TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 162


__ADS_3

Ani mematung di dalam dalam kamar pandangan. Matanya lurus menatap ke depan, ada perasaan kecewa saat ingat percakapan dengan Rani tadi. Ia tidak menyangka sama sekali kalau Rani bakal mengorbankan dirinya demi kebahagaian pribadinya. 


Ia sama sekali tidak menyangka kalau Rani bakal mengatakan itu pada dirinya, ia dari awal tahu sejak Rani adalah kakaknya merasa senang sekali. 


Ia merasa punya kakak yang bakal menyanyangi dirinya sepenuh jiwa, seperti Zahra yang selalu ada buat Ana. Tapi dugaan dirinya sekarang musnah seketika juga saat Rani mengungkapkan apa yang akan ia lakukan. 


Tapi sekarang malah membuat ia semakin kacau dan merasa tidak nyaman sekali punya kakak. Tadi pagi Rani datang saat ia masih ada di teras sedang membaca koran. 


"Kita tukar peran, kamu jadi aku dan aku jadi kamu! " Kata Rani waktu tadi datang. 


Tiba tiba wanita itu bicara seperti tergesa-gesa gesa sekali Ani yang tidak menduga kedatangan kakaknya hanya bisa menatap wajah kakaknya saja tidak mengerti 


"Maksudmu? Aku belum mengerti apa yang kau katakan? " Tanya Ani menatap saudaranya dengan tajam. 


Wanita itu akhirnya menutup koran yang sedang dibacanya, Ani belum fokus sama sekali apa yang dibicarakan oleh Rani yang tiba tiba datang tanpa ia duga sama sekali. 


"Aku hanya ingin jadi mamanya Zahra dan kamu jadi mamanya Vito. " Kata Rani berlahan. 


Menjelaskan maksud dan tujuannya pada Ani yang masih belum mengerti kemana arah tujuan bicara Rani. Wanita itu menjelaskan kalau. Ia hanya ingin sekali mengamti peran antara dirinya dan Ani. 


"Tapi kalau ada apa apa denganku bagaimana? " Tanya Ani terbelalak mendengar rencana Rani. 


Ani melonggo mendengar penjelasan dari Rani tentang rencana Rani yang ingin mengganti peran antara dirinya dengan Rani. 


"Aku bakal menolong kamu, aku nggak akan biarkan kamu menderits. " 


Rani memohon pada Ani, ketika ia melihat Ani. Hanya diam saja kerena shock mendengar penuturan kakaknya yang yina tiba tanpa pemberitahuan padanya. 


"Tapi kakak buron, " Lirih Ani tapi masih kedengaran oleh Rani. 


Ya Ani mengucapkan itu memang kenyataan. Ani takutnya saat berganti peran tiba tiba polisi datang dan membawa dirinya ke penjara otomatis siapa yang bakal membela dirinya? 


"Iya aku tahu, tapi aku aku janji aku bakal bantu kamu. " 


Rani berusaha membukuk adiknya. Tapi Ani mengelengkan kepala tanda tidak mau sama sekali atas rencana yang dibuat oleh Rani. 

__ADS_1


"Aku ingin bantu kakak tapi kalau ganti peran aku nggak mau. Itu sama saja mengorbankan aku demi kepentingan kakak. " Tolak Ani lembut. 


Ani mengelengkan kepala saja, ia bukan anak kecil yang mudah dibujuk oleh janji manis orang lain. 


"Sekali saja Ni, aku juga nggak akan melukai kamu. Aku janji apa yang kamu lakukan bakal aku perjuangkan." 


Rani kecewa melihat penolakan dari Ani. Sebenarnya ia lakukan hanya ingin membuat kesenangan sendiri intinya ia tidak ingin polisi membaww dirinya ke penjara, tapi melihat gelengan  dan penolakan Ani Rani sangat kecewa salam hatinya. Tapi ia berusaha untuk membujuknya supaya Ani luluh dan bisa bantu dirinya. 


"Nggak akau nggak mau, " Tegas Ani.. 


Wanita itu langsung beranjak dari tempat duduknya, tapi Rani dengan cepat meraih Ani untuk bicara lagi! Ani menepiskan tangan Rani dengan kasarnya. 


Ani langsung berjalan ke arah luar rumah menuju pekarangan rumah, Rani yang melihat adiknya langsung mengejarnya. 


Ani menuju tanaman bunga tapi Rani berhasil memegang tangan Ani dan menarik ke gezebo yang tidak jauh dari tempat itu! Ani berusaha melepaskan tamgan Rani tapi gagal pegangan tangan Rani lebih kuat dari dirinya. 


