The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Akibat Gerhana Bulan Darah Merah


__ADS_3

*Waktu mu kembali pada ku! Datanglah pada ku My Dragon!* batin seseorang dengan pedang yang bersinar terang, menundukkan hembusan angin yang begitu tenang di sekeliling nya.


Wuusshh..


Sebuah portal kini mulai terlihat di depannya dengan semilir angin yang menghantarkan aroma lautan, kesegaran yang berbeda dari hijaunya pepohonan. Aroma yang menyatu menjadi kenikmatan tersendiri untuk Clara, ketenangan dari dua sisi dapat di rasakan nya. Sosok besar dan panjang dengan wajahnya yang anggun mematikan kini muncul dari portal , dengan sinar putih nya yang bercampur aroma laut, mata nya yang jernih dengan deretan gigi tajam nya.


"Salam Lady Cristal. " ucap Naga Suci.


"Salam untukmu juga! Apakah Raja Argus sudah mendapatkan yang seharusnya? " tanya Clara dengan mendekati naga nya.


"Seperti perintah anda Yang Mulia. Raja Argus mendapatkan beberapa pasukan naga dari pengawasan ku." jawab Naga Suci menundukkan kepalanya, membiarkan Tuannya mengelus kepala nya.


"Apakah dia mengambil banyak Naga hitam yang tersembunyi di balik awan? " tanya Clara lagi.


"Apa maksud Tuan adalah wanita berdarah iblis itu? " tanya Naga Suci memastikan.


"Yah, bukankah Naga hitam yang selama ini terkurung di dalam karang awan telah bebas di saat Gerbang Bulan Darah Merah?" jawab Clara dengan tenang.


"Seperti yang Mulia tahu, portal itu terbuka tanpa di minta. Naga hitam berdarah campuran itu berhasil membebaskan Naga hitam muda lainnya! Maafkan hamba Lady Cristal, hamba tidak bisa mencegah hal itu." ucap Naga Suci dengan mata terpejam.


"Itu bukan salahmu, garis takdir hanya bisa berubah pada satu jalur. Dengan menghentikan Raja Kegelapan maka aku sendiri yang merelakan terbuka nya portal dimensi ke Alam para Naga." jawab Clara menyenderkan kepalanya pada kepala Naga yang lebih besar dari nya.


Keduanya sama-sama merenungi apa yang telah terjadi akhir-akhir ini, terlebih akibat dari gerhana bulan darah merah. Bukannya Clara tidak tahu apa yang membuat seorang Permaisuri Adreo menjadi sombong di hari pengumuman Starla masih hidup dan pernikahan adiknya itu, Clara tahu kenapa ibu tiri nya itu menjadi angkuh dan sombong dengan apa yang telah menjadi milik nya itu.


Flashback


Disaat semua orang hanya tertuju pada pernikahan Putri Starla dan Raja Lars, Clara meninggalkan menara utama dengan portal nya menuju ke satu tempat di bawah sana, diantara para perwakilan rakyat.


Satu sosok yang mampu menarik perhatiannya dengan aura kegelapan dan jiwa iblis, sosok yang menggunakan penutup kepala dengan wajah yang tersamarkan. Sosok itu yang di tunggu Clara dan semua acara yang di sengaja dilakukan untuk menarik perhatian wanita itu.


"Tenang lah Permaisuri Adreo! Kita berdua sama hanya lah makhluk hidup yang akan ber pulang pada akhirnya, cobalah berfikir ulang. Aku berharap masih ada sedikit nurani di dalam hati mu itu." bisik Clara di samping wanita tua dengan memegang bahu nya.


Wajah yang sangat dibenci nya kini berdiri di samping nya ikut memandang ke atas Sana dengan sebuah senyuman manis membuat hati nya terasa terbakar, namun pandangan mata kedua nya kini terpaut dan membuat nyali Permaisuri Adreo menciut. Tatapan tajam dengan aura yang lebih kuat seakan meruntuhkan jiwa iblis di dalam tubuhnya, tatapan berbeda dari Tuannya namun tetap mematikan seperti Tuannya.

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa mengalahkan Tuanku! Dialah yang terhebat, kau bahkan masih anak kemarin sore!" cicit Permaisuri Adreo seolah mendapatkan keberanian.


Hanya gelengan kepala yang menjadi jawaban Clara, rasa nya ingin tertawa karena suara dari mulut Permaisuri Adreo berbeda dengan isi hati nya, Clara bahkan tidak ingin menemui Permaisuri Adreo jika bukan untuk mencari sebuah kebenaran, dengan mengadakan acara besar-besaran maka Permaisuri Adreo akan memasuki Istana Langit. Bahkan Clara sengaja membuka perisai di pintu Gerbang Utama Istana Langit agar mangsanya bisa dengan leluasa memasuki Istana Langit, dan benar tujuan nya tercapai.


"Tersenyum lah sepuasnya! Aku tidak akan gagal dengan apa yang ku punya saat ini! " ucap Permaisuri Adreo dan meninggalkan Sidang Akbar Kerajaan Langit.


Yah semua dilakukan Clara hanya untuk mengetahui apa yang telah di lakukan oleh Permaisuri Adreo, dan dengan memegang bahu ibu tiri nya meski sesaat, Clara tahu apa yang telah dilakukan oleh ibu tiri nya itu. Wanita itu telah memasuki portal ke dimensi Para Naga, dimana berbagai jenis Naga menempati wilayah itu, tempat dimana Clara melakukan meditasi keduanya.


