
"Seperti nya keberuntungan di pihak ku, Dengan jiwa nya bersama ku maka aku bisa menguasai Istana dengan wajah mu. Semua tempat dimana aku memulai rasa sakit ini, aku akan memulai rencana ku dari tempat itu." ucap seseorang sembari memandang sebuah benda di genggaman tangannya.
...................
"Aku akan mengatakan apa yang ingin kamu ketahui Cleo tapi ada hal penting yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Pangeran Trish dan Cleo kalian harus bekerja sama untuk menjaga portal dan perisai milik ku ini, gunakan batu bulan agar perisai ini tetap kuat dan jangan sekali pun kalian berdua Keluar Dari Perisai! Ruangan Waktu akan melemparkan kalian ke dimensi tanpa batas! Mungkin Masa lalu , Masa kini atau Masa Depan. Cleo jangan alihkan diri mu dengan mencemaskan Raja Dexter, karena itu urusan ku, dan kamu Pangeran Trish jaga lah disini, Aku akan berusaha untuk membuat semua nya baik-baik saja." ucap Clara.
"Apa yang terjadi pada Raja Dexter? Boleh kah Aku ikut, Aku ingin membantu nya? " pinta Cleo.
"Dia bukan lawan mu! Jika ingin membantu , biarkan Aku pergi dan biarkan batu bulan menjadi kunci perisai ku. Kalian cepat lah saling berpegangan tangan!" perintah Clara.
"Tidak! Bagaimana Aku memegang tangan wanita lain di depan istri ku! Tidak bisa." jawab Pangeran Trish.
"Jika kamu tidak mau, Aku pasti kan kamu akan menyesal! Cepat lah Pangeran Trish, Atau Aku akan terlambat." Ucap Clara dengan tatapan tajam nya.
"Baik lah, pergi lah dan jaga diri mu." ucap Pangeran Trish mengalah.
Dengan rasa pasrah akhirnya Pangeran Trish memegang tangan Cleo yang menggenggam batu bulan, kedua nya juga harus menahan tubuh Raja Dexter yang semakin pucat dan Clara langsung melepaskan tangannya sebelum akhirnya menghilang meninggalkan dua manusia yang tidak saling kenal itu.
Tempat dengan bau busuk berbaur anyir mendomisili ruangan lorong panjang dengan pagar besi kanan kiri , sebuah tempat terburuk dari seluruh tempat di istana yaitu penjara pembantaian.
"Apakah dia sengaja dengan semua ini! Sudah lah, Aku harus mencari tempat dimana dia menyembunyikan Raja Dexter. Nikmati saja pemandangan yang tidak sedap ini, Aura Raja Dexter seakan menghilang di antara ribuan aura yang ada di penjara pembantaian." gumam Clara.
*Bola cahaya biru* ucap Clara.
Dengan bola itu Clara mencari dengan penarikan energi, Energi yang di ingin kan akan membuat bola cahaya biru mendekati sasarannya. Dimana Clara hanya mengawasi dari tempat nya berdiri, melihat ke Sisi kanan dan kiri dimana penjara itu hanya memiliki satu obor di setiap satu kurungan. Terlihat banyak jenis makhluk yang sudah menjadi bangkai di dalam nya, seperti sebuah tempat yang khusus di gunakan untuk hukuman terakhir.
Bola cahaya biru terus terbang dan melewati setiap kurungan penjara, semakin menjauh membuat Clara harus mulai berjalan dan mengikuti kemana bola nya pergi. Banyak sekali lorong yang ada di depan nya namun masih terlihat cahaya biru itu dari salah satu lorong, semakin mendekat namun masih tidak ada aura Raja Dexter semakin kuat.
__ADS_1
Bola cahaya biru menembus sebuah dinding dimana Clara harus menggunakan portal nya untuk tetap mengikuti bola nya, hingga sebuah tempat dengan jeruji emas kini ada di depan nya. Bukan sebuah penjara di depan nya tapi dirinya lah yang kini berada di sebuah penjara, penjara emas dengan element kegelapan, di lihat nya sekeliling.
"Aku terjebak! Artinya Jiwa Raja Dexter tidak ada di dalam sini." batin Clara yang sudah memastikan dimana dirinya berada.
Sebuah kurungan emas dengan kegelapan, terkunci dengan sebuah Permata Alam Hitam milik Kerajaan Iblis, aura yang sangat kuat itu membuat Aura Raja Dexter tersegel. Pantas saja tidak sedikit pun Clara bisa merasakan keberadaan Jiwa Raja Dexter, penjara ini seperti sudah di persiapkan dengan ada nya sebuah tempat tidur mewah dengan tirai merah muda, sebuah cermin besar bersatu dengan almari, sebuah meja dengan karpet lembut di dekat tempat tidur.
