TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 133


__ADS_3

"Kamu kenpa kesini? " tanya Darman menghampiri ra knyang sedang duduk di bawah pohon.


"Kamu kenapa? " Tanya Darman.


Rani hanya mengehla nafas mendengar pertanyaan dari Darman.


"Kamu kecewa sama aku? " tanya Rani.


"Ya aku sangat kecewa sama kamu, kamu benar mengatakan. itu. kalau kamu hamil anak Hamdi, kenpa bisa? "


"Aku hanya ingin bagian. kebun. yang di jual oleh kamu. "


"Berengsek! Buat apa? Gugurkan ssja, daripada dipertahanin dia bakal jadi aib kamu."


"Gampang! Kamu bilang gugurkan? Aku nggak bakal mwn gugurkan anak ini? Bagaimanapun ia adik Anin. Jadi aku harap Ankn. kamu culik dan berikan sama aku! "


"Gila! Dulu kami tolak cinta Hamdi tapi sekarang malah kau menjilat ludah sendiri. "


"Aku.memang nggak pernah menjilat lidahku taoi aku ingin Hamdi neetekuk. lutut dengan apa yang aku berikan pada dirinya seorang anak. "


"Tapi dia mendekap di penjara, bagaimana kamu bicara kakau kamu hamil olehnya. Hamsi nggak bakal percaya pada kamu! " cerca Darman.


Ia mendengarnya miris sekali, ada sakit hati di dadanya saat ia tahu kakau Rani hamil. oleh Hamdi. Rani melakukan itu kerena sengaja membuat Hamdi terbius oleh obat tidur yang dipaksakan diminum kan.


"Sayang semuanya sayang! Aku. nyakin. kamu. lakukan itu sebelum kematian Rohamn, " tebak Darman sinis.


"Kamu harus rela mwngiris sendirian. anak itu, nggak. mudah. melahirkan sendirian ta. oa di damoingi suami, " kata Darman.


Ya biarpun ia laki laki tapi pernah mendampingi istrinya melahirkan. Darman memberikan penjelasan tentang wanita yang hamil dan mwlahirkan, Rani hanya mensengtakan saja apa yang Darman katakan.


"Aku bakal bisa lahirkan bayi ini" kata Rani lebih percaya diri.


"Oke! semoga saja kamu bisa mwngurusnya juga." Darman langsung meninggalkan wanita itu sendirian.


🦋


"Kang, bahaya mang Karya bakal melaporkan kejahatan kita ini bagaimana? " tanya Mang Tio yang tiba tiba datang ke rumah Darman dengan rasa was was.


Ia melihat Karya sedang berbicara dengan. Hamdi di kebun taoi ia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan mereka.


"Kapan?" teriak Darman kaget.


"Tadi, saya langsung kesini.


" Jangan. jangan dia. melihat apa yang kita lakukan pada pak Rohman? " tanya mang Tio ketakutan.


Ia sangat takut kalau semua tidak tanduk ia diketahui oleh warga bjsa bjsa ia di penjara dan anak istrinya bagaiamana?


Darman yang mendengar cerita mang Tio shock kerena ia. pernah. mendengar kalau ada yang melihat kejadian. pembunuhan yang terjadi pad Rohman. Ia langsung menduga kalau Karya lah orang itu, jadi. Darman langsung mendatangi Karya taoi orang yang didatangi nya tidak ada di tempat itu. membuat Darman marah dan kesalahan sekali.


"Kang, aku. nyakin kalau ia yang melihatnya? " tanya Tio seperti pada dirinya.


"Kamu.jangan bicara saja seharusnya kamu cari solusi bagaimana kita menemukan si Karya itu? " tanya Darman gemas mendengar apa yang dikatakan oleh Tio.


"Pasti kabur."


"Iya kabur. Tapi kabur kemana? " teriak Darman sambil bertanya pada Tio.

__ADS_1


Tio hanya diam saja.


"Kang! Kang Darman!" panggil Rani.


Wanita itu berlari. menghampiri Darman dan Tio yang pulang dari rumah Karya.


"Ada apa lari larian? " tanya Darman. kaget.


"Bahaya! Gawat! " teriak Rani berusaha mengatur nafas yang naik dan turun.


"Bahaya, gawat apa yang benar kalau mau bicara!" teriak Darman belum mengerti apa yang dimaksud oleh Rani.


"Malam ini katanya Hamdi bakal datang ke desa ini, membuktikan kalau dirinya nggak salah, ia mencari dalang pembunuhan pak Rohman. " kata Rani dengan. lantang dan jelas.


"Bangsat!"


"Dan yang aneh lagi, ia katanya mengatakan kalau bukan dirinya yang membuktikan pasti anaknya yang bisa membuktikan kalau ia tidak slah, belagu banget tuh orang! " dengus Tio.


"Anaknya? Berarti Anin? " Mustahil dia masih orok!" enk Darman meremehkan Anin..


Ya Anin adalah anak pertamanya Hamdi dalam. pernikahan dengan Ayu. Darman yang mendengarkan nama Anin yang bakal mengungkapkan kejahatan dirinya hanya tersenyum licik, tapi kata kata Tio bagi Rani itu sebagai lacutan dihati.


