
Tanpa menjawab Pangeran Trish bangkit dan menyusuri lorong hingga akhirnya setelah berjalan cukup jauh terlihat sebuah perisai yang sudah pasti perisai itu di buat oleh istri nya, dengan mengalirkan kekuatan Permata Alam perisai itu hancur. Melihat sekeliling hingga ekor matanya menangkap cahaya yang sama seperti perisai tadi, beberapa kata yang mampu sedikit mengobati rindu nya meski harus bercampur perasaan kecewa namun setidaknya istri nya meninggalkan pesan bukan meninggalkan nya begitu saja. Di usapnya tulisan di dinding gua dengan penuh tanda tanya dan kerinduan meski goresan itu seakan memberikan isyarat rintangan yang sudah menanti kedatangan nya, tetap tak menyurutkan senyuman di bibirnya membayangkan wajah istri nya.
*𝙆𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙡𝙖𝙝 𝙆𝙚 𝙄𝙨𝙩𝙖𝙣𝙖, 𝙎𝙚𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙈𝙪 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙠𝙙𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙥𝙞𝙨𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣, 𝙅𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙪𝙧𝙞 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙙𝙞 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞. *
....................
"Sangat terlambat! Kembalilah ke Istana Mu dan penuhi tanggung jawabmu Pangeran Trish. " ucap Clara yang menyadari kehadiran suaminya.
"Apa-apaan ini Clara? Baru satu langkah aku memasuki kamar kita tapi sudah di usir lagi? Aku sangat merindukanmu... " ucap Pangeran Trish.
"Terlambat! Aku rasa pendampingmu sudah memberikan peringatan tapi tidak Kau hiraukan. " jawab Clara memotong ucapan Pangeran Trish.
("Hhaah baiklah tapi jangan salahkan aku jika anda harus kehilangan waktu berharga anda karena keinginan anda ini! Masih mau mendengar ceritanya atau meninggalkan tempat ini? " tanya Raja Argus.)
"Tidak ada kah sedikit Waktu untuk bersama mu Putri Clara? sedikit saja? " ucap Pangeran Trish setelah mengingat ucapan Raja Argus.
"Baiklah.Ayo kita temui seseorang yang sangat Kau cintai Pangeran Trish. " jawab Clara dan berbalik menghadap Pangeran Trish.
Dengan tenang Clara mengabaikan pandangan Pangeran Trish dan meninggalkan kamar nya, Pangeran Trish hanya bisa diam dan mengikuti istri nya dengan fikirannya yang berkecamuk. Baru saja selesai dengan satu masalah tapi sudah disambut dengan masalah lain ditambah lagi rasa rindu nya menjadi bubar tanpa bisa dikatakan ataupun di tunjukkan, penyambutan dari istri nya sudah cukup membuatnya sadar bahwa keadaan sedang tidak baik.
Dengan diam Clara menyusuri setiap lorong Istana Langit hingga berhenti diruangan senjata dimana adiknya Starla sudah menunggu nya, meskipun ada pertanyaan di dalam hatinya Pangeran Trish hanya tetap diam dan memperhatikan kedua saudara kembar itu bercakap. Tidak berselang lama terdengar beberapa langkah memasuki ruangan senjata dan itu Ibu Suri beserta Raja Lucas, dengan hormat saling menyapa dan bertanya kabar satu sama lain hingga Clara dan Starla menghampiri anggota keluarga nya.
"Nenek dan Ayahanda jangan khawatir karena masih ada Starla, Aku akan segera kembali setelah mengantarkan Pangeran Trish ke tempat tujuannya. Dan untuk wabah yang sedang berlangsung, ini akan berakhir pada Waktu nya nanti, Tetap lah lanjutkan aturan yang sudah ada." Ucap Clara dengan tenang.
"Nak sampai kapan kamu melakukan semua nya sendiri? Bukankah sebaiknya dilakukan bersama? " ucap Raja Lucas.
"Ini juga dilakukan bersama Ayahanda, hanya saja Jalan nya harus terpisah. Jangan sampai ada yang menjadi korban karena Waktu yang terbuang, Sebagai seorang Lady Cristal ini tanggung jawab putri anda Yang Mulia. " jawab Clara menggenggam tangan Raja Lucas.
"Peluk Aku juga Ayahanda, Aku juga putri mu! Benar kan nek. " ucap Starla merajuk setelah melihat Raja Lucas hanya memeluk kakaknya Clara.
