The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Topeng Sesepuh Putri Sisilia


__ADS_3

Rasa nya ntah apa yang terjadi setelah menikmati makan Malam bersama keluarga Kerajaan, mata nya terasa sangat berat seakan sudah tidak tidur berhari-hari membuat nya tak mampu membuka mata lagi dan berakhir gelap seketika.


Krriet... (suara almari terbuka)


"Anak manis, akhirnya tertidur juga. Ayo kita bersenang-senanng dengan tunangan mu itu, semoga saja Anak itu Datang ke tempat yang ku inginkan." gumam seseorang dan memapah Starla untuk keluar dari dalam kamar nya.


Di Sisi lain Pangeran Lars tengah bersiap untuk mendatangi tempat yang di maksud oleh pesan ber darah itu dan melompati jendela kamar nya agar tak seorang pun ber tanya kemana pergi nya, tanpa di sadari Pangeran Lars jika Achela sudah mengawasi nya sejak pemuda itu masuk ke kamar nya untuk beristirahat.


"Sebaiknya aku bergegas mengirimkan pesan pada Lady Cristal, aku tidak mau salah satu di antara kedua anak ini harus menjadi korban." gumam Achela sembari terbang mengikuti Pangeran Lars dari belakang nya.


Setelah mengendap dan berlari menghindari para prajurit yang sibuk ber patroli, Lars akhirnya sampai di tempat Hutan Pohon Oak dimana ada Satu Pohon Oak yang di anggap Keramat.


"Akhirnya kau sampai juga Nak! Kemari lah mendekat pada ku." ucap seseorang di belakang Lars.


Deg..


Suara yang sangat dikenali , Lars berusaha mengusir fikiran buruk nya namun ucapan orang di belakang nya itu sungguh terasa menusuk jantung nya.


"Apakah, gadis itu tidak berarti lagi untuk mu nak? Maka nya Cucu kesayangan ku tidak mau memandang ku." keluh orang itu lagi.


Seketika Lars langsung berbalik melihat ke belakang, dan satu pandangan lurus langsung membungkam mulut nya. Di Pohon Oak yang Ada didepannya dengan jarak 15 meter seorang gadis yang selama beberapa hari memberikan semangat dan selalu di Sisi nya kini sudah terikat dengan mata tertutup tak sadarkan diri tanpa menggunakan pakaian tebal apapun selain gaun yang melekat di tubuhnya.


Amarah disertai perasaan hancur kecewa dan rasa tidak percaya bercampur menjadi satu membuat Lars sesak di dada, nafasnya seakan tidak ingin melewati tenggorokannya. Terlebih lagi sosok lemah lembut nan perkasa yang selama ini selalu mengajari nya menggunakan senjata dan berbagi ilmu menggunakan element mengganti kan sosok Orang tuanya yang terlahir tanpa kekuatan.


"Katakan ini semua hanya candaan Nek! Ku mohon katakan ini semua bohong." seru Lars dengan nafasnya tercekat.


"Iya Leum. Ini semua bohong, benar semua nya adalah kebohongan." ucap Sesepuh Putri Sisilia.

__ADS_1


Seketika wajah Lars menjadi lega dan melangkah untuk mendekati Neneknya, namun baru langkah nya akan menapaki satu langkah maju, suara Neneknya sudah kembali menghancurkan harapannya.


"Kebohongan terbesar Ku adalah melindungi kebahagiaan Mu! Aku tidak sudi melihat senyuman di wajah Kalian. Apa kau tahu Leum, Siapa yang telah membuat Kerajaan Es kehilangan pewaris nya 45 tahun lalu? Ayo coba tebak nak." ucap Sesepuh Putri Sisilia merajuk dengan senyuman sinisnya.


Hening...


"Jika Kau tidak mau Ikut menebak, Maka Ku pastikan leher gadis itu mengalirkan sungai merah!" ancam Sesepuh Putri Sisilia.


"Lepaskan dia nek! Jika benar Nenek tidak suka melihat aku hidup , aku akan menyerahkan diri tapi lepaskan dia nek." pinta Lars memohon.


"Sampai mana tadi? Oh ya tebak siapa yang membuat pewaris Kerajaan es 45 tahun lalu berakhir tragis di saat usia nya yang masih anak-anak. Ayo tebak lah, atau pisau itu akan menancap dengan cantik di leher gadis itu." ucap Sesepuh Putri Sisilia dan menunjuk sebuah pisau yang sudah di mantrai dan siap meluncur dengan satu ayunan ke leher Starla yang masih tak sadarkan diri.


"Diri mu yang menjadi dalang tragedi puluhan tahun lalu! Apakah itu benar?" jawab Lars dengan menahan emosinya.


