TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 85


__ADS_3

“Mama!” panggil Zahra pada wanita itu!


Ya hari itu mereka langsung ke rumah wanita itu, termasuk ibu Ani ketika sampai rumah, rumah masih dalam keadaan biasa saja tapi ada serakan barang yang masih belum dibersihkan sama sekali, ia juga terkejut melihat wanita itu hanya duduk di depan pintu mau ke arah ruang makan. Duduk sendirian pandangan lurus ke depan.


Ketika mendengar suara Zahra, wanita itu langsung menoleh kearah suara..Zahra langsung memeluk wanita itu, sedangkan wanita itu langsung beranjak dari duduknya dan menyongsong Zahra


"Maafkan mama sayang, maafkanama sayang!" Ujarnya sambil memeluk tubuh Zahra.


Gadis itu terharu mendengar kata kata wanita itu. Sedangkan Narti dan ibu Ani hanya melihat semuanya saja.


"Kamu kenapa senyam senyum seperti itu?" Tanya ibu Ani menatap wajah Narti yang senyam senyum seperti megingat sesuatu.


"Nggak apa apa kok, Bu. Saya hanya ingat non Zahra yang merasa heran waktu saya bawa mobil majikan saya," tawa wanita 30 tahunan itu.


"Lho! Bibi bisa mobil!" Teriak Zahra waktu mereka akan menuju rumah wanita itu.


Ya Zahra sempat terkejut melihat Narti yang bisa membawa mobil sendirain, wanita 30 tahun hanya tersenyum saja saat melihat Zahra menatap tidak berkedip.


"Saya juga nggak percaya kalau kamu bisa, tapi kenyataannya kamu juga bisa, salut deh!" Ibu Ani mencipir.


"Yaelah Bu." Gerutu Narti.


Sedangkan Zahra dan wanita itu masih berpelukan satu sama lainnya. Ada ra ada haru menyelimuti hati wanita itu.


“Rara!” seru wanita itu kaget saat melihat Zahra memeluk tubuh nya.


Wanita itu langsung berdiri saat Zahra menghampirinya, keduanya saling peluk sedangkan Narti dan ibu Ani melihat adegan itu tanpa berkedip sama sekali.


“Maafkan mama sayang, mama telah,” isak wanita itu menyebut dirinya mama pada Zahra sedangkan ia tahu kalau ia bukan mama Zahra.


Wanita itu langsung melepaskan pelukannya dan menatap Zahra dengan kerinduan yang tersirat dalam hatinya.


Ibu Ani yang melihat itu hanya terpaku, saat melihat wajah wanita itu ada sebuah kerinduan yang begitu terlihat dalam hatinya.


“Nggak apa apa ma, mama nggak salah. Maafkan Rara juga kerena Rara nggak tahu apa apa.”


Jawab Rara sambil tersenyum dan menatap wajah wanita itu dengan lembut. Wanita itu sangat bahagia sekali melihat Zahra tersenyum kearahnya.


Sedangkan Narti dan ibu Ani tidak jauh dari sana membiarkan wanita itu memeluk tubuh Zahra dengan erat sekali.

__ADS_1


Wanita itu! Sama sekali belum mwnyadari kakaunada orang lain selain mereka disana, tapi ibu Ani membiarkan saja.


PLAK!


Tiba tiba semua orang dikejutkan oleh sebuah tangan melayang dengan cepat menyentuh pipi wanita itu! Sampai wanita itu terpekik kesakitan, wanita itu dan Zahra langsung melihat siapa orang yang tiba tiba datang tanpa permisi lagi.


Zahra yang tidak menduga langsung melihat pada orang yang telah berani memukul wanita itu! Ia menyangka kalau mamanya yang memukul pipi wanita itu tapi bukan.


Zahra terkejut saat melihat Ana yang tiba tiba ada di ruimah itu, ya Ana yang menampar muka wanita itu dengan keras, sampai wanita itu terkejut tidak menyadari kalau Ana datang dan menamparnya dengan keras.


“Kamu? Kamu bagaimana tahu rumah ini?” tanya wanita itu beringas saat tahu kalau Ana telah berdiri di hadapannya.


“Nggak perlu tahu kamu aku tahu dari mana tempat ini pukulan itu pantas untukmu!” cerca Ana.


“Dek! Hentikan!” teriak Zahra saat melihat Ana akan memukul wanita itu lagi.