"Kemarilah Putri manja ku, Kau juga hidup Ayahanda. " jawab Raja Lucas merentangkan tangannya agar Starla mendekat.
"Masih tertinggal satu Yang Mulia, bukankah sekarang Aku juga Putra anda? " ucap Pangeran Trish.
"Hahaha maaf Pangeran. Ayahanda hanya milik kami! Jadi tetap lah diam ditempat. Weee.
" ucap Starla meledek Pangeran Trish dengan menjulurkan lidahnya.
"Auuw.Kakak jangan cubit hidungku! " keluh Starla mengelus hidungnya karena Clara menarik hidungnya tanpa aba-aba.
"Bicaralah yang lebih sopan Starla, dia kakak ipar mu. BAIKLAH, Clara pamit Ayahanda dan Ibu Suri. Dan Starla lakukan apa yang kakak katakan tadi. " ucap Clara melepaskan pelukan Dan sesaat memeluk nenek nya.
"Hati-hati nak. Jaga dirimu. " ucap Raja Lucas Dan Ibu Suri bersama an.
"Cepatlah pulang ka, Aku akan merindukan kakak. " ucap Starla dengan wajah memelasnya.
__ADS_1
Dengan senyuman Clara menggandeng tangan Pangeran Trish yang sedari tadi hanya menjadi pendengar yang baik, tanpa satu kata pun Clara menggunakan portal nya menuju ke sebuah tempat yang seharusnya. Sedang kan Pangeran Trish hanya membeku setiap kali mendapatkan perlakuan yang begitu dekat oleh istri nya itu, tanpa terasa keadaan sudah berganti dengan suasana alam yang rindang dengan angin yang menerpa wajah menerbangkan rambut kedua nya. Satu hal yang selalu membuat Clara menghela nafas ketika bersama Pangeran Trish, sikap suami nya yang selalu seperti patung setiap kali bersama nya membuat jalan fikirannya harus bersabar.
"Ehem! Sampai kapan mau menatap ku seperti itu! " ucap Clara melepaskan tangannya.
"Eh.. Dimana kita? Apa yang kita lakukan disini? " jawab Pangeran Trish gugup dengan melihat sekitar.
"Hmm.Diamlah Dan Ikutlah! " ucap Clara kembali berjalan terlebih dulu meninggalkan Pangeran Trish di belakang.
"Hey Tunggu! Katakan dimana ini? APA yang kita lakukan disini? " seru Pangeran Trish Dan berlari untuk mensejajarkan langkah nya dengan Clara.
"Clara ayolah bicara dengan ku! Tidak kah ada rasa rindu sedikit saja di hati mu untuk ku? " ucap Pangeran Trish.
Masih hening.......
"Istri ku tercinta, AKU SANGAT MERINDUKANMU. " seru Pangeran Trish yang semakin menggebu karena tidak mendapatkan satu kata pun dari Clara.
Srag.. Srag.. Srag..
Dedauanan yang tadi tenang nambak bergoyang meskipun arah angin nya berlawanan dengan goyangan dedauanan itu, awal yang terlihat cukup tenang sudah berganti dengan banyak nya pergerakan di balik pepohonan rindang. Clara yang menyadari itu masih tetap diam Dan menatap Pangeran Trish dengan tajam namun yang ditatap justru lebih bersemangat berseru atas rasa rindu nya itu, rasa nya ingin sekali membuat Pangeran Trish di kunci bibirnya itu.
"Diamlah! " ucap Clara dengan penuh penekanan.
Deg...
Mata nya semakin tajam dengan suara penekanan yang mampu menusuk hati membungkam bibirku yang masih setia menyerukan rasa terpendam di hati ku, sudah dipastikan jika Mata itu mengeluarkan aura nya Aku pun tak sanggup menantang nya bahkan tatapan iblis dandelion pun tidak setajam itu.
Hap... Hap... Hap...
Belum selesai mengucapkan kata-kata nya, beberapa orang berpakaian serba hitam sudah mendarat dari satu pohon masing-masing hingga kini Pangeran Trish Dan Clara sudah terkepung dengan todongan pedang yang sangat tajam. Dengan sigap Pangeran Trish menyentuh pedang nya dan membuat gerakan siap bertempur, namun belum sempat mengatakan isi hatinya tentang orang-orang hitam itu kini sebuah tangan sudah memegang tangannya dengan tekanan menurunkan pedang nya yang siap bertempur.
