The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Kebebasan


__ADS_3

Suara kegaduhan terdengar begitu keras menyentak rasa kantuk yang masih enggan pergi, namun semakin lama kegaduhan itu semakin besar membuat dirinya bangun dari tidur nya .


"Hey Hentikan! Apa yang Kalian lakukan Bod*h! * seru nya menggelegar dari jendela kamarnya dan membuat kegaduhan itu berhenti seketika karena mendapatkan teriakan dari Tuan mereka.


Semua nya menunduk takut dan cemas, karena jika Tuan mereka tahu apa yang terjadi pasti tamat riwayat mereka semua, tapi diam pun nanti tuan nya akan tahu juga. Melihat semua nya hanya menunduk ketakutan, membuat dirinya curiga dan bergegas keluar dari kamar peristirahatan, di pandang nya semua bawahannya itu tapi tidak ada satu pun yang berani menatap atau mengucapkan sepatah kata pun.


" Cepat Katakan Apa Yang Terjadi! " seru nya dengan melipat tangannya di dada.


Hening.. Bahkan kicauan burung terdengar lebih keras dari nafas manusia didepannya itu. Tak ada yang mau menjelaskan apa yang terjadi dan itu memancing amarahnya lebih besar lagi.


*Cambuk Api* kini sebuah cambuk terlilit Api sudah ada ditangan nya.


"Jika Kalian semua Tuli! Maka Tidak Ada Guna nya Bagi ku! " ucap nya dan menyabetkan cambuk di tanah samping kaki nya berpijak.


Cetar... (Tanah itu langsung membelah dan terbakar, sudah dipastikan jika tubuh yang terkena akan langsung hangus juga dan bukan darah yang mengalir tapi deburan abu yang terbang)


Melihat semua nya tetap diam, sepertinya sebuah ancaman tidak akan berguna, akan lebih baik langsung mencontohkannya langsung.


"Kau pria rambut panjang majulah! " seru nya menunjuk ke arah pria rambut panjang yang terlihat tenang dari lain nya.


Dengan sikap tenang pria rambut panjang maju ke Tuan yang sudah memegang cambuk itu. Melihat ketenangan pria itu, sungguh dirinya heran semua tubuh gemetar dan tidak berani menatap padanya tapi pria rambut panjang justru santai nya maju ke depan tanpa perintah dua kali. Ada rasa penasaran dan juga amarah karena dirinya seperti tidak dihargai sama sekali sebagai Tuan tapi jika bisa membuat Pria rambut panjang meringis kesakitan dan ketakutan pasti akan menyenangkan. Anggap saja sebagai ganti rugi karena sudah membangunkan dari tidur nyenyaknya, otaknya kini dipenuhi dengan kenikmatan akan teriakan rasa takut, yah itu lah harapannya mendengarkan jeritan dan rintihan.


"Wah wah rupanya ada yang tidak takut dengan kekuasaanku. Hahaha, aku suka akan keberanianmu, Tapi semua keberanianmu itu akan lenyap setelah cambuk ku menjadi kan mu debu. " ucapnya penuh kesombongan.


Cetar.. Cetar...


"Hahaha akhirnya lenyap juga. " seru nya penuh kesenangan melihat didepannya sudah tidak ada pria rambut panjang.


Semua yang melihat itu tertegun tanpa kata bukan karena Tuan mereka yang sibuk tertawa karena kesenangan tapi karena tuan nya itu tidak menyadari apa yang ada di sekitar nya , orang yang sedang ditertawakan tuan nya itu berdiri di belakang tuan nya dengan bersedekap tanpa sepatah katapun membiarkan orang yang mencoba melukai nya untuk tertawa sepuasnya.


"Sudah Puas Atau Masih Ingin Tertawa! " ucap pria rambut panjang dengan penuh ketegasan, suara nya yang berat seakan menusuk telinga tanpa senjata.


Sontak saja tawanya berhenti mendengar ada suara di belakang nya, dengan cepat membalik kan badannya dan pandangan nya jatuh pada pria rambut panjang yang tengah menatap nya tajam, rasa terkejut nya bahkan langsung tergantikan dengan rasa tidak karuan. Tatapan tajam itu bahkan mampu menguliti keberaniannya, mencoba untuk mengembalikan kesadaran tapi yang didepannya itu nyata, sedang kan pria rambut panjang hanya tersenyum penuh arti melihat orang yang di panggil Tuan itu.


"Apa sungguh ini Tuan Kalian? Apa kalian tidak tertekan memiliki Tuan yang tidak punya jiwa ksatria sama sekali! " ucap pria rambut panjang menelisik semua bawahan yang diam seperti patung.