Bukan tanpa alasan kenapa Clara memberikan peringatan ke Naga Suci untuk menjauhi portal di saat gerhana bulan darah merah, semua sudah tergambarkan, dengan mengamankan makhluk hidup di berbagai alam. Maka Clara membuka portal di dimensi para Naga dan membiarkan Permaisuri Adreo bersama Naga hitam nya untuk memasuki wilayah itu dengan niat buruknya, pembebasan para anggota muda naga hitam kini sudah menjadi prajurit Permaisuri Adreo.


Dimana dengan darahnya, kini Permaisuri Adreo sudah menguasai dan mampu mengendalikan para Naga hitam yang berada di bawah pengawasan nya. Dengan ikatan yang hampir sempurna maka sudah waktu nya bagi Naga Suci Tlexcitli Belenda untuk kembali bersama dengan tuannya Lady Cristal, dimana kini menuju gerhana bulan putih akan menjadi ramalan berikutnya dari Kitab Suci.


.................


"Lady Cristal bagaimana dengan Batu Bulan? " tanya Naga Suci.


"Achela dan peri Fyra ada bersama nya, hanya hutan ajaib yang bisa membendung aura batu bulan. Semoga saja gadis itu bisa membuka kunci nya, jika tempat itu masih terkunci, bukankah kehancuran akan lebih banyak lagi! " jawab Clara dengan menaiki Naga suci.


Sudah pasti langkah nya hanya untuk mengamankan masa depan, bukan hal mudah melakukan semuanya dengan putaran waktu yang tidak akan berhenti meski pun di minta. Dengan segala rintangan dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu tak beraturan membuat Clara harus merelakan berbagai kebersamaan bersama keluarga ataupun waktu untuk istirahat meski sejenak, dengan beberapa rahasia yang menjadi awal kebangkitan dunia baru.


"Ayo kita temui Penyihir Tingkat Dewa, keadaannya akan memburuk sebelum waktunya! " ajak Clara dan duduk manis di atas Naga suci.


Dengan perubahan nya, Clara ingin membiasakan terbang bersatu bersama pendamping nya. Dengan ini Clara membuat satu tugasnya terselesaikan, sedangkan di hutan ajaib terlihat Achela mulai menggunakan cara ekstrim untuk membuat Cleo memahami ajarannya. Sesekali terjadi perdebatan dengan peri Fyra yang memilih menggunakan kelembutan untuk memberi tahu Cleo, namun ntah sudah berapa kali hitungan yang di nyatakan gagal.


*Tuan! Apakah boleh aku memberi nya ramuan hilang ingatan? Tidak ada sedikit pun niat nya untuk melupakan kekasihnya itu! * batin Achela.


Di tengah perjalanan terbangnya, suara Achela dengan memelas dan frustasi terdengar di dalam benaknya. Mendengar keluhannya membuat Clara menggelengkan kepala, pendamping nya yang satu itu memang akhir-akhir ini kurang bersabar.


*Bawalah dia ke Istana untuk bertemu Raja Dexter dan temui Pendeta untukku! * jawab Clara melalui batinnya.


*Baik Tuanku, akan ku minta ramuan itu dari Pendeta.* batin Achela dengan senyum nakal kucing.


*Lakukan jika itu membuat mu lebih baik! Tapi aku sendiri juga akan memberi mu ramuan yang sama! bagaimana? * ancam Clara melalui batinnya.

__ADS_1


*Hehe ampun, baiklah aku akan membawa nya ke Raja Iblis itu. Apa Lady sudah selesai dengan Raja Kegelapan? " tanya batin Achela.


*Lakukan perintahku! Waktu mu hanya 10 hari Achela, jangan lupa Batu Bulan itu adalah kunci! * peringatan Clara melalui batinnya.


*Baik Yang Mulia.* jawab batin Achela.


Dengan jawaban itu Clara mengakhiri percakapan batinnya dan kembali pada perjalanan nya, namun terlihat di arah depan yang cukup jauh. Lingkaran awan gelap yang menarik perhatiaan nya, lingkaran itu seakan membuat sebuah simbol. Simbol yang samar-samar, membuat Clara semakin menajamkan penglihatannya.


"Kita kesana My Dragon!" ucap Clara sembari menunjukkan tangannya ke arah berbeda dari tujuannya.


"Bagaimana dengan Penyihir tingkat dewa itu Yang Mulia? " tanya Naga suci.


"Tenanglah, aku tahu dia akan lebih lama tersiksa. Tapi tujuan kita harus berubah, lihatlah simbol itu My dragon! " jawab Clara dengan pandangan yang tajam.


Mata biru nya kini mulai menunjukkan kekuatan nya, ketajaman yang berkali-kali lipat dari mata aslinya. Dengan indra sensitifitas yang semakin besar mampu membuat pandangannya jauh lebih dalam dan akurat, Naga suci yang juga melihat apa yang ada di depan sana menyadari apa yang akan di lakukan Tuannya.


Simbol lingkaran dengan rasi bintang yang memenuhi lingkaran kegelapan, simbol kematian dengan tingkat penyiksaan tertinggi. Simbol itu kini mulai terbentuk dengan cahaya merah darah, membuat burung-burung yang mendekati lingkaran itu meluncur bebas ke dasar tanah. Dimana burung-burung itu bisa di pastikan akan menjadi bangkai tak berdarah lagi, meski tubuh burung itu di belah maka setetes darah pun tak akan menetes.


...********...


.


.


.


. Alhamdulillah up 3 bab,,


.


.


. Jangan lupa like, Comment, favorit, support nya juga ya Reader 😊

__ADS_1


__ADS_2