
Berita penemuan mayat tanpa identitas virall! Zahra dan Ana langsung ke TKP, dsn disana memang terdapat percikan darah yang terlihat.
"mungkin sebelum di bunuh korban disiksa dulu." ujar seseorang.
"Ra, aku nyakin papa tahu semuanya." ujar Rey memastikan.
"Tahu bagaimana Rey?"
"Narti!"
"Tapi polisi nggak bilang kalau itu Narti kan?" tanya Ana menatap wajah Rey.
"Itu mungkin bukan Narti." sanggah Dio.
"Kalau Narti bagaimana?"
"Rey buat apa coba Rani membunuh Narti nggak ada gunanya." sanggah Dio.
Hati itu gempar juga. Korban ditemukan dengan kepala pecah dan wajah tidak dikenali oleh semua orang. semua merinding dengan menemukan mayat yang berada di Solokan yang tidak jauh dari villa itu!
"Tapi kalau dilihat dari tubuhnya seperti Narti?" tanya Zahra langsung menatap wajah Rey ingin memastikan.
"Lalu ini villa siapa? kayanya nggak dihuni deh!" kata Ana celingukan.
Ya memang sejak ia berada di villa itu ia sama sekali tidak melihat pemilik villa.
"Ada mungkin hanya ia nggak tau saja."
"Aku baru tahu kalau disini ada villa?" tanya Zahra.
"Mungkin masih baru."
Kerena tidak menemukan siapa orang yang jadi mayat, Zahra mengajak Ana dan kedua pria muda itu ke villa papanya..
"Kapan?" tanya Bi Onah terkejut mendengar cerita Zahra.
"Iya Bi," kata Zahra.
Ia sudah terbiasa memanggil Bi Onah dengan panggilan Bibi, yang benar sih Zahra seharusnya memanggil bi Onah dengan panggilan nenek. Tapi kerena kebiasaan dari kecil ia akhirnya masih memanggil bi Onah dengan panggilan Bibi saja mengikuti pak Bram maupun ibu Ayu.
"Bi, kemarin papa disini nggak?" tanya Zahra..
"Iya papa kamu kesini menginap dan paginya papa kamu pulang, sebenarnya papa kamu nggak mau pulang."
Akhirnya wanita setengah baya itu menceritakan alasan Bram tidak mau pulang alasan banyak sekali perubahan yang terdapat pada istrinya yaitu Ani, Zahra dan ketiga nya mendengarkan secara rinci penjelasan bi Onah.
"Kemari jam 06.00 papa kamu akhirnya pulang untuk.kwtwmu.kamu dan mengajak kamu ke villa ini lagi, setelah itu bibi nggak tahu apa yang dilakukan oleh ayahmu."
Jelas Bi Onah panjang lebar menjelaskan.
Mendengar itu! Zahra pun menceritakan kalau sebenarnya mama punya saudara kembar bernama Rani, ia juga sering menyamar sebagai mamanya.
"Rani?" tanya bi Onah itu memicingkan matanya.
"Jangan jangan yang punya villa sebelah SPBU itu!" lanjut bi Onah kaget.
__ADS_1
"Bibi tahu?" tanya Rey dsn Ana serempak.
"Tidak kenal tapi tahu juga. Wanita misteri banget."
"Kalau itu bila Rani jangan jangan yang dibunuh? kata bi Onah tertegun.
"Narti bi?" tanya Dio spontan.
Bi Onah tidak langsung menjawab pertanyaan dari Rey ia hanya menatap wajah Rey dengan tajam.
"Narti pernah kesini, tapi wanita itu menyusul" kata Bi Onah kemudian.
"Jadi Rani tahu kalau ini villa papa?" tanya Zahra kaget.
"Sudah lama."
Bukan hanya Rey saja yang terkejut Zahra lebih terkejut lagi keren Rani tahu villa papa dan mamanya yang berada disana. Ia menarik nafas panjang dan mengeluarkan kembali.
"Ya kalau villa itu villa Rani kemungkinan besar itu Narti." kata Ana.
Zahra langsung menatap wajah Ana.
"Alasannya?"
"Mungkin pak Bram SPBU itu untuk mengisi bensin tapi ia melihat Rani yang disangka oleh pak Bram adalah istrinya. Rani mengajak pak Bram ke villa itu!" tutur kata Ana menebak jalan ceritanya.
"Bisa jadi, teruskan," kata Zahra mulai mengerti.
"Pak Bram mengikuti, tapi disana ia dipaksa melakukan apapun. Tapi Narti menolong pak Bram tapi Narti malah menjadi korban," lanjut Ana.
