TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 183


__ADS_3

Di tempat yang lain. Zahra hanya bisa menghela nafas panjang, setelah ibu dan Ana di tempatkan di kamar depan. Zahra masuk kamar juga, ia duduk di dipan sambil memeluk guling sedangkan padangan lurus. 


"Mama sayang kamu Ra, apa yang mama lakukan sebenarnya untuk kamu Ra."


"Mama mau mengusahakan kamu Ra untuk dekat dengan mama. " 


Suara Rani dengan jelasnya terhiang di telinga Zahra. Waktu itu ia masih mengangap kalau itu mama nya--Ani. Ia sama sekali tidak curiga waktu itu, mamanya menelpon dan ingin ketemu di cafe. 


📱Ra, bisa ketemu mama di cafe B? 


Mamanya meminta dirinya untuk datang ke cafe yang disebutkan olehnya. 


📱ketemu? 


Zahra heran menerima telpon dari mamanya yang meminta ketemuan di cafe, tadi pagi sebenarnya ia dan mamanya sudah mengobrol banyak. Tapi sekarang mamanya ingin ketemu lagi dengannya, tanpa curiga apapaun Zahra mengiyakan. 


Waktu istirahat tiba Zahra langsung ke cafe dimana mama nya sedang menunggu, ia sama sekali tidak curiga apa apa pada wanita yang ada dihadapannya. Ia menyangka kalau wanita itu Ani mama nya bukan Rani. 


"Ma, kita kan tadi bicara? Ada apa sih ma? Tanya Zahra heran.


Gadis itu langsung duduk di depan mamanya hanya meja yang jadi penyekat saja. 


"Kamu pesan makanan dulu ya biar enak. " wanita itu menyodorkan menu yang ada di cafe itu kwhadapan Zahra. 


Gadis itu tidak bisa menolaknya kerena memang perutnya juga sedang minta isi, gadis itu memilih menu makan siang berupa nasi dan ayam krispy. 


Setelah memesan pesanan zahra langsung menyimpan menu itu ke tempat semula, ketika Zahra memesan pesanannya wanita itu tersenyum ke arah Zahra manis sekali, gadis itu erasakan juga ditatap oleh waanjt yang disebut mama olehnya. 


Akhirnya ia membalas tatapan mata mamanya, tapi Zahra langsung membuang tatapan mata ke arah lainnya. Ia merasakan tatapan matan wanita itu tajam dan mwnusuk hatinya yang paling dalam. 


"Ma, jangan menatap begitu sih sama Rara. " Zahra langsung protes pada mamanya. 


Tapi mamanya hanya diam wanita itu. Masih menatap Zahra seperti baru bertemu dengannya. 


"Ma! " pangg Zahra. 


"Ada apa? " 


"Ma, kenapa mama memanggil Rara kesini? Ada apa? Memangnya kalau bicara di rumah kenapa? " tanya Zahra bertubi tubi. 


"Mama sayang kau Ra?" ujarnya lirih. 

__ADS_1


Zahra hanya bisa menatap heran apa yang dibicarakan oleh wanita itu. 


"Maksud mama apa? Rara nggak ngerti apa yang mama bicarakan? " tanyanya. 


"Mama nggak mau kamu kembali lagi pada ibumu? Mama nggak mau kehilangan kamu! " ketus Rani. 


"Ma, itu ibunya Anin! " teriak Zahra. 


Ia tidak bisa terima kalau ia harus meninggalkan wanita yang telah melahirkan dirinya. Jadi Zahra sangat terkejut saat mamanya bicara itu padanya. 


"Nggak! Kamu tetap anak mama dan selamanya anak mama," 


Mamanya malah mengucapkan itu pada Zahra yang membuat dirinya shock mendengar apa yang di katakan oleh mamanya. 


Brak! 


Rara kesal mendengar mamanya seperti itu! Tidak segan segan menggebrak meja dengan kerasnya, sampai wanita yang dipanggil mama yang ada dihadapannya terkejut sekali. 


"Mama kenapa seperti ini ma? " 


Zahra tidak tahu kalau yang berhadapan dengan nya bukan mamanya tapi Rani! Zahra tidak menyadari itu semuanya. Kerena ia tidak tahu kalau sebenarnya Rani adalah kakak kembaran Ani mama angkatnya. 


Gadis itu meninggalkan tempat itu! Tapi Rani langsung mencegah Zahra untuk pergi dulu, hadia itu menepiskan tangan wanita yang disangka mamanya tapi nihil. 