“Kenapa? Kakak bela wanita iblis ini. Wanita yang nggak punya hati!"sembur Ana penuh dengsan kebencian.


Saat Ana menyebut Zahra dengan sebutan kakak, wanita itu terkejut. Tapi belum sempat bertanya Ana malah memukul wajahnya kembali.


PLAK!


"Awwh!" Jerit wanita itu spontan sambil memegang pipinya yang terasa panas dan sakit sekali.


"Biar kak, biar ia merasakan apa yang dirasakan aku dan ibu,"


"Na, kalau kamu melakukan ini sama saja tingkah lakku ku dengannya." Ingat Zahra menatap adiknya.


"Ana langsung diam. Ibu Ani yang melihat itu langsung menarik tubuh Ana untuk menjauhi wanita itu, tapi gadis itu malah berontak tidak bisa menerimanya.


“Na, jangan seperti ini?” tanya ibu Ani menghalangi Ana untuk menyakiti wanita itu.


“Kenapa? Apa kerena dia sengkongkol sama kamu!”sembur Ana tidak suka.


Ana menghindar saat tangan ibu Ani ingin memegang tanganya.


“Dek! Jaga bicara kamu!” Zahra menatap tajam Ana.


“Kenapa?” tanya Ana marah.

__ADS_1


“Aku nggak terima kalau wanita itu melakukan itu pada aku dan ibu! Aku bakal tuntut ia sampai kapanpun!”teriak Ana geram.


Ana hampir saja menyerang wanita itu dengan ganasnya, tapi Zahra langsung menarik tangan Ana untuk menjauhi wanita itu! Kalau sampai tidak mungkin Ana bakal melakukan kekerasan wanita itu. Sampai Narti dan ibu Ayu yang ada di sana juga terpekik, mereka sama sama tidak menyadari kalau Ana mengikuti.


“Biar kak, jangan jangan kamu juga yang mengeluarkan uwa Darman dari penjara! Apa kerena uwa Darman menghianati cinta kamu sampai kamu melakukan ini padaku dan keluargaku!" Teriak Ana marah.


“Kamu anak Hamdi juga?”Tanya wanita itu kaget.


Saat ia mendengar apa yang dikatakan Ana pada dirinya. Ada pancaran kebigungan di wajah wanita itu saat menatap kedua gadis dihadapannya.


Ditatapnya wajah Ana dengan tajam sekali, hatinya tidak menyangka kalau Hamdi mempunyai anak dua. Wanita itu menyangka kalau Hamdi punya anak satu yaitu Anin yang di panggil Zahra.


“Kenapa kalau aku anaknya Hamdi?”


“Jadi kalain anak Hamdi dua duanya?” pekik wanita itu sangat terkejut mendengar pengakuan dari Ana.


Ia menyangka kalau Ana bukan anak Hamdi.


"Kenapa kalau aku anak Hamdi, kamu jangan ngaku ngaku kenal ya sama ayah!" Teriak Ana kesal.


Gadis itu langsung pergi begitu saja, dari rumah itu!


"Na!" Teriak Zahra.


Ia mengejar Ana, sebenarnya ingin menjelaskan apa yang terjadi lada gadis itu! Tapi Ana malah menepiskan tangan Zahra.


"Ya sudah kalau kamu begitu, aku nggak akan pernah ingin ketemu kamu lagi, Na!" Teriak Zahra kesal.


Ana yang telah melangkahkan kakinya langsung berhenti kerena mendengar suara Zahra berteriak seperti itu, Ana langsung membalikkan badannya menghampiri Zahra.


Zahra pura pura membalikan badannya tidak mau menatao wajah Ana, tapi ahdia itu langsung memeluk Zahra dari belakang.


"Maafkan Ana kak, Ana masih kesal dan ingat wanita itu memperlakukan ibu nggak baik.


Kata Ana memberikan alasan kenapa ia seperti itu.


Zahra melepaskan pelukan tangan Ana, ia membalikan tubuhnya dan memegang bahu Ana dengan lembutnya.


"Jangan dendam seperti itu nggak baik, lebih baik maafkan apa yang terjadi."

__ADS_1


"Kakak juga sama uwa Darman.," Sindir Ana cuek.


"Itu lain lagi. Ayah, pak Rohaman dan pak Karya ngga salah, ia wajib mempertangungjawbkan kelakuannya." Suara Zahra lembut sambil membenarkan rambut Ana yang tergerai.*


__ADS_2