
"Bunuh saja kakau mmbuat kita terkuak! " cerca Rani.
Wanita itu tidak menyangka kalau Karya akan nekad melaporkan kebenaran pembunuhan yang teejadkmlada pada rohani. Ia sama sekali belum sanggup hatus menanggung hidup di penjara apalagi ia kini bernadan dua.
"Kalau.melawan! Lawan lagi dia jangan diberi. kesempatan untuk kabur!"
"Oke! aku bakal lakukan demi. kamu kok!"
"Tapi Marni dan Nining bagaimana? " tanya Darman.
"Mereka nggak bakal berani membuka mulut jadi tenang saja, jangan sampai mereka kali. le desa ini! " ancam Rani. mendengar kalau dua orang itu tidak akan kembali. lagi.
"Baik, aku bakal lakukan semuanya."
Darman memgangguk dan. mengiyakan ala yang dikatakan oleh Rani. Saking sayangnya sama Rani, ia mengikuti apa yang wanita itu katakan ya biarpun ia harus melanggar hukum. yang berlaku.
Malam itu! Darman yang membunuh Karya dan Hamdi dengan sasisnya, tubuh handi disayat bwbrapa sayatan serta ada beberapa tusukan yang melukai kulitnya.
PLAK!
Rani mwngamum seketika juga saat mwndenhar Hamdi teebunuh di tangan kakaknya sendiri!
"Mampus kau! " teriak Rani memukul dan menyepak tubuh Daramn dengan ganasnya.
Darman hanya diam saja saat rindu Rani mwndarat di pipi, tubuh, tangan dan sekujur tubuhnya.
"Aku hilap! Aku hilap! "
Raung Darman.
"Kamu sudah aku ingatkan jangan bunuh Hamdi! kenapa kamu lakukan itu kang! Kenapa? Raung Rani menangia.
Ya pagi itu ia mendengar kalau Hamdi di gemukan bersama dengan tubuh Karya yang penuh luka sayatan serta benturan yang menyakitkan Hamdi meninggal hati itu bersama dengan Karya.
"Anin! Anin sekarang dimana? Seharusnya kamu culik si Anin bersama-sama dengan kematian Hamdi! "
"Aku lupa Ran, aku lupa. Aku nggak tahu Anin dimana kata orang Anin menghilang! " kata Darman.
Darman tudak sengaja mendengar kalau Anin menghilang saat Hamdi meninggal!
"Aku juga nggak tahu Anin kemana? Kata orang Anin. mengikuti naku yang sedang mwnyered tubuh ayahnya, taoi aku juga mendengar kalau Anin kabur. " kata Darman menjelaskan.
Bajingan kau kang! Kataku juga nggak usah bawa bawa Hamdi dalam urusan kita! Kenapa kau harus ke rumahnya? " twnya Rani tjdak mengerti.
"Kamu benuh Karya dimana? Kenapa harus Hamdi juga ikut dibunuh! " cerca Rani.
Ra i sebenatnya mwnyituh Darman tjdak udah ke rumah Hamdi, kalau misal Darman sudah membunuh Karya taoi kenyataannya malah. lain lagi.
" Aku ke rumah Hamdi kerena aku takut kalau ada orang yang tahu, jadi aku. menyelidiknya. " alasan Darman.
"Ngak.masuk akal! "
Rani benar benar tidak mengerti pada Darman, percuma menjelaskan juga tentang rencananya oada Darman kalau laki laki yang ada di hadapannya malah seperti itu.
__ADS_1
"Kang! jawab lah pertanyaan ku? Kenpa kau. lakukan itu? " tanya Rani smbil duduk di depan darman.
"Aku datang juga kerena ingat apa yang dikatakan hamdi, Ran. Ia. menyuruh kau buat menyatakan kejujuran ku aku nggak. mau masalahnya kalau aku lakukan itu aku. kasihan sama. kamu. "
"Ya jangan di bunuh kang! "
Rani benar benar shock dan tidak. menyangkal kamu. Darman. harus. menghabiskan hamdi, dan. di tambah lagi Anin. raib tanpa bekas.
"Aku mohon cari Anin. sekrang juga! Aku. bakal bawa ia. ke kota. " tegas Rani.
Dengan malasnya. Darman langsung beranjak dari duduknya menunumluar, hri. itu. ia bwnat benar tidak menyangka kalau. ia salah satu pembunuh adiknya.
"Di kenapa harus kamu yang meninggal?"
"Di, kamu nggak tahunkakau aku hamil. anak. kamu? "
"Bagaiamana aku bicara pada kamu? "
Kata Rani sendirian..
"Aku harus cerita pada siapa lagi tentang kamu pada anak kita nanti, aku nggak. mau nasibnya sama dengan aku. "
"Di, kenapa nasib anak kita sama denganku? "
"Apa yang aku jelaskan. pada dia kalau. ia telah lahir nantinya? "
"Apa aku harus jelaskan. kalau. kau dibunuh oleh uwa sendiri! "
Siang hari kedua tubuh itu di. kuburkan. Ayu dan Ana hanya diam saja, apalagi Ana yang yudha tahu apa apa tentang kematian ayahnya hanya tersenyum. melihat orang banyak ia gembira sekali.
