
"Ran, aku curiga sama si Karta! Aneh tiap akun dan ia ketemu laki. laki itu sering menghindar? "" tanya Darman.
"Seharusnya kamun selidiki!"
"Sebenarnya kenpa sih harus Hamdi yang kau jadikan korban! Akun sudah menuruti apa nyang kau katakan tapi kenapa kamu melakukan ini padaku? " tanya Darman menatap wanita yang pernah menjadi bagian hidupnya.
"Aku hanya ingin merampaa apa yang dimiliki Ayu! "
"Kamu tega! " teriak Darman.
"Aku.nggak akan melanjutkan semuanya, aku juga punya istri dan anak?"
"Oke! Kalau kamu seperti ini aku bakal melukai anak dan istri kamu! "
"Ran! Kamu tega menyakiti anak dan istriku! "
"Aku tega menyakitinya, kerena kamu juga menyakiti aku! "
"Oke! Aku. ikuti kemauan kamu, tapi ini terakhir kali. " ujar Darman pasrah.
"Culik Anin, aku ingin memiliki Anin untukku! "
"Gila! Anin punya orang tua, aku nggak bisa memisahkan dia dan orang tuanya, apalagi Hamdi pernah mencintai kamu! Sahabat kamu juga! " Darman ber teriak marah.
"Anin harus jadi milikku! Harus!"
"Kamu gila," dengus Darman.
Pria itu! Langsung mwninggalkan Rani tapin sebelumnya. ia meninggal akan tempat itu ia melihat seorang wanita yang sedang menguoing pembicaraannya.
"Marni! " teriak Darman dengan kagetnya.
Rani terkejut saat mendengar teriakan Darman yang keras dan memekak telinganya, ditambah lagi ia melihat seorang wanita lari meninggalkan tempat itu!
"Marni! " gumamnya.
"Kang kenpa siam saja seharusnya kejar dia, bahaya! " teriak Rani.
Rani mendekati Darman, ia meninju tangan Darman dwngan kerasnya kerwn ame lihat Darman hanya diam saja tidak. melakukan apa-apa hanya diam saja.
Darman malah menatap wajah Rani.
"Aku bakal kesana dan membuat keehitinga! " Darman menenangkan hati Rani.
Bukan hanya hati Rani yang berdetak taoi hatinya juga sangat berdetak keras melihat Marni yang menguping pwmbicaraannya.
Marni yang ketakutan langsung membereskan barang barang yang berharga untuk meninggalkan tempat itu, ia sangat teekejit dan takut kalau Darman dan Rani bakal datang dan membunuhnya.
"Bu, ada apa? " tanya Karya menatap majikannya heran.
"Kita harus meninggalkan tempat ini, saya ketahuan munguping pembicaraan Rani dan Darman di pondok! " kata Marni sambil memberikan segala yang harus dibawa.
Karya yang mendengar penjelasan majikan hanya melotot ia tidak. meyangka lalu majikan mendengar pembicaraan mereka di pondok. Tanpa menunggu waktu lagu, ia langsung mengikuti majikannya.
"Bawa semua nya! "
Harini tu Marni dan Karya meninggalkan kampung itu!
Terlambat! ketika Darman mengunjungi rumahnya Marni, ia sudah tidak ada sama sekali dan tetangganya yang dekat juga mwngelangkan kepala tanda tidak tahu.
"Kamu.nggak tahu mereka pergi! "
"Nggak, mungkin kw kebun? " tanya Laki. laki. itu dengan. takut takut.
"Ya sudah kalau kamu tahu kasih tahu. aku atau Tio ya! "
"Iya kang!"
__ADS_1
Rani terlihat gusar.
"Kamu cari kemana kek, jangan. disekitar ini. mungkin dia pergi desa lain dan bicara sama. orang!" teriak Rani kesal.
"Iya aku bakal cari! " Darman menuruti perintah Rani.
"Kang! " jerit Rani kesakitan. sambil memegang perutnya.
"Ran kamu kenapa? "
"Perutku sakit! " rintihnya.
Darman yang akan pergi langsung membatalkan kerena ia kasihan melihat Rani yang kesakitan. Tio yang ada disana langsung memanggil dukun biar Rani di periksa.
"Wah! ini bukan sakit biasa, mungkin kerena kelelahan jadi perutnya sakit! " senyum dukun. itu saat ia mengurut Rani dengan wajah cerianya.
"Mak, memangnya kenapa? " Darman curiga.
"Dia hamil!
" Hamil!" seru Darman shock.
Ditatap wajah Rani tajam. Darman mwnyuruh Tio mengantarkan mak dukun yang memeriksa Rani.
"Hamil! Anak siapa yang kau kandung! Kamu belum menikah tapi telah hamil! " tweiak Darman gemas.
Ia tidak menyangka kalau Rani hamil sedangkan wanita itu belum berstatus menikah.
"Kenapa kamu yang marah! Akun hamil oleh siapapun juga bolehkan? " Serang Rani sinis.
"Siapa laki-laki yang mwnghamili. kamu! " teeiak Darman.
Terlihat dari matanya Darman kecemburuan yang begitu jelas sekali dari wajahnya.
"Buat apa kamu tahu siapa ayah dari anaka ini, sampai kapanpun aku nggak akan memberitahukan kamu! "
PLAK!
"Kang kenapa? "
"Wanita ******! Bajingan! siapa ayah dari anak itu! Aku bunuh dia? " teriak Darman histeris.
"Kang! Kita harus berpikir tenang!"
