TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 157


__ADS_3

BRAk!


Zahra kaget mendengar gebrakan di meja kantornya. Ia langsung melihat sama orang yang mengebrag meja dengan tiba tiba sekali.


"Vito! "


Ujar Zahra kaget. Ya ia sangat terkejut atas kedatangan vito yang tiba tiba ada dihadapannya. Dan masuk begitu saja tanpa izin dulu. Ia benar benar heran dari mana vito tahu ruangannya.


"Kamu kenapa datang datang kaya orang kesurupan? " tanya Zahra kaget.


Lebih kaget lagi Vito datang ke kantor tanpa pemberitahuan dulu.


"Kalau memang cerita kamu benar tentang papa, aku ingin hati ini kita ke tempat dimana papa di kuburkan! "


"Vi, nggak segampang itu! Hari ini kantor nggak libur! " protes Zahra.


"Pokoknya kamu harus ikut dan tunjukan kuburan papaku! " Vito nggak mau mengalah.


"Kalau aku nggak mau? "


"Harus mau! "


Teriak Vito. Pemuda itu langsung menarik tangan Zahra dengan keras supaya gadis itu mengikuti ajakan nya, tapi gadis itu berusaha melepaskan terikan tangan Vito. Tapi Vito dengan kasarnya tidak mau melepaskan tanganya dari tangan Zahra.


"Vit, sakit! "


"Lepaskan! "


"Vit! "


Zahra berusaha melepaskan tarikan tangan Vito. Ia terpaksa mengikutk langkah Vito dan meninggalkan ruangan nya. Vito berhasil menarik tangan Zahra sampai ke parkiran. Semua karyawan yang ada disana saling pandang melihat pria asing yang menarik tangan Zahra.


Rey yang melihat itu langsung mengejar. Ia merasa heran pada laki laki yang menarik tangan Zahra yang begitu kasar!


Saat ia sampai kehadapan. Rey langsung melayangkan tangannya kearah muka Vito, Vito yang tidak menyadari kalau ada yang akan memeluk wajahnya langsung mendelik kearah Rey yang berdiri tidak jauh darinya.


BUG!


Rey yang tidak berpikir panjang lagi langsung menghantamkan tinjunya ke wajah pemuda itu! Sampai pemuda itu menjerit kesakitan kerena wajahnya terasa sakit.


"Rey sudah! Rey jangan diteruskan! " teriak zahra berusaha menarik baju Rey yang menghajar beberapa kali wajah Vito dengan keras dan geramnya.


Vito yang tidak menyadari hanya bisa. mengaduh dan tidak bisa. berbuat apa apa kerena ia juga sangat terkejut sekali kerena tiba tiba ada orang yang mengajar dirinya.


Awalnya ia. akan membalas kelakuan pria itu tapi Zahra dengan cepat menghalanginya, otomatis Vito yang awalnya mau. membalas kelakuan dari raya jadi tidak membalas kelakuannya.


"Kenapa kamu bela dia, seharusnya dia menerima bogem dariku, berani beraninya dia seperti itu! " Teriak Rey emosi.


"Rey dia adikku! " Teriak Zahra..


"Apa? " tanya Rey shock!


Ditatap wajah vito dengan tajamnya, ia hanya mengekang kan kepala saja.


"Jangan bohongi aku, aku nggak pernah kamu menceritakan dia padaku. " kata rey heran.

__ADS_1


"Rey, Rara baru tahu kalau dia adik Rara . "


"Kok bisa? "


"Sebenarnya banyak yang Rara nggak tahu tentang itu, tapi percaya lah pada Rara kalau dia adalah adik Rara. " jelas Zahra pada Rey.


Rey hanya menghela nafas terlihat kesal.


"Terus kalau dia adik kamu kenapa. harus tarik tadi tangan kamu segala? "


"He, apa aku. nggak boleh tahu tentang papa aku. aku mau tanya sama siapa tentang papa aku kecuali pada Zahra. " bela vito pada Rey.


"Aku nggak ngerti apa yang kamu maksud? "


"Sudah kalau nggak tahu jangan ikut campur dalam urusan orang, aku hanya ingin tahu papa aku! "


Vito langsung memegang tangan Zahra untuk. diajak naik mobil yang dibawanya, tapi Zahra dengan cepat menolak tangan vito.


"Aku sudah jelaskan kan sama kamu. kalau papa kamu meninggal! Kamua nggak percaya silahkan? " ujar Zahra langsung meninggalkan kedua pria yang berbeda umar itu!


"Ra! "


Rey dan Vito memanggil Zahra dengan bersamaan, gadis itu sebenarnya mendengar panggilan dari kedua pria itu tapi ia tidak peduli sama panggilan dua pria itu.


Rey dan Vito saling pandang satu sama lain, tiba tiba Vito terkejut mendapat tangannya ditarik oleh Rey. Vito berontak dan ingin melepaskan dari tangan Rwy taoi Rey tidak mau melepaskannya.


"Lepaskan! " teriak Vito keras.


"Kamu jangan ngaku ngaku adiknya Zahra, aku tahu kalau kamu sebenarnya. mengaku ngaku kalau adik zahra! " sembur Rey marah pada Vito.


"He! aku bukan ngaku ngaku kalau aku memang adiknya Zahra! Buat apa aku mengaku kalau aku bukan adiknya Zahra! " balas vito geram.


