TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 155


__ADS_3

Vito yang tidak. mwnduga kakau papanya bakalan meninggala seperti itu tidak bisa menerimanya. Ia langsung bangkit dari duduk dan meninggalkan tempat itu, Zahra yang tahu Vito pasti kecewa langsung mengejar.


"Kamu disini dullu ya Na, " kata Zahra saat melihat Ana mau beranjak dari tempat duduknya.


Mendengar apa yang Zahra ucapkan Ana terpaksa duduk lagi. ibu angkat Vito dan ibu Ani saling pandangan satu dama lainnya. Zahra langsung mengajar Vito.


"Vit! "


"Vito! "


Panggil Zahra. Vito yang awalnya tidak. mau mendengar panggilan Zahra langsung melangkah ke tempat parkir mau pergi begitu saja, tapi dengan sekuat tenaga Zahra menghalangi Vito. Ia dengan cepat merebut kuci mobil yang dibawa kamu dan itu.


"Kessinikan kuncinya! " Terima Vito.


Saat Zahra berhasil merebut kunci dari Vito.


"Nggak akan aku kasih ke kalau kalau. kamu seperti ini, dengarkan! "


"Aku.nggak mau. mendengar akan apa yang kamu ceritakan atau Ana ceritakan. cerita kalian bohongan tentang mama! " sembur Vito.


"Nggak memang kenyataan nya itu, awalnya aku nggak akan cerita ke kamu tentang mama kamu, tapi semuanya terlanjur Ana sudah cweita. " ulang Zahra.


Vito shock mendengar kejujuran Zahra. pemuda itu menjatuhkan tubuhnya ke tempat yang ia berdiri, sambil meremas rambutnya. Hatinya terasa hancur mendenhar apa yang terjadi.


"Kalau aku. nggak percaya? "


"Aku.nbgak memaksa kamu supaya owecaya, Vit. Aku hanya ingin kamu tahu itu saja, mau percaya mau nggak itu urusan kamu! Intinya aku dan Ana Ana hanya menyampaikan saja. " jelas Zahra.


"Maafkan aku ya, aku bukan kakak yang baik buat kamu, kalau dsja dulu ki ta beetemu. mungkin aku bakal cerita pada kamu. Ana jiga baru tahu sekarang kok kalau kamu anak ayah." kata Zahra.


Gadis itu akhirnya meninggal akan Vito. Pemuda itu hanya bisa mwnghela nafas panjang, ia tidak bisa membayangkan kemungkinan besar pada mamanya.


"Mama kamu. yang jadi pelantara ayah meninggal. "

__ADS_1


Vito nari menyedari kalauanak papa yang dibunuh oleh mama sendiri. Sebelum Zahra jauh Vito. mengejR Zahra.


"Aku keecaya kamu, " kata Vito mengejar dan memegang tangan Zahra.


Zahra menatap wajah Vito tajam. Ia. langsung melepaskan tangan Vito yang emengangam tangannya, Zahra menyentuh tangan Vito. lembut ia tersenyum.


"Boleh aku tahu apa yang terjadi? Kenpa. mama sampai. membunuh papa? "


Zahra mengangguk.


"Bu, suatu waktu aku juga bakal ceeita kwnla ia harus hadir kedunia ini. " kata Zahra mengingat percakapan dengan ibu Nining.


"Itu terserah lada kamu, ibu juga nggak pernah melarang kamu." ujar ibu Nining mengangguk.


"Ya bagaiamana pun Vito harus tahu yang sebenarnya, dan ia juga pasti bakal bertanya kenapa aku dan Ana terpisah. " kata Zahra.


Gadis itu membayangakan kakau Vito pasti bakal banyak bertanya tentang dirinya yang menyebut mama pada ibu Ani, maupun papa pada pak Bram.


Ya kerena tidak mungkin ia mwnyebut mama dan lala sama orang asing kecuali kalau ada sebab dan akibatnya, apa yang dipikirkan oleh Zahra memang pernah dipikirkan Vito sendiri.


Zahra memwbawa Vito ke tempat yang nyaman untuk berbicara di sana, tapi sebelumnya ia chat Ana untuk memberitahukan posisi dirinya dengan Vito, biar mereka tidak khawatir.


"Bagaiamana pun. keadaan kamu. Kamu tetap nasik ku, ya aku bakal cerita tentang ayah, yang kutahu tentang ayah saja." Zahra memikirkan kata kata yang akan ia curahkan pada Vito.


Pemuda itu hanya diam saja, ia. ingin mengetahui apa. yang diceritakan. oleh gadis yang ada dihadpannya.


