TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 71


__ADS_3

'Ya Allah apa yang sebenarnya terjadi ini?' tanya ibu Ani dalam hati.


Setelah pulang dari kantor ia langsung menuju rumahnya, dan langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi dengan perasaan yang tidak karuan sama sekali.


Kemarin ia dengan jelas melihat mata Zahra seperti menuduh dirinya melakukan sesuatu pada ibu dan Ana. Dan sekarang juga begitu.


'Aku nyakin kalau ada sesuatu yang terjadi, yang melibatkan aku,' bisiknya.


"Apa sebenarnya yang pernah terjadi?" Bisiknya.


Ya baru kali ini ia mendapatkan masalah yang tidak bisa terpecahkan sama sekali. Dan kejadian ini tepat setelah ia membawa Zahra ke kota. Kemarin kemarin seperti biasanya tidak ada apa apa.


Ibu Ani langsung mengambil hpnya, yang ada di tas di depannya, seperti akan menghubungi seseorang.


📱Pa, papa dimana?


Tanya ibu Ani, ya wanita itu menelpon suaminya. Ia ingin bicara sebenarnya menceritakan apa yang ia alami.


📱Aku di puncak.


Jawab pak Bram tanpa memberitahukan keberadaan istrinya kalau ia masih di desa itu hanya ingin tahu tentang Darman dari uwa Iyan.


📱Ada apa ma?


Tanya pak Bram lagi.


📱Sebenarnya ada sesuatu yang sama ingin bicarakan, tapi nanti dulu lah, menunggu papa pulang.


Ujar ibu Ani.


📱Bilang saja ada apa?


Desak pak Bram.


Mau tidak mau akhirnya ibu Ani menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Bagian pak Bram yang melonggo atas apa yang istri nya katakan, seingatnya kemarin sebenarnya ia dan istrinya bertengkar hebat!


Tapi Sekarang malah ibu Ani telpon memberikan kabar mengejutkan tentang apa yang terjadi.


Lalu siapa yang melakukannya? Tanya pak Bram dalam hati.


📱Ya sudah lah ma, papa percaya sama mama, mama nggak mungkin kan melakukan itu pada Zahra?


Akhirnya pak Bram memutuskan sambungan ya. Sebenarnya hatinya masih bertanya tanya apa yang sebenarnya yang terjadi?


Ibu Ani langsung duduk di kursi sambil menghela nafas, ia seperti menangkap ada sesuatu yang disembunyikan oleh suamianya.


"Bi Inah, apa sih yang terjadi pada keluarga ini?" Tanya ibu Ani ketika melihat ART nya menghampiri nya.


Inah sang Art itu akan mengepel ruangan itu. Langsung terdiam seketika juga mendengar pertanyaan dari majikannya.


"Maksud ibu?" Tanya nya heran.

__ADS_1


Wanita itu hanya menyipitkan matanya saat majikan menanyakan sesuatu lada dirinya.


"Kamu melihat saya berubah nggak sih?" Tanya ibu Ani menatap ART nya.


Ibu Ani sengaja mencari tahu apa yang terjadi, ia mencari ia tahu lewat bi Inah Art nya sendiri.


"Mmmh!"


Wanita itu tidak langsung menjawab apa yang dilontarkan oleh majikannya. Ibu Ani menangkap sesuatu yang janggal di wajah nya itu.


"Ceritanya?" Bujuk ibu Ani.


"Ibu nggak marah?"


Wanita itu mengangguk.


"Ibu sekarang berubah suka bentak bapak, gara gara ibu Ayu dan Ana." Kata ART itu jujur.


Wanita itu melonggo, seingatnya ia tidak pernah membentak suamianya.


"Sampai bapak pergi, dan non Zahra juga marah sama ibu kerena ibu sudah keterlaluan," cerita nya.


"Terus?" Kejar wanita itu penasaran


"Ibu mengusir bapak, dan non Zahra juga marah sama ibu. Ibu sekarang berubah kenapa sih Bu?" Ujar bi Inah bertanya pada majikannya.


"Ibu juga teriak teriak waktu Darman kabur dari penjara!"


"Darman kabur dari penjara? Kapan?" Tanya ibu Ani shock!


"Kapan bi?"


"Sudah seminggu, Bu. Ibu yang bilang sama saya kok ibu malah bigung?" Tanya bi Inah heran.


"Saya yang bilang?" Tanya ibu Ani begong.


Bi Inah mengangguk. Sedangkan ibu Ani hanya bisa menghela nafas kesal, semuanya menganggap dirinya tidak waras kalau semuanya seperti ini..


'Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Zahra.' bisik ibu Ani dalam hatinya.


Setelah bicara dengan bi Inah, ibu Ani menyuruh Inah meneruskan pekerjaannya kembali. Sedangkan dirinya hanya bisa termenung saja, mendengar kenyataan.


Bukan hanya Bu Ani yang shock, Inah juga heran atas gelagat majikannya seperti itu. Ya ia juga tahu kalau Darman kabur di penjara dari majikannya, tapi sekarang malah majikan nya shock.


'Aneh! Ia sendiri yang bilang tapi kenapa kaya yang nggak tahu apa apa," gerutu Inah menatap ibu Ani dengan herannya.


🦋


Acong dan Teddy di penjara!


Dalang dari penculikan ya masih berkeliaran. Acong maupun tidak mau sama sekali dalang pwncilikan ya. Mereka hanya bilang Darman itu saja, akhirnya polisi mengerjakan untuk mencari Darman.

__ADS_1


Bukan kerena dalang penculikan, tapi Darman juga adalah buronan yang melarikan diri dari lapas.


Wanita yang menjadi dalang penculikan ana dan ibu Ayu hanya diam saja mendengar kan kalau kedua anak buahnya di tangkap.


"Aku harus mengeluarkan mereka, bisa bisa gawat kalau misal mereka nggak bisa segera di keluarkan.


Ya ia pernah janji pada keduanya sebelum terjadi apa apa. Ingatannya langsung pada suatu waktu yang sebelum Acong dan Teddy masuk penjara.


"Kalian kalau ada apa apa jangan bilang kalau aku yang merencakan nya, kalau sampai semoga bocor kakain bakal melihat keluarga kalian sangsata!" Sembur ibuwanita itu menatap wajah keduanya..


"Lantas kami harus berbuat apa?"


"Bilang saja Darman melakukannya," kata wanita itu tersenyum licik


Ia bersyukur sekali mendengar Darman keluar dari penjara, dan ini adlah santapan empuknya.


"Oke, bos kami akan lakukan semuanya."


Kata Acong kembali sedangkan Teddy hanya diam saja mendengarkan apa yang dibicarakan oleh bos dan temannya.


Tapi wanita itu terkejut saat mendengar pengakuan dari Acong saat mereka di tangkap oleh Dio kalau gadis muda itu menceritakan kalau yang menangkap nya bukan Darman tapi ibu Ani.


"Bangsat kau Ana!"


Dengus Wanita itu kesal, ia tidak menyangka kalau Ana bakal mengenalinya. Ia menyangka kalau Ana tidak mengetahui Ani, tapi kenyataannya malah tahu.


"Jadi gadis itu bilang kalau ibu Ani yang menculik mereka?" Tanya wanita itu!


Acong mengangguk.


Ada helaan nafas yang berat di mulut wanita itu.


"Jadi mereka mengenal wanita itu, keterlaluan! Keterlaluan!" Teriak wanita itu kasar.


Ya ia tidak menyadari hal itu! Ia menyangka kalau namanya Ani tidak bakal tahu kalau pada ana dan Ayu. Ada rasa kesal dalam hatinya.


"Siap sia semuanya."


Wanita itu hanya bisa menghela nafas panjang ada rasa kesal, ia melakukan itu sebenarnya pura pura tidak mengenal Ayu dsn Ana, tapi nyatanya?


Ia berteriak histeris. Kerena emosi yang meluap akhirnya ia menerjang kayu yang berdiri di sudut ruangan itu.


Ia benar benar kesal.


"Aku nyakin kalau Ayu pasti bakal bertanya tanya tentang diriku yang sebenarnya."


"Aku nyakin hal itu bakal terjadi, kenapa Ani harus menampakan wujudnya pada mereka?" Dengus beberapa kali wanita itu.


Ia sama sekali tidak tahu kalau wanita itu harus bertemu dengan Ayu pertama kali, kalau saja ia kemarin tidak datang ke gubug tempat Ana dan Ayu ditahan mungkin kejadian ini nggak bakal terjadi.


"Aku hanya ingin melihat wanita itu sengsara saja, dengan cara memisahkan dirinya dengan Zahra. Ya kenapa aku harus datang waktu itu!" Damprat dirinya.

__ADS_1


"Ra, aku nggak mau tinggal l diam semuanya gara gara Ani!" Umpat wanita itu dengan garamnya.


Wanita itu hanya berjalan hilir mudik kesana kemari tidak ada tujuan yang pasti, semuanya hanya lah sia sia yang ada dalam pikirannya.*


__ADS_2