TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 139


__ADS_3

"Kalian berdebat apa sih sampai kedengatan ke belakang? " tanya mbok Inem menatap kedua wanita yang ada di hadapannya dengan lwrasaan hern sekali.


"Nggak apa apa kok mbok!" elakkan Rani.


"Bohong mbok! Rani tanya tentang Marni? Aku curiga kalau Mia. punya sesuatu yang disembunyikan dari kita! " sudut Ayu tajam..


"Malsudmu ala sih! " Rani tidak suka.


"Maksudku kenapa kemarin kemarin waktu. ketemu aku ia nggak nanya tentang Marni? Tapi sekarang baru tanya setelah beberapa minggu disini! " bela Ayu.


"Aku.kngatnya sekarang tentang Marni! Aku. menyembunyikan apa dari kamu, jangan fitnah aku nggak pernah menyembunyikan apapun dari kau! " balas Rani sewot.


Ia takut kalau sebenarnya kalau kedatangan. Marni. membongkar kedok. dirinya tw. yang kematian. pak Roham aplagi. ada hubungan. dengan. kematian Hamdi.


Ya biarpun ia tidak terlibat dari kematian Hamdi taoi ia. tersered pada kasus kematian pak Roham, kerena bukan datman. yang membunuh pak Rohaman. tapi dirinya.


"Ran aoa ada sesuatu yang kamu pikirkan? " tanya Mbok. Inem yng melihat Rani terdiam...


"Nggak apa apa kok mbok, aku. hanya ingin tahu saja temgang Marni! " gugup Rani.


"Kamu gugup, sebenarnya apa yang terjadi pada kamu? Kenoa. kamu. menanyakan Marni? "


"Aku.hanya ingat saja mbok. nggak ada maksud apa apa kok! " Fani. mengelak.


Ia tidak mungkin menceritakan kakau ia lagi mencari Marni yang kabur kerena Marni melihat dirinya membunuh suamianya. Bisa bisa dirinya yang kena tangkap bukan Marni.


Sebenarnya tadi ia menanyakan tentang Marni setelah kematian suamianya Marni kabur kemana pergi nya sampai ia yang mencari keberadaannya tidak menemukan sama sekali.


Taoi ia teekenut saat melihat Marni yang tiba tiba berdebat sama Ani, ia sama sekali wanita yang ia bekap itu adalah Marni. Kalau ia tahun dari awal mungkin ia bakal menarik tangan Marni dan menanyakan keberadaan nya dulu.


"Apa yang kau pikirkan? Marni? "


"Ran kok. tiba tiba sekali. kamu. tanya. maslah. Marni, memangnya kenapa. dengan Marni? "


"Aneh nih wanita! " gerutu Ayu tajam.


Ayu nyakin kalau sebenarnya Rani. mnyembunyikan sesuatu darinya.Taoi ia tidak tahu sesuatunya yang di sembunyikan oleh Rani.


"Ran, " usik mbok inem.


"Nggak ada apa apa kok! " hindar Rani.


"Kalau nggak ada apa apa ya sudah jangan berdebat seperti itu. Kalian. yang rukun dan dia ya. " kata mmbok Ine mengusap lengan Rank. lembut.


Wanita itu langung meninggalkan Rani dan Ayu yang saling diam satu sama lainnya.


Secara diam diam sebenarnya uwa Iyan mendengarkan percakapan yang sedang berlangsung antara Ayu dan Rani. Uwa iyan membenarkan apa yang dikatakan oleh Ayu tetangan pertanyaan Rani.


"Apa benar apa yang terjadi? " tanya uwa iyan dalam hatinya.

__ADS_1


Laki laki itu hanya menghela nafas panjang. Ia masih ingat percakapan ditinya dengan. Hamdi dulu sebelum. Hamdi mwninggal dunia, tapi itunhnaya dugaan saja tidak pasti sama sekali.


"Kang, aku hanya curiga sama Rani? " tanya Hamdi ketika itu.


"Maksud kamu apa? "


"Aku hanya ingin menyelidiki sebenatnya ala yang terjadi nada kang Darman kenpa sekarang kang Darman berubah? "


"Aku.nyakin ada seseorang dari belakang kang Darman dan ia mempengaruhi kang Darman? " lanjut Hamdi menatap tajam.


"Kamu kira kira curiga sama siapa? Kenapa kamu bilang seperti ini? "


"Aku curiga sama Rani! Kang Darman lebih nurut sama Rani dibandingkan istrinya, apalagi merka nggak menikah bisa jadi Rani yang memperngaruhi kang Darman? "


"Jangan asal bicara, nanti fitnah jatuhnya. " kata Uwa iyan.


"Makanya aku. nggak bilang siapa-siapa hanya pada kakang saja bilangnya. " bela Hamdi.


"Aku nyakin kamg, Rani ada dibelakang semuanya? " tanya Hamdi.


"Tapi apa. ia tega mengkhianati persahabatan kian? " tanya uwa iyan menatap wajah Hamdi.


"Dia nggak akan pernah berpikir kaya gitu kang, yang penting kepuasan dirinya. Aku nyakin, kenapa ibu dan bapak nggak mau kalau Rani jadi istrinya kang Darman. " kata Hamdi.


