TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 81


__ADS_3

"Jadi selama ini yang sama Rara siapa?" tanya Zahra terkejut.


"Itu yang jadi pertanyaan buat semuanya. Semuanya menuduh Ibu Ani yang melakukannya. Sebenarnya ibu Ani juga mencari kamu selam ini," terang Dio akhirnya.


Ada gerimis dihati Zahra mendengar penuturan Dio. Ada sebuah kerinduan yang menyelusup dalam hatinya, ya memang hatinya seperti asing mengenal mamanya.


"Ibu ayu semuanya."


"Ibu tahu dari mana?"


"Entah aku juga nggak tahu dari mana ibu Ayu tahunya,"


Zahra langsung terdiam seketika juga.


"Gambar, ya gambar gambar itu!" pekik Zahra sambil berdiri dsn berlari menuju kamarnya.


Dios yang melihat itu kaget dsn mengikuti Zahra yang masuk kamar.


Zahra langsung mengambil beberapa gambar dirinya dengan ayah dan menunjukan lada Dio, pria itu terkejut sekali melihat gambar anak kecil dengan seorang laki laki memeluknya.


"Dia siapa?"


"Ayah, ini gambar ayah dsn ini aku!" jerit Zahra.


Dio blank mendengarkan apa yang diceritakan oleh Zahra. ia mengambil gambar itu dsn melihatnya ya ia melihat dengan jelas anak kecil yang dipangku oleh laki laki muda..


"Dio, aku penasaran apa yang sebenarnya yang terjadi?" Tanya Zahra.


"Aku nyakin ada sesuatu diantara mereka bertiga." lanjut Zahra kemudian..


"Ra, lebih baik kita cepat pulang, takut si bibi bangun dan menghukum.kita bersama," ingat Dio lada Zahra.


Zahra langsung menganguk saja..


Keduanya langsung pergi meninggalakan rumah itu, Zahra mengambil beberapa gambar dirinya dengan ayah untuk bukti saja.


"Kamu lapar nggak kita makan dulu yuk!" ajak Dio.


Zahra mengangguk.


Dio menjalankan mobil dengan kecepatan sedang dsn mencari makan untuk mengganjal perut mereka, di sebuah restoran ia menghentikan mobilnya.


"Nasi dan ayam bakar ya," pinta Zahra.


"Sama!" ujar Dio.


Dios menatap Zahra tidak berkedip saat melihat gadis itu makan dengan lahap sekali, ada rasa getir saat melihat apanyang dilakukan Zahra seperti tidak pernah menemukan makanan saja.


"Kita langsung pulang ya." kata Dio..

__ADS_1


"Nggak aku nggak pulang dulu Dio, aku ingin ke desa itu!"


"Buat apa?"


"Kamu.mau mengantar atau nggak? Kalau mau sekarang kita berangkat kalau nggak mau aku berangkat sendiri!" tekan Zahra tajam.


"Oke! kita pergi sekarang. Kamu seperti ingin mencari tahu?" tanya Dio heran.


"Rara ingin cari tahu wanita itu!"


"Kenapa nggak ke ibu Ayu saja?''


"Nggak mungkin ibu cerita masalah ini padaku Dio, aku tahu itu."


"Oke kalau begitu."


Keduanya langsung menuju desa dimana Zahra pernah mendatangi. Menurut di kalau pak Bram juga disana dsn tidak pulang ke rumah sejak Zahra menghilang, gadis itu hanya mendengarkan saja.


"Ra, kamu curiga nggak sih! Sebenarnya semua peristiwa yang terjadi waktu kamu kecil pasti ada sangkut pautnya dengan kisah sekarang!" kata Dio.


"Apa mungkin ini rakayasa? Lalu rekayasa siapa?" tanya Zahra.


"Bukan rekayasa sih tapi ada hubungannya dengan Darman."


"Maksudnya?"


"Lalau dari mana wanita itu mengenal ua Darman?" tanya Zahra menatap Dio..


"Bisa saja wanita itu teman ibu kamu." tebak Dio.


"Bentar, kamu tadi bicara kalau ibu Ayu dsn wanita itu saling kenal, kira kira mereka saling kenal dari mana? Dan menurut kamu kalau wanita itu dengan mama saudara kenapa mereka nggak saling kenal?" kejar Zahra merasa blank.


"Ceritanya seperti kamu dan Ana, hanya kedua orang tuanya pisah sedangkan kamu orang tuanya terbunuh."


"Kamu menurut siapa?"


"Ibu?"


"ibu tahu dari mana? Apa ada sumber yang terpercaya?" kejar Zahra penasaran..


