TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 25


__ADS_3

"Anin mwndengrakan ayah dan mbok inem bicara ya?" tanya Hamdi memastikan kembali apa yang Anin katakan.


"Iya, kenapa pak Rohman harus dibunuh, siapa yang melakukannya?" Isak Anin.


Pertanyaan pertanyaan itu tidak langsung dijawab oleh Hamdi, ia hanya termenung memikirkan apa yang harus ia katakan lada bocah yang akan mau menginjak usia 6 tahun itu.


"Ayah kenapa harus di tahan?" tanyanya kembali.


Mbok inem, ayu dan Hamdi blank tidak bisa menjawab pertanyaan bocah.


"Ayah jangan jangan ayah bunuh pak Rohman kerena di tahan oleh polisi."


Hamdi menghela nafas pahit! Kata kata Anin yang polos membuat dirinya terpuruk, ia tidak menyadari kalau gadisnya itu ada di belakang, kalau saja ia menyadari keberadaan Anin mungkin ia tidak bakal mengatakan pada mbok inem.


"Sudah jangan menangis nanti kita pelan pelan ya menjawab pertanyaan kamu." ujar Hamdi mengelus punggung Anin.


Sedangkan mbok inem dsn ayu hanya diam saja, mulut mereka terasa kelu mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Anin.


Hamdi langsung memangku tubuh Anin dibawa nya Anin masuk ke rumah dan mereka.beekimoul di ruang tamu. Anin sengaja duduk dipangkuan ayahnya.


"Ayah jangan!" Ayu mengelengkan kepalanya.


"Nggak apa apa, lambat lain juga ia bakal tahu keadaanku. Anin perlu tahu yang sebenarnya, ya biarpun masih kecil seharusnya ia tidak usah tahu. Tapi kita harus bagaiamana?" Hela Hamdi menatap Ayu istrinya.


"Ayah apa yang terjadi?"


"Nggak apa apa kok. Ayah sama pak Rohman sedang main sembunyi sembunyi an kok! Sekarang pak Rohman lagi sembunyi."


"Katanya dibunuh!" protes Anin.


"Di bunuh bohongan kaya kamu bunuh Ade kamu pake pistol bohongan." ujar Hamdi menemukan ide.


"Jadi pak Rohaman nggak mati?" tanya Anin lagi.


"Nggak! pak Rohaman cuma sembunyi takut ketahuan sama ayah." akhirnya Hamdi berdusta.


Hatinya sangat perih sekali membohongi putrinya, ia tudkammungkin secara jelas menceritakan aksi pembunuhan pada Anin. Ia tidak ingin mengotori jiwa suci Anin dengan kekerasan atau cerita yang tidak bisa diterima oleh otaknya.


Hamdi nyakin suatu hari nanti Anin bakal tahu semuanya, tapi untuk waktu sekarang ia tidak ingin sekali mengotori atau merobek jiwa yang halus Anin.

__ADS_1


"Terus kenapa ayah harus ke bale desa?" tanya Anin.


Hamdi menghela nafas panjang. Ia tidak menyangka kalau Anin bakal mendengar semuanya. Entah siapa yang menceritakannya, sedangkan Ayu dan mbok Inem berusaha menutupi supaya Anin tidak tahu. Tapi kenyataannya Anin lebih tahu dari orang dewasa.


"Ayah ke bale desa hanya disuruh mencari pak Rohman."


"Katanya pak Rohman dibunuh sama uwa, kenapa ayah harus mencari pak Rohman?"


Mbok Inem dan Ayu hanya diam saja, kedua wanita itu megekangkan kepala mendengra percakapan antara ayah dan anak. Ayu beberapa kali terkejut mendengar pertanyaan dari Anin, ia sama sekali tidak pernah cerita tentang ayahnya.


Tidak tahunya Anin selama satu bulan mendengar cerita dari warga tentang ayahnya, dan jiwa kecil itu meronta saat mendengar ayahnya seorang pembunuh. Awalnya ia tidak peduli dengan ocehan warga tapi telinganya malah mendengar apa yang ayah dan mbok Inem bicarakan.


Hamdi tersenyum kecut.


"Masalahnya mereka bertiga main umpet nya, sekarang bagian ayah yang harus mencari pak Rohman, suatu waktu uwa juga bakal dipanggil polisi biar di penjara!" sembur mbok Inem ikut nimbrung pembicaraan mereka.


"Kapan uwa di penjaranya mbok?"


"Nanti setelah kamu besar nanti, makanya kamu cepat besar biar tahu semuanya." ujar mbok Inem lagi.


"Mbak Yu!" seru Ayu.