"Apa yang Rani lakukan pada kalian? " tanya uwa iyan ingin tahu.


Hamdi yang mendengar apa yang uwa Iyan. katakan hanya menghela nafas panjang. Ia tidak. langsung menjawab nya.


"Tapi aku menyangka kalau Rani kngin. mwnguasai tanah yang di jual oleh kang Darman itu saja taoi aku nggak tahu. " lanjut Hamdi.


Ya Hamdi menduga kalau sebenarnya Rani yang melakukan semuanya taoi Darman yang bekerja. Ia juga menyangka kalau Rani menginginkan tanah dari perkebunan yang sekarang jadi milik. pak Rohman.


Tapi Hamdi juga tidak. menyadari sebenarnya bukan. itu yang Rani inginkan, wanita itu hanya ingin tanah yang didekat perbukitan itu jadi milik dirinya. Tapi nyatanya makah tanah itu milik Darman fatwn. Dan Darman tudak. mau memgusiknya.


"Apa yang diinginkan Rani? Tanah di perkebunan itu? Buat apa ka. ingin memilikinya? Nggak tahu diri amat! " sinis uwa iyan lada Hamdi.


"Entah kang. Aku. juga nggak tahu. "


"Terus rencana kamu sekarang bagaimana? " tanya uwa Iyan menatap wajah Hamdi tajam.


"Aku.ingin menyelidiki sebenatnya apa yang di lakukan kang Darman dan siapa orang yang di belakangnya? "


Iwa iyan menghela nafas dalam dalam mengingat apa yang dibicarakan oleh Hamdi pada dirinya taoi sekatang Hamdi telah tiada dan. tidak. mungkin kembali lagi.


"Kang kenapa diam saja kok. nggak diminum. kopinya!? " tanya Ayu yang melihat uwa iyan terdiam menatap kopi yang mulai dingin.


"Ah kamu mengagetkan saja, " dwngus uwa iyan. menatap tajam kearah wajah Ayu.


Tapi laki laki itu. langsung mengalihkan pandangannya kearah Rani yang tiba tiba muncul dari belakangnya Ayu.

__ADS_1


"Zahra dan Ana kira kira kemana? " tanya uwa iyan sambil mengambil kopi dan menyeruput nya.


"Dari lagi di perpustakaan katanya mau beresin buku kerena banyak anak anak yang mau baca buku. " kata Ayu menjawab pertanyaan dari Uwa iyan.


"Ya sudah uwa kesana ya menyusul mereka." kata uwa Iyan pamit.


Ayu hanya mengangguk saja. Sedangkan Rani menatap uwa Iyan yang meninggalkan tempat itu, hatinya curiga dengan apa yang uwa iyan lakukan di perpustakaan apalagi disana ada Zahra dan Ana .


"Kita kesana yuk! " ajak Rani pada Ayu.


"Ngapain? " tanya Ayu ketus.


"Yu kamu kenapa sih!" kata Rani agak marah mendengar kata kata Ayu.


Ayu tidak menjawab pertanyaan dari Rani ia pergi begitu saja.


Sedangkan Uwa iyan langsung menuju ke perpustakaan, ia sebenarnya ingin mencari takan kecurigaannya pada Rani. Sebenarnya dari awal ketemu Rani, ia sudah curiga dengan Rani taoi masih belum bicara. Dan sekarang malah kecurigaan semakin bertambah saat mendengar pertanyan Rani pada Ayu.


"Brak!


Uwa iyan kerena tegesa gesa langsung menyepak pintu perpustakaan. Zahra yang berada disana terkejut dan langsung melihat siapa orang yang melakukannya.


" Uwa iyan ada apa? " teriak Zahra kaget.


"Kang Iyan kamu kang Iyan. kan? " teriak Marni yang tiba tiba saat matanya. menatap laki laki. yang datang.


"Marni kamu. Marni kan? " Uwa iyan terkejut melihat Marni bersama dengan. Zahra dan yang lainnya.


Tanpa menunggu lagi Marni langsung bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh uwa iyan dengan eratnya. Uwa iyan juga membalas pelukan Marni.


"Kamu Marni kan kamu Marni! " teriak Uwa iyan histeeis.


Ia tidak mwnyangka kalau wanita yang memeluknya adalah Marni.


"Iya kang saya Marni. " kata Marni melepaskan pelukan dari uwa iyan.


"Bagaimana ceritanya kamu ada disini? " tatap wajah Uwa iyan tajam.


"Kita lebih baik duduk dulunya. Banyak cerita yang belum saya ceritakan pada kakang.


Keduanya duduk di tempat yang ada disana. Zahra, ana dan ibu Ani hanya diam. melihat kelakuan mereka berdua yang begitu girang bertemu.


" Kalian senang ya ketemu? " tanya Zahra tersenyum.


"Ya senang banget. Dan. kenpa kalian bisa beetemundengan Marni? " tatap wajah Zahra dengan herannya.


Ya ia heran lah kerena Zahra dan Ana baru pertama bertemu dengan Marni tapi seperti sudah saling kenal satu sama lainnya.


"Ini karena ibu Anin aku anggap Rank nggak tahunya? " ujar Marni.

__ADS_1


Ia menarik menarik nafas dalam dalam lalu dihwmbuskan bwgitu saja.


__ADS_2