TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 206


__ADS_3

Plak!


Pria itu! Tiba tiba datang dan tidak segan segan menampar muka Rani dengan kerasnya, sampai wanita itu terkejut sekali tidak menyangka pria yang ada di hadapannya berani melakukannya. Takut takut Rani melirik wajah pria yang ada dihadapannya, wajah itu terlihat merah padam seperti. menahan marah yang telah membuncah.


Hatinya keter ketir melihat pria yang ada di hadapannya melotot sedemikian rupa, tubuhnya gemetar sekali, melihat bola mata pria yang ada dihadapannya hampir keluar semuanya.


"Kang! Apa apa an sih datang datang bukannya salam malah langsung memukul? " tanya Rani sambil berteriak histeris.


Wanita itu tertwgin saat tahu kalau Darman yang datang ke rumahnya dengan tiba tiba tanpa permisi malah langsung memukul pipinya, sedangkan ia berada di kamar. Pria itu masuk tanpa permisi dan tanpa ba bi bu lagi mungkin mencari Rani, tidak tahunya wanita itu ada di kamar sedang membaca buku.


Ia langsung memegang pipinya yang terasa sakit dan terbakar sekali, perih. Sampai buku yang dipengang nya jatuh seketika saking kagetnya kedatangan Darman yang tidak diundang sama sekali.


"Kamu apa kan Vito? " teriak Darman.


Pria itu masih berdiri di samping Rani di sebelah kiri, sedangkan buku yang dibacanya terjatuh ke lantai Daraman tidak memperdulikan buku itu!


"Ran kamu seharusnya sadar apa yang kamu. lakukan itu salah. Dulu aku salah selalu mengikuti apa yang kamu inginkan sampai aku lupa sekali kalau kamu selalu mengikuti tindak tanduk yang aku jalani. " hela Darman merasa bersalah.


Rani hanya diam, apa yang dikatakan pria itu benar sekali. Ia selalu mengikuti tindak tanduk yang dilakukan oleh Darman, mau salah mau tidak juga ia ikuti sampai sekarang.


"Kamu jangan sakiti Vito, sudah banyak kamu menghancurkan hidup Vito. " dengus Darman masih kesal.


"Jangan ikut campur kang ini urusan aku lagi, kamu nggak ada urisannya. Aku nggak mau, "


Rani tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Darman, wanita itu langsung beranjaka dari duduknya langsung menuju ruang TV, disana ia duduk.


Melihat Rani keluar dari kamar, Darman mengikutinya dan ia juga duduk di kursi yang tidak jauh dari Rani duduk. Pria itu mendengar halaman nafas di mulut wanita itu.

__ADS_1


"Ran! " Darman panggil Darman lembut.


"Aku mengatakan ini kerena aku sayang sama kamu. Aku nggak ingin kamu mengikuti apa yang aku lakukan, jangan salahkan dirimu aku tahu kamu selalu menyalahkan diri sendiri. Kakang yang salah. " lanjut Darman menatap wajah Rani lembut sekali.


Wanita yang pernah mengisi kehidupan dirinya sampai detik ini juga sampai twelunta lunta sendirian di dunia tanpa merasakan kasih sayang yang benar benar tulus. jadi wajar kalau misal Rani, mengikuti apa yang ia lakukan tapi yang dilakukan Darman bukan hal positif buat Rani.


"Ran, kita benahi hidup kita yuk! Kasihan Vito. Kamu coba lihat kehidupan Ani yang begitu damai dan tentram seperti itu, kita harus mendapatkan kehidupan itu setelah mempertangungjawabkan semuanya. " nasehat Darman.


Hatinya terasa perih sekali kerena harus mwnjwrumuskan Rani dalam. lembah hitam dan ia janji bakal mengangkat wanita itu ke jalan yang lurus kembali.


Pria itu langsung beranjak dari tempat duduknya menghampiri n wanita itu, ia memegang tangan Rani tapi Rani dengan cepat langsung melepaskan tangan Daraman dengan kasarnya.