"Yu, maafkan aku Yu, aku nggak ingin membuat kamu menangis. " bisik hatinRani dim kejauhan.
Ia sengaja tjdak. menampakan dirinlada Ayu dan orang orang disana biar merka tdak curiga atas keberadaannya. Memang kalau datang juga mungkin warga nggak akan curiga tapi istrinya Darman? Itu yang ia takutkan sebenarnya.
"Yu, maafkan aku ya aku. nggak. mau seperti ini. Aku nggak bakal melupakan apa yang kwenah terjadi pada kejadian ini."
"Aku sebenarnya ingin. membawa Anin. bersama. aku tapi Anin. kemana Yu, kamu. jangan menangis seperti itu lagi. "
Rani berbicara sendirian seperti berbicara di jadian Ayu yang sedang sedih dan. frustaai atas meninggalnya siamia dan mwnghilangnya Anin.
Bukannya Darman saja yang mencari keberadaan Anin. Marno suruhan Marni juga mencari Anin..
"Bu, kata kabar sih! Anin juga di bunuh oleh Darman! "
"Apa? Darman tega sampai membunuh Anin, alasan laki laki itu membunuh Anin. itu apa? " tanya Marni. menatap orang suruhanya.
"Menurug kabar Anin melihat siapa yang pembunuh ayahnya. "
"Apa benar itu? Kok bisa. ia. melihat semuanya! " seru Marni heran..
Ia tahu kejadian kematian Hamdi dan Karya itu. malam hari, jadi ia kaget kalau misal Anin melohat semua adegan kekerasna yang dilakukan oleh Darman pada ayah Anin.
"Anin di bunuh bsama Darman kerena bocah itu mengikuti ayahnya yang dibawa oleh Tio dan Darman. "
__ADS_1
"Rumah mereka kosong, ibu Ayu dan uwa iyan yang mengantarkan ibu Ayu berobat Ana yang sedang sakit. "
"Mbok Inem? " kejar nya.
"Katanya malam itu mbok Inem di rumahnya bukan di rumah hamdi. "
Marno menjelaskan pada majikannya kenapa Anin sampai keluar dari rumah. Marni mwmbanyangkan tubuh kecil Anin di koyak. oleh Darman.
"Tapi sampai sekarang Anin belum ditemukan mayatnya. " sambung Marno.
"Semoga saja dia selamat, " gumam Marni miris.
"Terus sekarang bagaimana keadaan dari Ayu? "
"Terguncang melihat jasad suaminya seperri itu. "
Marni membanyangkan Ayu melihat tubuh suaminya yang tanpa nyawa, ia sangat terpukul mendengar kejadian itu. Kejadian. yang membuat ia malah menjauh dari desa itu!
"Mungkin saja ia selamat bu,"
"Saya berharap Anin selamat dan saya akan. menceritakan semuanya pada Anin. kalau ayahnya nggak pernah salah."
"Kalau misal Anin juga mengalami hal yang sama dengan ayahnya? " tanya Marno menatap majikannya.
"Kita cari Ana. Dia harus tahu kebenarannya." ujar Marni.
Marni dan Nining terpekur, mendengar kematian dari orang lain. Nining apalagi hari itu ia tidak bisa ke desa igu! Hanya beberapa tetangga dan orang yang di kenalnya yang menyurus jenazah Karya.
"Bu, bagaimana jenazah kang Karya? " tanya Nining.
Marni hanya diam saja, ia tidak menjawab pwetanyan yang dilontatkan oleh Nining.
"Nasib kita sama Ning."
Berita Anin hilang bukan hanya Marni uang mendengar. Dugaan mulai terdengar kalau bocah 6 tahun itu di bunuh dan mayatnya di buang, ada juga yang mengatakan kalau Anin di kabur.
"Mang, kalau bisa cari. lagi keberadaan Anin, say nyakin bocah itu masih di sekitar sana. Kalau memang ia mengikuti dan menyaksikan apa yang dilakukan oleh Darman. "
"Iya saya akan mencari Anin, bu. semoga saja Anin bjsa kita ketemukan dan menjadi saksi apa yang terjadi pada ayahnya.
" Jangan sampai ada yang tahu kalau. kita mwncari Anin, masalahnya saya nyakin mereka juga mwnvari Anin untuk ndi bumuh! "
"Apalagi kalau benar Anin. yang melihat kejadian ayahnya dibunuh. Itu bisa dijadikan saksi suatu saat nanti. " lanjut Marni.
"Tapi kakau. memang Anin juga twebenuh kta punya harapan terakhir yaitu Ana. " lirih Marni.
Sedangkan orang yang dibicarakan oleh Marni yaitu Ayu. Wanita itu benar benar shock dan tidak menyangka melihat keadaan suaminya yang terkoyak tubuhnya.
"Siapa sih yang tega melakukannya? " tanya wanita itu.
"Anin.kamu pergi kemana? " tanya Ayu..
Ia benar benar harus kehilangan dua orang yang dicintai bersamaan. Tapi, hatin kecilnya masih belum. percaya kalau anaknya meninggal dan ada didalam hati kakau Anin hanya pergi dan akan kembali.
__ADS_1