Ingat itu Ani sangat kecewa sekali. Dalam hatinya ia menyesal telah membela Rani dihadapan suamianya sampai ia dan suaminya bertengkar kerena mempertahankan prinsip masing masing. 


Ia menyesali semuanya yang ia lakukan pada suamianya, tidak pernah mendengarkan apa yang Bram katakan padanya. 


"Pa, aku nyakin kalau Rani bakal sayang sama aku!" Teriak nya waktu itu. 


" Pa, papa jangan berprasangka buruk pada kak Rani, oke kalau ia pernah melakukan kesalahan pada papa tapi nggak mungkin ia bakalan melukai aku pa," Sambung nya. 


Ia awalnya tidak begitu percaya sama omongan suaminya tentang Rani, ia menganggap Rani bakal sayang padanya melindungi dirinya seperti Zahra melindungi Ana. 


Ani nyakin kalau Rani tidak pernah menyakiti dirinya, apalagi ia dan Rani berpisah sejak mereka dilahirkan kedunia. Tapi kenyataan nya berbeda dengan apa yang ia pikirkan tentang Rani. 


"Papa nggak bakal percaya sama dia, dia memang kakak kamu tapi kamu dan dirinya diasuh oleh orang yang berbeda! " Jelas pak Bram. 


Pria itu tidak pernah menampik kalau Rani dan Ani memang saudar kembar identik tidak bisa dibedakan satu sama lainnya, tapi ia beranggapan Rani berbeda dengan Ani, kalau Rani berwatak sangat keras sedangkan Ani istrinya lembut. 


"Nggak! Aku bakal bantu apa yang kakak aku. Lakukan, aku mohon papa jangan menghalangi apa yang aku lajukan! " Teriak Ani gusar. 


Ia tidak mengindahkan kata kata suaminya tentang Rani. Ani punya pendirian kalau Rani juga pasti tidak bakalan menjerumuskan dirinya kerena bagaimanapun ia adik nya. 

__ADS_1


"Ma, sadar apa yang mama katakan! " 


Bram terlihat frustasi mendengar kata kata Ani yang begitu membela saudaranya itu, ia bukan tidak mengizinkan kalau istrinya membela saudaranya tapi saudara seperti apa yang harus dibela olehnya.. 


"Aku sadar pa apa yang aku katakan aku bakal bantu kakak demi hidupnya." 


Bram terhenyak mendengarkan apa yang diucapkan oleh istrinya. 


" Ma, apa sih yang membuat mama seperti ini. Kita belum melihat Rani itu siapa? Kamu tahukan cerita Rani seperti apa? " Tanya pak Bram menatap istrinya. 


"Bukan papa nggak mau mama bantu Rani  tapi jangan seperti ini. "Kata pak Bram. 


Ia tidak setuju kalau misal Ani mengikuti apa yang direncanakan Rani. Bram terkejut saat Anai minta pendapat kalau Rani sebenarnya ingin meminta uang pada Ani untuk usaha berdua, awalnya Ani setuju tapi Bram menentang Ani untuk meminjamkan uang mereka sebelum Rani bicara pada Ani ia telah mendengar telpon dari Rani. 


Rani butuh uang untuk melaksanakan rencana membeli tanah yang sekarang masih milik Darman! Tanah perbukitan itu. 


Bram berusaha menjelaskan kalau uang itu bukan untuk di buat usaha tapi untuk membeli tanah di perbukitan itu! Ani tidak percaya dan mereka malah bertengkar. 


Dan Ani sekarang marah pada dirinya, mungkin Ani menganggap dirinya egois. 


PLAK! 


Ani dengan emosinya menampar pipi Bram dengan kerasnya. Ia melepaskan tangan Bram yang akan merangkul tubuhnya. Ani sepertinya merasa jijik bersentuhan dengan Bram. 


"Pa, kalau sampai kak Rani tahu kamu menolaknya untuk memberikan uang buat modal pasti kak Rani kecewa. "


"Lebih baik dia kecewa daripada kita kecewa oleh tingkah laku dia! " 


"Kenapa sih papa seperti ini? Kenapa? " 


"Kerena papa sayang mama. " 


Ani langsung memalingkan kepalanya mendengar apa yang suaminya katakan. 


Dan sekarang ia sangat menyesal telah bertengkar dengan suaminya hanya gara gara ia membela kakaknya. Kalau ia percaya sama suaminya mungkin tidak akan seperti ceritanya. 

__ADS_1


"Maafkan mama, pa. Mama salah sama papa." Bisik Ani getir. 


Dan tadi waktu ia sedang di teras belakang Ani meminta dirinya untuk menganti peran. Jujur ia sangat terkejut atas kedatangan Rani yang tiba tiba ingin sekali menganti peran.*


__ADS_2