Darman yang melihat Rani seperti itu, pria itu langsung menarik Rani keluar dari rumah. Wanita itu kaget sekali tangannya di tarik begitu saja tanpa ia menyadari sesuatu, akhirnya Rani menjerit tapi Daraman tidak peduli sama sekali dengan jeritan Rani yang tangannya di tarik oleh Darman.


"Kamu melawan apa yang aku perintahkan, aku lakukan itu kerena aku sayang sama kamu tapi kamu malah seperti ini nggak mau mendengar apa yang naku katakan? " tarian Darman.


"Kalau saja kita bukan saudara mungkin ibu juga nggak pernah setuju dengan pernikahan kita, kerena ibu melihat kalau. itu memang nggak baik!" teriak Darman emosi.


Ia pernah menentang kata kata Ayu yang diucapkannya.


"Kang, menurut aku kalau kalian bukan saudara juga ibu nggak bakal setuju kalau kamu menikah dengan Rani. Kerena bagaimana pun ibu sudah tahu watak Rani, kurang baik kata ibu juga. "


Kata kata Ayu terhiang kembali dalam. ingatan annya.


"Ini hanya alasan yang masuk akakal saja. Kalian saudara jadi ada pwmisah antara kamu dan Rani," lanjut Ayu waktu itu.


"Nggak! Nggak mungkin kalau misal aku dan Rani bukan saudara mungkin saja kan aku dan Rani kabur dan menikah! " ia mengelengkan kepala nya tidak setuju apa yang dikatakan oleh adik nya.

__ADS_1


"Terserah apa yang kamu katakan kang, aku hanya menduga saja! " ujar Ayu.


Pria itu hanya menghela nafas, kata kata Ayu kini masih diingatnya di hati. Sampai diluar Darman langsung mendorong tubuh Rani sampai terjungkal dan terjatuh mencium tanah. Rani yang merasa sakit di tangan dan dadanya hanya bisa meringis, pria itu tidak mendiamkan Rani sampai disitu.


Darman jongkok di hadapan Rani, dan menarik rambut kepala Rani dengan kasar sampai pemiliknya menjerit kesakitan.


"Aku nggak bakal segan segan menyakiti kamu kalau kamu berani menyentuh Vito! " teriak Darman sambil melepaskan tarikan tangannya dari kepala Rani.


"Kang! Vito anakku, kenapa akang mengurusi kehidupan Vito? Aku mau jadikan Vito apa juga jangan ikut campur! " Rani berteriak sambil bangun biarpun tubuhnya sakit tapi ia tidak memperdulikan nya.


"Memang dia anak mu, tapi kalau kamu sayang sama Vito aku harapkan kalau ikut aku ke penjara! "


"Nggak, buat apa aku di penjara? Percuma aku. lahirkan Vito kalau aku harus mendekam di penjara, aku nggak mau!"sembur Rani.


Wanita itu tidak peduli dengan apa yang Darman bicarakan pada dirinya, tanpa merasa bersalah wanita itu langsung meninggalkan Darman tapi pria itu dengan cepat meraih tangan Rani.


"Lepaskan! "


"Lepaskan!


Teriak Rani dengan keras dan lantang sambil berusaha melepaskan ganggaman tangan Darman tapi ganggaman tangan pria itu sangat kuat dan ia tidak bisa melepaskan begitu saja.


"Aku sampai. kapanpun nggak akan melepaskan tangan. kamu! Aku harus mempertangungjawabkan semuanya, kamu seperti ini kerena diriku. " ujar Darman paruh.


"Kang! aku nggak akan mau mengikuti kamu. lagi!" ketus Rani.


Wanita itu tahu kalau Darman sebenarnya ingin dirinya masuk penjara dengan pria itu. Tapi Rani sama sekali tidak mau masuk penjara. Menurutnya percuma ia dan Darman masuk penjara juga kerena buat apa di penjara kalau sampai sekarang juga mereka bebas. Kalau memang ingin masuk penjara tidak dari dulu saja.

__ADS_1


Rani sudah merasakan indahnya kehidupan diluar penjara jadi ia lebih memilih jadi buron daripada jadi narapidana.*


__ADS_2