TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 184


__ADS_3

Plak! 


Ani tiba tiba memukul pipi Rani dengan keras sekali, rani  yang tidak menyadari sangat terkejut sekali. Ditatap wajah Ani dengan tajam sekali, ia tidak menduga kalau Ani tiba tiba datang dan malah memukul dirinya. Tapi terlambat Rani tidak bisa menghindar sama sekali kerena Ani telah datang ke hadapaannya. 


Rani terkejut sekali dan menatap wajah Ani yang ada dihadapannya, sambil mengudal pipinya yang terasa sakit dan panas. Sedangkan Ayu yang akan ditarik oleh Rani juga teekaunut melihat Rani yang tiba tiba datang tanpa permisi lagi. 


"Apa apa kamu. Main tampar saja! " teriak Rani berteriak dengan keras. 


Ia tidak terima kalau tiba tiba pipinya di tampar begitu. Ditatap wajah Ani dengan tajamnya, Ani tidak takut melihat tatapan mata Rani ia malah membalas tatapan mata Rani dengan tajamnya. 


"Kamu yang apaan main masuk ke rumah orang tanpa permisi lagi! " bals Ani garang. 


Ia kaget juga lihat Rani yang masuk ke rumah dan menarik tubuh Ayu yang sedang di dapur. Dan anehnya wanita itu tahu arah dapur rumah yang ia tempati. 


A i hanya bisa mwngelengkan kepala dan marah ketika melihat Rani yang tanpa permisi lagi langsung masuk begitu saja. Memang tadi pintu depan di buka kerena ia ingin bersihin rumah, tapi sebelum bersihin rumah tiba tiba ia melihat Rani masuk dan menyered tubuh Ayu. 


Otomatis ia dengan tergesa-gesa langsung melayangkan tangannya ke pipi Rani dengan kerasnya sampai pemilik pipi itu menjerit kesakitan akibat ditampar. 


"Aku kesini hanya ingin bicara dengan Ayu bukan sama kamu, tapi kamu malah menampar aku? " serang balik Rani. 


"Hanya bicara kata kamu? Kamu sadar nggak kalau kamu masuk rumah orang tanpa permisi lagi! Main masuk dan tiba tiba menyered ibu Ayu! " sembur Ani.


"Kalau kamu ingin bicara baik baik kenapa kamu nggak datang permisi dulu, ini main masuk saja! " sambung Ani tegas. 


"Alah kamu bilang saja kalau kamu nggak suka kalau aku datang ke rumah ini! " ketua Rani meradang. 


"Memang aku nggak suka kalau kamu datang ke rumah ini, " jujur Ani. 


"Seharusnya kalau mau datang itu telpon dulu, eh ini kaya maling saja! " teriak Ani. Menentang. 


"Kamu! " 


"Kamu mau apa? " 


"Ini rumahku! Kalau kamu macam macam bisa bisa aku laporkan ke polisi! " ketus Ani tegas. 

__ADS_1


"Kamu! " 


Rani tidak bisa berkutik lagi dengan apa yang dikatakan Ani, ia sebenarnya buru buru ingin ketemu dengan ayu dengan masuk ta la izin dulu. 


"Iya aku salah. Aku ngaku salah, aku. Kesini hanya ingin ketemu Ayu dan ingin bicara beberapa kata. " Rani akhirnya melemah. 


"Kenal ngak dari tadi ngomongnya, jangan main tarik tangan orang saja! " dengus Rani. 


Rani yang awalnya ingin membawa Ayu untuk bicara baik baik, jadi terhentikan  oleh Ani. Sedangkan ayu tetap waspada! Ia masih  berada diantara mereka hanya mendengarkan apa yang dibicarakan oleh keduanya. Ada rasa haru terlihat diwajah Ayu melihat pembelaan Ani terhadapnya. 


"Kamu mau bicara apa lagi sih!" kata Ayu yang dari tadi diam saja. 


"Ayo kita pergi! " ajaknya. 


"Bicara di sini saja! " cegah Ani. 


Ia langsung menahan Ayu supaya tidak ikut dengan Rani ya biarpun ia tahu kalau Rani dan Ayu teman dari remaja tapi melihat tindak tanduk Rani yang tidak bisa dipegang Ani tidak mau Ayu kenapa. 


Apalagi di rumah hanya ada mereka bertiga saja, jadi Ani berusaha untuk waspada kerena Zahra, Ana dan pak Bram sedang ke kantor. Oleh pak Bram, Ana di perintahkan menjadi editor di perusahaan yang ia pimpinan, sedangkan  ART sedang pulang kampung dan satunya lagi ke pasar. 


