TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 222


__ADS_3

Ana hanya diam saja saat Zahra  bicara seperti, apa yang  dikatakan Zahra memang kenyataan seperti apa yang terjadi. Ana sadar kalau Zahra datang ke desa itu memang hanya untuk mencari dalang pembunuhan  yang terjadi di desa nya dulu. 


Tapi Ana awalnya hanya tahu kalau Zahra datang untuk mengelola TBM yang ada di desa nya, memang ia melihat SK pengakatan Zahra yang disimpan di meja, Ana tidak tahu sebenarnya Zahra datang punya tujuan mencari pembunuh ayahnya! 


Dan ia juga tidak tahu menahu kalau Zahra itu Anin yang selama ini di jadikan buah bibir desanya, yang tiba tiba menghilang entah kemana banyak yang bilang kalau Anin mati terbunuh, mati diterkam binatang buas dan dll nya . 


"Apa kamu nggak pernah mencari tahu kenapa ayahmu dibunuh?" tanya Zahra masih terhiang di telinga Ana. 


Ketika mereka duduk di ruangan TBM saat itu belum ada anak anak yang membaca buku di perpustakaan desa yang telah berdiri beberapa bulan lalu. 


"Kakak tahu kalau ayah aku dibunuh? " tanya gadis itu. 


Ana waktu itu terkejut dan tertegun mendengar apa yang dikatakan Zahra pada dirinya. Dan yang heran Zahra malah mengingatkan tentang ayahnya. Ana langsung menatap tajam ke arah Zahra, tapi Zahra dengan tenangnya hanya tersenyum melihat Ana agak terkejut mendengar apa yang Zahra katakan.


"Kamu tahu Na, aku datang ke desa ini hanya ingin mengungkapkan kebenaran yang harus ditegakkan. " kata Zahra santai. 


"Kebenaran apa?" tanya Ana heran. 


Ia heran mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra, Ana belum mengerti apa yang Zahra maksud dengan kata kata Zahra yang ada dihadapannya. 


Ia hanya tahu kalau kalau Zahra anak tunggal dari pasangan suami istri ibu Ani dan pak Bram yang tinggal di perumahan elit. Tapi ia sangat terkejut dengan apa yang Zahra katakan padanya tentang ayahnya. 


"Maksudnya apa sih! " 


Ana tidak mengerti apa yang di maksud oleh Zahra, jadi gadis itu hanya mengkerut kan wajahnya saja keheranan sekali apa yang dikatakan Zahra. 


"Kakak datang ke desa ini hanya ingin mengungkap kan keterangan? Maksudnya keterangan apa? " Ana langsung bertanya pada Zahra. 


"Kakak nggak merahasiakan apa apa kan? " lanjut gadis itu. 


Ana mengejar pertanyaan demi pertanyaan dari Zahra, kerena ia juga ingin tahu sebenarnya apa yang dikatakan oleh Zahra. Tapi gadis itu hanya diam saja tidak menjawab atas keheranan Ana 


"Suatu waktu kamu juga akan tahu apa yang aku lakukan di desa ini, suatu nanti kamu jangan  terkejut ya. " senyum Zahra mengusap tangan Ana. 


"Kakak bakal cari tahu yang sebenarnya, seharusnya kamu juga cari tahu ya jangan hanya diam saja atau hanya mendengarkan apa yang orang katakan. " sambung Zahra. 


"Kamu seharusnya yang cari tahu tentang ayahmu kenapa harus dibunuh seperti itu? " 

__ADS_1


Ana tidak tahu kalau sebenarnya Zahra mengatakan itu hanya pancingan buat Ana, tapi Ana malah benar benar terkejut kerena memang ia sama sekali tidak pernah berpikir masalah itu. 


"Kok kakak bertanya seperti itu? " ujar Ana balik tanya pada Zahra. 


Ia heran sekali mendengar pertanyaan dari Zahra yang tiba tiba sekali, Ana memang tidak pernah berpikir apa apa pada kejadian 20 tahun itu, kejadian dimana ayahnya menjadi korban pembunuhan yang sadis. 


"Kakak hanya ingin tahu saja sih! Apa kamu nggak pernah bertanya sesuatu pada orang lain tentang ayah dan kakak mu? " 


"Kakak sepertinya tahu banyak tentang keluarga Ana? " Ana heran sekali. 


"Nggak kakak hanya merasa heran saja, seharusnya kan kamu sebagai anak dari bapak Hamdi mencari tahu, " kata Zahra. 


