TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 163


__ADS_3

Tanpa ibu Ani sadari, Zahra melihat apa yang dilakukan ibu angkatnya yang berdiri di jendela dengan tatapan mata kosong, gadis itu merasakan kalau wanita itu ada sesuatu yang di pendam. Kerena pintu kamar dibiarkan terbuka jadi wajar kalau misal Zahra melihat apa yang dilakukan oleh mamanya. 


Zahra mendekati wanita itu, dengan lembutnya menyentuh bahu wanita yang selama ini mengurusnya.


"Ma, kenapa? " 


Zahra terkejut saat ia mendekati wanita itu malah mengeluarkan cairan bening di matanya. Mamamya menangis sendirian di dalam kamar.


"Rani sudah gila!" Sembur ibu Ani saat Zahra berdiri di sampingnya. Wanita itu langsung berjalan menuju dipan dan duduk diatas dipan dengan perasaan yang tidak karuan sam sekali. 


Zahra melihat ada pancaran yang berbeda saat ia melihat wajah wanita itu. Rani akhirnya mengikuti ibu Ani duduk di samping wanita itu. 


"Uwa Rani? Mwmangnya kenapa dengan uwa Rani? Sekarang dimana sekarang! Tadi Rara ke rumahnya tapi wanita itu nggak ada." Kata Zahra. 


Memang tadi sepulang dari kantor ia langsung menuju rumah Rani hanya ingin bicara dengan wanita itu. Tapin ketika ia sampai di rumah itu, keadaan rumah itu sepi sekali. Pintu tertutup rapat apalagi gerbang rumahnya juga si gembok. 


Akhirnya Zahra pulang ke rumah dengan perasaan yang tidak bisa dilukiskan sama sekali, ia benar benar ingin sekali menghajar wanita itu tapi wanita itu tidak ada di rumahnya. 


Pulang juga ia masih kesal, dan samoai kw rumah mamanya malah mwnyebut nama Rani. Otomatis Zahra terlihat geram pada Rani apalagi mendengar namanya disebut oleh mama. Terlihat wajah Zahra merah padam menhan semuanyantaoi ia berusaha untuk menahannya. 


"Tadi Rani. Menyuruh mama tuker posisinya, Rani ingin jadi mama dan mama jadi dirinya."


"Nggak! Aku. Nggak setuju. Kenapa ia ingin seperti itu, melimpahkan kesalahan dirinya lada orang lain! " Teriak Zahra geram. 


"Dia hanya ingin dekat dengan Vito dan kamu, mama nggak mau sama sekali. Itu sama saja dia menjebloskan mama ke penjara tanpa mama salah. " 


"Kurang acara juga sih dia! " 


"Apa dia pikir ini. Lelucon! Apalagi sekarang semuanya terungkap kalau memang dia yang jadi pelakunya sih! " 


Zahra mengepalkan tangannya mendengar apa yang mamanya katakan pada dirinya. Ia benar benar habis kesabaran menghadapi Rani yang seperti belut licin. 


"Dia kakak beradik benar benar sadis! " Lanjut Zahra. 


Ia mwngucapakan itu ingatannya pada Rani dan Darman yang telah melakukan tindakan anarkis tanpa prikemanusiaan. 


"Mama juga nggak mau maafin tingkah laku dia! " Tegas ibu Ani. 


Ia mengepalkan tangannya meninju tempat tidur yang ia duduki, ia benar benar emosi pada kakak yang tidak pernah hidup bersama dalam naungan kasih sayang orang tua yang sama. 


"Pantas kalau nenek kamu nggak pernah merestui pernikahannya." 

__ADS_1


Sembur kata kata Ani dengan kesalnya ia lupa kalau sebenarnya Darman dan Rani tidak direstui juga bukan kerena tingkah laku Rani tapi memang mereka saudara beda bapak  


"Bukan itu kali, ma. Mereka saudara."


Kata Zahra. Gadis itu nyakin senyakin nyakinnya kalau misalkan Darman dan Rani bukan saudara kemungkinan  besar Rani bakal menikah dengan Darman semuanya bakal menjadi bumerang buat ibu dan ayahnya dimasa depan. 


Tapi ia juga tidak tahu pasti sih! Kalau memang mereka bukan saudara kemungkinan tidak makan terjadi apa apa pada keluarganya. 


Untuk saat ini Darman dan Rani telah melakukan hal yang tidak pernah ia banyangkan sama sekali. 


"Kalian jahat kalian nggak pernah mikirin aku, aku hanya ingin bebas! " Teriak  Rani yang tiba tiba datang ke rumah itu. 


Wanita itu masuk ke dalam rumah dan berdiri di ruang tamu dengan tatapan yang penuh kebencian, kerena apa yang ia inginkan tidak pernah tercapai sama sekali. 


Zahra yang mendengar Rani datang langsung beranjak dari tempat duduk dan keluar dari kamar mamanya. Di luar kamar terlihat Rani berdiri ia menatap kedatangan Zahra. 


