
Pertengkaran antara pak Darman dan pak Rohman tidak dapat di hindari oleh keduanya, Rani hanya diam saja tidak berusaha untuk memisahkan merka berdua.
Tanpa ketiga sadari pak Karya melihat adegan dan leetangkaran mereka. Mungkin kalau ia punya HP sudah pasti adegan itu di tekan olehnya, karena masa itu tidak memiliki perwkam maka ia hanya melihat adegan pertengkaran mereka berdua.
"Pak! " Teriak Marni yang malah. mengikuti pak Karya ke kebun.
Tapi dengan cepatnya pak Karya membekap mulut Marni dengan kuatnya kerena pak Karya tidak mau kalau. mereka ketahuan oleh pak Darman maupun Rani yang masih berada disana.
"Kamu sebentnyaningin apa sampai aku dipanggil kesini!" teriak pak Rohman ganas.
Kepala pak Darman dihajar oleh tangan nya beberapa kali, tapi Rani yang melihat itu. langsung menghantamkan baru yang ada disana sekaligus ke kepala lain Rohman.
"Mampus!
" Arghhh! " jerit pak Rohman memegang kepalany yang terasa sakit sekali.
Saat tangannya memegang belakang kepalanya, yang terasa sakit dan nyeri. Ia merasakan ada cairan kental yang mengalir di belakang kepalanya. Saat ia menarim tangannya untuk melihat apa yang terjadi, matanya teebelalak saat tangannya terlihat cairan marah yang kwntal di tangannya.
"Rani!"
Pak Rohman menatap wajah wanita itu! Ia tidak mwnyangka kalau wanita yang ada dihadapannya akan melukainya.
"Apa? Kalau kamu sampai macam macam aku bunuh kamu, kamu hanya bisa menjual tanah yang jadi milih Hamdi!"
"Apa sebenarnya yang kalian inginkan dstintanah bapaknya Anin? Kalian sebenatnya setannya atau manusia, Darman kamu sebagai uwa nya seharusnya kamu bela keluarga kamu! " caci Rohman menatap wajah Darman tajam.
"He, jangan banyak bacot! Mana surat tanah yang telah dijual oleh kang Darman! " Teriak Rani..
"Buat apa? "
"Berikan! Kalau nggak lebih baik bayaran nya nyawa kamu! "
"Aku.nggak takut biarpun nya aku jadi taruhannya! " sembur Pak Rohamn tajam.
PLAK!
Darman dengan cepat memukul wajah Rohamn dengan. kerasnya.
"Kalau bicara yang sopan sedikit! "
"Bagus kang! Kalau ia nggak menuruti perintah kita lebih baik cabut saja nyawanya! " Rani berteriak keras.
Wanita itu sambil memukul kepala pak. Roham dengan tanganya.
"Kang, kamu sudah panggil Hamdi! "
__ADS_1
"Kalian mau. apa memanggil Hamdi? Hamdi nggak ada hubungan nya dengan ini! " teriak Rohman.
"Jangan ikut campur! Kamu. lebih baik diam saja kalau nggak tahu menahu masalah ini. "
Rani menikah kat kata Rohman dengan kasarnya.
"Kang, jangan turuti keringat wanita ular ini, ingat diri sendiri dan kelaurgamu! " Rohamn dengan tulus mengingatkan Darman untuk tidak terpengaruh pada omongan wanita itu!
Tapi Darman kerena ia. memang masih mencintai wanita yang ada dihadapannya, ia malah mengikuti anjuran Rani.
"Kamu tenang saja. Tio menjemput dia ke tempat ini. " senyum Darman.
"Bagus!"
Marni yang berada dipersembunyian nya hampir saja keluar untuk. menghampiri ketiga orang ituntaoi Karya dengan cepat menarik tangan Marni dengan cepat. Pria itu tidak mau kalau mereka ketahuan kalau. sembunyi.
"Bu! "
"Tapi mang suami saya, " suara Marni teecekat.
"Iya, tapi bagaimana pun ibu harus menyelamatkan diri, mamang nggak mau ibu di apa apakan oleh merka. " ingat pak Karya.
Wanita itu akhirnya menuruti apa yang pak Karya, Biarpun hatinya sangat cemas melihat suaminya yang dianiayai oleh kedua manusia seperti Darman dan Rani.
"Bu, mereka mau apa yang memanggil kang Hamdi? " tanya pak Karya.
"Mungkin saja, bapak kan tahu kalau kebun itu punya kang Hamdi. Sebenarnya bapak nggak. mau membelinya, ya biarpun tanah itu milik bapak tapi bapak berniat mengembalikan lagi tanah itu pada pemilik nya yang sah." kata pak Karya menjelaskan masalh tanah yang sekarang jadi leedebatn.
"Mang, saya belum mengerti kenapa pa Darman ingin menjual tanah pak Hamdi lada bapak ya? ''
" Mungkin pak Darman tahu ia cuma anak angkat, jadi ia merampas semua yang jadi milik Hamdi atas perintah Rani. "
"Rani mantannya pak Darman? " tanya Marni.
