
"Ma, Rara dan uwa Rani diajak kesini juga hanya untuk itu! Uwa iyan malah curiga kalau uwa Darman mungkin nggak terlibat. " kata Zahra.
"Dugaan sementara uwa Iyan, kemungkinan waktu uwa Darman bertemu dengan pak Rohman disana juga ada uwa Rani! Uwa Rani membunuh pak Rohman, tapi uwa Rani malah memberikan arit pada uwa Darman dengan tuduhan ayah! "
Zahra tersendat-sendat menceritakan apa yang digunakan ceritakan kembali. oleh uwa iyan.
"Hanya waktu itu pak Karya melihat kejadiannya, tapi pak Karya juga meninggal dimana ayah meninggal dan mama menemukan Zahra di tlat itu! "
"Memang ayah mwninggal din hadapan Rara, ma. Tapi Rara tidak begitu jelas waktu itu malam hari."
"Apalagi polisi menemukan mayat Nanti hampir sama dengan. owmbunuhan yang teedahulu, dan papa yang melihatnya cuma papa nggak begitu jelas kerwna kabur.
Zahra menceritakan alasan owmbunuhan yang terjadi dan ia kenpa sampai membawa wanita itu sampai ke desa itu. ibu Ani hanya teepekur mendengarkan semua yang terjadi, ia tidak. menduga kalau memang wanita itu jadi pembunuhnya.
"Katanya pak Hamdi dan kak Rani sahabatan? Kok ia tega membunuh nya? " tanya ibu Ani heran.
"Kita nggak tahu masalahnya, ma. Kenpa Zahra dan iwa Rani. lama disini itu hanya mengungkapkan kebenatan kerena kejadiannya memang disini. "
"Rara minta tolong sama mama ya jangan sampai uwa Rani kabur hafa gara masalah tadi. Uwa iyan dan Rara lagi. mengumpulkan bukti. "
"Ibu kamu tahu? " tanya ibu Ani.
Zahra terkejut saat mendengar mamanya. menyebutkan ibu kamu tahu? Ia hanya tersenyum mendengarnya.
"Ibu tahu semuanya, termasuk Ana."
"Apalagi ibu tannya uwa Rani itu. lebih memudahkan untuk mengungkapkan siapa dalang dari semuanya. " urai Zahra.
"Maafkan mama ya, mama nggak tahu kalau ada misi yang kamu. harus selesaikan. "
"Iya nggak apa apa ma, terimakasih atas pengertian mama pada Zahra. "
"Tapi uwa Rani curiga nggak kalau. kamu dan uwa iyan mencurigai kamu mencari n tahu tentang kematian ayahmu? ".
" Entahlah! Rata juga nggak tahu, mungkin uwa Rani tahu. "
Zahra hanya mengelengkan kepalanya, ibu Ani. menatap wajah Zahra dengan tajamnya.
"Mama berdoa supaya kamu bisa menjalankan misi kamu. "
"Aamiin ya robalaamin."
"Mama hanya khawatir pada kamu. "
"Ma, sudah jangan cemas ya. Insha Allah Rara nggak bakalan kenapa kenapa kok, ada doa mama dan ibu untuk Rara. "
"Mam juga nggak tahun sebenarnya uwa Rani. kamu itu bagaiamana, ya biarpun ia mengaku kakak juga sama mama. Tapi mama curiga ada apa apa nya, " gerutu ibu Ani.
__ADS_1
"Ma, kalau misal uwa Rani yang bunuh Ayah tega banget ya ia melakukan itu! Apa keenakan cintanya ditentang bsama nenek? "
"Semoga saja bulan uwa Rani maupun uwa Darman ya Ra. "
Ibu Ani tidak bisa membayangkan kalau misal Rani yang membunuh Hamdi? Betapa hancurnya Ayu dan Zahra saat tahu Rani yang jadi dalang dari semuanya.
Tapi ia juga menyesali diri sendiri karena begitu gegabah nya menjebloskan Darman karena i hanya ingin selalu bersama dengan Zahra selamanya. Dengan menjebloskan Darman malah bukan mwyelasaikan naskah yang ada malh menambah masalah kerena Darman di penjara semuanya tahu.
Dan yang paling fatal lagi Rani malah muncul begitu saja, ya kalau dipikir pikir kenapa Rani tidak muncul sebelum Darman di penjara.
"Ma, ngertikan kenapa uwa Rani muncul setelah uwa Darman di penjara? sedangkan kemarin kemarin uwa Rani seperti nggak. mau. kita tahu? " tanya Zahra.
"Tapi katanya uwa Rani mencari uwa Darman? "
"Ma, kalau memang uwa Rani mencari uwa Darman seharusnya uwa Rani. datang ke desa ini bukan mencarinya."
Zahra menjelaskan secara detail masalah kedatangan Rani pada mamanya. Memang kalau dipikir lagi aneh, Rani ujug ujugbdatang saat Darman masuk. penjara sedangkan waktu Darman. masih berkeliaran Rani tidak. muncul.
"Rara curiga sebenarnya taoi nggak. mau gegabah lagi ma, Rara sebenarnya kemarin kemarin mengumpulkan bukti bukti apa uwa Darman terlibat atau nggak. " kata Zahra menjelaskan.
