
Di dalam Istana Langit kini para pelayan sibuk dengan persiapan pesta untuk menyambut kembalinya Raja mereka setelah sembuh dari penyakitnya dan akan kembali memimpin kerajaan, tentu berita kesembuhannya di syukuri semua rakyat dan terutama keluarga kerajaan.
"Syukurlah kini Putra ku sudah sembuh. Terimakasih sudah mengembalikan kebahagiaan keluarga ku. " ucap Ibu suri yang masih tidak percaya dengan kejadian sebelum raja bisa kembali sembuh, karena waktu yang difikir sudah terlambat namun masih bisa menolong putranya itu.
"Ayo Nek bersiaplah. Apa nenek tidak mau mendampingi Ayahanda malam ini? " ucap Clara dengan lembut menyentuh bahu neneknya yang berdiri didepan cermin.
"Bagaimana dengan kalian? Apa ini waktunya untuk terbongkar? " tanya ibu suri membalikkan badannya menghadap cucunya itu.
"Masih blum nek. Bahkan permaisuri adreo masih blum ditemukan, biarkan kami menjadi satu raga dan satu bayangan. " jawab clara meyakinkan neneknya.
"Setidaknya beri tahu Ayahanda jika aku masih hidup ka. " ucap Starla yang baru masuk ke dalam kamar neneknya.
"Sesuai perintah anda Putri Starla. " jawab Clara dengan tersenyum ke arah adiknya.
Mendengar hal itu Starla langsung memeluk kakaknya dan juga neneknya, kini ketiganya berpelukan memberikan kehangatan dan kekuatan sebagai keluarga.
"Sudah.Bersiaplah kalian.Siapa yang akan menjadi bayangan hari didalam pesta nanti? " tanya ibu suri setelah melepaskan pelukan.
"Biarkan aku saja, Ka Clara harus bersama Ayahanda. Ini pertama kalinya kakak menjadi Putri Kerajaan dan disandingkan dengan Raja. Ayah kami sendiri. " ucap Starla dengan lembut.
"Apa kamu tidak ingin bersama ayah setelah ayah sembuh, kakak sudah bersyukur bisa bertemu kalian. " jawab Clara mengelus pipi Starla.
"Ayolah ka, ini kewajiban kakak juga untuk mendampingi Ayahanda. Bukankah saat ini kakak yang menjadi putri nya. " ucap Starla mengenggam tangan kakaknya yang masih di pipinya itu.
__ADS_1
"Benar kata Starla,ayo bersiaplah. " perintah ibu suri dengan memberikan kode untuk segera bersiap dikamar Masing-masing.
................
"Selamat atas kesembuhan Yang Mulia Raja. Kami bersyukur karena Yang Mulia bisa sehat kembali dan kami berharap Yang Mulia bisa memimpin kerajaan kembali setelah ini. " ucap seorang pria sebagai perwakilan rakyat.
"Terimakasih.Tapi kerajaan ini sudah memiliki Pemimpin baru Yaitu Putri Africana Luzca Armadeo. Dan begitu banyak dukungan dan kasih sayang rakyat yang sudah kudengar sejak kembalinya Putri sulung kerajaan ini.Kerajaan ini sudah seharusnya di teruskan oleh penerusnya, maka Dengan pesta ini Secara Resmi Putri Africana Luzca Armadeo akan di nobatkan sebagai Ratu Kerajaan Langit. " ucap Raja dengan tegas tanpa keraguan, dan rakyat yang mendengar hal itu turut bahagia karena memang dalam waktu singkat Putri Africana mampu menjadi panutan untuk rakyat nya dan bersikap adil tanpa pandang status.
Mendengar hal itu membuat Clara meneteskan air mata karena terharu, namun pandangan nya juga tertuju pada bayangan nya, bagaimana pun dirinya tidak ingin merebut hak adiknya, karena seharusnya adiknya yang akan menjadi penerus kerajaan bukan dirinya. Merasa dilihat oleh kakaknya , Starla paham apa yang difikirkan oleh kakaknya itu, tanpa ragu Starla membuka percakapan batin dengan kakaknya.
"Jangan Ragu Dengan Takdir Milikmu kak! Semua sudah berada di jalannya, terimalah Takdir kakak. " ucap Clara memulai percakapan batinnya.
"Ini masih hak mu Starla. Bagaimana bisa aku mengambil hak adikku sendiri. " jawab Clara .
"Dulu menjadi Takdirku ka, namun Sekarang Ini Takdir Milik Kakak. Tidak ada kata merebut. Tahta ini memang Takdir mu. Penuhi Tanggung jawab Ka Clara dengan semua pengetahuan dan kebijaksanaan yang Kakak miliki. " ucap Starla meyakinkan Clara.
"Sambutlah Pemimpin Baru Kerajaan Langit. Putri Africana Luzca Armadeo. Dukunglah dan nasehati Putri ku jika saat menjalankan tanggung jawabnya melakukan kesalahan. " seru Raja dengan penuh semangat.
