TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 179


__ADS_3

Pemuda itu menghempaskan badannya di teras depan sambil berpikir tentang mamanya pergi kemana? 


"Apa jangan jangan ke rumah pak Darman? " tanya dalam hatinya. 


Akhirnya ia pergi juga ke gubug ya Darman dengan menggunakan  motor, kerena mobil satu satunya juga menghilang. Ia merasa nyakin kalau mamanya pergi ke rumah Darman sambil membawa mobil, 


"Apa mereka merencanakan sesuatu ya? Ya Tuhan kenpa sih mereka nggak insaf saja kelakuan nya sama saja, " geruti Vito kesal. 


Awalnya pemuda itu mau menghubungi Zahra supaya bisa menangkap keduanya tapi di pikir lagi oleh nya, ia ingin tahu apa yang akan direncanakan oleh keduanya. 


"Aku harus tahu semuanya apa yang direncanakan oleh mam dan pak Darman, aku rasa mereka sama saja."


"Apa aku mengubungi Zahra dan Ana ya biar mereka tahu kelakukan mama dan uwa nya?" 


"Atau aku hubungi pak Bram? "


Pertanyaan demi pertanyaan  terus dilontatkan di hatinya. Tapi ia akhirnya memutuskan kan untuk tahu dulu rencana keduanya. Supaya  ada bukti yang kuat supaya keduanya di penjara sama sama ya biarpun mungkin beda sel. 


Apa yang dikhawatirkan Vito memang benar. Mamanya Rani sedang rundingan di gubug nya Darman. Keduanya ingin merencakan sesuatu pada Zahra. Sedangkan Vito mengendap endap mendengarkan apa yang keduanya di bicarakan. 


"Ayu dan Ana kemungkinan mau pulang sekarang sih!" 


"Apa? Ana dan Ayu belum pulang? " tanya Rani heran. 


Wanita itu kaget sekali. Ketika kedua wanita yang berbeda umur itu belum pulang ke desanya, ia menyangka kalau sejak kejadian kemarin mereka sudah pulang tapi kenyataannya mereka masih betah di kota ini. 


"Aku juga nggak tahu apa yang terjadi sampai Ayu dan Ana ke rumahnya Ani, mungkin ada sesuatu yang mereka rundingkan. " kata Darman. 


Pria itu mwnduga kalau keduanya pasti punya rencana yang tanpa mereka katahui sama sekali. 


"Ayu dan Ana sekarang ada di rumahnya Ani, katanya hari ini niatnya pulang, kamu bisa gunakan hal itu pada mereka berdua. " 


Darman memberitahukan kalau ayu dan Ana belum pulang ke desa, otomatis Rani terkejut sekali kalau meraka belum pulang sama sekali. 


"Kamu tahu darimana?"


Kejar Rani pada Darman, ia bertanya tanya Ia tidak pernah menyangka sejak kejadian Ayu dan dirinya di rumahnya. Rani menyangka kalau Ayu dan Ana langsung pulang ke desa tapi kenyataannya malah tidak sama sekali. Rani benar benar heran apa. Yang dilakukan oleh Ayu dan Ana di rumah Ani? 


"Kemarin aku sengaja ingin menemui Ani tapi nggak jadi?." 


"Buat apa kamu menemukan Ani? " kejar Rani. 

__ADS_1


"Aku hanya ingin kerjasama dengan Ani." 


"Bilang apa kamu kang! Kerja sama apa maksudmu? " 


"Mengajak Ani bersama kita. Kita kan saudara masa ia nggak mau bantuin kita. " ujar darman polos. 


"Kamu gila  kang! Kamu niat apa kesana cari masalah. Aku nyakin Ani nggak akan bisa bantu kita, dia malah membela Zahra. Secara Zahra anak kesayangannya. " dengusnya kesal. 


Tanpa mereka sadari Vito yang telah sampai di belakang gubuk Darman hanya mendengarkan percakapan mereka, ia sengaja datang secara diam diam supaya mama dan Darman tidak mengetahui. Keberadaannya. 


Vito juga sengaja memarkirkan motornya dengan jarak jauh dari tubuh Darman supaya ia bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan. 


"Ya Tuhan mama! Apa sih yang mereka lakukan seharusnya kalian sadar apa yang pernah terjadi bukan begini yang aku mau ma. " bisik Vito tertunduk. 


Ia sangat geram mendengarkan apa yang akan direncanakan mereka. 


"Kalian mau merencanakan apa pada Zahra dan Ana? " tanya Vito yang tiba tiba datang ta la sepengetahuan mereka. 


Vito yang mencari mamanya langsung berpikir kalau mamanya pasti ke rumah Darman apa yang dipikirkan memang benar. Ia sedikit mendengarkan apa yang mereka katakan. Dan ia datang hanya ingin tahu apa yang keduanya bicarakan. 