"Awan Gelap di Langit bukan berarti Hujan akan turun. Awan cerah di Langit bukan berarti hari senantiasa terbakar." Ucap Clara dengan tenang.
"Pemburu dalam kegelapan, Mata elang menyentuh langit cakrawala , siapa mereka? " ucap salah satu orang serba hitam itu.
"Penduduk Desa Mati. "jawab Clara dengan tegas.
Tanpa jawab an lagi, orang serba hitam itu melambaikan tangan nya untuk mengikuti mereka, Clara dengan tenang juga mengikuti orang-orang itu tanpa satu kata pun sedang kan Pangeran Trish mengikuti orang-orang itu dengan mencerna apa yang sedang terjadi. Ketika ucapan Clara yang terakhir terngiang di telinga barulah dirinya sadar sedang berhadapan dengan siapa Dan benar saja saat melihat keadaan sekitar dalam perjalannya sudah tertulis didepan saja sebuah tugu dengan tulisan Desa Mati. Tapi bagaimana Clara tahu tentang Desa ini sedang kan tugasnya yang dulu diserahkan padanya dan Pangeran Lars, apakah Clara juga tahu siapa pemimpin dari Desa Mati. Begitu banyak pertanyaan yang bertumpuk di dalam hati Dan fikirannya sedang kan Clara hanya bisa diam dan menghela nafas mendengarkan celotehan Pangeran Trish dalam batinnya itu, rasa nya ingin mengunci batin nya juga kadang kala namun bagaimana lagi karena kemampuannya ini membuatnya tahu kapan harus diam, memberi peringatan ataupun mengalah.
Orang-orang serba hitam itu memasuki sebuah kedai, kedai yang sama dimana dulu Pangeran Trish pertama kali mengunjungi tempat ini tanpa disadari fikirannya langsung tertuju pada Istana nya berharap kekhawatirannya tidak menjadi kenyataan namun tentu wanita di depannya ini pasti mengetahui sesuatu. Mendengarkan ucapan Pangeran Trish yang khawatir membuat Clara langsung menggenggam tangan pria itu agar pria itu tetap tenang , benar saja senyuman di wajah Pangeran Trish membuat Clara tenang karena pria itu memahami isyarat dari nya.
Perjalanan di lanjutkan dengan memasuki bilik terakhir, lorong rahasia dengan kedua patung besi nya dan lorong lagi hingga berakhir di tempat yang luas dimana banyak manusia yang masih sibuk berlatih. Salah satu orang-orang hitam yang berjalan didepan langsung menyusuri perkumpulan di tempat luas itu untuk menyampaikan kedatangan seseorang kepada pemimpin mereka. Terlihat 2 orang kini berjalan dengan tenang ke arah kami, Clara yang melihat kedatangan orang tersebut langsung melepaskan genggaman tangannya, dan mengembalikan ekspresi wajah dinginnya hingga membuat Pangeran Trish yang melihat itu sedikit menelan ludah nya.
"Salam Lady Cristal! " ucap orang itu dengan membungkukkan badannya.
"Cukup! Apakah ini cara menyambut Seorang PUTRI? " ucap Clara dengan nada tegas.
__ADS_1
Deg... (Pangeran Trish terkejut dengan ucapan Clara)
"Kalian kembali lah ke tempat semula, Kemarilah Putri ku. Aku merindukan mu. " ucap orang itu dengan merentangkan kedua tangannya.
Dengan senang hati Clara berjalan mendekati orang itu Dan memeluk nya tanpa rasa risih, sedang kan Pangeran Trish hanya bisa melongo dengan hal itu. Bukankah seharusnya dirinya yang dipeluk dan juga dirindukan tapi kenapa ini sebaliknya, apakah setelah pertempuran terakhir membuat wajah nya berubah tapi Clara saja masih mengenali dirinya lalu kenapa orang di depannya ini seakan tidak mengenali nya bahkan cenderung mengabaikan nya.
plak.. plak.. (dua tepukan di berikan jemarinya pada kedua pipi nya)
"Ini nyata lalu apa yang terjadi? " gumam Pangeran Trish melihat kedekatan istri beserta Ayahanda nya.
