
Aemburan kata kata dari Ayu membuat Tank merasa bersalah, memang ia dulu melakukan kerena hanya ingin mwnguasai Hamdi dan semua yang dimiliki Hamdi.
Tapi percuma saja Hamdi harus meringkuk di penjara gara gara ulahnya, kalau ssja ia menyadari semuanya mungkin ia tidak akan melakukannya perbuatan itu!
"Aku nggak menyangka kamu lakukan itu padaku Ran, aku. Nggak menyangka klau kamu menikam aku dari belakang! "
Ayu benar benar mengamuk seketika juga, Rani yang mulai sadar apa yang dikatakan oleh Ayu hanya bisa diam saja ia tidak membalas pukulan yang dilakukan oleh Ayu.
Ia ambruk katu ke lantai sambil menangis. Ayu yang melihat itu terus menerus memukul tubuh Rani biarpun wanita itu ambruk juga..
"Kamu jahat?! Kamu tega sama aku! "
Vito yang tiba tiba melihat ibunya si pukul oleh wanita lain langsung menghampiri mamanya. Ia teekenut ketika melihat ibunya hanya diam saja saat tubuhnya di pukul beberapa kali oleh wanita yang ia tidak kenal sama sekali.
"Hai! Apa apa kamu main pukul mama aku! " Teriak Vito dengan kasar sambil mendorong tubuh Ayu dengan kerasnya.
Tubuh Ayu langsung jatuh kebelakang, dan kepalanya terbentur ke tembok yang tidak jauh dari nya, wanita itu terkejut kerena tiba tiba ada orang yang mendorong tubuh nya.
Rani yang melihat itu langsung menarik tubuh vito!
"Vito! Apa yang kamu yang kamu lakukan? " Teriak Rani sambil berteriak sama Vito.
"Ma, jangan bela dia, dia mau menyakitimu tapi mama hanya diam saja! " Teriak Vito.
"Mama? Apa yang kamu bilang dia mama kamu? Jadi? " Tanya Ayu berteriak menatap wajah Rani.
Hatinya terguncang saat pemuda yang ada dihadapannya menyebut mama pada Rani, kalbunya sangat bergerar penuh gejolak menatap wajah Vito dan Rani saling bergantian.
Ayu yang terjatuh langsung bangun dan beranjak untuk berdiri, ia terkejut kalau ada pemuda yang ada di hadapannya memanggil. Rani dengan sebutan mama.
"Iya mama aku. Kamu siapa telah berani menyakiti mama aku! " Kata Vito tegas.
Rani hanya menghela nafas panjang mendengar pembelaan dari Vito, ia sebenernya tidak pernah menceritakan apa yang terjadi antara Ayu dan dirinya.
Jadi wajar kalau Ayu sangat teekejut melihat Vito begitu juga dengan Ayu. Wanita itu shoc melihat Rani bersama dengan seorang pemuda yang jauh umurnya dalam satu rumah.
"Rani maksudanya?"
"Anaknya Hamdi, aku hamil saat Hamdi meninggal," Lirih Rani.
PLAK!
Ayu spontan langsung memukul wajah Rani dengan kerasnya, ia benar benar tidak menyangka kalau apa yang ia dengar itu kenyataan yang ada sekarang.
Ya awalnya ia sama sekali tidak percaya saat ada orang mengatakan kalau Rani pernah hamil oleh Hamdi, akhirnya ia datang ke rumah Rani dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku nggak menyangka kalau kamu sebenarnya menusuk aku dari belakang!" Teriak Ayu marah.
Ia benar benar tidak menyangka kalau Rani harus melakukan itu pada dirinya, ia sangat percaya pada Rani kerena Rani sahabatnya tapi kenyataannya malah lain.
__ADS_1
"Maafkan aku! "
"Maaf itu gampang. Kamu menyembunyikan ini dari aku bertahun-tahun tahun Rani kenapa? "
"Maafkan aku, aku yang salah aku salah. "
"Kamu jahat!" Tangisan Ayu.itu
Wanita itu langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai, Vito yang masih ada di sana hanya melonggo ia masih belum mengerti apa yang dibicarakan oleh kedua wanita itu.
"Ma kenapa apa yang terjadi? " Tanya Vito penasaran.
"Kamu belum mengerti? Mama kamu pelakor yang merebut suami orang demi kebahagiaan dia sendiri! " Sembur Ayu menatap Vito sambil menjelaskan apa yang terjadi.
Deh! Hati pemuda itu terasa teritis saat mwndengar kata kata wanita yang belum di kenalnya sangat berang sekali terhadap mamanya.
"Oh! Saya mengerti sekali, tapi anda nggak berhak untuk memarahi mama saya, kalau. Mau bicara baik baik jangan seperti itu! " Kata Vito marah pada ini Ayu.
