The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Akhirnya Siuman


__ADS_3

Setiap tanaman langka yang sudah diracik menjadi obat terbaik untuk luka dalam, ntah kenapa melihat gadis itu terluka hatinya merasakan perih seakan bagian jiwanya ikut tercabik merasakan luka gadis misterius itu. Dengan cekatan racikan obat sudah selesai dibuatnya, dua jenis obat luar dan dalam . Melihat luka nya tentu membutuhkan obat yang berbeda disetiap lukanya itu.


"Bantu nenek meminumkan Ramuan ini nak. " perintah sang nenek yang keluar dari kamarnya membawa satu cangkir obat untuk di minum dan satu mangkok tumbukan daun-daun herbal untuk dibalurkan ke luka luar nya.


"Baik nek. " jawab Clara dengan membantu mengangkat sang gadis misterius itu untuk meminumkan obatnya.


" Balurkan ini ke luka nya. Nenek harus Pergi mencari obat diluar hutan. Kamu bisa memberikan obat yang sama sehari 3 kali pada gadis ini. Nenek sudah membuat catatan disini untuk membuat ramuannya. " ucap sang nenek sambil memberikan secarik kertas dan mangkok yang ditangannya.

__ADS_1


"Apa akan lama nenek di luar? " tanya sang cucu sambil menerima pemberian neneknya.


"Hanya 1 minggu seperti biasanya, jaga dirimu dan obati dia. Tanggung jawab seorang tabib adalah menyembuhkan pasiennya. " nasehat sang nenek mengelus kepala cucunya untuk berpamitan pergi.


Setelah kepergian neneknya, Clara kembali ke kamarnya dan mengobati luka luar sang gadis misterius dengan hati-hati. Hati nya merasakan luka melihat setiap sayatan pada tubuh sang gadis misterius, ntah kenapa ada rasa marah dan tidak rela melihat luka yang sangat dalam itu. Siapakah gadis misterius itu yang hanya melihat lukanya saja mampu membangkitkan rasa sakit , amarah dan tidak rela di hati Clara. Bukankah aneh selama ini Clara merasakan kehidupan nya selalu biasa saja dan hanya sibuk dengan belajar menjadi seorang tabib dan menetap di hutan bisu. Clara larut dalam fikirannya sendiri dengan memandang setiap luka yang sudah tertutup obat herbal itu.


Hari berganti hari , dan ini hari ke tiga sang gadis misterius masih enggan bangun dari tidurnya. Obat yang Clara berikan seakan tidak direspon sang pemilik tubuh namun dengan sabar Clara tetap setia mengobati nya tanpa putus harapan. Melihat persediaan kayu yang hampir habis karena dirinya sibuk merawat pasiennya, Clara memutuskan untuk mencari kayu di sekitar pondoknya agar tetap bisa mengawasi sang gadis misterius. Dengan sebilah kapak Clara mulai menebas batang pohon yang sudah tumbang di belakang rumahnya, neneknya mengajarkan untuk mengambil kayu tanpa memotong pohon yang masih hidup kokoh berdiri, menghargai setiap kehidupan adalah hal yang harus di lakukan.

__ADS_1


"Nona... Nona.. " ucap sang gadis misterius.


Panggilannya yang lirih itu sayup-sayup terdengar di telinga Clara dan saat menyadari nya berbalik dan betapa terkejut nya ia melihat gadis misterius itu sedang tertunduk di tanah memegang dadanya. Clara langsung melepaskan kapak dan berlari ke gadis misterius itu, perlahan memegang bahu sang gadis misterius dan membantu nya berdiri.


"Nona anda masih terluka, kenapa keluar. " tanya Clara yang khawatir.


"Saya dimana dan siapa anda Nona. " balas sang gadis misterius yang masih menahan sakitnya dan dibantu Clara untuk kembali ke kamar.

__ADS_1


" Perkenalkan Saya Clara cucu seorang tabib di hutan bisu. Anda tidak perlu cemas, tempat ini tidak terjamah manusia selain saya dan nenek saya. " ucap Clara setelah membantu Sang gadis misterius duduk di ranjang.


"Terimakasih sudah menolong ku Nona Clara. " ucap sang gadis misterius dengan tersenyum.


__ADS_2