"Hey Trish, kenapa masih bengong, Ayo ikut ke Pondok. " seru orang itu.
"Apakah Ayahanda lupa ingat an? " tanya Pangeran Trish.
"Yang Mulia bicaralah dulu dengan Putra anda, saya akan menunggu di pondok. " ucap Clara dan meninggalkan kedua pria itu.
"Mana ada Seorang ayah yang melupakan Putra nya nak! Kemarilah peluk Ayahanda. " jawab orang itu dengan merentangkan kedua tangannya sekali lagi.
"Ayo nak, Lady Cristal sudah menunggu. Rasa nya Ayahanda tidak percaya memiliki menantu sehebat itu hahaha. " ucap orang itu dan merangkul Pangeran Trish.
Pangeran Trish hanya bisa tersenyum lebar menanggapi ucapan Ayahanda nya, karena jujur saja saat ini di dalam fikirannya setumpuk atau bahkan puluhan tumpuk pertanyaan yang membutuhkan jawaban sedang kan Clara masih duduk dengan santai mengamati orang-orang dibawah yang sedang berlatih senjata dan bela diri. Melihat keceriaan anak-anak yang bermain lempar batu di dekat kolam bahkan melihat ibu-ibu yang sibuk mengerus tanaman untuk dijadikan pewarna hitam bagi penduduk Desa Mati, sesaat merasakan aura kuat yang mendekat tak membuat Clara mengalihkan tatapan Mata nya dari luar jendela.
"Nak." panggil orang itu.
"Duduk lah Raja Dan Pangeran. Akan ku katakan kedatangan ku kesini karena apa, kecuali pertanyaan yang sudah tak terhitung di fikiran Dan hati mu Pangeran. " ucap Clara dan mulai melihat kedua pria di depannya yang sudah duduk bersila.
"Seperti yang Raja tahu dari surat yang ku kirimkan, Aku memahami tanggung jawab Anda di Desa Mati, namun sudah Waktu nya Raja Dan Pangeran harus ber satu untuk menghadapi masalah Kerajaan Api. Aku sudah berjanji pada sesepuh Barbarus bahwa Aku akan membawa seseorang untuk menyelesaikan masalah di Kerajaan Api, Keadaan Ratu Alona sungguh tidak akan bertahan lama jadi Raja Dan Pangeran sudah harus mengambil alih tanggung jawab itu. Dan kini pasukan bayangan sudah memiliki pendamping benar bukan Pangeran Trish? " ucap Clara.
"Apa maksud mu Clara? " tanya Pangeran Trish bingung.
"Memiliki pasukan Jiwa Klan Naga Biru, satukan apa yang menjadi milik mu dengan milik Raja. Kedua nya di takdirkan menyatu, tapi Raja Dan Pangeran harus kembali ke Istana tanpa menunda waktu lagi. Sudah itu saja yang bisa ku katakan, Aku pamit dulu Yang Mulia Dan Pangeran Trish. " ucap Clara.
wussh... (clara menghilang tanpa menunggu jawaban)
"Tunggu disini! Ayahanda akan meminta seseorang untuk memimpin sementara waktu Dan kita akan segera kembali ke Istana. " ucap Raja dan keluar meninggalkan pondok.
"Tidak Ayahanda tidak Clara, kedua nya sama pergi tanpa menunggu jawabanku. Sudah lah, Aku berharap Bunda baik-baik saja. " gumam Pangeran Trish mengusap dadanya.
............... ...
"Yang Mulia minum lah ramuan ini, Ini akan membuat tubuh Yang Mulia segar kembali. " ucap Seorang tabib.
"Terimakasih tabib, Aku berharap perisai ku masih cukup untuk beberapa hari kedepan. " jawab Ratu Alona meneguk ramuan pahit dari tabib.
"Semoga Yang Mulia tapi Yang Mulia harus ingat kekuatan Yang Mulia sudah terkuras habis karena ini, sesepuh Barbarus juga sudah bisa membantu selama Yang Mulia belum membaik. " ucap tabib.
__ADS_1
"Semoga Raja atau Pangeran segera kembali, semoga ucapan sesepuh Barbarus Dan Lady Cristal bukan hanya untuk menyenangkan hati ku saja. " gumam Ratu Alona dan mulai terpejam Mata nya karena efek dari ramuan.