__ADS_1


"Heh Bangs*t! Berani nya kau menghasut pelayanku! Enyah Kau ditanganku! " seru Tuan itu dan siap mengayunkan cambuk nya lagi.


Hiya.. (Tuan itu mengayunkan cambuk ke arah pria rambut panjang)


Hap.. (Dengan sekali gerakan cambuk itu sudah di pegang ujungnya oleh pria rambut panjang)


Semua nya semakin melongo, apa lagi Tuan itu yang tidak menyangka orang didepannya akan mampu menggenggam cambuk api nya dan terlebih lagi tidak terbakar atau terlihat kepanasan. Terjadi lah saling tarik menarik cambuk diantara keduanya, bahkan Tuan itu semakin menambahkan kekuatan api nya di cambuk tapi tetap saja pria rambut panjang tidak melepaskan cambuk itu dari genggamannya.


Brugh.. Auw.. (Tuan itu terpental ke belakang setelah pria rambut panjang sengaja melepaskan cambuk ditangannya di saat tarikan Tuan itu dengan kekuatan sepenuh nya)


"Sial*n! Mau main-main rupanya. " seru Tuan itu dan berusaha bangun tapi belum sempat bangun pria rambut panjang sudah mencengkram tangannya hingga cambuk api terlepas dari tangannya.


"Hey kembalikan Cambuk ku! " seru Tuan itu sekali lagi.


*Cahaya Api* ucap pria rambut panjang dan dari tangannya mengalir cahaya api yang kini digunakan untuk menghilang kan api di cambuk itu dan melemparkannya kembali ke pemilik nya.


Amarahnya semakin bertambah melihat cambuk kebanggaannya di rendahkan oleh pelayan yang tidak memiliki derajat apa pun itu, darah nya kini memdidih hingga terpancar jelas api kemarahan di dalam sorot mata nya. Sedang kan pria rambut panjang itu masih dengan tenang nya berdiri tanpa ada rasa bersalah sedikit pun, seperti nya semua sudah diprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.


.................. ...


Beberapa gadis yang sudah bebas membantu membebaskan gadis lain nya dan semua berkumpul di lorong menunggu perintah selanjutnya dari pria didepannya . Melihat semua nya sudah berkumpul , bahkan gadis yang tidak sadar kan diri pun sudah dipapah oleh gadis lain nya tapi masih belum ada tanda dari atas sehingga masih harus menunggu.


"Tuan dimana Tuan itu? Kenapa bukan dia yang menyelamatkan kami! " ucap seorang gadis yang di percaya untuk memberikan harapan untuk para gadis lain nya.


"Tugas nya lebih besar dan ini seperti rencana nya! Jadi ku harap kita semua bekerja sama, Paham! " jawab seseorang itu dengan tegas, sungguh jika bukan karena banyak yang harus dilindungi pasti dirinya tidak akan membiarkan sahabatnya itu melakukan hal gila sendiri, meski dirinya tahu sahabatnya itu sudah memikirkan segalanya dengan matang.


Apa daya tangannya sudah terikat janji dengan sahabatnya itu, perdebatan yang sengit hingga akhirnya dirinya harus mengalah dan mengikuti rencana sahabatnya tanpa penolakan sedikit pun.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠


"Hey kau ini apa-apaan! Main ambil keputusan sendiri. Aku tidak setuju! " ucap ku penuh penolakan.


"Dengarkan aku Lars, aku percaya kamu bisa mengalah kan pemimpin kelompok ini tapi aku membutuhkan jiwa pemimpin mu untuk tetap menenangkan para gadis tahanan. Kamu tahu bukan Lars jika aku tidak bisa basa basi, dan setujulah dengan rencana ku ini. Ingat nyawa puluhan gadis ditangan kita, dan janji kita kepada para orang tua untuk membebaskan putri mereka. " ucap Trish membujuk sahabatnya Lars.


"Apa ini yang disebut rencana hah! Kamu menghadapi pemimpin kelompok ini sendirian dan membiarkan aku membawa para gadis ke tempat tujuan kita. Bagaimana bisa misi ini dijadikan misi satu orang saja Trish! Aku merasa jadi pengecut. " jawab Lars membuang nafas dengan kasar.

__ADS_1


"Lars, misi kita tetap lah kerjasama kita dan kita harus berbagi tugas, pemimpin kelompok ini mengikuti kegelapan dan aku akan bisa menetralkan kekuatan nya tapi kekuatan mu seperti bumerang Lars. Apakah sekarang kamu memahami kenapa aku membuat rencana seperti ini! " ucap Trish mendekati Lars.


"Baik lah tapi pasti kan tidak akan ada luka ditubuhmu itu! Bisa-bisa aku di cincang oleh Capar mu. Apa lagi jika Starla tahu,bisa hancur masa depan ku." jawab Lars akhirnya mengalah.