Vito sangat terkejut saat ia mendengar apa yang merka bicarakan tentang rencana mereka untuk mengajak ibu angkat zahra untuk melakukan sesuatu pada Zahra. 


Rani dan Darman sangat terkejut saat tahu kedatangan Vito. Keduanya hanya bisa melongo saat dihadapannya berdiri Vito. 


"Ya, ma. Aku nggak setuju apa yang kalian lakukan pada Zahra dan Ana. Ma, ingat merka berdua adalah kakak aku ma. " Teriak Vito marah. 


"Kakak? Kakak biologis bukan kakak nasab! " balas Rani mengingatkan status Vito dengan Zahra. 


"Biologis dan nasab sama saja ma, kerena mama kan semuanya? " tanya Vito tajam. 


Vito geram. Mendengar apa yang dikatakan oleh mama pada dirinya, ia sama sekali tidak ingin dilahirkan kalau ada perbedaan antara zahra dan Ana. Mungkin kalau ia tahu semuanya bakal seperti ini lebih baik ia mati saja dari pada hidup. 


Plak! 


Rani yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Vito langsung menghampiri anaknya dan wanita itu langsung menampar pipi Vito dengan kerasnya. Rani tidak terima kalau Vito bicara seperti itu dihadapannya apalagi di depan ada darman  yang mendengarkan. 


"Kamu lancang! " 


Geram Rani emosi, ia tidak bisa menahan disishan darah yang mendidih sampai ke ubun ubun. Vito langsung terpekik kesakitan seketika juga. 


"Ma, tapi itu benarkan? semuanya kerena mama yang tidak bermoral! " Teriak Vito meringis kesakitan. 

__ADS_1


Tangan kirinya mengusap pipinya terasa sakit sekali akibat tamparan dari mamanya. 


"Sudah!  buat apa bertengkar! Vito seharusnya kamu bela mama kamu bukan malah membela Zahra!"


Darman yang dari tadi diam saja langsung melerai kedua supaya tidak bertengkar. 


"Kamu jangan begitu Vit, bagaimanapun juga ia mama kamu. " Darman mengingatkan Vito. 


"Membela mama? Mama yang salah pak, bukan Zahra. Terus kenapa bapak harus bela mama, sedangkan bapak tahu kalau mama salah? Apa kerena kalian kakak beradik!" sinis Vito tajam. 


Ia sengaja mengatakan itu pada Darman. Dan ingin melihat reaksi Darman yang sebenarnya. 


"Vito! Jaga bicara kamu! " 


Rani berteriak keras mendengar apa yang Vito katakan pada Darman, wanita itu menatap tajam. Pada Vito, tapi pemuda itu hanya cuek saja seperti tidak peduli pada apa yang Rani katakan. 


"Buat apa ma, Vito jangan bicara sama laki laki yang tidak bermoral! " sembur Vito marah.


Rani yang mendengarkan langsung menghampiri Vito, ia mendorong tubuh Vito tapi untungnya ia bisa menghindar dari dorongan mamanya. 


Ia sama sekali tidak takut kalau ia harus di pukul oleh mama dan pria yang ada di hadapannya. Ia. Pasrah apa yang harus terjadi, ia berusaha untuk menjalankan apa yang Zahra bicarakan padanya. Ya biarpun statusnya bukan anak nasab tapi ia tetap anak Hamdi biarpun biologis juga. 


Plak! 


Bukan Rani yang menampar muka Vito. Darman sangat emosi mendengar kata kata kata anak muda yang ada dihadapannya, Darman  tidak menyangka kalau Vito bakal mengatakan perkataan yang membuat darahnya mendidih sampai ke ubun ubun. 


Vito meringis kesakitan saat pipinya dia kali ditampar oleh orang yang berbeda. Rani juga terkejut apa yang dilakukan oleh Darman pada Vito! 


"Kang apa yang kamu lakukan pada Vito? " Teriak Rani berang. 


Ia tidak terima kalau vito di tampar oleh Darman di hadapannya. 


"Kamu nggak dengar dia berkata apa pada kita? " tanya Darman  emosi melihat Rani membela Vito. 


Pria itu juga tidak mau kalau Rani  harus marah pada dirinya. Kerena Darman melakukan itu hanya membela Rani di hadapan Vito. 


"Bukan begitu kang!" 


"Alah kamu sama saja. Aku bela kamu ya dan tapi kamu seperti ini padaku. Kenapa sih Ran." 


Darman akhirnya marah pada Rani kerena ia yang seharusnya dibela oleh Rani malah Rani yang membela Vito.*

__ADS_1


__ADS_2