
"Wanita biadab, wanita nggak tahu diri! " teriak seseorang waktu melihat ibu Ani yang sedang menyapu di halaman rumah ini Ayu.
Tiba tiba ada satu wanita yang datang langsung menerjang ibunAni, wanita itu heran kenpa tiba tiba ada wanita lain yang mwnerjang dan memukul dirinya. ibu Ani berusaha untuk tidak terpancing.
"Bu, ada apa? " tanya ibu Ani menatap wajah wanita itu.
"Kenpa kenpa? Kamu lupa! Namun yang membuat aku janda, semua gara gara kamu! " teriak wanita itu histeris.
BLANK!
Ibu Ani tudak mengertinapanyang di maksud wanita yang ada di hadapannya.
"Maksud kamu apa, saya nggak mengerti apa yang kamu bicarakan. Kalau kamu ingin bicara yang jelas supaya saya mengerti kemana arah bicara kamu! "
"Kamu Rani kan, kamu pacaranya darman yang dulu! Rani yang membuat saya janda, Rani yang telah membunuh suami saya. " cerca wanita itu geram.
"Apa maksudnya? " tanya Ani heran.
Ia belum mengerti apa yang dimaksud wanita itu! Jadi ibunaani masih blank dalam pembicaraan yang dilakukan wanita yang ada di hadpannya.
"Jangan mengelak. Pak Karya almarhum sudah bilang sama aku kalau kamu bunuh suami saya, saya kecewa sama kamu! Kamu yang harus di. penjara bukan pak Hamdi!" teriak wanita itu lantang.
Ibu Ani teebelalak matanya saat mendengar kata Hamdi. Ia langsung membekam mulut wanita itu dan menarik wanita itu ken suatu tempat yang lebih aman.
Wanita itu beeontak ingin melepaskan diri tapi ibu Ani terus berusaha untuk tidak. melepaskan wanita itu dari tanganya.
"Wah! kalian kenapa? " tanya Rani yang tiba tiba datang.
Rani langsung melepaskan tangan dari mulut wanita itu!
"Mirna! " teriak Rani terkejut saat, Ani mwlwpaakan tangan dari mulut wanita yang dibekap oleh Ani.
Bagian Mirna yang terkejut melihat dia wajah yang sama.
"Kamu.ngapain kesini? " tanya Rani terkejut sekali.
Tiba tiba jantungnya berdebat dengan. kertas sekali, ia tidak menyangka bakal bertemu dengan Mirna.
Mirna menatap wajah Rani dan Ani saling bergantian, ia terkejut melihat wajah yang mirip sekali. Dan salah satu. dari mereka mengenal dirinya sedangkan satunya hanya diam.
PLAK!
Mirna dengan. cepat melayangkan tangannya ke wajah Rani yang dekat dengan. dirinya. Raninyangbtudak. menduga hanya meringis kesakitan menerima. tamoaran yang sangat merasakan panas.
Melihat itu! Ani. langsung melerai. keduanya.
"Hai! Pagi pagi semua orang mengais rizki ini malah saling pukul!" teriak Ani sambil menghalangi Rani supaya tidak mwmukul Mirna.
"Dia yang duluan dia yang telah menjadikan aku! " teriak Mirna beeingas.
__ADS_1
Ia baru paham kalau wanita yang baru datang itu ada lah Rani, sedangkan wanita yang sekarang menghalangi adalah wanita lain yang mirip dengan wanita yang akan di serang nya.
Ani langsung membekap mulut Mirna untuk. kedua kalinya.
"Kamu bela dia ya! " Mirna menghindar dari tangan Ani.
"Cukup!" teriak Ani tegas.
"Ana! Na!" teriak ibu Ani kerasa memanggil Ana.
Tapi gadis yang dipanggilnya nihil tidak ada si dalam rumah. Sedangkan kedua waanita itu saling pandang kearah Ani dengan tatapan heran.
Karena tidak ada jawaban dari Ana, akhirnya ia menarik tangan mirna untuk. mengikuti kemana ia pergi. Mirna heran ia ingin melepaskan tanganya dari wanita yang mirip Rani. Tapi Ani tidak melepaskannya, Rani berdebar hatinya menatap Mirna.
"Kamu apa apa an sih! teriak Mirna.
" Kamu diam! Kalau kamu ingin selamat! "ancam Ani.
Sebenarnya Ani juga blank untuk menyampaikan pada wanita yang menyarangnya. Ia nyakin kaau Mirna salah satu saksi yang harus di lindungi taoinhatunya bertanya kenapa Mirna baru sekarang muncul? Siapa sebenarnya Mirna?
" Kita cari Ana yu! "
Ajak Ani hangat.
"Buat apa mencari Ana! " wanita itu masih belum. mengerti.
Ani melirik Rani. Tapi wanita itu menatap dengan tajam pada Ani, sebenarnya Ani hanya ingin wanita yang baru di kenalnya mengikuti dirinya tapi.
"Kamu mau selamat nggak sih! kalau kamu seperti ini bakalan maois kamu! " jerut Ani tajam.
"Aku hanya ingin kamu menyadari siapa dirinya! " bisik Ani.