"Sebenarnya kakau di pikir memang ada sangkut pautnya antara pwmbunuhan Narti dan pembunuhan yang tahun lalu, " sambung Zahra.
"Ra, menurut mmas bagaimana kalau kamu. lapor polisi biar polisi yang menyelidiki kasus ini? "
"Iya Rara dan uwa iyan juga sepakat mau bwhitu dulu sebagai bukti. kematian Narti, dan. saksi nya pasti papa." Karena papa berada di sana waktu Narti dan uwa Rani bertengkar itu juga kata papa." kata Zahra.
"Mama hanya gemas saja sih sama uwa Rani. "
"Sudahkah."
Ayu menatap wajah Rani.
"Kenapa? " tanya Ayu
Rani tidak menjawab ia. hanya melirik Ana yanga da di antara mereka, Ayu mengerti sekali ia langsung mengediokanata pada Ana. Gadianitu mengerti ia langsung pergi biarpun hatinya sebenarnya penasaran. apa yang akan dibicarakan oleh tante Rani. pada ibunya.
"Ani brengsek! " ketua Rani ketika Ana sudah pergi.
"Brengsek kenapa? "
"Ikut campur urusan orang saja! "
"Urusan orang, urusan apa maksudnya? "
"Dia menyangkan kalau aku membunuh Narti! dia sendirinya yang melakukannya. " dwngus Rani.
Tapi sorot matanya terlihat kosong, Ayun menatapnya. Ada desiran dihati wanita itu saat Rani mengatakan itu. Ayu hanya bisa menepuk tangan Rani dengn. lembut.
__ADS_1
"Bu, tolong bantu Rara ya. Jangan sampai rencana Rara ketahuan oleh uwa Rani. " kata Zahra waktu malam tadi.
"Rencana apa yang kau rencanakan? "
"Mencari tahu pembunuh ayah, Rara harus melakukan sesuatu demi ayah. "
"Kamu nyakin kalau Rani pelakunya?" tanya ibu Ayu terkejut.
"Nggak sih! Tapi boleh dong Rara curiga sama uwa Rani. Uwa iyan juga curiga sih! Tapin semuanya belum pasti. " Zahra mwngusap tangan ibu Ayu.
Ia. lakukan itu hanya memberikan kekuatan pada ibunya.
"Nin, nggak mungkin kan kalau Rani membunuh ayahmu, dia teman yang baik. " lirih wanita itu.
"Makanya Anin ingin menyelidik semuanya yang berhubungan dengan uwa Rani, kata Zahra mengubah namanya menjadi Anin.
Ya ia kadang kakau dengan ibunya sering mengunakan nama Anin dari pada dengan nama Zahra. Tapi untuk mamany maupun Rani ia sering menyebutkan dirinya Rara.
"Kalau misal Rani yang melakukan motif apa ia mwlkaukannya? Kenapa ia harus melakaukannya? "
"Makanya itu Anin berusaha untuk. mengungkapkan kebenarannya bu, Anin sudah janji pada ayah kalau Anin bakal membuka tabir kematian ayah. " jelas Zahra memeluk ibunya lembut.
"Kalau benar tega banget ia membunuh ayahmu, sedangkan kami janji akan tetap setia dalam suka dan suka. "
"Ma, jangan terbawa perasaan ya. Nantin kalau ketemu dengan uwa Rani ibu biasa saja pura pura nggak tahu ya. "
Ibu Ayu hanya bisa mengangguk, ada oweasan sakit kakau memang benar Rani yang membunuh Hamdi, motif apa Rani sampai mwmbunuh suaminya dan memisahkan sang suami dengan dirinya, memisahkan ayah dan anak-anak nya.
"Tapi kamu nggak bunuh Narti'kan? " tanya Ayu. menatap wajah Rani tajam.
Ya ia bakal berusaha tegar apa yang terjadi pada dirinya dan anak anaknya. Ia bakal membantu apa yang disarankan Anin padanya.
Bukannya menjawab Rani hanya mwnghela nafas panjang dan mendengus beberapa kali.
"Ran, aku harap kamu bukan pembunuhnya. "
Sebenarnya dalam hati Ayu menyangka kalau Narti dibunuh oleh Rani, apalagi cerita pak. Batam yang disampaikan pada Zahra yang begitu jelas dan detilnya.
"Mereka di villa hanya bertiga, papa melihat marti di pukul melalui kaca spion ya nggak begitu jelas sih! tapi papa mendengar jeritan Narti. " kata Zahra masih terdengar jelas di telinga Ayu.
"Kamu percaya kalau aku membunuh orang? " tanya Rani ketus.
Rani sepertinya tidak suka kalau ia disangka membunuh orang.
"Aku percaya kok kamu orang baik dan nggak pernah menyakiti orang jadi ngg mungkin kamu. melakukan perbuatan keji itu. " ujar Ayu tersenyum.
Rani hanya diam tjdak bersuara mendengar apa yang Ayu katakan, tapi ia sebenarnya merasakan bersalah pada Ayu saat mendengar kata kata wanita yang ada di hadapannya.*
__ADS_1
"