"Kamu jangan main kabur saja! Mama belum beres bicara! " 


"Ma, Rara nggak mau bicara masalah ini? Rara lebih bIk pergi dari sini! " jerit Zahra keraa. 


Pengunjung cafe semuanya memandang kearah Zahra yang sedang berusaha melepaskan genggaman tangannya dari tangan Rani tapi gagal! 


Gadis itu merasakan risih kerena banyak teedengar bisik bisik lirih. 


"Ma, apa yang harus kita bicarakan lagi. Rara nggak mau bahas yang tadi! " tekan Zahra tegas. 


"Ya usah kita makan dulu! Sayang kan kalau makanan nggak di makan. " kata wanita itu sambil melepaskan genggaman tangan Zahra. 


Gadis itu menghela nafas panjang, mau tidak mau akhirnya ia mau makan kerena memang dari tadi perutnya meminta isi apalgi ini waktunya  istirahat.


"Mama hanya ingin kamu hidup bersama mama saja jangan ada orang lain laginselain kita berdua. " kata wanita itu sambil menyuapkan nasi terakhirnya ke mulut. 


"Kita berdua? Maksud mama bagaimana? Kan kita ada papa juga! " Zahra menatap heran. 

__ADS_1


Ia memang heran apa yang di bicarakan oleh mamanya. Wanita itu malah menginginkan hidup berdua bersama dirinya sedangkan disisi lain ada papa. Zahra benar benar tidak mengerti apa yang dimaksud mamanya. 


"Kalau masalah papa kita atur lagi deh! " senyum wanita itu. 


Zahra hanya bisa mengangguk tanpa tahu apa yang dimaksud oleh wanita itu. 


Zahra terkejut saat ada tangannya menyentuh bahu nya, ia langsung meninggal ke belakang ingin tahu siapa yang menyentuh bahunya. 


"Papa! " panggilnya terkejut. 


Pak Bram telah mendengar apa yang terjadi pada Zahra dari istrinya ia langsung mendatangi Zahra ke kamarnya. Beberapa kaki diketuk tapi ia tidak mendengar ketukan pintu yang diketuk oleh pak Bram. 


Akhirnya pak Bram membuka pintu, pintu kamar tidak dikunci dan ia melihat Zahra duduk termenung saja seperti memikirkan  sesuatu. 


"Apa yang kau pikirkan Ra?" tanya pak Bram lembut. 


"Uwa Rani pa. "


Pria itu hanya mendengus mendengar nama Rani disebut. 


"Kenapa sih kamu mengingat nama itu Ra? "


"Bukan mengingat sih la, tapi ingat selewat." kata Zahra samb tersenyum.


Gadis itu tahu kalau sebenarnya pak Bram tidak menyukai Rani, apalagi kalau diingatkan pada peristiwa yang telah lampau. Waktu dulu di rumah uwa Iyan juga pak Bram tidak mau lama lama di rumah uwa iyan ia lebih baik balik lagi ke kota daripada menemani istrinya di desa itu apalagi ada Rani. 


Gadis itu tahu kalau papa nya nggak suka pada Rani apalgi kalau ia menyebut nama Rani dihadapannya, ditambah lagi mungkin kejadian beberapa bulan yang lalu di villa! 


"Rara heran kenapa wanita itu menginginkan Rara itu yang Rara nggak ngerti! Sedangkan ia tahu Rara punya ibu dan ayah! " curhat Zahra pada papanya. 


"Sebenarnya ia ingin manfaatkan kamu untuk melindungi dirinya karena telah membunuh ayahmu! " sembur pria itu geram. 


Pak Bram akhirnya menceritakan apa yang diceritakan oleh uwa Iyan alasan Rani yang begitu antusias ingin merebut Anin dari tangan Ayu. 


Zahra hanya bisa terdiam saja saat papa nya menjelaskan alasana apa yang disampaikan uwa Iyan padanya, ia sama sekali tidak tahu kalau Rani punya pikiran seperti itu. 


"Papa tahu ini dari uwa iyan. Sebenarnya kalau kamu berada disampingnya Rani ingin kamu yang membela nya biarpun posisi diri salah. " 


"Birpun Rara berada disampingnya kemungkinan Rara nggak mungkin membela dirinya kalau memang dirinya salah! "  Zahra heran atas pikiran dari Rani yang begitu sempit menurutnya.


Ia. mendekati Rani mungkin hanya untuk mencari cara supaya wanita itu mau menyerahkan diri pada polisi, kalau wanita itu tidak mau ya terpaksa ia akan melakukan tindakan lebih dari itu!*

__ADS_1


__ADS_2