TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 188


__ADS_3

Cafe X yang berada di jalan YX telah banyak dikunjungi oleh para pengunjung yang sengaja istirahat di sana. Kerena tempatnya yang strategis dan nyaman membuat cafe itu banyak dikunjungi orang di berbagai kota. 


Apalagi cafe itu tersedia dengan tempat lesehan yang indah dan nyaman full musik yang di putarkan disana. Makanan disana super lengkap. 


Darman dan Ani telah duduk santai di meja lesehan  yang tidak jauh dari pohon yang rindang, siang yang panas tidak terasa kerena udara disana begitu segar sekali. 


Ani dan Darman duduk saling berhadapan satu sama lainnya, di atas meja yang ada dia hadapan Ani tersedia es alpukat satu gelas, es naga satu gelas, ditambah lagi nasi serta lauknya yaitu bebek goreng serta ikan Nila pecak. 


"Maaf aku bukan kakak yang baik buat kamu, kamu juga tahu semuanya dari Anin  tentang diriku, aku tahu aku salah dan kamu juga berhak untuk melakukan sesuatu padaku." 


"Aku bawa kamu kesini hanya ingin bicara denganmu, bukan untuk menghasut kamu kok! Percaya lah. " 


Darman mengatakan perkataan itu di hadapan Ani. Kerena dari tadi mereka hanya diam saja, ya sejak pertemuan di rumah Ani seminggu yang lalu Darman selalu mendatangi Ani biarpun kemarin kemarin wanita itu tidak mau menemuinya sama sekali. 


"Awalnya aku benci sama orang yang telah berani memasukan aku ke sel. Tapi aku tahu kalau kamu lah yang memasukan aku penjara, aku nggak bisa berbuat apa apa." 


Pria itu mengatakan kalau ia pernah membenci orang yang telah memasukan dirinya ke penjara, ia sengaja berkata seperti itu kerena ia ingin tahu alasan apa yang akan diberikan oleh Ani padanya. 


"Wajar sih kalau kamu benci aku, aku melakukan itu kerena aku sayang sama Zahra, intinya aku nggak mau Zahra ikut sama ibu Ayu. " jujur Ani pada Darman. 


"Oke! Aku mengerti tapi tolong jangan menyebut Zahra tapi ia Anin. " uang Darman menatap Ani tajam. 


Ani hanya mendengus mendengar Darman protes tentang nama Anin. 


"Aku sengaja melaporkan kamu ke polisi hanya ingin mengambil Anin dari ibunya. Aku. Nggak mau kehilangan Anin, yang telah aku urus dari kecil. " ungkap Ani jujur. 


"Tapi, semua nya gagal kerena Rani yang tiba tiba datang dan tanpa aku ketahui sama sekali." kata Ani menghela nafas panjang. 


"Maksudnya? " 


"Rani datang mwngacaukan semuanya. Rani lebih parah, ia hanya ingin memiliki Anin." 

__ADS_1


"Rani sebenarnya dari dulu juga sebelum kamu memiliki Anin ia ingin sekali mengambil Anin. " kata Darman memberitahukan pada Ani. 


"Alasan apa sampai Rani ingin memiliki Anin?" tanya Ani. 


Memang ia pernah mendengar kalau Rani ingin sekali memiliki Anin sampai punya rencana menculiknya, itu yang dibicarakan oleh Mirna dulu di desa itu! Awalnya Ani ingin menanyakan hal itu pada Mirna taok tidak jadi, kerena mereka keburu berpisah. 


"Kenapa sih kamu tanya tanya itu? " tanya Darman sewot.


"Kamu sebenarnya tahun semuanya dari siapa? Aku nyakin kamu tahu ini dari Anin! " sambung Darman tajam. 


"Jujur! " sembur Ani. 


Ia tahu kalau pria yang ada dihadapannya masih membela Rani, ya bagaimana pun Rani saudaranya tapi membela yang salah itu tidak baik sama sekali. 


"Jangan jangan kamu menjebak aku? " tanya Darman geram. 


"Kamu bilang aku kalau aku menjebak kamu, siapa yang mengajak aku ketemuan disini, seharusnya kalau aku ingin menjebak kamu, aku yang mengajak kamu untuk ketemu!" tegas Ani menohok hati Darman. 


