
"Vit, percayalah pada kami, kami nggak pernah membohongi kamu. Kok!
Zahra berusaha untuk menjelaskan pada Vito. Gadis itu sebenarnya berharap Vito berada dk belakangnya, tapi melihat Vito seperti ini ia ragu untuk meminta bantuan.
Ya memang buat pemuda itu mungkin berat sekali, satu sisi yang melakukan kesalahan adalah mamanya dan satu sisi lain ayahnya. Jadi ia harus memilih nya.
" Aku bukan membela Ana kerena ia adikku bukan itu. Apa yang dikatakan Ana bakal sama dengan mama kamu katakan sebenarnya, hanya mama kamu nggak pernah jujur. "
"Kalau kamu mau cari uwa Darman tanya apa yang perlu kamu ingin tanyakan. Dia nggak akan jawab! " Terang Zahra.
"Oke! Aku bakal tanya yang aku bakal tanyakan kalau sampai, ia jawab kamu berhadapan denganku! ' teriak Vito.
Akhirnya pemuda itu akan menyakan sesuatu yang disarankan oleh Zahra, ia melakukannya hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi..
" Baik, tapi kalau misal uwa Darman nggak bisa jawab kamu harus ikut apa yang aku katakan! " Tegas Zahra.
Gadis itu berusaha untuk Vito percaya pada dirinya.
"Baik! "
Akhirnya pemuda itu menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang dikatakan oleh Zahra. Sedangkan gadis itu tersenyum melihat anggukan Vito, hatinya bersorak gembira kalau misal Vito bisa ikut gabung dalam rencananya.
Zahra yang ada dihadapan Darman hanya tersenyum kecil.
"Kita kembali ketemu lagi. "
Zahra berdiri tepat di hadapan Darman, kerena Vito mundur beberapa langkah saat melihat Zahra datang, seperti memberikan jalan supaya Zahra dekat dengan Darman.
"Kamu? "
Darman terkejut sekali, melihat kedatangan Zahra yang tiba tiba datang ke gubug itu!
"Mungkin.uwa nggak kenal sama Zahra tapi uwa kenal dengan Anin'kan? Ya aku Anin yang berjanji bakal melaksanakan apa yang pernah aku katakan waktu dulu! "
Cuih!
Darama langsung ludah dengan kasarnya.
"Kamu hanya anak kau kencur! Tahu apa kamu? " Tanya Darman geram.
"Kencur? Tapi kamu nggak bakal menyangka anak yang bau kencur bakal mengirim uwa ke penjara! " Sembur Zahra.
"Aku nggak nyangka pria yang aku anggap baik nggak tahunya malah menjadi harimau yang ganas! " Cerca Vito.
Ia menatap wajah Darman dengan sinis nya. Vito sama sekali ia tidak pernah menduga kalau dia yang ia temui kemarin kemarin adalah orang yang berdarah dingin.
"Kamu nggak tahu apa yang lakukan itu mama kamu! " Beringas Darman.
__ADS_1
"Mama kamu yang menjadi awal muasal semuanya, kamu nggak bakal tahu kan semua yang mama kamu lakukan? " Lanjut Darman membalas tatapan mata dari Vito.
Vito tidak bergeming apa yang didengarkan oleh telinganya. Kerena kemarin kemarin ia telah diberitahukan oleh Zahra, ya awalnya ia sangat terkejut apa yang disampaikan oleh Zahra padanya.
"Kamu nggak bohongan'kan? ' tanya Vito.
" Sumpah aku nggak pernah bohongi kamu Vit, aku menceritakan yang real pada kamu. " Zahra mwmuakinkan Vito.
"Vit, maaf sebenarnya dalang semua kejahatan itu adalah mama kamu! Mama kamu lah yang punya rencana ingin menguasai harta ayah."
"Nenek telah memberikan tanah itu pada uwa Darman, tapi mama kamu membujuk uwa Darman untuk menjual warisan ayah ke pak Rohman, "
"Pak Rohman sebenarnya tahu tanah utu milik ayah, tapi ua Darman memaksa pak Rohman untuk membelinya, terpaksa pak Rohamn mwmwbli tanah itu! Dengan keterpaksaan karena ia tahu itu bukan milik itu bukan milik uwa Darman. "
Zahra akhirnya memberitahukan dari awal. Supaya Vito tahu dan harus apa yang dilakukan oleh pemuda itu, memang buat Vito mungkin itu sangat menyakiti. Tapi Zahra nyakin lama kelamaan Vito bakalan menerima kejadian itu, bukan hanya Vito yang sakit dirinya juga sakit.
"Aku tahu kamu sayang sama mama kamu, tapi disisi lain juga mama kamu yang merencakan semua ini." Lanjut Zahra menyentuh tangan Vito.
Gadis itu menatap lembut ke arah wajah Vito.
"Kalau aku berada diposisi kamu, aku juga nggak akan bisa memilih kemana pilihan. Disisi lain kita sayang sama mama, dan disisi lain juga kita sayang ayah. " Kata Zahra saat melihat Vito terdiam.
Akhirnya dengan hati yang sakit ia harus memilih pilihan yang sangat menyakitkan hatinya, ia mengikuti jejak Zahra untuk mencari keadilan dari apa yang di lakukan oleh mama dan Darman sendiri.
