
Siang jam 13.30 Zahra sedang menyelesaikan kerjaan kantor, kerena hari itu libur maka sisa kerjaan kantor yang sedikit lagi di kerjakan. Awalnya akan menyelesaikan pagi hari tapi kerena ada kepentingan yang mendesak akhirnya ia mengundurkan kerjaan nya ke siang hari. Untung ia telah menyelesaikan kerjaan itu dengan rapinya tinggal besok di bawanya.
"Tok tok tok! "
Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaan tiba tiba terdengar pintu di ketuk oleh seseorang Zahra langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri pintunya.
"Na, ada apa? " tanya Zahra.
Ketika pintu sudah dibuka, terlihat Ana yang mengetuk pintu. Zahra menatap heran kearah Ana.
"Ada Vito, mau ketemu sama kakak. "
Jawab gadis itu memberitahukan Vito sedang menunggu Zahra di teras rumahnya. Zahra mengkerutkan wajahnya mendengar kalau pemuda itu datang, ia heran sekali Vito datang dengan tiba tiba, ia ingat kalau pemuda itu datang selalu memberitahukan pada dirinya. Tapi sekarang malah sama sekali tidak jadi wajar kalau ia merasa heran sekali.
"Baiklah! "
Zahra mengangguk dan ia langsung menuju teras depan, disana ia melihat Vito yang sedsng duduk di kursi. Saat melihat Zahra pemuda itu langsung berdiri di hadapan Zahra tanpa menunggu waktu lagi pemuda itu langsung membawa Zahra keluar menuju mobil.
"Vit, ada apa? " tanya Zahra.
Ia terkejut sekali melihat Vito yang tiba tiba menarik tangannya malah mengajak ke dalam mobil. Bukan menjawab Vito langsung menghidupkan mobil dan membawa Zahra ke sebuah caffe yang jauh dari rumah gadis itu.
"Caffe dekat rumah juga ada, Vit kok dibawa kesini? " proses Zahra.
Gadis itu heran dengan apa yang Vito lakukan terhadap dirinya, pertanyaan dirinya juga belum dijawab sama sekali oleh Vito dan sekarang ia juga menanyakan pertanyaan kembali.
"Turun lah!" kata Vito menatap Zahra.
"Nanti aku jelaskan di sana, tenang saja kamu jangan takut! " ujat Vito.
Pemuda itu langsung mengatakan itu kerena dilihat Zahra hanya dia. dan tidak merespon apa yang ia katakan pada nya.
__ADS_1
"Ada apa sih! " tanya Zahra akhirnya saat terdengar suara Vito di telinganya.
"Ini tentang mama, " kata Vito.
Akhirnya Zahra langsung turun dari dalam mobil saat Vito menyebutkan mamanya. Zahra mengangguk dan mengangguk setuju atas perintah Vito untuk turun dari dalam mobil.
Vito hanya tersenyum melihat Zahra yang keluar dari mobil, setelah itu ia menutupkan pintu mobil dan langsung masuk ke dalam caffe.
"Mama kamu kenapa? " tanya Zahra mereka duduk di. kursi pojok.
Vito tidak menjawab ia langsung memanggi. pelayanan dan meminta mwnunya. Setelah melihat menunggu Vito memesan ayam bakar dan jus alpukat sedangkan Zahra bebek panggang dan jus naga.
Zahra akhirnya diam. kerena setiap ia bertanya Vito tidak. menjawabnya, akhirnya gasoa itu hanya bisa menghela nafas saja melihat tidak ada respon sama sekali dari Vito.
"Aku tadi malam menginap di rumah pak Darman," Vito akhirnya mengawali ceritanya pada Zahra.
Vito diam dulu manatik nafas panjang. Ia juga menatap wajah Zahra yang hanya diam sambil menikmati pasanannya.
"Aku ceritakan semuanya pada pak Darman, pria itu terlihat kesal kerena mendengar apa yang mama lakukan padaku."
