TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chaptee 126


__ADS_3

Zahra mematung didepan rumah. Rumah yang pernah ia tinggalkan beberapa tahun yang lalu, tapi biarpun rumah yang dulu berbeda dengan yang sekarang tapi rumah itu masih tetap milik ibu Ayu.


"Nin, ibu nggak sanggup kalau Rani yang jadi dalang pembunuhan ayahmu, ibu harus bagaimana menghadapi semuanya! " suara ibu Ayu tertahan saat mengatakan itu dihadapan Zahra.


"Bu, sabar ya kalau. misal semuanya tweungkap. Ibu harus tawakal menghadapinya. " nasehat Zahra.


Ia jadi bimbang kalau benar dugaannya pasti akan melukai ibunya. Sedangkan mereka akrab sejak mereka sebelum menikah taoi tiba tiba misal Rani yang memisahkan Hamdi dengan Ayj melalui pembunihan yang tanpa Ayu duga sama sekali.


"Ibu nggak tahu harus bilang apa lagi Nin, semoga saja itu nggak benar ya jangan sampai Rani! "


"Kita harus lapor polisi tapi jangan sampai ia tahu rencana kita. "


"Anin sudah menghubungi polisi kok, tapi belum ada perintah. Nanti kalau sudah ada bukti. kuat, uwa Darman juga telah ditemukan di suatu tempat tapi itu juga di intai oleh bwnrapa polisi. " adu Zahra.


"Uwa Darman dimana sekarang? " tanya ibu Ayu.


"Bu, tenaga saja. Ia Darman aman kok, jangan damoia orang lain tahu, Anin tahu dari polisi yang telah menghetaui tempat uwa Darman."


"Uwa Iya, Rey, dio, Ana dan mbok Inem ngak tahu apalagi uwa Rani yang masih praduga. " kata Zahra lembut.


Kemarin Zahra mendapatkan telpon dari salah satu polisi yang mengatakan kalau ia menemukan tempat Darman, polisi itu menyebutkan nama tempat yang sekarang ditempati oleh Darman. Zahra mengangguk kerena ia tahu tempat itu!


"Apa polisi langsung menangkap uwa Darman?" tanya ibu Ayu ingin tahu.


"Anin juga nggak tahu bu, Anin nggak menanyakan lebih lanjut lagi sih! "


"Nin boleh ibu bicara sesuatu sama kamu? "


"Apa yang ibu ingin bicarakan silahkan saja Anin bakal mendengarkan? "


"Apa.mungkin Nin motif uwa Rani mwmbunuh ayahmu kerena nggak ada reatundari nenek kamu? " tanya ibu Ayu.


"Masalahnya ibu dan bapak pernah mengusir Rani dari rumah, "


"Ibu merasa benci banget pada Rani waktu itu! Sampai ibu merasa kasihan sama Rani, waktu ibu mau. menghampiri Rani ibu dilarang sama nenek kamu. "


"Sampai uwa Darman menikah, Rani. memang datang menghadiri pernikahannya taoi ibu dan bapak malah memukul dan mendorong tubuh Rani dengan kuat samoai Rani terjatuh. "

__ADS_1


Ibu Ayu dengan jelas dan detilnya menceritakan kejadian yang keenah terjadi pada Rani, sejak saat itu Rani menghilang entah kemana tidak tahu timbanya.


Tapi ketika Ayu dan Hamdi. menikah ia. muncul kembali, tapi waktu itu kakek Anon sudah meninggal merena sakit tinggal nenek masih segar bugar.


"Rani datang kembali saat ibu dan ayahmu sudah menikah, ia juga cerita kalau ia punya saudara perempuan taoi nggak cerita siapa saudaranya itu! "


"Rani belum menikah waktu ibu dan ayahmu menikah, ia malah berkomentar begini 'aku. lebih senang sendirian dulu lah, nanti kapan kapan aku menyusul kalian menikah,' kata Ra i waktu itu,"


Zahra hanya diam saja. mendengarkan saja apa yang di ceritakan oleh ibunya. Zahra melakukan itu kerena ada kesempatan berdua dengan. ibunya di rumah.


Sedangkan mama, uwa Rani, Ana dan Raya berasa di rumah uwa iyan. Mereka janjinya malam ini akan ada bakar bakar dan pesta. Ya sudah Zahra dan ibu Ayu berkesempatan mwncurahkan hati dan perasaan sebagai seorang ibu dan anak.


Kerena moment ini tidak pernah terjadi lagi, ya baru kaki ini ibu Ayu menyebut nama Anin pada Zahra dan menyebut ibu pada Ayu.


"Rani menghilang kembali selama satu tahu, dan muncul kembali saat kamu lahir. Dan kamu bayi, Rani pernah mengendong kamu dan menghilang kembali dan sekarang baru muncul lagi! "


"Ibu juga nggak ngerti apa yang terjadi pada dirinya, dan yang lebih terkejut lagi jbu mendenar kalau anak nya nggak. mau mengutusnya. "


"Jadi uwa Rani menceritakan semuanya tentang kehidupan oads jbu? " tanya Zahra.