"Hahaha, masih saja iseng. Tenang lah, untuk menjadi pendampingnya aku juga harus layak dan bisa melindungi nya.Begitu pula diri mu harus siap beradu kekuatan dengan gadis manis." ucap Trish tersenyum manis.


Yah rencana pembebasan para gadis tahanan sedang ber langsung, di pagi buta Lars sudah membuat kehebohan dengan mengadu domba para penculik dan yang itu lah awal kegaduhan dimana para penculik harus saling ribut, adu kekuatan dan saling menyalahkan bahkan para penjaga di penjara pun harus keluar karena kegaduhan itu dan disaat itu lah Lars memasuki penjara bawah untuk membebaskan para gadis tahanan dan pria rambut panjang alias Trish sibuk di atas bermain dengan pemimpin kelompok penculik.


............. ...


Duar.. Duar.. Duar..


Terdengar suara ledakan dari atas membuat Lars memberikan isyarat agar para gadis tahanan untuk mengikuti nya dan jangan ada yang berpencar. Begitu semua sudah keluar dari penjara bawah Lars mengajak semua nya untuk memasuki hutan , untuk memastikan semua nya tak ada yang tertinggal Lars memberikan perintah agar para gadis tahanan berjalan terlebih dahulu dan Lars memastikan semua nya sudah memasuki hutan.


Perjalanan yang ditempuh cukup lama hingga Lars berhenti di depan sebuah gua, Gua yang cukup besar namun pohon disekeliling gua membuat kesan menyeramkan.


"Kalian semua akan tinggal di gua untuk sementara! Kamu pimpin semua nya ke dalam dan ingat jangan buat keributan apa pun! Apa pun yang kalian lakukan di dalam Sana harus tanpa suara. " ucap Lars yang bisa didengar oleh semua gadis tahanan.


"Lalu Tuan akan pergi meninggalkan kami! " ucap Gadis yang dianggap pemimpin gadis tahanan, tentu saja dirinya curiga dengan Lars yang tidak mau ikut dengan mereka ke dalam gua.


"Singkirkan fikiran mu itu nona! Aku akan berjaga-jaga di luar dan menunggu sahabat ku. Lihat lah juga beberapa gadis itu yang membutuhkan pengobatan di tubuh nya, apa kamu mau aku melihat mereka seperti bajing*n disana! " jawab Lars yang tidak berniat berkata kasar.


Melihat ke belakang dan memang benar yang dikatakan Lars, akhirnya tanpa berdebat lagi gadis itu mengajak semua gadis tahanan untuk memasuki gua. Gua itu memang gelap tapi setelah masuk lebih dalam terdapat pancaran cahaya yang memantul sehingga semakin masuk semakin terlihat keadaan di dalam gua. Ruangan berbatu itu sudah memiliki beberapa obor dan disalah satu celah terdapat aliran air yang mengalir, gadis yang ditunjuk sebagai pemimpin memeriksa gua dengan teliti hingga memutari sebuah batu yang berdiri kokoh di Sisi lain gua.


"Apa ini surat? Coba aku lihat. " gumam nya yang menemukan sebuah gulungan kertas.


..._____...


Dengan dibacanya surat ini, itu berarti kalian sudah ditempat se harus nya, terimakasih sudah percaya pada kami. Tapi ku harap kalian bekerja sama dengan kami untuk keselamatan semua nya, dan aku sudah menyiapkan pakaian, makanan dan obat-obatan. Sampai aku datang, dengarkan Sahabat ku dengan baik dan jangan meragukan dirinya, kami sudah memikirkan semua nya dengan baik. Bertahan lah, kami akan mengembalikan kalian pada keluarga masing-masing.


...______...


"Sungguh aku sudah salah berfikir bukan-bukan, justru mereka siap menjadi perisai untuk kami semua. Sudahlah aku harus membantu mereka dan bertahan. " batin gadis itu melipat surat nya kemudian menyelipkan di baju nya dan menghampiri kawanan.


"Tolong bantu aku membawa pakaian dan lain nya untuk dibagi kan kepada semua gadis tahanan. " ucap nya ditelinga gadis di dekat nya , dan memberikan isyarat dengan jari 5 agar 5 gadis membantu nya.

__ADS_1


Sedang kan disisi lain sosok Tuan yang di agungkan kini sudah lemah tak berdaya karena ulah pria rambut panjang alias Trish,yang kini sudah menjadi pusat para kawanan Penculik, tidak ada yang berani mengganggu pertarungan kedua pria itu, bahkan tanpa mereka sadari jika para gadis tahanan sudah dibebaskan.


__ADS_2