Ani hanya takut kalau Marni bakal marah dan bertengkar dengan Rani bukan kerena apa apa. Apalagi ia mendengar dari. mulut Marni. kalau ia janda. Dan wanita itu menyerang dirinya sebelum. menyerang Rani, apalagi Rani mengenal Marni otomatis kedua nya saling kenlansatu sama lainnya.
Rani sebenatnya inhin mengejar Ani dan Marni tapi gagal, kerena Ayu datang menghampiri nya.
"Mau apa sih!" dengus nya kesal.
Dua kali ia gagal mengejar. Kemarin gagal mengejar Zahra dan Ani sekarang gagal mengejar Ani dan Marni. Ayu menatap wajah Rani dengan tajam sekali, mendengar dengusan dari Rani.
"Ada apa? "
"Nggak apa apa kok! " gelang Rani mengajak Ayu ke tempat yang nyaman.
Sedangkan Ani berhasil. membawa Marni. kw perpustakaan desa itu, ya Ana dan Zahra berada disana. Ibu Ani membawa Marni untuk menemui Zahra, hanya untuk menyelamatkan Marni.
"Ra, kamu kenal dengan wanita ini? " tanya ibu Ani ketika menghampiri Zahra dan Ana.
Kedua gadis itu menatap wajah Marni dengan tajam. Ana hanya menggelengkan kepalanya kerena ia sama sekali tidak mengenalnya. Sedangkan Zahra seperti samar samar mengenal wanita itu. blank.
__ADS_1
"Kamu! " Marni berteriak seperti mengingat wajah yang pernah ia. kenal beberapa tahun yang lalu.
"Aku. " kata gadis mengenalkan dirinya pada wanita itu.
"Anin? Anin putrinya pak Hamdi! " teriak Mirna kaget.
"Iya, aku Anin bu, ibu siapa ya? Ibu kenal dengan aku? " tanya Zahra.
Sedangkan Ana dan ibu Ani hanya diam saja membiarkan keduanya saling mengingatkan satu da lainnya.
Wanita langsung memeluk tubuh Zahra dengan. histeris nya, Zahra kaget mendapat pelukan dari wanita itu.
"Nin maafkan ibu ya maafkan ibu! " tangisan wanita itu masih memiliki Zahra dengan eratnya.
"Bu, ibu kenapa? ibu siapa? " tanya Zahra beetubi tubi. Zahra blank.
"Ibu Marni masa kamu nggak kenal sama ibu lagi! Kamu kenal kan sama ibu, " wanita itu lanhsung melepaskan pelukan dari tubuh Zahra dan menatap wajah gadis itu.
"Ibu Marni? " gumam Zahra mengingat nama itu. Nama familiar sekali dalam ingatannya.
"Ibu Marni istrinya pak Rohman? " Zahra berteriak mengingat nama wanita itu!
"Iya aku ibu Marni istrinya pak Rohman almarhum." aku nya
"Bu, ibu kemana saja! " seru Zahra mulai. mengingat wanita yang ada dihadapannya.
Sedangkan Ana dan ibu Ani membiarkan Zahra dan ibu Marni daling bernostalgia di masa lalu ya biarpun mereka berbeda umur tapi mereka nyakin kalau Marni dan Zahra bakal mengingat memory yang ada di desa itu! Apalagi Zahra pernah tinggal di desa itu ya biarpun singkat juga.
Zahra mendengar kalau sejak meninggalnya pak Rohman ibu Marni langsung meninggal akan desa itu entah ia pergi kemana, ia hanya mendengar dari selentingan orang kalau keluarga pak Rohman diancam oleh Darman.
"Maafkan ibu! ibu melarikan diri dari ancaman anak buah uwa kamu. " kata ibu Marni tanpa ragu ragu lagi.
"Ancaman? ancaman dari siapa? " tanya Zahra heran.
"Pasti dari pak Tito ya! " kata Ana menimbrung pembicaraan keduanya.
Ibu Ani thdak bisa mencegah Ana untuk berkomentar.
"Kamu? " tanya ibu Marni. menatap wajah Ana.
"Ana, bu. ibu pasti. nggak kwnlandwngn Ana ya? " Ana langsung cemberut.
"Ana adiknya Anin? " seru wanita itu kaget.
Ia tidak menyangka kalau gadis yang ada dihadapannya itu adalah outrunya Hamdi. Si tatap nya wajah Ana dengan tajam, wajah yang mirip dengan Ayu sedangkan wajah Anin mirip dengan Hamdi.
"Maafkan ibu ya, ibu nggak pernah jujur pada lakian dan ibu. malah kabirbsaat itu juga, sedangkan ayah kalian membutuhkan kejujuran. " ujar Ibu Marni murung.
"Bu, apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Zahra ingin tahu.
__ADS_1
"Ibu tahu siapa yang membunuh suami ibu? Apa ayah yang membunuh suami ibu? Anin bituh bantuan ibu? " kata Anin dengan cepat.
Ia tidak ingin men sia sia kan waktu sekarang kerena kemarin ayah yang seharusnya tidak bersalah malh mendekam di penjara dalam. kasus pembunuhan yang ia tidak pernah dilakukannya. *