"Oh! Jadi anak ingus ini anak yang! "
"Ibu! "
Zahra tiba tiba datang menghampiri ibu Ayu, Rani dan Vito!"
Ia datang ke rumah Rani kerena Ana tadi telpon kalau Ibunya tidak ada di rumah, Ana juga bilang kalau ia sangat khawatir kalau ibunya kenapa kenapa.
"Memangnya ini kemana? Tanya Zahra heran.
"Iya marah kenapa? " Tanya Zahra.
"Entah Ana juga nggak tahu, ibu marah kenapa tapi Ana nyakin kalau ibu tahu masalah Vito."
"Kok bisa tahu? "
"Kayanya ada orang yang bilang sama ibu seperti sengaja kak biar ibu melabrak tante Rani."
"Nggak mungkin ibu ke rumah uwa Rani, mana berani ia kesini sendirian! " Seru Zahra.
"Tapi kenyataan nya memang begitu kak. "
"Ya sudah ya. Kamu tenang saja di rumah, kakak mau nengok ke rumah uwa Rani dulu."
Zahra akhirnya menuju rumah Rani, dan apa yang di duga oleh Ana memang benar ibu berada di rumah Rani. Dan Zahra melihat ibunya malah ribut sama Vito!
"Bu, ibu mengapa kesini? Ada apa? " Tanya Zahra menghampiri ibunya yang masih berdiri diantara dua ibu dan anak.
"Kamu lagi, kenapa kamu nggak bilang kalau ayahmu punya anak. Lain selain. Kalian! " Damprat Ibu Ayu menyalahkan Zahra.
Deg!
__ADS_1
Hati Zahra bergetar saat ibunya mengucapkan kata kata itu, sebenarnya kemarin kemarin ia sengaja tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya takut ibunya marah.
Dan sekarang terbukti ibu malah melabrak Rani, bukan membela Rani sih! Zahra lakukan itu supaya mereka tidak ribut.
"Rara salah bu, maafkan Rara."
Zahra langsung minta maaf pada ibunya dengan kata kata liriknya.
"Kalian itu sama saja! "
Gerutu ibu Ayu menatap wajah Rani dan Zahra. Hatinya terasa sakit kerena telah di khianati oleh sahabatnya sendiri.
Ibu Ayu melangkahkan kaki menuju luar rumah, Rani mengejarnya taok Ayu menepiskan saat tangannya di pengang oleh Rani. Vito yang melihat langsung menghampiri nya, tapi sebelum itu Zahra telah menghalangi Vito.
"Aku ingin bicara sama kamu?. " Kata Zahra menarik tangan Vito menuju teras belakang.
Vito awalnya ingin menolak tapi tidak bisa kerena Zahra dengan cepat sekali menarik tanganya sampai Vito twekwnut sekali.
"Kenpa sampai tahun! " Jerit Zahra.
"Siapa? Tahu apa? Tanya Vito heran mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Zahra.
Vito hanya mengangkat kedua bahunya sambil menatap wajah Vito.
" Ibu, tahu tentang kalau ayah punya anak selain aku dan Ana? "
"Oh! Itu istri papa yang sah! " Vito menepuk dahinya baru sadar.
"Kamu kemana saja? " Ketua Zahra.
Ada rasa sakit saat mendengar kata-kata istri sahnya, tapi Zahra hanya diam saja tidak mengubrisnya.
"Aku nggak tahu kalau itu ibu kamu. " Dengus Vito sambil menghempaskan tubuhnya ke kursi. Begitu juga dengan Zahra yang mengikuti Vito duduk.
"Aku juga nggak tahu Ra, ibu kamu tuh bikin rese saja! " Sembur Vito masih kesal.
"Apa jangan jangan uwa Darman ya? " Tanya Zahra berpikir sambil yang nya ditaruh di kepalanya..
Tiba tiba pikirannya ingat Darman, kalau Rani tidak mungkin melakukannya itu sama saja membuka aib sendiri. Kalau Darman mungkin saja.
"Nggak mungkin pak Darman! " Bela Vito.
Ya sudah beberapa hari ia selalu bertemu dengan pria yang disebutkan oleh Zahra, memang kata orang pria itu keras dan kejam sekali taoi disana Vito melihat sisi optimis nya dari Darman.
"Kenapa nggak mungkin! " Ketus Zahra.
Ia mengatakan itu kerena ia menyaksikan sendiri sepak terjang Darman ketika ia masih sebagai pengelolaan TBM di desa itu!
"Kamu nggak percaya sama aku, aku sering ngobrol sama dirinya kok! " Akunya pada Zahra.
__ADS_1
Zahra melonggo mendengar apa yang Vito omongkan, tapi Vito malah mengangguk dengan tegasnya. Melihat anggukan Vito yang serius, Zahra hanya menghela nafas kesal.*