"Lalu kenpa kamu mengikuti apa yang mama aku inginkan, sedangkan hubungan kalian sudah bukan pacaran lagi. Kalian saudara kandung!" Teriak Vito.
Pertanyaan beruntung keluar begitu saja di mulut Vito. Darman terbelalak seketika juga mendengar apa yang dikatakan oleh Vito, ka tidak menyangka kalau Vito bakal mwmghetahui semuanya..
Matanya langsung menatap Zahra dengan tajamnya, ia nyakin kalau gadis yang ada dihadapannya lah yang memberikannya. Saat Darman menatap Zahra, gadis itu tersenyum penuh kemenangan.
"Oke! Kenapa kalian nggak laporkan aku kw polisi kakau memang kalian ingin laporkan silahkan! " Ketua Darman pasrah.
Apalagi ia telah mendengar kalau rank kini di penjara kerena kedatangan Ayu di rumahnya, bersama Zahra .
"Uwa nggak semudah itu, aku nggak akan melaporkan uwa dulu sebelum semuanya terungkap." Senja Zahra.
"Maksud kamu? " Tanya Darman heran.
Ia melonggo menatap wajah Zahra begitu juga dengan Vito. Sebenarnya pemuda igu ingin sekali meringkus Darman.
"Jual lah tanah di perbukitan itu padaku, " Umar Zahra tegas.
"Apa? " Nggak? Sampai kapan pun juga nggak akan aku jual tanah itu? " Terima Darman emosi.
Dari dulu juga ia sama sekian tidak mau menjual tanah yang telah diberikan oleh orang tua angkat nya. Tiba tiba ada seorang gadis yang ingin membelinya ia tidak bakal menjualnya.
Kemarin Rani juga berusaha ingin memiliki tapi ia tidak mau kalau tanah itu jadi milik orang lain. Sekarang malah Zahra yang mengatakan itu.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu sudah punya warisan tapi kenapa kamu jual warisan ayah?" Selidik Zahra.
"Kamu.lebih terpengaruh pada wanita yang salah! " Cerca Zahra.
"Bangsat kamu! " Teriak darman membabi buta mendengar Pa yang Zahra katakan. Ia merasa digituin oleh hadiah yang baru saja lahir.
Zahra dan Vito yang melihat Darman mengamuk langsung meninggalkan tempat itu. Kerena pri itu membuang semua benda benda di sekitar nya,
"Kak, kempa sih mMa melakukan itu? Apa yang sebenarnya yang terjadi pada keduanya? " Tanya Vito mwmanggil Zahra kakak.
"Kamu manggil aku kakak? " Tanya Zahra terkejut.
Pemuda itu mengangguk.
"Nanti kita cerita disana aja di rumah mama. " Ujar Zahra sambil meng hidup akan motornya, gadis itu mwmboncwng motor sedangkan Vito yang membawa menuju rumah Zahra yang tidak jauh dari tempat itu.
🦋
Sedangkan ibu Ayu yang mengetahui kalau Ra i punya anak dari suaminya hanya twemenung saja, ia tidak menyangka kalau hamdi bakal melakukan itu dengan Rani.
"Kang! kalau kita ibunya anak lagi lai laki bagaimana? " tanya Ayu waktu itu.
"Memangnya kamu nggak repot, kalau dipikir lagi akang mau anak laki satu aja. " ujar Hamdi mendekati Ayu.
"Semoga saja! Anin udah besar kang, sudah 6 tahun, sebentar lagi Ana juga sudah bisa lagi, kita program lagi, " kata Ayu tersenyum. gembira.
Ya ia senang sekali kalau bisa memberikan anak laki laki buat suaminya, apalagi mereka telah memiliki dua anak perempuan yang lucu dan menggemaskan. Jadi satu laki anak laki cukup buat pwlindung kakak perempuannya nanti..
"Buat wali nikah Anin dan Ana, " ujarnya spontan.
"Memangnya akang mah. kemana? " teekejut saat suaminya mwngatakan itu pada dirinya.
"Ayu harap akang bisa jadi wakil nikah Anin dan Ana, " jawab Ayu serius.
"" Bu, ingat jodo, pagi, celaka, senang, musibah itu milik Allah siapa tahu aku di panggil sama Tuhan, siapa yang jadi wali nikah Anin dan Ana. " kata Hamdi serius.
"Ah! akang! " rajuk Ayu.
Sekarang wanita itu hanya bisa menghela nafas ingat percakapan dengan suaminya Hamdi. dan ia tidak menyangka kalau sekarang ala uang diakatakan terbukti ia punya anak laki laki tapi dengan wanita lain bukan dari rahimnya.
"Kalian benar benar jahat! "
"Kalian benar benar nggak punya hati semuanya,"
"Kang, kenpa kamu lakukan knk terhadapku? Apa salah aku sampai kamu lakukan ini terhadap ku dan anak anak."
Hati Ayu benar benar terluka mengingat semua apa yang lakukan Rani dan Hamdi.
__ADS_1
Ayu tidak tahu kalau itu perbuatan Rani, bukan Hamdi yang melakukannya. Hamdi sendiri sama lain ia meninggal tidak tahu. kalau Rani hamil. olehnya.