"Mau berpikir tenang bagaimana, Rani harus hamil oleh orang lain? Siapa ayahnya. " barang Darman.
Tio temanggung mendengar apa nyang di katakan oleh Darman. Ia menatap Rani dengan tajam, sedangkan wanita itu hanya menunduk saja ia tidak. mwnyangka kalau semua akan terjadi.
"Siapa yang melakukannya! "
"Hamdi! "
PLAK!
"Nggak.mungkin dia yang melakukannya! Aku tahu adikku! " teriak Darman tidak percaya pada wanita yang ada di hadapannya.
Ya sudah kalau. kamu nggak percaya sama aku. " kata Rani.
PLAK!
Darman geram mendengar Rani bicara itu! Ia benar benar tjdak bisa menahan nafsunya langsung memukul beberapa kalintubuh Rani, Tio yang minat itu tidak tinggal diam ia langsung menarik tubuh Darman dwngan. kuat.
"Kang! Hentikan semua, kita lebih baik fokus pada kang karya, menututnkabar kang Karya melihat apa nyang kalian. lakukan pada malam. itu! " teeiak mang Tio menatap wajah keduanya.
"Kang, sadar alam yang kita lakukan jangan sampai terciun oleh polisi bisa gawat kalau sampai semuanya terbongkar apalagi kak Rani lagi hamil." ujar mang Tio mengingatkan Darman.
"Kang, biarpun kak Rani hamil sama siapapun juga anak itu twtapnsuci! " tegas Mang Tio.
__ADS_1
Darman mendengus mendengar kata kata mang Tio, sedangkan Rani mengusap perut bagian bawahnya yang terasa kram.
"Kita belum selesai Dan, kamu istirahat. Tio kita harus menyelesaikan si Karya kalau sampai ia bicara bisa gawat! " ujar Darman menatap wajah Rani yang sedang menatapnya.
"Kamu jangan keman mana, tunggu disini! " perintah Darman sebelum pergi meninggalkan Rani.
Tapi Rani tidak mwngindah perintah Darman ia. malah pergi mwninggalkan gubug ditengah hutan mw uji perkampungan, ia langsung menuju kebun dimana tubuh pak Rohman merangsang nyawa .
Tiba tiba ia mwngusal pipinya, ia benci pada istrinya Darman yang memukul dirinya beberapa bukan yang lalu, ketika ia akan melakukan sesuatu pada hamdi.
Ya sore hari ia menjebak Hamdi di gubug supaya melakukan hal yang dilarang.
"Rani, kamu gila! " teriak hamdi menolak.
"Aku punya Ayu, aku punya Anin juga Ana! " lanjut Hamdi menolak.
"Lupakan mereka! "
"Nggak, namun juga sahabat Ayu, Rani masa kamu tega menghianati nya. " inang hamdi.
Tapi Rani tidak mengubris kata kata Hamdi, ia langsung menurut seseorang keluar dari persembunyiannya. Tio datang dengan. senyuman sinis pada hamdi.
"Kalian? "
"Hajar dia! " perintah Rani.
Hamdi kaget mendengar perjntah Rani pada Tio.
"Kalian? "
Belum sempat Hamdi bicara tiba tiba Tio menerjang Hamdi, otomatis ia tidak bisa. mwnyeimbangkan tubuhnya dan langsung terjelembab seketika juga.
Tio memukul, menyepak, tubuh Hamdi dengan. kerasnya. Tio juga meminumkan minuman yang dibawanya, entah minuman apa yang dibawa oleh Tio sampai hamdi meminumnya.
"Kalian apa apaan? " teriak istrinya Darman kaget.
"Jered dia kemana saja! " perintah Rani.
Tio menuruti perintah Rani, ia keluar sambil menyerad tubuh istrinya Darman. Tio tahu apa yang dilakukan oleh Rani terhadap Hamdi, tapi ia. mmbiarkan saja apa yang dilakukan Rani pada Hamdi yang terpenting keluarganya selamat dari ancaman wanita itu!
PLAK!
Wanita memukul wajah Tio dengan kerasa sekali, ia tidak peduli kakau misal Darman tahu ia yang memukul wajah Tio. Baginya yang terpenting keselamatan adik iparnya,
"Kalian apakan adik saya! " teriak wanita itu.
"Kalian jangan coba coba menyakiti dwk Hamdi, kalau sampai menyakiti urusannya sama aku! ' teriak istri Darman beringas.
" Aku hanya di perintah akan oleh kak Rani, jadi aku nggak tahu apa apa yang dilakukan kak Rani pada kang Hamdi, " dusta Tio.
"Bohong! "
"Kalau bohong tanya saja sendiri! " tantang Tio pada istrinya Darman tajam.
Wanita itu langsung akan menuju ke gubug dimana adik ipar dan Rani berasa disana, tapi sebelum Ia sampai ke gubug itu, Tio sudah mencagah wanita itu pergi.
"Lepaskan! " teriak wanita itu.
"Biarkan saja kak. Mungkin mereka hanya bicara yang penting. "
"Nggak, kenapa kamu seperti ini seharusnya kamu bela dek Hamdi! "
"Kak, lebih baik baik kakak pulang saja, jangan sampai kang Darman tahu ini! "
"Aku bakal bilang sama kang Darman apa yang kamu. dan Rani lakukan pada Hamdi! " teriak wanita itu marah.
Wanita itu langsung meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang tidak karuan. apalagi melihat adik ipar nya di aniayai seperti itu oleh sahabatnya sendiri.*
__ADS_1