"Ya sudah kamu begitu aku pulang saja! " ancam Ani beranjak dari duduknya. 


Wanita itu langsung akan pergi ia tidak peduli darman mau mengejar mau tidak juga. Melihat ancaman dari Ani, darman la hsung msraih tangan Ani dengan ceoat. Taoinwnaita itu langsung menepiskan  tangan Darman dengan cepat sekali, sampai tangan darma n tidak berhasil memegang tangan Ani. 


"Ni, oke, oke aku bakal jawab apa yang tanyakan padaku tapi jangan seperti ini, " Darman sedikit berteriak sambil msraih tangan lengan atas Ani. 


Wanita itu yang mendengarkan suara Darman yang keras langsung membalikan badan menatap wajah Darman, tanpa disuruh duduk Ani langsung kembali ke tempat semula, diikuti oleh Darman dari belakang. 


"Maafkan aku ya, Ni. Bukan aku nggak mau menceritakan pada kamu, tapi ini privasi aku. Mungkin kamu tahu sendiri sepakat teejang yang aku lakukan dengan Rani. " kata Darman setelah mereka duduk di tempat lesehan. 


Ani hanya diam saja. Apa yang dibicarakan Darman memang ia pernah mendengar tapi itu dari orang lain bukan dari Darman dan Ani. 


"Aku memang pernah mendengar sih apa yang dikatakan orang lain, tentang Rani dan Anin. Benarkah itu? " tanya Ani menatap wajah Darman. 

__ADS_1


"Rani ingin Anin ditangan ya supaya ia bebas dari hukuman yang seharusnya ia jalani? " 


Darman tidak segera menjawab. Ia beberapa kali mendengus beberapa kali, Darman bukan tidak mau menjawab apa yang ditanyakan oleh Ani tapi di cafe itu banyak orang yang pasti mendengar apa yang ia bicarakan. 


Tapi kalau ia tidak menjawab Ani pasti marah seperti tadi. Ia hanya bisa menggaruk garuk kepala tidak gatal. 


"Kenapa diam, seharusnya kamu jawab sendiri. " pojok Ani. 


"Oke! Biar kamu puas. Apa yang kamu katakan benar kok! Rani ingin terbebas dari semuanya." 


"Jadi Rani punya pikiran  untuk mengambil Anin dari tangan Ayu, aku juga nggak setuju kok apa yang Rani lakukan. " bela Darman.


"Aku nggak pernah sependapat apa yang dipikirkan oleh Rani apalagi harus membawa Anin jauh dari ibunya. Tapi takdir berkata lain."


"Anin memang nggak bisa diambil oleh Rani sampai kapanpun juga, kerena ia ditakdirkan untuk hidup bersama kamu dan suamimu itu." 


"Tapi semua warga menyangka Anin meninggal dunia, ada beberapa versi meninggalnya Anin." 


"Kabar yang fitnah aku yaitu; satu Anin dibunuh oleh ku, jujur aku nggak pernah merasakan membunuh Anin, menemukan Anin dalam keadaan  hidup juga nggak pernah," 


"Versi kedua Anin diterkam oleh binatang buas dan langsung meninggal tanpa meninggalkan jejak nya." 


"Versi terakhir yang semuanya berharap: Anin kabur dan ditemukan oleh orang lain, aku lebih setuju versi terakhir dibandingkan versi yang lainnya. " 


Darman menjelaskan secara detil tentang kejadian kenapa Rani ingin memiliki Anin seutuhnya, sampai rencana penculikan  akan dilakukan tapi gagal kerena Anin telah menghilang dulu sebelum di culik. 


Ani terdiam seketika juga saat Darman menceritakan yang sebenarnya pada dirinya, ia benar benar tidak pernah menyangka sama sekali kalau semuanya terjadi pada Rani dan Darman. 


"Kamu sekarang mengartikan kenapa Rani ingin memiliki Anin, tapi takdir berkata lain Anin malah ditemukan oleh kamu dan suami kamu dan itu yang membuat Rani melakukan sesuatu pada kalian." 


"Kenapa diam?" 

__ADS_1


Ani hanya bisa memejamkan matanya. Ada helaan nafas panjang di mulutnya.*


__ADS_2