
Bagaimana bayangan itu membakar dua kubu sekaligus tanpa ampunan, jeritan dan pengampunan menyayat hati Ksatria Lulu. Perasaannya hancur tanpa kata, satu pedang teracung ke arah sosok bayangan. Tapi sosok bayangan itu masih terdiam membisu.
"Hiiiiyyaaaaa…." seru Ksatria Lulu berlari ke arah sosok bayangan.
Wuuusss…. Dug…. Jleeb….
Terkadang pengorbanan bukan hanya untuk sang pendosa, pemilik karma baik juga harus berkorban. Seperti kepergian kalian, biarlah alam menerima darah kalian. Darah yang menyatu tanpa pemisah, pengorbanan kalian akan selalu dikenang. Pengorbanan kalian menjadi pelebur alam. ~ batin sosok bayangan dengan melepaskan satu belati di tangannya.
Bayangan itu memudar bersamaan dengan kobaran api yang semakin membesar, alam bawah telah berkorban tanpa sisa. Ksatria Lulu menjadi pengorbanan terakhir dengan satu tusukan belati miliknya sendiri, bayangan itu hanya membalikkan serangan Ksatria Lulu yang berniat membunuhnya. Berpindah dari alam bawah, angin beliung yang membawa dewi iblis perlahan memudar dan menghempaskan tubuh dewi iblis ke alam daratan.
Dimana pasukan seluruh alam menyatu di satu wilayah ilusi, wilayah yang terbangun akibat pijakan Sang Jiwa Murni dan Jiwa Kegelapan di alam pengadilan. Seakan peperangan menjadi ajang pertarungan yang direncanakan didalam sebuah akademi, perang akhir memiliki banyak kejadian tak terduga.
__ADS_1
Pasukan Trish bersama Raja Argus dan pasukan bayangan yang menjadi perwakilan Kerajaan Api menempati sayap kanan, namun tidak bersama Lady Cristal melainkan bersama Pertapa Dezan. Semua pasukan telah bersiap dengan para jiwa naga dan juga panah, pedang, tombak dan para pemilik sihir menjadi barisan di beberapa titik agar bisa memberikan perisai perlindungan pada pasukan.
Pasukan Kerajaan es dengan hewan-hewan suci telah bersiap di barisan sayap kiri bersama Putri Starla dan juga Pertama Delion. Kemunculan Pangeran Lars yang menunggang seekor hewan suci Direwolf, membuat para hewan suci menunduk. Mata Direwolf sangatlah menghipnotis siapapun, terlebih Raja Lars semakin memiliki kekuatan lebih besar. "Bersabarlah. Setiap perang memiliki waktunya."
"Apa yang kakak katakan?" tanya Starla tanpa mengalihkan pandangan dari Direwolf.
Tangan Lars menutupi mata Starla. "Jangan diteruskan, mata mu bisa buta. Takdir akan melebur bersama pengorbanan. Perpisahan tak mungkin terelakkan, percayalah suatu hari semua akan indah. Mungkin dunia baru akan menjadi tempat yang damai, jadi lepaskan segala perasaan yang membebani hatimu. Bukan begitu pertapa Delion?"
"Apa yang terjadi? Darah, minum ini pendeta." uca Starla dan menyodorkan satu ramuan penghilang rasa sakit.
Pendeta Delion menolak dan menghapus darah segar yang keluar dari sudut bibirnya. "Alam telah menerima persembahan pertama. Persembahan kedua akan segera terjadi, bersiaplah untuk berperang. Lars bekukan seluruh wilayah ini dengan element es dan element angin air milik Starla!''
__ADS_1
"Maaf pendeta, element ku hanya angin dan api. Ka Clara yang memiliki semua element." cicit Starla merasa tak berdaya.
Lars mengusap bahu Starla. "Aku bisa melakukanya bersama pendamping ku."
"Direwolf, ayo kita bersatu.'' ucap Lars dan berjalan mendekati sang hewan suci.
Langkah Lars terhenti didepan sang Direwolf dengan jarak setengah meter. Keduanya saling menatap, tangan Lars mulai mengeluarkan element es. Aliran yang menjalar melewati pijakan dibawah kaki sang Raja Es, sinar merah memancar dari mata Direwolf dan menyelimuti tubuh Lars.
Persatuan itu, seakan menyita seluruh energi para hewan Suci. Hanya sesaat dan seluruh tanah berpijak mulai membeku dengan licinnya lapisan es, meskipun hanya tanah yang menjadi wilayah sayap kiri. Selimut cahaya merah mulai mereda dan semua menatap perubahan wujud Lars. Wujud sang Raja Es mampu membungkam bibir seluruh pasukan Kerajaan Es beserta Starla, tapi tidak dengan ekspresi pertapa Delion yang masih tenang.
Pengorbanan kedua telah dimulai.~ batin pertapa Delion menatap langit yang semakin gelap dengan suara petir menyambar.
__ADS_1