Memang ia pernah. mendengar kalau Rani dan Darman pernah pacaran tapi ditwntang oleh kedua orang tua angkat Darman.
"Bagus juga sih nggak di restui mungkin orang tua Darman tahu Rani bukan wanita baik baik, " dengus Marni.
"Bukan itu saja Marni peenah menjadi wanita yang nggak benar! " celetuk pak karya.
Marni hanya memberikan isyarat pada tukang kebunnya supaya menghentikan pwmbicaraannya. Mereka melihat bagaimana kejinya kedua orang itu menyiksa Roham.
Marni yang berada di persembunyian merasakan kasihan pada suaminya yang harus menghadapi Darman dan Rani sendirian, kalau. misal ia menolong tidak mungkin pasti keduanya bakal membunuhnya. Apalagi harus mempertahankan kebun yang di beli. oleh Rohman.
Jadi keduanya hanya diam di semak semak sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh Rani dan Darman.
__ADS_1
"Sekarang kamu jual saja kebun jtunkada Rani!" teriak Darman dengan kerasnya.
"Nggak akan saya jual kebun. itu sampai kapanpun juga! " sembir pak Rohman dengan. beringas nya.
"Lebih baik aku berikan kwbun itu untuk pak Hamdi dari pada pada kalian! " teriak pak Rohman dengan. lantangnya.
Rani benar benar tidak. kuat lagi berhadapan dengan Rohman ia. dengan tegas langsung menghunus kan pisau yang dibawanya ke arah perut Rohman!
Rohman yang tidak menduga sama sekali langsung melotot matanya merasakan sensasi perih dan sakit yang berada di perutnya. Rani dengan tega juga langsung mencabut pisau dan diberikan begitu saja pada Darman.
BUG!
Tubuh Rohman jatuh. Sebelum tubuh Rohamn jatuh Darman dengan cepat kilat menebas leher Rohman sampai roboh seketika juga. Setelah itu Rani berlari ke semak semak untuk menghindari dari pertemuan dengan Hamdi dan Tio.
Marni hampir histeris melihat tubuh suaminya tumbang, untung saja pak Karya dwngan cepat membekap mulut majikannya dengan. kuat kuat supaya tidak terdengar suara jaritan dari mulut majikannya.
"Maafkan saya bu, saya nggak bisa bantu apa apa, " kata pak Karya setelah melihat majikannya tenang.
"Tangkap! " teriak wakrag yang tiba tiba datang ke lokasi dimana mayat Rohman tergeletak. Pak. Karya yang awalnya ingin. keluar dari persembunyian di tahan okeh Marni.
"Bu, pak Hamdi! " teriak pak. Karya tertahan.
Marni hanya mengelengksn kepala saja, melihat utu. pak. karya hanya diam saja, ia. mengerti. kalau misal ia. menolong oak. Hamdi otomatis nyawanya juga bakal melayang.
"Biarkan saja, kita nggak bakal punya kekuatan hukum! Biaroun kita jadi saksi," suara lirih Marni.
Malam itu!
Kesunyian desa gempar seketika juga, berita kalau Hamdi jadi pembunuh pak Rohman terdengar ke pelosok desa itu! pak Hamdi yang ingin kakaknya berkata jujur supaya ia tidak tersered hukum. malah bersaksi palsu hanya melindungi wanita yang di cintainya.
"Mang, saya nggak bisa tinggal diam! " teriak Mirna yang mendengar berita itu.
"Tapi bu, jangan gegabah kita tahu siapa yang melakukannya. Saya bakal menceritakan knk. pada pak Hamdi. " pak karya mwncegah majikan untuk melaporkan kejadian yang sebenarnya.
"Tapi, mang. Saya nggak bisa tenang kalau begini terus, pak Hamdi nggak salah. " Mirna berontak kerena ia ingin memberitahukan kejadian yang sebenarnya.
Tapi pak Karya tetap. mencegah majikannya untuk melaporkan tindakan Rani dan pak Darman. Laki laki itu takut kalau kedua nya bakal melakukan hal diluar dugaan.
"Kita bisa melaporkan secara diam diam pada polisi." kata pak Karya.
Majikan pak karya hanya mendengarkan apa yang dibicarakan oleh laki laki yang telah bekerja beberapa tahun itu di rumahnya.
"Tapi kasihan pak Hamdi, ia nggak salah harus mendekam di penjara." lirih Mirna murung.
Ia yang tidak bisa melakukan apapun pada pak Hamdi hanya bisa merintih kesakitan saat mendengar laki laki baik itu harus di penjara. Perbuatan yang tidak pernah Hamdi lakukan sama sekali.
__ADS_1
"Mang kalau bisa semua orang nggak ada yang tahu kalau kita mengetahui kejadian ini," umar Mirna dengan seriusnya.
Pak karya memgangguk dan mengiyakan apa yang dikatakan oleh majikannya.*