TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 225 Selesai


__ADS_3

Satu tahun kemudian. 


Zahra atau Anin hari itu bersama Vito dan Ana menuju kuburan pak Hamdi. Vito yang baru saja mengetahui semuanya hanya bisa memeluk batu nisan yang berdiri, ia sama sekali tidak tahu wajah ayahnya. 


"Vit, sudah papa sudah tenang disana, kita hanya bisa berdoa supaya papa berada di surgaNya." 


Nasehat Anin pada Vito. Pemuda itu hanya diam saja dan ia mengangguk saja, Ana hanya diam saja mendengarkan apa yang Anin katakan. 


"Ayo! Jangan lama lama kalian harus pulang!" teriak ibu Ayu menatap ketiga orang yang masih berada di kuburan. 


Anin langsung mendekati ibu Ayu. 


"Bu, Anin kangen ibu. Kita tetap bersama ya?" tanya Anin sambil memeluk tubuh ibu Ayu dengan erat. 


"Mama kamu? " 


"Anin anakmu ibu Ayu, saya nggak bakal menghalangi kalian untuk bertemu kembali. Kalian mengajarkan satu keikhlasan yang hakiki. " ujar pak Bram menatap ibu Ayu tajam. 


Ibu Ayu yang mendengarkan apa yang pak Bram katakan sangat terharu, ibu Ani menghampirinya dan keduanya saling pelukan satu sama lainnya.


Setelah ini mereka berniat akan menengok Rani dan Darman di penjara. Siang itu mereke langsung ke tempat dimana Darman dan Rani berada. 


Di Rutan seorang wanita begitu senangnya bercocok tanam, ya setiap tahanan disana diberi satu lahan satu untuk diolah menjadi lahan pertanian. 


" Yu, aku ingat kita dulu pernah menanam cabai dan kita menjualnya ke pasar. " 


"Suatu waktu nanti aku keluar aku bakal menanam cabai dan menjualnya seperti dulu lagi." 


Wanita itu berdiri sambil berkata di hadapan cabai cabai yang ditanam nya, seolah olah sang cabai tahu tanaman itu menggoyangkan tubuhnya kearah Rani. 


"Mama! " 


Rani mendengar ada seseorang memanggilnya ia langsung melihat siapa orang yang memanggil dirinya, disaat wajah ia menatap satu sosok yang ada di sampingnya Rani hanya bisa tersenyum lembut sekali. 

__ADS_1


Zahra! Ya, orang yang memanggil dirinya dengan sebutan mama adalah Zahra, ia langsung memeluk tubuh Rani dengan lembutnya. 


"Kok aku dicuekin sama mama, " cerita Vito agak kesal. 


Rani yang melihat Anin datang langsung memeluk tubuh Anin dengan lembut sekali, ada perasaan haru dihatinya melihat Anin datang ke tempat itu, Vito hanya diam saja ia melihat wanita yang melahirkan nya  memelukan Anin yang telah memeluk mamanya. 


"Ma, Anin janji akan jaga Vito!" 


Sebelum Rani menjawab tiba tiba Ana datang tanpa diundang menghampiri keduanya yang sedang pelukan satu sama lainnya. 


"Tante maafkan aku, aku yang melaporkan tante pada polisi. Aku hanya ingin tante mempertangungjawabkan semuanya di hadapan hukum. " kata Ana. 


Rani yang mendengar Ana berkata seperti itu langsung melepaskan pelukan dsrintubuh Anin, begitu juga dengan gadis itu. Ani hanya cemberut saat tahu Ana menghampirinya. 


"Ganggu orang saja! " bisik hatinya agak kesal. 


Kadang ia merasa kesal sama Ana, kerena saat ia mendekati Rani tiba tiba Ana juga langsung mendekati Rani, kalau ia tidak mendekati begitu juga Ana. 


"Bikin kesal saja! " gerutu Zahra dalam hati. 