"Iya ayah?" tanya Anin menatap wajah ayahnya.


"Asyik nanti kalau aku udah besar aku bakal penjarakan uwa, biar uwa yang cari pak Rohman." seru Anin girang.


Gadis itu langsung berdiri dari pangkuan ayahnya dan loncat loncat kegirangan, sedangkan tiga orang itu hanya menatap keheranan.


🦋


"Uwa Iyan aku bakal bantuin ayah cari pak Rohman ya?" tanya Anin.


Uwa Iyan blank.


Pria itu hanya garuk garuk kepala tidak gatal mendengar apa yang Anin katakan, ia sebenarnya tidak tahu apa yang harus ia jawab dari pertanyaan Anin pada dirinya.


"Aku ingin cepat besar biar bisa masukin uwa Darman ke panjara, masalahnya pak Rohman sekarang sembunyi dsn ayah lagi nyari pak Rohaman mereka petak umpet." jelas Anin.


"Oh! Iya mereka petak umpet," uwa Iyan angguk angguk kepala mengerti.

__ADS_1


"Kata ayah sekarang ayah dipenjara, kerena nggak bisa menemukan pak Rohman. Tapi kalau aku sudah besar aku bakal masukin uwa Darman ke penjara supaya mencari pak Rohman," senyum Anin.


Uwa Iyan tidak bisa mengatakan apa apa, percuma menjelaskan juga yang sebenarnya pada Anin, jadi ia lebih baik diam dan menunggu waktu untuk menceritakan pada Anin yang sebenarnya.


"Iya uwa udah tahu kok! Tapi kan ayah Anin nggak di penjara lagi kerena bakal menemukan pak Rohman," kata uwa Iyan.


Uwa Iyan tahu kalau Hamdi sekarang keluar dengan perjanjian mengungkap siapa pembunuh Rohman yang sebenarnya, sebenarnya kalau Darman jujur mungkin Hamdi tidak bakal mengalami nasib seperti ini.


Dan yang herannya kenapa bukti bukti itu harus ada di Hamdi? Itu salah satu pertanyaan yang sampai sekarang tidak bisa ia jawab.


Disaat Anin mengatakan kalau ia bakal mencari pembunuh pak Rohman dan membela ayahnya uwa Iyan berharap suatu waktu perkataan Anin jadi kenyataan. Ya biarpun harus menunggu tahunan.


"Uwa doain aku ya!"


"Iya, uwa bakal doain Anin supaya bisa menyelesaikan petak umpet ini," uwa Iyan mengelus rambut Anin lembut.


"Aku kira kira bisa nggak ya, nanti kalau misal ayah, pak Rohman dan uwa Darman meninggal bagaimana?"


"Nggak apa apa biarpun misalkan ayah, uwa Darman dan pak Rohman meninggal, Anin bakal bisa membuktikan kalau ayah bisa menemukan pak Rohaman yang petak umpet."


"Iya juga ya uwa."


Uwa Iyan mengangguk.


Tanpa mereka berdua sadari, Ayu mengusut cairan bening yang keluar dari matanya. Anin masih belum mengerti masalah pak Rohaman dan malah memikirkan keadaan ayahnya anak anak.


"Ya Allah! Apa yang aku harus lakukan sekarang? Semuanya menuduh kang Hamdi melakukannya, sedangkan aku tahu ia tidak bakal melakukan itu!" bisik hati Ayu.


Wanita itu akhirnya hanya bisa diam saja tidak bisa berbuat apa apa pada apanyang terjadi pada kehidupannya dimasa depan.


Ya untung ada polisi yang percaya dsn menangguhkan hukuman pada Hamdi tapi dengan syarat Hamdi harus selalu laporan tips Minggu ke kantor polisi, tapi warga yang telah tahu itu hanya menganggap Hamdi tetap salah.


Hamdi yang awalnya di kagumi di desa kini sisihkan oleh warga, apalagi kalau mendengar hasutan dari Darman. Bukan hanya dirinya saja tapi anak anaknya juga tidak ada yang menemani.


"Ibu ayah bukan petak umpet tapi ayah bunuh pak Rohman!" tangis Anin sambil memeluk tubuh Ayu.


"Kata siapa Anin ayahmu pembunuh!" seru Ayu terkejut sekali.


"Banyak orang yang bilang, Zien yang bilang." tangisnya.

__ADS_1


Zien adalah anak dari pak Rohman.


Ayu hanya bisa menghela nafas, ada kesal dihati kenapa warga atau siapa saja yang bertemu dengan Anin jangan bilang ayahnya pembunuh tapi kenyataannya tidak.*


__ADS_2