Oke kalau ceritanya seperti dirinya, Tapi kan kalau ia sendiri yang mengalami, terpisah dari keluarga kerja sebab lain, ya ia terpisah kerena uwa Darman yang mengejarnya. Kerena takut ia langsung lari ke hutan. Dan tanpa sengaja ia ditemukan oleh keluarga pak Bram dsn ibu Ani.


"Dio kalau memang wanita itu tahu kalau mama saudaranya kenapa nggak menceritakan pada mama?"


"Aku juga nggak tahu, makanya aku ngajak kamu ketemu dengan ibu, masalahnya aku curi dengar sih!"


Tapi Zahra tidak mau menanyakan pada ibu Ayu ia kekeh ingin ke desa itu, akhirnya Dio mengangguk saja.


Tiga jam perjalanan yang ditempuh oleh mereka, mobil Dio langsung menuju rumah uwa Iyan.

__ADS_1


"Anin!" pekik Uwa Iyan saat tahu yang datang adalah Zahra.


"Uwa!"panggil Zahra langsung memeluk tubuh uwa Iyan.


Ya baru kali ini Zahra memeluk laki laki itu, saat setelah semuanya terungkap kalau dirinya adalah Anin.


"Papa kamu kemarin kesini?" lapor uwa Iyan sambil melepaskan pelukan..


"Papa? Ada apa papa kesini?" tanya Zahra heran.


Iantidak tahu kalau papa nya ke desa itu, ia tahunya papa ke puncak itu saja.


"Mencari tahu keberadaan Darman yang Kabir dari penjara."


"Pasti papa menyakan Darman ke sini atau nggak nya?"


"Iya, tapi Darman memang nggak pernah kesini sejak ia meninggalkan desa ini, Ra."


"Uwa, apa pak Bram menyakan sesuatu sejak uwa Darman kabur dari penjara?" tanya Dio kemudian.


"Iya, pak Bram bertanya. Apa uwa Darman pulang ke desa ini, ya uwa jawab nggak pulang sama sekali. Tapi menurut pak Bram kenapa Darman tahu kaku Ayu dan Ana ke kota." jelas Uwa Iyan.


"Itu yang akan Zahra tanyakan pak," kata Zahra serius. Gadis itu mulai menyebut nama yang diberikan oleh orang tua angkatnya.


"Apa yang kamu ingin katakan, katakan lah." Uwa Iyan menatap Zahra dengan serius, ia menyangka kalau kedatangan gadis itu ada yang akan bicarakan dengan dirinya..


"Satu belum yang lalu Rara disekap oleh mam di rumah yang lain, kerena Rar memeluk ibu. Mama datang tanpa di duga sama sekali. Rara dibawa ke rumah itu dan disekap, tapi yang Rara anehnya saat masuk kamar banyak fhoto ayah dan Rara waktu kecil."


Zahra membuka ceritanya. Uwa Iyan dan Dio hanya mendengarkan cerita dari Zahra, ya mereka kini duduk di amben yang terbuat dari bambu sambil mendengarkan cerita yang mengalir dari Zahra.


"Tapi menurut Dio, sebenarnya mama mencari Rara kesan kemari. Tapi Rara menurut mama nggak diketemukan sama sekali," lanjut Zahra serius.


Wajah uwa Iyan berubah kaget saat mendengar cerita Zahra kaku dirinya disekap dan di siksa oleh wanita yang mengaku mama, sedangkan di sisi lain ibu Ani mencari Zahra.


Bukan itu saja Dio juga menambahkan apa yang diceritakan oleh Zahra memang benar terjadi.


"Rank, ya itu Rani bukan Ani." sembur uwa Iyan agak marah saat Zahra telah menyelesaikan ceritanya..


"Uwa kenal dengan wanita itu?" tanya Zahra dsn Dio serempak.


Pria setengah bay itu mengangguk dengan cepatnya. Zahra dan Dio yang melihat anggukan kepala uwa Iyan kaget dsn tidak menyangka sama sekali.


"Rani sebenarnya kakak dari mama kamu, Ra. Tapi kami nggak kenal dengan Ani, hanya kenal sekilas di tv tv saja, sedangkan sama Rani kami kenal dekat kerja ia pernah diam di desa ini " kata uwa Iyan.


"Rani sebenarnya iri sama mama kamu, Ra. Mama kamu sempurna sekali, mendaoatkan papa kamu yang sangat sayang sama istrinya. Suami dari Rani meniggalkan dirinya saat ia hamil." ujar uwa Iyan.


Akhirnya uwa Iyan menceritakan semuanya yang ada hubungan dengan Rani. Zahra mendengus saat tahu sebab kenapa Rani bisa menjadikan ia tawanan dirinya di rumah itu.*


.

__ADS_1


__ADS_2