The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Makhluk panggilan


__ADS_3

Sebuah lubang dimensi yang masih terbuka membuat begitu banyak makhluk keluar seakan makhluk-makhluk itu terpanggil tanpa adanya penolakan, berbagai bentuk dan jenis dari yang kecil hingga yang besar mulai memenuhi sebuah halaman seluas hutan. Banyak auman dengan berbagai suara lainnya yang membuat keheningan menjadi sebuah pasar dadakan, satu sosok yang masih setia meneteskan darah didalam cawan ke dalam dimensi itu dengan senyuman kemenangan di dalam bibirnya kini tercetak jelas. Hingga tetesan terakhir membuat lubang dimensi itu menutup secepat kilat, namun hasil dari perbuatan nya kini terlihat jelas memenuhi halaman tempat tinggalnya.


"Selamat datang pasukan ku! Aku Raja Kegelapan, Raja kalian. Perintahku mutlak, Paham! " seru Raja kegelapan dengan menyebarkan element nya ke seluruh wilayahnya.


Kabut kegelapan semakin menambah kegelapan tanpa ada pandangan jelas namun itu tidak berlaku bagi mereka yang kini telah menjadi satu dengan Kerajaan Kegelapan, terlihat semua makhluk asing itu mulai membungkuk dengan seruan pujian kepada Raja kegelapan.


"Hidup Raja Kegelapan!" seru mereka tanpa henti.


Melihat pujian itu, senyuman di bibirnya semakin mengembang menunjukkan kepuasan dengan usaha nya yang tidak sia-sia. Tangan kanannya terangkat untuk menghentikan pujian para makhluk yang terpanggil olehnya, dengan suara yang kuat dan tersalurkan dengan hembusan angin kini pidato nya terdengar oleh semua makhluk di depannya.


"Kebangkitan Raja Kegelapan akan membuat dunia tiga alam kembali berjaya dengan kekuasaan yang kita miliki, Rebut dan pastikan setiap jengkal tanah dari ketiga alam menjadi milik Jiwa Kegelapan. Hidup Kegelapan! Hidup Kegelapan! " seru Raja kegelapan yang di sambut dengan suara riuh pemujaan.


Sedangkan di dalam perbatasan Kerajaan Langit, Starla yang ada di atas kuda kesayangannya bersama dengan seorang pria yang seumuran dengan ayahnya meskipun masih di bawah ayahnya kini tengah di samping nya dengan kuda biasa seperti para prajurit di belakang mereka. Pemandangan perbatasan kini luluh lantak seakan badai menerjang dengan kecepatan tinggi membuat Starla menahan rasa amarahnya, dengan memejamkan mata nya dan mengaktifkan permata alam nya untuk melihat seluruh wilayah perbatasan dan melacak keberadaan para musuh yang masih bersembunyi.


Jauh melewati perbatasan terdapat hutan lebat tanpa kekuasaan, dimana hutan itu adalah wilayah netral dengan begitu banyak gurun pasir dari berbagai titik. Hutan Ilusi yah itu yang ada di depan sana, hutan dengan berbagai medan dan sihir yang masih belum terjamah begitu banyak orang.


"Musuh bersembunyi di hutan ilusi! Tidak mungkin aku mengorbankan para prajurit memasuki tempat itu, bahkan sejarah mencatat tidak ada yang bisa kembali jika memasuki hutan ilusi. Bagaimana ini? " batin Starla dengan menatap ke depan tanpa berkedip setelah melihat seluruh perbatasan dengan mata batin nya.


"Putri? Apa yang terjadi? " tanya Raja Dexter yang melihat raut serius dengan bimbang dari gadis di sampingnya.

__ADS_1


"Prajurit kembali lah ke istana! Sampaikan pesan ku pada Ibu Suri dan Raja, perjalanan akan dilakukan oleh ku dan Raja Dexter sendiri!" seru Starla tanpa menjawab pertanyaan Raja Dexter dan melambaikan tangannya ke belakang.


"Tapi Yang Mulia!... " ucap seseorang yang di sisi lain Starla, dialah panglima perang yang selalu menjadi tangan kanan putri Starla selama ini.


"Tanggung jawab ku melindungi setiap rakyat ku, jangan membantah Perintah seorang Ratu! " jawab Starla dengan tegas menunjukkan aura permata alam untuk membuat semua prajurit tunduk dan mengikuti perintahnya.