"Tapi sampai sekarang jbu nggak tahu dimana anak anak Rani, keberadaannya jiga ibu nggak tahu."


"Nin, ibu curiga pada anak anak Rani? "


"Maksud , ibu? "


"Apa anak Rani itu fiktif atau fakta? "


"Ibu curiga kalau ia belum menikah, tapi mengaku menikah dan punya anak." ungkap ibu Ayu memandang wajah putrinya.


"Kenapa ibu bilang begitu? alasan nya apa bu ini. menduga bwgitu? " tanya Zahra menatap wajah ibunya.


"Kenpa kalau ia menikah dan punya anak nggak kasih kabar ibu dan ayahmu, sedangkan ra i. kan tahu jnu dan ayahmu tinggal di desa ini? " tanya wanita itu seperti pada dirinya sendiri.


"Nggak aneh sih ibu, bisa saja iwa Rani sibuk jadi nggak memberitahukan kabar bahagianya dengan ibu maupun ayah, " kata Zahra menolak atas alasan ibunya.


"Kalau ia nggak punya anak tapi kenapa ia mengaku punya anak? " tanya Zahra melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"Makanya ibu pengen. menyelidikinys Nin, tapi ibu sih masih bertanya tanya pada Uwa rani. "


"Bertanya tanya ala bu? "


"Banyak. Masalah pernikahan, anak, suami dan banyak. hal yang belum. ibu. ketahui. "


"Tapi ibu nggak bisa bertanya pada dirinya alalagi masalah pribadinya? "


"Jngan.lah bu. Eh! Bu waktu uwa Rani kesini ia nggak menanyakan ayah? " tanya Zahra baru keingetan.


Ia dan uwa Rani baru empat jari di desa itu, tapi Aura belim. keenah. mendengar uwa Rani menyentuh atau menanyakan keberadaan ayah, jadi seolah olah ayah iyu masih hidup, kan. kalau teman sejak kecil pasti akan menanyakan keberadaan ayahnya.


Ibu Ayu hanya bisa mengangkat kedua bahu. mendengar apa yang Zahra katakan padanya. Memang waktu pertama datang juga Rani tidak pernah menanyakan keberadaan Hamdi sama sekali.


"Seharusnya ya Nin, Rani menanyakan keberadaan ayahmu ini malah biasa saja? Jadi ibu curiga kalau misal, " ibu Ayu tidak melanjutkan perkataannya.


"Ibu! " jerit Zahra memotong kata kata dari ibu Ayu.


Zahra tidak mau berpikir macam macam, kalau midal Raniemang dalang dari pwmbunuhan ayahnya. Tapi mbok Inem sih masih kekeh kalau Darman lah yang membunuh Hamdi kerena Darman yang menguasai warisan yang harusnya diberikan pada Hamdi malah sekarang menjadi hal Darman.


Motif Darman merampas hak warisan Hamdi. memang kerena irinsama Hamdi, itu kalau di perhatikan memang masuk akal. Taoi kakau misal Rani yang membunuh Hamdi? Motifnya apa?


Tidak mungkin kan Rani membunuh Hamdi kerena orng tua Hamdi tjdak merestuai Rani dengan Darman? Zahra hanya bisa termenung saja. Dan membenarkan apa yang dibicarakan oleh mbok Inem padanya tentang warisan.


"Rani memang sahabat Hamdi, nggak mungkin lah melakukannya. Buat apa ia melakukan itu pada Hamdi dan Ayu. "


"Bu, aku lebih masuk akal yang dibicarakan oleh mbok Inem sih! Kalau uwa Darman lah yang melakukannya? Nggak ada campur tangan orang lain, " kata Zahra.


"Tapi, kata salah satu polisi yang menangani kasus kematian Narti, Narti di bunuh orang yang sama dengan kematian pak Rohman, pak karya dan Ayah? Ini yang jadintanda tanya Anin juga, bu. " kata Zahra menjelaskan kenpa ia dan pak Bram menyangkal ada keterlibatan antara kematian Narti dengan. kematian yang sebelumnya..


Sedangkan kematian tiga orang itu jaraknya dengan kematian Narti jauh sekali memakan waktu tahunan.


Tidak mungkin kan kematian Hamdi sama dengan sama dengan kematian Narti, kakau pembunuhnya beda? Kecuali kalau sama. Ditambah lagi pak Bram menceritakan pertikaian antara dirinya dengan Raninyangbdisangka istrinya.


"Apa mungkin ya bu, Rani juga terlibat? " tanya Zahra perih.


Ibu Ayu hanya bisa menatap wajah putrinya, ya sejak pertama kali. memang ia bertemu dengan Zahra seperti melihat sosok Hamdi pada diri Zahra, tidak tahunnya? Ibu Ayu tiba tiba merangkul dengan lembut tubuh Zahra, hadia iti terkejut saat tubuhnya di peluk oleh ibu Ayu, tapi ia membalas pelukan wanita itu. *

__ADS_1


__ADS_2