Ia sangat terkejut atas apa yang diucapkan oleh pria yang ada di hadapannya. Vito tidak mengerti apa yang sebenarnya yang diucapkan oleh pemuda itu padanya.


"Adik Zahra darimana? Zahra hanya punya adiknya satu yaitu Ana bukan kamu! " desak Rey tidak percaya.


"Ya sudah kalau kamu nggak percaya apa yang aku katakan. "


Vito malas berdebat dengan pria nyang baru saja ia kenal, ia langsung meninggalkan Rey. Tapi Rey menghalangi Vito.


"Lalu buat apa kamu. menarik tangan Zahra! kalau memang kalau kamu adiknya? " tanya Rey penasaran.


"Apa aku ngak boleh tahu kuburan papa aku?" tanya Vito.


"Aku hanya penasaran pada dia nggak pernah mengamtarakan aku ke kuburan papa, " dusta Vito.


Ia bicara itu supaya tidak kena masalah. Kerena ia ingat Zahra tadi sudah bilang kalau papanya sudah meninggal, kalau ia mengatakan kalau papanya belum meninggal pasti ada keributan. lagi, jadi untuk sementara ia mencari perlindungan dulu.


"Kamu nggak pernah ngertin saja, dia tuh sibuk buat apa sih kamu kesana? Kalau mau berdoa di jarak jauh juga bisa." cetus Rey.


"Aku masih belum percaya kalau kamu adik Zahra, adik dari mana? " selidik Rey.


Argh!


Jerit Vito geram.

__ADS_1


"Kamu hanya saja sama Zahra deh! Aku nggak mau menjelaskan apa apa. " kata Vito.


"Kalau aku bilang nanti kamu nggak percaya sama aku. " celetuk Vito.


Pemuda itu langsung pergi meninggalkan Rey. Rey yang melihat itu tidak berusaha untuk. menghalanginya, ia hanya menghala nafas tanda kesal sekali pada pemuda itu.


Akhirnya Rey langsung meninggalakan tempat itu menuju ruangan dimana Zahra berada.


"Ra, sebenarnya apa yang terjadi sih! " tanya Rey yang langsung masuk ke ruangan Zahra tanpa mengetuk pintu dan langsung duduk di kursi yang ada di hadapan Zahra.


"Rey, yang sopan dong! kalau. masuk ketuk pintu dulu! " cerca Zahra pada Rey.


Zahra terlihat marah sekali, melihat Rey yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan dirinya tanpa mengetuk pintu, melihat Zahra marah Rey hanya garuk kepala tidak gatal.


''Iya aku minta maaf. Aku hanya heran pada cowok itu! " celetuk Rey menatap wajah Zahra.


Gadis itu. menghindar dari tatapan mata Rey, apalagi saat tahu kalau Rey datang hanya ingin tahu tentang vito.


"Kamu kesini hanya jnggin tahu itu? Memangnya nggak ada waktu lain ya sampai kamu harus sekarang tahunnya tentang anak itu? " rengut Zahra tidak peduli.


Ia hanya fokus mengetik di laptop di depannya.


"Rey lebih baik kamu kerjakan apa yang harus kamu kerjakan nanti aku bakal cerita aku hari ini sibuk. " kata zahra melanjutkan kata katanya.


"Oke! Kamu sibuk bilang saja jangan nganggu aku! " ketus Rey.


Rey terlihat kesal kerena melihat Zahra seperti tidak peduli lagi pada dirinya, sampai mwnyepak. kursi yang tadi ia duduki.


Zahra yang melihat itu hanya mengelangkan kepala saja, Rey juga membanting pintu ruangan. itu sampai Zahra terkejut mendengarnya.


Belum sempat ia berpikir, tiba tiba terdengar hpnya berteriak dengan keras sekali.


"Mama, " gumamnya.


📱Ya ma ada apa? "


tanya zahra saat ia tahu yang menelpon adalah mamanya.


📱Kamu sebenarnya sedang ngapain di kantor sampai Vito uring uringan, sama mama kalau mama nggak becus ngurusin kamu! "


tanya ibu Ani menceritakan apa yang terjadi pada diri Zahra.


📱Maksudnya apa sih!


Zahra kaget mendengarkan kalau Vito sampai mengadu pada mamanya. Ia tidak menduga sama sekali kalau vito ke rumahnya.


📱Masalah ayahmu. "


📱Ma sebenarnya zahra sudah menjelaskan kalau ayah meninggal, tapi dia nya nggak percaya tadi ke kantor untuk mengajak aku ke desa itu.


Zahra akhirnya menarangkan apa yang terjadi tadi sampai Vito ke rumah mamanya. Wanita itu hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh putrinya.


📱Ma, nanti kita teruskan ya bicaranya Rara masih mengerjakan tugas ini dari kantor maaf ya ma.


Zahra terus terang kalau dirinya sedang sibuk, kalau tidak sibuk mungkin ia juga tidak bakal memutuskan telpon nya dengan mamanya.

__ADS_1


Setelah hubungan telopon terputus Zahra hanya mengepalkan tanganya mendengar kalau Vito nekad ke rumah hanya ingin tahu ayahnya, sedangkan. ia telah berusaha menjelaskan tapi anak itu tidak percaya padanya.*


__ADS_2