Penjara yang sama seperti sebuah kamar, di atas meja kecil itu terdapat sebuah gulungan dengan bulu hitam. Clara mengambil nya dan melihat apa isi gulungan itu, benar dugaan nya jika yang terjadi hanya untuk menarik nya agar menjauh dari rencana Raja Kegelapan.
*Achela datang lah! * perintah Clara dari batinnya.
Wush...
*Tuan, Apa yang terjadi?Bagaimana bisa anda masuk ke dalam Penjara hati?" tanya Achela yang baru saja muncul namun kemunculannya berada di luar jeruji emas.
"Lupakan tentang ku, Bawa kembali mereka dari Ruangan Waktu. Dan Pasti kan Jaga Raga Raja Dexter di dalam Istana Hutan Bisu, Bantu mereka dengan portal mu." perintah Clara memandang Achela.
"Tidak Achela! Pergi lah.. " ucap Clara.
Baru saja Achela mulai mendekati jeruji emas itu tanpa mendengarkan Clara dan jarak masih tersisa 30 cm namun sebuah sambaran kilat berwarna ungu tua sudah menyambar dirinya hingga membuat tubuh mungilnya terpental menabrak dinding di belakang nya.
Ctaaarrr... brugh...
"Achela!" seru Clara dan mendekati jeruji emas.
"Uhuk..katakan... Berhenti Tuan. Penjara Cinta ini sangat kuat, katakan bagaimana cara nya agar aku bisa mengeluarkan mu dari dalam jeruji itu." tanya Achela yang kini menjaga jarak nya.
"Dia sendiri yang akan membuka nya, Lakukan saja perintah ku. Bawa kembali mereka ke Istana Hutan Bisu dan bantu lah Starla untuk memimpin Kerajaan Langit sementara. Cukup itu saja." jawab Clara dengan tenang.
__ADS_1
"Baik lah Lady Cristal. Apa ada perintah lagi? " tanya Achela.
"Jangan biarkan Cleo kembali ke Kerajaan Iblis, apa pun yang terjadi Cleo harus menjaga Raga Raja Dexter.Katakan pada Pangeran Trish bahwa Kedua orang penting dari Kerajaan Iblis itu menjadi tanggung jawabnya." ucap Clara.
"Seperti perintah anda, jaga diri anda Lady Cristal." jawab Achela dan pergi meninggalkan Clara sendiri an.
Kepergian Achela membuat Clara sedikit tenang, sekarang hanya menunggu waktu dimana Raja Kegelapan akan mendatangi nya, mungkin kelebihan nya tidak akan menghancurkan pertahanan kekuatan Raja Kegelapan . Dengan perjalanan yang selama ini di lalui nya, hanya satu yang akan menjadi sebuah penolakan, Kegelapan dari Jiwa Seseorang.
Tap.. Tap.. Tap..
Suara langkah kaki terdengar semakin mendekat, Clara enggan untuk melihat siapa yang akan datang untuk menemui nya itu, akhirnya memilih untuk duduk di atas tempat tidur dengan tirai yang menjuntai ke bawah.
"Selamat datang Peri ku, Maaf jika Cara ku sedikit berlebihan. Tapi aku tidak ingin membagi mu dengan siapa pun meskipun itu suami mu sendiri. Anggap lah ini tempat tinggal baru mu, istirahat lah dan aku akan kembali setelah melakukan sesuatu." ucap seseorang setelah berdiri di depan jeruji.
"Dimana kau sembunyikan Jiwa Raja Dexter, Raja Kegelapan? " tanya Clara dengan suara berat nya.
"Tenang lah, Jiwa nya masih utuh. Aku tidak akan menyakiti Jiwa keturunanku sendiri. " jawab Raja Kegelapan.
"Apa kau sungguh anggap aku anak kecil? " ucap Clara.
"Hahaha aku sungguh ingin melakukan seperti ucap an mu itu! Darah yang sama adalah darah terbaik untuk persembahan, Dan tidak ada yang salah dengan hal itu, bukan kah sebagai keluarga sudah seharusnya untuk berkorban." jawab Raja Kegelapan.
"Pergi lah!" usir Clara.
"Rasa nya aku ingin tetap disini bersama mu tapi Kerajaan Iblis membutuhkan seorang Pemimpin, aku akan segera kembali." ucap Raja Kegelapan dan meninggalkan Clara.
*Aku tidak ingin terburu-buru, Biarkan sesaat hati mu teesentuh dengan masa lalu mu Raja Kegelapan atau harus ku Panggil Tuan Muda Felix. Alam menyaksikan pembakaran Raga mu yang palsu, Sungguh aku harus mengganggumi kecerdasaan mu itu.* batin Clara dan meletakkan Mahkota di sisinya.
__ADS_1