"Setuju sama Ana, papa melihat kejadian itu! Tapi papa langsung kabur!" tebak Rey meneruskan cerita dari Ana.
"Apa mungkin kaya di film film, bukan Narti yang mau dibunuh tapi pak Bram yang jadi sasaran?" tebak Ana.
"Papa?"
"Bisa saja Ra, Narti berusaha melindung pak Bram. Akhirnya Narti menjadi korban." ujar Dio.
Bi Onah yang ada disana hanya diam saja mendengarkan apa yang mereka bicarakan, pembicaraan mereka memang ada benarnya juga.
Belum sempat Zahra angkat bicara hpnya berdering seperti ada panggilan masuk ke hpnya, Zahra langsung melihat siap yang telpon.
"Mama," gumam Zahra.
Keempat orang melihat wajah Zahra semuanya.
📱Ya ada apa ma?
Zahra langsung menglouspeker supaya semua orang mendengar pembicaraan mereka.
📱Papa siuman dan ia menyakan kamu.
kata ibu Ani memberitahukan keadaan pak Bram pada Zahra.
📱Alhamdulillah. Papa cerita apa ma?"
__ADS_1
tanya Zahra langsung penasaran apa yang ditanyakan papanya pada mamanya.
📱Papa hanya ingin bicara sama kamu, sekarang lebih baik kamu kesini.
Ibu Ani memberitahukan kalau pak Bram ingin bicara sama Zahra..
📱Ya udah kalau begitu Rara kesana sekarang.
Zahra langsung memutuskan hubungan telponnya. Dsn ia mengajak yang lainnya untuk ke rumah sakit kerena papa siuman dsn menanyakan dirinya.
"Ra, bibi ikut!" kata bi Onah.
"Ayo semuanya saja ikut!" seru Zahra.
Akhirnya mereka ke rumah sakit dimana pak Bram dirawat disana. Hati Zahra bertanya tanya tentang apa yang akan papa nya ceritakan, apalagi kini viral kisah penemuan mayat yang sampai saat ini masih menjadi misteri.
"Pa, ada apa?" tanya Zahra saat sampai ke hadapan papanya.
"Boleh papa bicara sama kamu dsn mama kamu saja,"pinta pak Bram sambil menatap wajah Zahra.
"Boleh saja kok pa, nggak apa apa." ujar Zahra.
Ibu Ayu, Rey, Dio, Ana dan bi Onah langsung keluar dari ruangan itu tinggal Zahra, ibu Ani dan pak Bram yang ada di ruangan itu.
"Kamu kenapa lama sekali, kemana?" tanya Pak Bram.
"Rara tadi ke villa xXXx ada penemuan mayat seorang perempuan." kata Zahra cepat.
"Mayat? perempuan? di villa xXXx?" tanya lak Bram bertubi tubi.
"Iya, kenapa pa? Apa yang akan Lala katakan?"
"Jangan jangan?"
"Jangan jangan apa pa?" kejar Zahra.
"Narti! Ya Narti di bunuh oleh wanita yang mirip mama kamu Ra," pak Bram tercenung..
Deg!
Hati Zahra bergetar hebat saat pak Bram dengan lancarnya menceritakan semuanya yang terjadi.
"Papa sebentar berhutang Budi lada Narti, Narti yang menolong pak Ra dari wanita itu." cerita Paka Bram.
Deg!
Hati Zahra berdetak sekali lagi, apa yang diceritakan oleh Ana ada benarnya. Bukan pak Bram yang menolong Narti tapi wanita itu yang menolong dan menyelamatkan papa.
"Papa sebenarnya papa korban wanita itu! waktu papa minum teh manis buatan wanita itu papa langsung tidak sadarkan diri, entah apa yang akan dilakukan wanita itu. Tapi waktu papa sadar, Narti dan wanita itu sudah berdebat hebat."
Pak Bram dengan lancar menceritakan semuanya yang terjadi lada dirinya kemarin, sebelum pulang ke rumah itu. Zahra dan ibu Ani hanya saling pandang satu sama lainnya.
"Ibu pernah bilang kalau Rani sebenarnya sangat iri pada mama," celetuk Zahra..
"Iri?"
__ADS_1
"Iya iri, kerena sebenarnya Rani saudara kembar mama yang terbuang, dan mama baru kemarin tahunya," terang Zahra diikuti anggukan kepala Ani.
Pak Bram hanya menghela nafas panjang melihat anggukan istrinya ia tidak menyangka kalau bakal mengalami kejadian itu!*