Sorak-sorak terdengar meriah ketika Raja memakaikan Sebuah mahkota di kepala Clara dengan senyuman, Clara hanya bisa membalas senyuman Ayah-nya dengan pelukan hangat. Melihat dua insan yang baru dipertemukan setelah sekian lama membuat hati siapapun ikut hanyut dalam keheningan itu, ayah dan Putri yang terpisah puluhan tahun hingga Waktu yang mempertemukan mereka. Ataukah sang Waktu yang sangat menyukai permainan Takdir, apapun itu kini Raja Luzca Armadeo bahagia karena mengetahui masih memiliki seorang Putri meski hatinya juga hancur karena kehilangan Putri yang selama ini menjadi sumber kehidupan nya setelah istrinya meninggal. Sebagian hatinya berduka karena kepergian istri dan putri Bungsunya, sebagian lagi bersyukur karena ibu dan Putri sulung nya masih bersama nya dan mengembalikan kondisi nya yang sudah sangat buruk karena racun.
Pesta berlangsung dengan tenang dan khidmat, tanpa disadari semua rakyat dan keluarga kerajaan yang hadir mulai membubarkan diri karena waktu yang semakin beranjak larut, kini Raja berada dikamarnya dan memandang Lukisan Ratu Risa yang terpajang di dalam kamar nya .
"Terimakasih memberikan ku dua Putri yang Sungguh cantik dan bijaksana. Maafkan aku tidak bisa menjaga Starla, hingga harus kehilangan satu bagian hidupku. " ucap Raja mengelus lukisan itu dengan rasa yang begitu bercampur menjadi satu, air matanya tak mampu lagi tertahan dengan setiap ingatan dari kisah hidupnya itu.
__ADS_1
"Apakah Ayahanda merindukan aku? " ucap seseorang menyentuh bahu Raja dengan lembut.
"Starla." gumam Raja dan membalikkan tubuhnya.
"Apa Ayahanda baik-baik saja. Bunda sangat cantik sekali.Seperti bunga didalam lautan . " ucap Starla dengan tatapan sendu kearah Lukisan.
"Ucapan ini hanya Starla.Tapi Itu tidak mungkin. " gumam Raja.
"Apa Ayahanda tidak bahagia aku kembali? " tanya Starla kini menatap Raja dengan mata sayu.
Raja yang masih bingung dengan apa yang didengar nya dan difikiran nya itu, namun kedatangan Ibunda nya dengan seorang gadis bercadar ke kamarnya semakin membuat dirinya tidak paham apa yang terjadi.
"Dia Putri Starla nak. Apa kamu melupakan Putri mu?" ucap Ibu suri setelah memastikan keamanan kamar Raja agar tidak ada yang mengetahui kejadian didalam kamar itu karena ini akan tetap menjadi rahasia.
"Apa benar-benar ini kamu Starla? Lalu bagaimana dengan Putri Africana? Apa itu semua hanya rekayasa?" ucap Raja dengan pertanyaan yang tanpa jeda.
Starla memeluk Ayahnya untuk menenangkan hatinya dan dengan perasaan rindu amat dalam disambut dengan baik , menutup matanya untuk merasakan jika apa yang terjadi memanglah kenyataan, yah pelukan itu terasa sangat hangat seperti biasanya tercium aroma parfum yang selalu menjadi favorit Putri nya selama ini, namun tiba-tiba ada tangan lain yang memeluk nya tanpa melepaskan pelukan Starla dari dirinya. Dan aroma parfum ini berbeda, namun seperti aroma disaat pesta, yah parfum milik Putri Africana dan Raja langsung membuka matanya .
"Putri Africana! apakah ini mimpi. " ucap Raja dengan ketidakpercayaan melihat seorang gadis yang mirip dengan Starla , dengan melihat dua gadis yang sama persis didepan nya sungguh membuat dirinya hidup antara didunia nyata dan tidak nyata, namun Ibu suri perlahan menjelaskan dengan bercerita bagaimana awal mula semua terjadi dari saat menemukan Starla yang terluka parah hingga bagaimana perjuangan kedua putrinya itu untuk menyingkirkan Musuh selimut dalam kerajaan.
"Terimakasih Tuhan telah memberikan kesempatan kedua untuk menjaga Nyawaku kembali. " ucap Raja bersyukur dan memeluk kedua putrinya.
Raja sudah mendengarkan cerita dari ibu suri dan menyetujui jika keberadaan Starla akan tetap dirahasiakan hingga waktunya nanti, Starla pun tidak masalah dengan hal itu karena baginya sudah cukup bisa bersatu dengan keluarga dan Ayahanda pun tahu dirinya masih hidup.
__ADS_1
.............. ...
Sedangkan disisi lain Permaisuri Adreo masih harus menunggu waktu yang tepat untuk memulai ritual dari keinginan nya itu, karena waktu juga sangat berpengaruh dalam menjalankan syarat dari hubungan yang akan dilakukan nanti.