Jadi di rumah hanya ada Ayu dan Ani, tidak tahunya Rani sejak tadi lagi mengintai rumah itu! Ketika semua orang keluar Rani akhirnya masuk ke dalam rumah menarik tubuh Ayu untuk ikut denganya tapi keburu Ani datang dan menghampiri mereka berdua. 


Ya ia pertama lihat Rani yang masuk rumah, Ani bertediam tapi Rani malah masuk kedalam rumah dan menarik Ayu yang berada di dapur. 


Otomatis kalau ia marah dan mwnampar muka Ani dengan kerasnya sampai terjadi kwributan kecil antara dirinya dan Rani. 


"Aku nggak punya urusan dengan kamu ya! Urusan ku hanya pada dirinya! " tunjuk Rani pada Ayu. 


"Ini rumahku! Jadi urusan Ayu juga urusan aku! " balas Ani berteriak. 


"Aku nggak ada urusan dengan kamu, jadi. Kamu diam saja! " Rani mendorong tubuh Ani yang ingin mendekat pada dirinya. Kerena Ani ingin memegang tangan Ayu yang telah berada di tangan Rani. Ayu juga berusaha melepaskan genggaman tangan Rani yang memegang nya dengan kuatnya. 


Awh! 


Tiba tiba dari mulut Rani terdengar jeritan yang luar biasa. Kerena kakinya diinjak oleh Ayu, dan wanita langsung mendorong tubuh Rani. 

__ADS_1


Rani tersungkur dan terjatuh, lihat itu Ayu lari masuk kamar dan menguncinya. Rani yang melihat Ani kabur langsung mengejarnya tapi gagal, ia mendorong pintu kamar yang ditempati Ayu. Ani yang melihat itu tidak membiarkan Rani mengejar Ayu. 


Brak! 


Ani mengambil sapu dan memukulkan pada Rani yang mengejar Ayu. Rani yang tidak Terima langsung memukul Ani dengan kerasnya. 


Tapi saat ia ingin memukul lagi tanganya malah melayang saja, Rani. Melihat siapa yang telah membuat tanganya melayang. Darman! 


"Kang! Lepaskan! " teriak Rani keras. 


Ani yang akan dipukul melindungi wajahnya dari pukulan tangan Rani yang bertubi tubi menghajarnya. Tapi sekarang ia malah tidak merasakan pukulan, saat dilihat telah berdiri Darman yang melindungi dirinya. 


"Aku nggak akan lepaskan tangan kamu? Kalau kamu terus memukul dia, kenapa kamu memukul dia! Tujuan kita, bukan dia tapi Ayu!" teriak Darman. 


Pria itu tidak Terima kalau Rani harus menyakiti Ani, karena apa yang kemarin mereka omongkan hanya Ayu yang jadi targwt berdua, tapi ia melihat sebaliknya jadi Darman tidak menerima apa yang Rani lakukan pada Ani. 


"Tapi dia malah membantu Ayu! " 


"Kalian sama sama jahatnya! Kamu temannya kenapa harus menyakiti ibu Ayu dan kamu juga kakak nya kenapa kamu bela dia! " teriak Ani geram melihat keduanya. 


Ani benar benar tidak habis pikir pada kedua nya yang membuat keluarga Ana harus berselisih saja. 


"Ni, maafkan aku salah! " Darman mengucapakan kata maaf. Ditatap wajah Ani tajam, ia melihat panacaran bola mata Ani yang begitu teduh dan nyaman sekali. 


Pria itu sebenarnya  ingin memeluk Ani dengan   eratnya tapi Darman ragu untuk melakukannya. 


"Gampang minta maaf! " dengus Ani kesal. 


Tapi anehnya ada perasaan yang menyusup dihatinya saat mendengar kata maaf dari mulut, tapi Ani hanya meneruskan saja perasaan itu. 


"Kalian sebenarnya kesini buat apa? " tanya Ani menatap keduanya. 


"Ketemu Ayu, kami hanya ingin bicara saja, kalau kamu marah ya sudah kami juga nggak maksa kamu, kamu berhak untuk menolaknya. " kata Darman. 


Tanpa menunggu jawaban dari Ani, Darman langsung pergi begitu saja. Rani melirik kw arah Darman, hatinya terhenyak melihat Darman seperti itu pada Ani. 

__ADS_1


"Oke! Aku mengizinkan kamu bertemu dengan Ayu tapi disini kamu bicara, ajak juga pria itu! " kata Ani pada Rani. 


Wanita itu tidak mau menyebut Darman dengan sebutan kakak, akang maupun mas ia malah menyebut dengan sebutan pria itu. Ani sengaja melakukan itu pada Darman hanya ingin menjaga jarak saja.*


__ADS_2