TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 181


__ADS_3

Bug! 


Supir yang tadi diam saja langsung menghajar tubuh darman dengan kayu yang ada di belakangnya. Darman yang tidak menyangka langsung terjatuh dan menimpah Rani. Pegangan tangan Rani terlepas seketika juga, Ayu yang langsung kabur bersama Ana jalan belakang. Ketika pengangan tangan  Rani terlepas, melihat itu  Darman langsung ke balik badan melihat siapa orang yang telah berani memukulnya. 


"Jangan lari! Berhenti! " teriak Rani saat melihat Ana dan Ayu kabur. 


Penumpang semuanya kocar kacir berlarian menyelamatkan diri dari amukan Rani dan Darman. Mereka tidak peduli sama orang lain yang penting  diri mereka selamat dari kedua orang asing itu! 


Ana langsung ingat dengan Zahra. Ia menelpon Zahra meminta bantuan kerena dikejar oleh Rani dan Darman. Tapi Ana dan ibu Ayu tertangkap juga oleh kedua orang itu biarpun Ana dan Ayu berontak tapi Rani tidak melepaskan ganggaman tangan keduanya. 


Vito yang sudah pulang ke rumah langsung mencari mamanya perasaan hatinya kurang nyaman meninggal akan mamanya ia langsung ke tempat Darman, tapi kedua orang itu tidak ada sama sekali. 


"Apa jangan jangan mereka menemui Ana dan ibu, " umat Vito. 


Akhirnya ia menyusul mereka, ia mengamankan pada orang tentang jalanan desa itu, untung ada orang yang tahu dan memberitahukan dirinya jalan kesana. Ia pertama kali menuju jalan desa itu! Ya biarpun hati nya was was tapi ia berusaha untuk mencari jejak Ana dengan mengunakan motor. 


"Tolong !  Tolong!" teriak Ana histeris meminta tolong. 


Vito yang mendengarkan teriakan Ana langsung menuju asal suara. Ia melihat Ana sedang di sered oleh mamanya sedangkan ibu Ayu di sered oleh darman menuju sebuah gubug. 


"Ma!"


Teriak Vito keras sekali. Ia tidak membiarkan mamanya menyakiti Ana, gadis itu melirik saat mendengar suara yang dikenalnya. 


"Vito,"  gumam Rani kaget. 


Ia tidak menyangka kalau Vito bakal mengikuti dirinya. Rani geram seketika juga melihat Vito yang menghampirinya. 


"Kalian mau bawa kemana ibu dan Ana! " teriak Vito menatap tajam wajah Rani dan Darman. 


"Uwa! " 


Zahra tiba tiba datang menyusul Ana dan ibu bersama dengan Rey yang telah melihat adegan rani dan Ana. 


"Kalian!" 


Darman menatap tidak menyangka kalau mereka dikepung. Dan kejutan kejutan lainnya yang membuat kedua kakak beradik Rani dan Darman terkejutnya adalah beberapa polisi mengepung tempat itu! 


Tanpa pikir panjang Darman melepaskan tangan. Ibu Ayu dan lari untuk meloloskan diri, begitu juga dengan Rani yang melihat Darman kabur dari polisi. 

__ADS_1


"Berhenti!"


Dor! 


Dor! 


Dor! 


Tiga kali polisi mengeluarkan timah panas dari pistolnya. Tapi Darman dan Rani berhasil. Meloloskan diri dari kepungan polisi. Zahra yang melihat ibunya tersungkur langsung mengejar dan membantu ibu Ayu. 


"Bu, maafkan Anin! " 


Ibu Ayu hanya diam saja. Ia hanya mengangguk mendengar Zahra berkata seperti itu. 


Zahra dan Vito sangat kecewa ketika Rani dan Darman bisa meloloskan diri dari kepungan polisi. 


"Bagaiamana ini? " tanya zahra pada polisi. 


"Kami akan usahakan untuk menangkap mereka berdua, " ujar salah satu polisi. 


Setelah berbincang bincang mereka akhirnya bubR dari tempat itu. Zahra akhirnya nya mengajak ibu Ayu kembali ke rumah ibu Ani. Ya biRpun wanita itu menolaknya tapi Zahra memaksa ibunya dan Ana. Mau tidak mau akhirnya mereka pulang ke rumah ibu Ani. 


"Kalian kenapa? " tanya ibu Ani terkejut saat melihat wajah Ana dan ibu Ayu kusut. 


"Ra, ada apa? Apa yang terjadi pada ibu Ayu dan Ana? " tanya ibu Ani menatap Zahra ingin tahu. 