Mendengar penolakan tegas dari ratu membuat semua prajurit hanya pasrah dan meninggalkan perbatasan kembali ke Istana dengan pesan yang telah di sampaikan. Starla yang menunggu semua prajurit mencapai batas pandangannya, kini mata batinnya kembali di gunakan untuk menerawang wilayah hutan ilusi. Belum sampai pada titik kedua namun pandangannya seakan terpental seakan mendapatkan penolakan dari hutan itu sendiri, sesaat tubuhnya bergetar mendapatkan penolakan.


"Apa yang terjadi? " tanya Raja Dexter dengan khawatir.


"... "


Karena tidak mendapatkan jawaban membuat Raja Dexter menggunakan element api nya untuk melihat apa yang ada di depan namun baru melewati perbatasan dan melihat rimbunnya pepohonan dan berniat untuk memasuki pepohonan itu. Tiba-tiba sebuah penghalang menabrak mata batinnya hingga tubuhnya terhempas dan terjatuh dari kuda nya, Starla yang melihat itu terkejut.


Dengan sigap Starla turun dari kudanya dan menghampiri Raja Dexter, mengulurkan tangannya agar pria itu sadar kembali. Melihat uluran tangan gadis dingin membuat Raja Dexter sedikit bingung namun uluran itu tetap saja di terima, hingga keduanya berdiri berhadapan.


"Apa yang terjadi? " tanya Starla dengan santai.


"Pepohonan di depan sana, tapi penghalang yang kuat melemparkan aku dengan cepat di saat aku ingin memasuki nya. " jawab Raja Dexter dan membenarkan posisi pedangnya yang miring dari posisi sebelum nya.

__ADS_1


"Hutan Ilusi, bukan kah sebagai Raja Kerajaan Iblis tentunya anda tahu itu?! " ucap Starla tanpa suara yang di tekankan.


Namun bagi Raja Dexter itu seperti sebuah sindiran yang menusuk hatinya, yah selama hidupnya hanya di dedikasikan untuk mencari teka-teki keluarganya bukan mencari silsilah Kerajaan lainnya. Melihat wajah masam Raja Dexter membuat Starla acuh, sudah jelas jawaban itu terlihat dari kemasaman yang ditunjukkan.


"Ayo Raja, kita harus memasuki hutan ilusi. Apakah anda memiliki sesuatu untuk perisai? " ucap Starla sebelum kembali ke kudanya.


"Aku memiliki element api dan udara, dan pedang leluhur ini." jawab Raja Dexter dengan serius.


"Dimana permata alam Kerajaan Iblis? '' tanya Starla dengan penasaran.


" Permata alam? permata apa? " ucap Raja Dexter bingung.


"Sudahlah! Ayo kita pergi, seperti nya aku salah orang." ucap Starla dan kembali pada kudanya, meninggalkan Raja Dexter yang masih bingung.


Keduanya kini membelah tanah yang hanya menerbangkan partikel debu dengan sisa kehidupan yang telah meninggalkan alam kehidupan, dimana tujuan kedua nya adalah hutan ilusi. Di dalam benak Raja Dexter mulai bermunculan berbagai pertanyaan meskipun langkah kuda nya mengikuti gadis yang menjadi pemimpin di depannya sedangkan Starla mulai menimbang semua yang telah terjadi didalam hidupnya dengan fokus ke depan namun tidak di dalam hati dan fikiran nya.


Perjalanan yang tidak begitu lama ataupun singkat dengan kuda yang terlatih, keduanya mulai melihat warna hijau di depan sana dengan sedikit tertutup debu yang enggan menyingkir. Suara kuda yang semakin mendekati membuat seseorang yang menunggu di antara rimbunnya pepohonan bernafas lega, karena suara derap kuda itu hanya dua bukan banyak, semakin mendekat semakin terlihat seorang gadis dengan pakaian Ksatria dengan rambut terikat menjadi satu, sebuah pedang di pinggang dengan busur panah di punggungnya. Dibelakang nya seorang pria dewasa dengan pakaian prajurit seperti panglima dengan rambut terikat kebelakang sedikit dengan pedang di pinggangnya menyusul gadis di depannya, hingga kedua kuda itu berhenti di depan hutan ilusi dengan jarak tiga meter.


"Apakah membutuhkan waktu lama untuk sampai ke hutan ilusi Starla? " ucap orang itu dengan keluar dari rindang nya pepohonan dan menyambut kedatangan dua makhluk yang masih setia menunggang kudanya.

__ADS_1


Samar namun perisai yang menyelimuti seseorang mulai memudar menampilkan wajah yang tenang menghanyutkan, meskipun orang itu menggunakan jubah tapi suara itu sangat terdengar familiar bagi Putri Starla dan Raja Dexter.


"KAU! " seru Starla langsung turun dari kudanya.


__ADS_2