"Kak, kenapa sih kakak mencampuri urusan aku, kakak sok tahu tentang keluarga aku! " teriak Ana marah. 


Ditatap wajah Zahra dengan tajam. Sejujurnya dalam hati ia bertanya tanya  kenapa Zahra tahu tentang keluarganya sampai gadis yang ada di depannya tahu tentang ayahnya. 


"Aku nggak ikut campur Na, kakak misal aku adalah kamu mungkin aku bakal mencari tahu itu saja. "Ujar Zahra santai. 


Ia berusaha tidak terbawa emosi oleh apa yang dilihat dari Ana, sedangkan Ana benar benar tidak menyangkut kalau orang seperti Zahra akan tahu tentang apa yang badan di desa itu. 


"De, kenapa diam? " tanya Zahra ketika melihat Ana diam. 


Ana terkejut sekali mendengar Zahra menegur dirinya, ditatap wajah kakaknya dengan nanarnya. 


Belum Zahra angkat bicara tiba tiba Dio menghadiri Zahra dan Ana yang sedang duduk di lantai. 


"Na, aku tahu keberadaan tante Zahra, ia ada si desa kamu sekarang! " ujar Dio. 


Deg! 


Hati Zahra terkejut mendengar informasi itu dari Dio, ia tidak menyangkan kalau Dio yang memberitahukan Ana. Dalam hati Zahra hanya bisa meringis saja, ia tidak bisa mencegah Dio untuk tudak bicara. 


"Kamu tahu darimana?" tanya Ana menatap Dio. 


"Tadi aku lewat ke jalan alternatif itu! Kemarin kan aku ke puncak pulangnya lewat dimana Zahra di temukan oleh pak Bram, " cerocos Dio. 


Deg! 

__ADS_1


Dua kaki hati Zahra beegetar sangat kuat atas informasi yang tidak disangka sama sekali, apalagi yang membawa kabarnya adalah Dio. 


Ia masih ingat kata kata ibu Ayu tentang Rani. 


"Ibu nyakin kalau Rani nggak bakal jauh, ia pasti kembali ke desa itu kerena polisi nggak akan mungkin bisa mencapai desa itu. " ujar ibu Ayu di jadaln Zahra. 


"Kok ibu seperti tahu kalau uwa Rani disana?" tanya Zahra. 


"Nin, bagaimana pun desa itu tempat dimana Rani dibesarkan jadi wajar kalau ia bakal kembali ke desa itu." 


Zahra hanya bisa menghela nafas panjang mendengar apa yang dik katakan tentang Rani, serta membenarkan dugaan ibu Ayu. 


Ana tanpa menunggu panjang langsung menarik tangan Zahra untuk pulang ke rumahnya, Zahra yang terkejut langsung menarik tangan nya dari tangan  Ana. 


"Apa sih! " 


"Kak kita harus ke desa itu, " seru Ana antusias. 


"Na, apa nggak salah ini informasinya? " tanya Zahra berusaha tenang biarpun hatinya berdetak sangat kencang sekali. 


"Kamu nggak bohong kan informasi ini? " tanya Ana menatap wajah Dio. 


"Nggak Na aku nggak bohong kok! Ra, percaya lah sama amu, aku nggak mungkin bohong sama kalian tentang tante Rani. " Dio berusaha menjelaskan tentang apa yang dilihatnya. 


Deg! 


Hatinya berdetak kerasa sekali mendengar apa yang Dio katakan, pria itu benar benar serius dengan apa yang dikatakannya. 


Mendengar itu Ana tidak menunggu waktu lagi, ia menarik tangan Zahra dan pergi meninggalkan tempat itu, hati Zahra hanya ketar ketir saja. 


"Ibu tante Rani di desa itu! " celetuk Ana pada ibunya ketika mereka sudah tiba di rumah ibu Ani. 


"Kamu tahu darimana? " tanya Ibu Ayu.


Tapi tatapan matanya tertuju pada Zahra, tapi Zahra hanya mwngelengkan kepalanya. 


"Dari kak Dio bu, tadi waktu Ana dan kak Zahra kw pantai kak Dio datang dan memberitahukan pada Ana. " jujur Ana pada ibunya. 

__ADS_1


Mendengar kejujuran Ana wanita itu hanya menghela nafas panjang sambil mentap Zahra dan ibu Ani, bukannya ia ingin melindungi Rani bukan tapi dugaan dirinya benar kalau Rani ada di desa itu.*


__ADS_2