"Hahahaha anak pintar Tapi semua ini berkat Yourin, jika Anak itu tidak meninggalkan saudari kembarnya sudah pasti usaha ku tidak berhasil. Tapi sayang nya justru Kakak ipar ku yang melihat Kematian Putri nya. hiks.. hiks.. kasian Hahahaha." seru Sesepuh Putri Sisilia.


Semua kenangan manis yang selama ini di rajut seakan menjadi serpihan kaca yang siap menggores dan menancap kan luka, kenangan itu seketika bercampur dengan dongeng Kematian Saudari kembar Raja Yourin dan Bunda dari kedua anak kembar itu yang artinya Nenek kandungnya, di tambah Kematian Ksatria Niel yang juga mengenaskan.


"Apa salah kami pada mu nek! Kenapa Kau Perlakukan kami seperti hewan!" teriak Lars memecah kesunyian malam.


"Kesalahan? **Kesalahan di lakukan oleh Ayah Ku, Kakek Buyut Mu! Apa kau tahu nak, Semua mengira Aku dan Ibu Ku Bahagia tinggal di Istana, tapi tak seorang pun tahu siksaan yang di terima Ibu Ku selama menjadi istri Ayah! Rasa sakit dan benci Ku semakin menjadi di saat Kakakku di angkat sebagai Raja dan menikah mendapatkan bayi kembar, Apa kau tahu kenapa aku memilih tetap tidak menikah?" ucap Sesepuh Putri Sisilia.


Hening...


"Karena aku ingin melihat kalian Hancur seperti hati Ku, Aku bahkan harus mengambil Cawan Jiwa untuk membuat diri Ku kuat tak tertandingi. Tapi garis tangan gadis itu sangat lah berbabaya bagi ku, maka ku singkirkan dan ku jadi kan persembahan, menyusul Kakak ipar ku dan kemudian Kakak ku sendiri.Up's keceplosan. " ucap Sesepuh Putri Sisilia dan berlagak terkejut dengan ucapannya.


"Biad@b! Kau menghabisi seluruh Keluarga Ku! Apakah darah mu itu berbeda dari kami Hah! " teriak Lars hendak menyerang Sesepuh Putri Sisilia.

__ADS_1


"Berhenti! Satu langkah saja , akan Ku pAstikan pisau itu semakin menancap." ucap Sesepuh Putri Sisilia memperingatkan Lars**.


Benar saja kini pisau itu sudah sedikit musuk kulit Starla dan mulai meneteskan darah segar, membuat Lars kembali diam di tempat.


"Hahahaha akhirnya persembahan terakhir Ku akan terjadi. Serahkan saja nyawa mu dan Nenek berjanji akan mempermudah jalan mu menuju alam lain." ucap Sesepuh Putri Sisilia.


Wuuss... Braak... Bruug...


Disaat Sesepuh Putri Sisilia ingin mendekati Pangeran Lars, tiba-tiba gulungan angin nenerjang tubuhnya hingga terbawa cukup jauh sebelum akhirnya menabrak sebuah Pohon.


"Uhuk.. uhuk.. Sial@n, siapa main-main dengan ku! " seru Sesepuh Putri Sisilia mengelap darah di sudut bibirnya.


Tak ada siapa pun kecuali dirinya , Lars dan juga Starla yang masih belum sadarkan diri, membuat Sesepuh Putri Sisilia kembali mendekati Lars dengan mata penuh amarah.


*Perisai Cahaya Biru* ucap Clara menyentuh kening adik nya.


"**Berhenti! Lawan mu bukan dia! Tapi Aku! " seru Clara yang masih memakai cadar.


"Siapa kau hah! Pergi lah! Ini mangsa ku dan Hidup Ku! " teriak Sesepuh Putri Sisilia.


"Achela bawalah mereka berdua kembali ke istana! Segera obati Gadis ku dengan ini. " perintah Clara dan memberikan sebuah botol yang terbuat dari tanah liat.


"Cepat! Tidak ada waktu lagi!" seru Clara**.


Dengan kekuatan nya Achela langsung menunjuk kan wujudnya begitu Clara memanggil nya, dengan portal nya pula Achela membawa Lars dan Starla kembali ke istana. Sudah cukup dirinya melakukan seperti apa yang di perintah kan Tuannya, rasa nya sungguh seperti tidak berguna karena tanggung jawab nya hanya mengawasi bukan beraksi.


Selalu saja Tuannya itu melakukan sesukanya, namun jika mengeluh sudah pasti Clara hanya akan menjawab *Sabarlah, waktu Mu bukan saat ini* , yah hanya jawaban itu dan elusan kepala yang selalu membuat nya diam menyetejui semua perintah Tuannya.

__ADS_1


__ADS_2