"Kamu yang seharusnya berpikir! Kamu mau mengorbankan kebahagian orang lain demi kebahagiaan kamu sendiri! Kamu gila! " Teriak Zahra menatap wajah wanita itu. 


"Mama! Apa yang diceritakan Zahra benar? Kalau aku bukan anak papa secara nasab! " Teriak Vito yang tiba tiba datang. 


Kedatangan Vito bukan saja membuat Rani dan Zahra terkejut? Kerena di belakang Vito muncul sosok pria yang selama ini buronan polisi! 


"Kang Darman! " 


Kedua wanita yang berbeda usia bergumam bersamaan, Ani yang masih di ambang pintu hanya bisa melihat keduanya, ia tidak menyangka bakalan bertemu dengan Darman dalam keadaan seperti ini. 


"Ma jawab aku! Aku hanya ingin tahu,  mama lakukan ini sama aku? " 


"Aku juga membawa pria yang kau maksud pria yang pernah mengisi kehidupannya mama sebelum adanya aku! "


Vito menatap wajah Rani dengan tajamnya. 


Rani yang tidak menyangka Vito akan bicara itu ia hampir saja terjatuh, tapi untung nya ia bisa bertahan. 


"Ma, kenapa mama lakukan ini? Kenapa? " Teriak Vito. 


"Mama lakukan ini kerena mama nggak suka sama neneknya Anin. " Kata Rani mantap Rani. 


Vito menatapnya Rani tajam. Sejak bertemu dengan Darman, Vito sebenarnya merasa heran dan penasaran pada nama nya Anin dan sekarang wanita yang melahirkan  menyebut nama Anin. 


"Kenapa? Sampai mama membunuh pak Rhman! " Teriak Vito meraung. 

__ADS_1


Vito dengan spontan melabrak Rani yang berdiri di hadapannya. Rani yang tidak menduga langsung kaget menerima lanbrakan dari Vito. Vito memukul tubuh Rani dengan kerasnya, Zahra yang melihat itu langsung menarik tangan Vito untuk menjauhi dengan Rani.


"Diam! Biarkan aku lakukan ini sama wanita yang tidak punya hati! " Teriaknya Vito geram sambil mendorong tubuh Zahra. 


Plak! 


Sebelum Vito berhasil mendorong Zahra, gadis itu berhasil menampar wajah Vito beberapa kali. Zahra menatap wajah Vito dengan tajamnya, Vito yang tidak menyangka hanya bisa mendengus. 


"Itu mama kamu Vit, kamu jangan seperti itu sama mama kamu! "


"Mama? Mama yang nggak pernah jujur sama anaknya sama sekali!" Teriak vito. 


"Bagaiamanapun kami harus hargai mama kamu vit!"


Rani yang melihat pembelaan dari Zahra hanya diam saja, ada perasaan yang lain dihatinya. 


"Aku nggak akan menghargai dia sebelum dia menghargai aku Ra! " 


PLAK! 


Zahra memukul pipi Vito sekaki lagi! Vito merasa tersulut oleh Zahra yang memukul dirinya. 


"Kamu nggak pernah merasakan apa yang aku rasakan ra, kamu. Enak punya orang tua. Lengkap biarpun ayah kamu mwninggal." Terima Vito getir. 


Rani teegugu mendengar kan apa yang Vito katakan dihadapannya. Ani dan Darman hanya diam saja. Mereka berdua hanya mendengarkan apa yang dibicarakan oleh ibu dan anaknya ditambah zahra. 


"Mama nggak ceritakan semuanya. Karena mama takut kalau kamu nggak percaya diri dan, "


"Dan apa ma, mama tahu? Aku lebih percaya sama mama tapi nyataan cerita tentang papa seperti itu! "


"Seperti apa?" Tanya Rani menatap putranya. 


"Mama nggak pernah jujur pada Vito anak biologis papa, kenapa mama lakukan itu sama papa. Papa nggak pernah tahu Vito ada didunia ini. " Kata Vito. 


Rani menghela nafas panjang mendengarkan apa yang Vito katakan, sebenarnya ia lakukan hanya ingin menjaga hati Vito apalagi mendengarkan cemoohan dari teman teman yang lainnya. 


"Mama lakukan ini kerena mama nggak suka kalau ada wanita lain yang masuk dalam kehidupan keluarga Hamdi. Mama hanya ingin mama saja yang ada diantara mereka, mama nggak suka sama Ayu yang diakui langsung."


"Uwa tahukan kalau uwa dan uwa Darman saudara kenapa harus menyalahkan nenek. Menurut Rara nenek nggak salah tapi menyelamatkan kalian berdua. " Hujam Zahra yang tidak suka Rani yang selalu menjelekan neneknya yaitu orang tua dari ayahnya.


Rani langsung terdiam seketika juga mendengar apa yang Zahra katakan, apa yang gadis di depannya ada benarnya kuga tapi ia sekali menyalahkan neneknya Zahra. *

__ADS_1


__ADS_2