"Pak Darman akhirnya mendatangi mama aku di rumah, "
"Tapi mama nggak pernah mengubtis apa yang pak Darman katakan pada mama, dan yang aku sedihnya pak Darman nggak akan pernah menolong mama lagi, kalau. misal mama terjadi apa apa. "
"Aku nggak pulang ke rumah mama, biarpun pak Darman ke rumah mama juga."
Vito langsung menywrocos menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kemarin. Apa yang diceritakan Vito pada Zahra memang benar sekali, ia datang ke rumah Zahra sebenarnya ingin mencurahkan perasannya pada gadis itu.
Zahra hanya bisa terdiam saja saat Vito menceritakan apa yang dilakukan oleh Darman pada Rani. Gadis itu terharu mendengar keteguhan Darman untuk menyadarkan Rani yang memang salah. Ada rasa hatu yang menyelinap dihatinya saat semua yang dialami Vito dengan Darman.
"Uwa nggak akan pernah mengulangi lagi Nin apa yang pernah uwa lakukan, "
__ADS_1
Zahra dengan jelas sekali mendengar apa yang Darman katakan itu waktu pertemuan kedua setelah ia dan Darman bertemu. Bukan dirinya yang mendatangi Darman tapi pria itulah yang mendatanginya di rumah.
"Aku nyakin kalau pak Darman benar benar baik yang telah mengakui kesalahan dirinya sedangkan mama, Ra! "
Suara Vito terdengar lirih dan sendu, tapi ia bisa menahan gejolak hatinya yang mungkin terasa sakit mengingat Rani wanita yang telah melahirkanya.
Zahra juga sebenarnya hatinya tidak menyangka sama sekali kalau Darman dengan sungguh sungguh mau menyerahkan diri pada posisi, hatinya terharu melihat sikap yang di perlihatkan oleh Darman ia merasa tidak sia sia bertemu dengan Darman.
"Mama yang begitu susahnya, aku harus bagaimana sekarang menghadapi mama? " tanya Vito dengan perasaan yang tidak karuan.
Zahra menatap pemuda yang ada dihadaonnya dengan perasaan haru yang luar biasa untuk membantu mamanya, Zahra merasa nyakin kalau Vito benar benar peduli dengan mamanya,
Zahra dengan setia mendengarkan keluh kesah dari Vito. Ia tidak menyangka Vito bakal memihak pada dirinya, pertama waktu bertemu Zahra menyangka bakalan jadi bumerang bagi dirinya tapi sekarang ia melihat sendiri keseriusan Vito untuk menyadarkan mamanya.
"Kita berdoa saja Vit, apa yang terjadi semoga saja mama kamu menyadari apa yang pernah terjadi. Aku juga ingin melihat mama kamu. menyadari semuanya, Vit, " kata Zahra menghibur hati Vito.
Hati Zahra bergemuruh saat ia mengucapkan kata kata itu, sejujurnya yang ianhin ia ingin kan adalah Rani kerena bagaimana pun Rani telah dekat dengan dirinya tapi kenyataan nya malah Darman yang mau menyerahkan dirinya pada polisi.
"Aku bagaimana menghadapi mama sekarang? " keluh Vito sambil bertanya pada Zahra.
Gadis itu langsung meganggam tangan Vito dengan. lembut seperti memberikan dukungan pada pemuda itu, sebenarnya bukannya ia yang memberikan dukungan tapi Vito lah pada dirinya.
Pemuda itu benar benar buntu untuk bertindak sesuatu pada mamanya , apalagi ia telah merasakan mamanya seperti itu.
"Kamu yang penting menyadari dengan apa. yang kamu. katakan taok jangan menyinggung perasaannya, secara bertahap ya. " kata Zahra.
Gadis itu memberikan saran pada Vito, kerena apa yang dirasakan Vito ia merasakan. Ia nyakin kalau Vito sangat sedih sekali mengingat mamanya seperti itu, apalagi palanya juga sudajh meninggal akibat kecerobohan Darman.
"Kamu sabar ya, aku. nyakin. kok kalau mama kamu menyadari semuanya suatu waktu nanti. " kata Zahra.
"Semoga saja. "
__ADS_1
Zahra benar benar