"Kamu.mingkin nggak akan percaya apa yang aku. katakan, tapi percayalah apa. yang ngaku ceritakan. lada kamu Vit.


" Ayah meninggal ketika ia berusaha mengungkap kebenaran kematian pak Rohman yang meninggal di sebuah perkebunan yang nggak jauh dari kampung itu! "


"Perkampungan bernama kampung T desa X. Awalnya uwa Darman kakak angkat ayah yang menjual tanah warisan ayah pada pak Rohman. uwa Darman merasakan kebohongan dari lak Rohaman tanah dan sertifikat sudah di tangan. pak Rohamn tapi uangnya belum ia Terima sama sekali."


"Uwa Darman nggak terima oleh tingkah laku pak Rohaman kerena bujuk rayuan Rani mantan kekasih Uwa Darman keduanya. mendatangi pak Rohamn dan meminta uang dari penjualan tanah. Tapi pak Rohman beeniat mengembalikan tanah itu tanpa memberikan uang pada uwa Darman."

__ADS_1


"Akhirnya uwa Rani keeena kesal ia melayangkan sebuah arit ke leher pak Rohman dan uwa Darman menusukan pisau ke perutnya pak Rohman. "


Zahra dengan dwtilnya wnceeigakan perjalanan teebunuhnya ayahnya dikarenakan sebuah kesaksian yang harusnya beepihak lada pak. Hamdi melah mengantarkan laki. laki. itu. menghadap Tuhan.


Vito hanya terdiam. Ia benar benar menahan nafas saat Zahra menceritakan kalau Rani mamanya melayangkan arit ke lehernya pak Rohaman, ia merinding mendengarkannya apa lagi harus menyaksikan pwmbunuhan itu!


Zahra juga menceritakan ssst ayahnya dstangnke perkebunan itu! ayahnya pak hamdi datang kerena pak Tio yang menjemput nya disuruh oleh Rani. Setelah membunuh pak Rohman Rani langsung sembunyi dan membiarkan uwa Darman sendiri.


"Ayah kena fitnah maman kamu Vit, ayah nggak lernah.embunuh tapi warga di sana menganggap kalau ayah lah yang membunuh pak Rohman. Sampai ayah nggak bisa menyampaikan kebenarannya pada semua. orang termasuk polisi."


"Awalnya ayah ingin sekali mengatakan kejukuran bukan dirinya yang melakukannya. Tapi uwa Darman tapi semuanya hungkam, nggak diduga kalau ada warga yang melihat semuanya."


Vito benar benar. merinding saat ia. mendengar kalau papa nya meninggal disaksikan oleh Zahra sendiri. Vito tidak bisa membanyanglan posisi Zahra yang harus melihat ayahnya. meninggal di hadiahnya.


"Setalah ayah meninggal satu bulan. kemudian mama kamu hamil dan kehamilan uwa Rani diketahui setelah ayah meninggal. Iwan Rani juga nggak menduga kalau semuanya terjadi pada dirinya. "


"Aku nggak tahuaslah itu, yang aku tahu aku. lanhsung kabur dari kejadian ayah dibunuh oleh uwa Darman. " kata Zahra menceritakan semuanya.


Ia juga mwnceeitakan saat ia harus ditemukan. oleh orangtua angkat bernama pak Bram dan ibu Ani, kedua suami istri itu yang mengakui Zahra anak. Zahra jga menjelaskan. kalau. kedua. anhkatnya mempunyai anak tapi ketiga anaknya. meninggal semuanya, dan ia ditemukan oleh pasangan itu!


"Jadi kamu anak angkat mereka? " tanya Vito menatap wajah Zahra.


"Iya, dan yang nggak. menyangkanya lagi. Mama, uwa Rani dan uwa Darman adalah saudara kandung! " ujar Zahra.


"Jadi mama adalah kakak dari. mama angkatan? "seru Vito shok.


Zahra mwngangguk kan kepala pada Vito, melihat anggukan kepala zahra, Vito hanya menghela nafas panjang. Ia beberapa kalai. mengekang kan kepala tidak menyangka hal itu bakal twejasi lada dirinya.


"Uwa Darman apa hubungannya dengan. papa? "


Tanya Vito.


pemuda itu beberapa kali. mengekang kan kepala gidak mwnyangak bakal seribet ini sususnan kekeluargaan dirinya, apalagi saat Zahra mwnceeitakan anatara hubungan mamanya dengan ibu angkat Zahra.

__ADS_1


"Uwa Darman kakak angkat ayah, nenek lah yang mwnguris uwa Darman menjadi anak tapi uwa darman lebih mementingkan mama kamu. Wanita yang ia cintainya. "


Vito hanya tepok jidat.


__ADS_2