Wanita itu meraih kedua bahu Ana sambil menyapa wajahnya Ana dengan lembut sekali, wajah Ana memang mirip Ayu sedangkan wajah Anin mirip dengan Hamdi tidak ada yang dibuang sama sekali wajah Hamdi di Anin. 


"Ma, semoga dengan ini mama nggak akan pernah melakukan apa yang seharusnya nggak pernah dilakukan ma, semoga mama insaf setelah keluar dari penjara. " 


"Maafkan dulu Anin nggak datang saat mama di tangkap. " ujar Anin hari. 


"Nggak apa apa kok, sekarang Anin datang mama sudah senang sekali." kata Rani. 


Zahra mengatakan itu pada Rani, sedangkan Rani hanya mampu mengangguk saja mendengar apa yang diucapkan oleh Zahra.


20 tahun yang lalu Anin melihat ayahnya di penjara, ia hanya bisa terdiam tanpa tahu apa yang harus ia lakukan terhadap ayahnya. 


Kini 20 tahun kemudian kejadian itu terulang kembali, bukan ayahnya yang di penjara tapi Rani lah yang  di penjara, Anin hanya bisa menatap kepergian Rani untuk masuk sel kerena waktu besuk telah habis. 

__ADS_1


Anin hanya menatap kepergian Rani yang kini di sebut mama olehnya kembali  dengan perasaan yang lain. 


Di Rutan yang sama, hanya beda ruangan saja Anin memeluk tubuh Darman yang semakin bersih saja. 


"Nin, makasih atas apa yang kamu lakukan pada uwa. Uwa janji apa yang uwa lakukan terhadap ayahmu nggak akan terulang lagi."


"Uwa sayang kamu. Jaga ibu kamu ya, ia wanita yang kuat. " 


"Iya uwa Anin janji bakal jaga ibu dan mama. " 


Darman tersenyum menatap wajah Anin. Pertemuan singkat Anin dengan Darman dan Rani membuat hari Anin terharu sekali. 


"Kamu benar benar anak cerdik! " gumam Darman menatap wajah Anin.


Setelah menjenguk Darman mereka pulang ke rumah masing masing membawa kenangan yang indah di Rutan, Anin berdoa dalam hatinya semoga keduanya uwa nya menyadari apa yang pernah mereka lakukan. 


"Ayah, Anin telah melakukan yang harus ayah lakukan dulu. Ya seharusnya ayah nggak meninggal kalau saja uwa darman dan wanita itu jujur pada pihak polisi." 


"Ayah, di waktu yang sama, jam yang sama, dihari yang sama hanya orang yang berbeda polisi telah mengungkap kejahatan yang harus terkuak di masa 20 tahun itu." 


Anin hanya bisa manatap rutan dimana Rani berada, ia hanya mengusap cairan bening yang keluar dari pelupuk matanya. 


"Ra, sudah yuk kita pulang ke rumah ibu. " kata ibu Ani menuntun Anin dengan lembut. 


"Biarpun Zahra nggak kembali tapi Anin tetap kembali ke pelukan ibunya, tapi mama juga sayang sama kamu. " 


Anin memilih hidup bersama ibu Ayu, tapi ibunya menyuruh Anin tetap bersama dengan ibu Ani, ibu Ani hanya bisa menangis haru sekali kerena ia masih bisa mencurahkan kasih sayang pada Anin.*


🦋Selesai🦋


🦋Ucapan Terimakasih🦋


Noveltoon yang telah berjasa menerbitkan dan mempublikasikan novel saya, teman teman author yang lainnya yang telah sudi dan memberikan dukungan  pada saya tanpa kalian saya bukan lah siapa siapa. 

__ADS_1


Terimakasih pada teman teman yang telah memberikan tips, bunga, vote, gift pada karya saya ini. Maaf saya tidak bisa membalas kebaikan yang kalian berikan pada saya, semoga Allah SWT yang membalas semua yang kalian berikan buat saya. 😊🥰💕🙏


__ADS_2