin ini adalah liontin yang tidak pernah di jual ataupun ditunjukkan hingga detik-detik sang pengrajin menghembuskan nafas terakhirnya dan menyerahkan liontin ini kepada sang murid. Setelah sang pengrajin meninggal pemuda itu berjanji untuk melindungi wilayah yang menjadi tempat tinggal,dan atas kesepakatan bersama semua nya bekerja sama untuk saling melindungi satu sama lain dengan cara tersembunyi.


Namun sang Pemuda memiliki tanggung jawab lain yang tidak bisa ditinggalkan hingga memutuskan untuk membuat tempat tersembunyi agar melatih para pemuda dan warga yang ingin bergabung agar tempat mereka aman dan tidak ada yang berani mengusik sama sekali. Hingga akhirnya wilayah ini memiliki pelindung dari warga nya sendiri, meski di atas Sana semua nya terlihat saling acuh dan mengabaikan tapi mereka bersatu saling menjaga dan melindungi tanpa pamrih, orang-orang yang mendengar nama Desa Mati pasti akan langung mengaitkan dengan Prajurit Bayangan. Itu lah mereka yang dipanggil Prajurit Bayangan, para warga yang sudah dibekali ilmu Beladiri dan senjata saling berpatroli memeriksa wilayah ini dengan bergantian.

__ADS_1


Didalam liontin ini terlihat Seekor Naga Biru, konon di timur laut ada sosok yang sama yang menguasai Lautan, tidak seorang pun mempercayai itu karena itu dianggap sebuah dongeng tidur, tapi pemuda itu percaya jika didunia nya pasti ada sosok Naga Biru. Bagaimanapun masih banyak manusia yang memiliki element dan sihir , tentu Naga Biru pun pasti bukanlah sebuah dongeng Hingga pemuda itu melihat nya sendiri meski hanya sesaat.


Kelahiran seorang Putra ditengah Badai hujan yang begitu deras, semua orang yang bersama seorang wanita hamil besar sibuk membantu kelahiran hingga bayi laki-laki terlahir. Semua orang yang juga panik karena Badai itu tidak kunjung reda, hingga memberikan bayi laki-laki kepada sang Ayah nya yaitu pemuda murid dari sang pengrajin.


Mata nya yang kecil terbuka perlahan dan sambaran petir menggelegar tapi tak melukai seorang pun di tempat itu, liontin ini bersinar dan memberikan reaksi pada bayi laki-laki itu. Melihat hal itu sang pemuda memakaikan kalung liontin kepada Putra pertamanya dan sebuah keajaiban datang dalam waktu yang singkat, Liontin ini bersinar semakin terang dan mengeluarkan sebuah Naga Biru yang sangat kecil dan Badai pun berhenti. Sesaat kemudian Naga Biru kembali ke dalam liontin dan bayi laki-laki itu tersenyum sangat manis, tapi ntah siapa yang mencuri liontin itu disaat upacara pemberian nama bayi laki-laki itu selesai.


Dan baru saat ini aku bisa melihat liontin kembali setelah sekian lama, kenangan yang ku habiskan di tempat ini bersama Guru kembali memenuhi hati ku. (ucap orang yang didepan pria bertudung dan menggenggam erat liontin)


"Apakah pemuda itu anda, Tuan?" tanya Pria bertudung setelah mendengarkan semua nya.


"Iya akulah pemuda itu dan mereka lah Prajurit Bayangan itu. " jawab nya dan menunjuk keluar pondok dimana orang-orang yang sibuk berlatih.


"Dimana Putra Tuan? Bukankah seharusnya membantu anda melindungi Desa Mati? " tanya Pria bertudung.


"Putra ku memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari ini dan Prajurit Bayangan akan menjadi Prajurit nya juga nanti, Suatu saat nanti pasti akan kubawa Putra ku untuk menggantikan ku disini." ucap orang itu tersenyum.


"Baiklah itu berarti liontin ini milik anda, saya pamit karena harus melanjutkan perjalanan. " ucap Pria bertudung dan membungkukkan badannya untuk undur diri dari tempat rahasia itu.


"Mari ku antar sampai pintu terakhir. " jawab orang itu dan berjalan didepan Pria bertudung.


Keduanya berjalan tanpa berbicara, hingga sebuah pintu yang dijaga dua patung besi membukakan pintu, Dan membiarkan Pria bertudung untuk melewati nya sekali lagi.


"Aku tidak tahu ada ikatan apa diantara kita, tapi bawalah ini! Jika memang Liontin ini Bertakdir dengan Putra ku maka Liontin ini akan kembali pada nya. " ucap orang itu Dan menaruh liontin didalam genggaman Pria bertudung Dan berbalik arah meninggalkan Pria bertudung yang masih terpaku meski pintu sudah tertutup kembali.


................... ...

__ADS_1


Takdir lah yang selalu menguji setiap insan Dan Takdir pula yang akan mempertemukan jalan garis Takdir nya, tanpa seorang pun bisa bernegosiasi memilih apa yang mereka inginkan.


Seperti Takdir Pria bertudung yang baru melihat orang yang sangat dicintainya karena sebuah Kalung Liontin dari tempat para pendosa, tapi yang jadi pertanyaan adalah siapa yang mencuri liontin itu bertahun-tahun yang lalu Dan kenapa harus mencuri sebuah kalung Liontin yang dipakai seorang bayi, apakah pencuri nya tahu tentang kekuatan Liontin itu atau hanya sekedar ingin memiliki saja.


__ADS_2