"Uwa Rani dan uwa Darman mau menculik Ana dan ibu."


"Kok bisa? Mereka menculik Ana dan ibu Ayu? " kejar ibu Ani heran. 


"Rani kan di penjara kok bisa lolos? " brondong ini Ani heran. 


Ya ia tahunya kalau Rani telah ditangkap dan langsung dijebloskan ke dalam tahanan. Ia tahunya itu tapin sekarang ia mendengar yang menculik Ana dan ibunya Rani, otomatis ibu Ani terkejut mendengarnya. 


"Uwa Darman yang mengeluarkannya, Rara juga nggak tahu apa yang terjadi pada keduanya. Rara nggak tahu cara uwa Darman mengeluarkan  uwa Rani? " tanya Zahra pada dirinya sendiri. 


Ya gadis itu tidak tahu cara Darman mengeluarkan Rani, setahj Zahra penjara itu ada gwtabng masuknya pasti ribet kalau mau mengelaurkan atau kabir dari tahanan. Tapi nyatanya bagi Darman tidak masalah, kalau misal Darman di keluarkan oleh Rani ia pasti percaya kerena pasti Rani menggunakan uang untuk menyongok nya. Darman? 


"Anehnya! " 

__ADS_1


Ibu Ani hanya mengelengkan kepalanya saja, ia sangat miris mendengar kedua adik dan kakak sama saja menjalani kehidupan yang sama. 


"Apa kerena mereka terpisah dari kasih sayang seorang ibu? " tanya ibu Ani seperti pada dirinya. 


Pandangan wanita itu tiba tiba redup mengingat semua yang pernah saudar nya alami, ia beberapa kali menghela nafas secara kasar. 


Mengingat kisah Rani dan Darma yang sama sama di buang oleh orang terdekat, membuat ia merasa bersukur kerena ia masih berasa dia tengah tengah orang tua yang mencintainya dan menyalurkan cintanya pada Zahra, ia sendirinya masih beruntung. 


"Ma! Sudah jangan diingat lagi! " Zahra langsung beranjak dari kursinya dan menghampiri ibu Ani yang duduk tidak jauh dari nya. 


Zahra duduk di samping ibu Ani, gadis itu langsung mengelus tangan mamanya dengan lembut sekali. 


"Mereka mungkin saja melakukan itu kerena tidak memiliki kasih sayang dari ibu yang seharusnya diberikan sejak kecil, kalau dipikir kasihan sekali mereka, " lirih ibu Ani agak getir. 


"Ma, itu takdir yang mereka harus mereka jalani seperti itu. Semoga saja mereka bisa insaf ke jalan yang benar kembali. 


Ayu dan Ana dari tadi hanya diam saja, keduanya hanya mendengarkan apa yang mereka bicarakan, bukan hanya ibu Ani yang begitu getir mengingat Rani dan Darman. 


Ibu Ayu hanya diam saja juga mengingat Rani dan Darman yang sekaligus kakak angkat nya. Dan ia juga tidak pernah punya pikiran buruk pada keduanya, tapi kenyataan nya malah Rani dan Darman menjadi bumerang buat dirinya. 


Sedangkan disisi lain. Darman dan Rani yang kabur dari kepungan polisi selamat, keduanya merasakan kesal pada Zahra yang telah menyelamatkan Ayu dan Ana dari gangaman mereka. 


"Aku nggak terima ini semuanya kang! " teriak Rani geram. 


"Bukan kamu saja yang kecewa aku. Lebih lebih kecewa nya dari kamu! " 


"Terus kita harus bagaimana sekarang? " tanya Rani. 


"Bunuh Anin! Sembur Darman geram. 


"Kok dibunuh! " ujar Rani shock. 


"Kalau nggak dibunuh anak itu bakal menjadi bumerang untuk kita Ran, kamu nggak setuju?" tanya Darman memandang wajah Rank heran. 


Dari dulu memang Rani mengincar Anin untuk diselamatkan, tapi Anin yang selama ini diincar malah gagal untuk dimiliki oleh Rani sampai sekarang juga. 


Dan ketika Darman menyuruh Rani untuk membunuhnya malah wanita itu tidak menjawabnya malah diam saja. 


"Kamu kenapa sih Ran, setiap aku suruh habisin Anin kamu hanya diam saja, kamu masih mengharapkan Anin menjadi bagian kamu? " tanya Darman gusar. 

__ADS_1


"Kang apa nggak ada cara lain selain itu? " tolak Rani. 


"Kamu banyak alasan saja! Kenapa sih dari dulu kamu selalu mengharapkan Anin terus! " teriak Darman tidak suka.*


__ADS_2