PLAK!


"Kang! kata-kata Hamdi jangan disepelekan, siapa tahun kata-katanya benar terus kita bisa apa hayo! " kata Rani gemas.


Ia tidak segan segan memukul lengan Darman dengan. kerasnya.


"Kamu kenapa sih harus main pukul saja! " Terima Darman menatap wajah Rani tajam.


"Terus apa yang kita harus rencanakan supaya hamdi nggak bicara dengan si karya itu? "


"Bagaimana kalau begini? Biarkan hamdi bertemu kangn Karya terus kita gerebeg di tempat itu! "


"Gila, kwniti hamdi tahu rencana kita, terus bagaiamana dengan istrinya pak Rohman? " tanya Rani menatap wajah Tio..


"Kabur entah kemana? "


"Kira kira dia pergi kemana? Jangan sampai semuanya berantakan gara gara dia! "


"Kayanya dalam waktu dekat sih dia nggak akan datang ke desa ini. lagi."


"Syukur lah kalau begitu, kamu harus lihat situasi kita. aku nggak mau kalau harus dipanjata apalagi dalam keadaan aku hamil! " tegas Rani tajam.


"Kamu lagi. main hamil saja! " gerutu Darman.


"Suka suka aku dong! Kenapa kamu yang sewot! " ketus Rani.


"Terus kita bagaimana nih! " tanya Tio menatap keduanya.


"Bukan hanya kak Rani saja yang nggak di penjara aku juga nggak mau di penjara? "


"Tio kami lebih baik pergi cari berita tentang Hamdi ya, cari tahu kemana pwegi nya istrinya kang Rohman. " usir Darman pada Tio.


Tio hanya cemberut mendengar kata kata Darman, tanpa permisi lagi laki laki itu meninggalkan tempat itu meninggalkan Rani dan Darman.


Keduanya duduk di tempat itu.

__ADS_1


"Sebenarnya yang kau ingin kan dari Hamdi. itu apa? Apa kamu ingin hancurkan kehidupannya? Aku nggak setuju ya, kamu tahu Hamdi leenha cinta sama kamu tapi kamu, " cerocos Darman.


"Kamu berniat. nggak sih nyari. keluarga kamu? Katanya kamu punya saudara, mana?" tanya Darman.


Ia sebenarnya merasa kalau Rani. masih menyembunyikan keluarganya dari dirinya. Darman nyakin kalau Rani sebenarnya. melakukan ini kerena ingin memancing saja.


"Aku juga nggak menemukan jejak nya, aku. bggakntahu harus kemana lagi apalagi dalam. keadaan aku. "


"Kamu nya lagi kenpa harus hamil sebelum kamu. menikah? " Darman berteriak.


"Terus yang kamu inginkan sekarang apa? "


"Aku hanya ingin Anin. Anin yang jadi anakku, sekarang juga. Bantu aku untuk memeliki Anin. " kata Rani.


Wanita itu ingin rasanya Anin merasakan apa yang ia rasakan jauh dari orang yang dicintainya, jauh dari orang yang menyanyanginya.


"Gila! Ide gila. Tapi Anin bakal mengingat siapa kamu dan siapa orang yang mwmisahkannya. "


"Cari orang! Jadi kita yang jadi ownilong dia sendri.


" Aku hanya punya rencana, kamu cari orang mwnculik Anin dari keluarganya. Dan aku pura iuran yang menolongnya. Bagaimana? "


"Ide bagus sih rencana kamu, semoga berhasil."


"Tapi bagaiamana dengan si Karya? "


"Habiskan saja dia, aku. ngak mau berurusan dengan si karya kagi. Aku lebih fokus bagaikan caranya Hamdi nggak tahu kalau aku yang melakukannya. " kata Rani.


Darman mengangguk. Laki lain yang telah punya anak dan istri itu yang harusnya melindungi istri maupun saudaranya malah menjadi tulang akibat kerakusan Rani yang ingin menguasai Hamdi.


Darman yang sebenarnya masih mencintai Rani, mengikutin segala perintah Rani, wanita yang sebenarnya tidak pernah diizinkan menikah oleh kedua orang tua nya.


"Kamu benar benar jahat juga ya, sahabat sendiri di makan! " dengus Darman..


"Aku nggak peduli. Aku juga itinoada kehidupan Ayu yang begitu sempurna tanpa cwka, malah sama ibun kamu disayang. Begitu jga dengan. istri kamu!" dengus Rani.


Sebenarnya kalau ibuknya Hamdi mengizinkan ia menikah n dengan Darman tjdak mungkin. kehidupannya seperti ini.


"Kang, apa kerena aku hanya anak panti, ibumu nggak pernah merestui aku? " tanya Rani kngin tahu.


"Suatubsat aku akan cerita kenapa ibu dan bapak nggak pernah merestui kita. " kata Darman.


"Apa? Ceritakan sekarang aku hanya ingin tahu alasannya? " desak Rani.


Darman hanya menghela nafas panjang mendengar desakan Rani yang ingin tahu alasan yang sebenarnya orang tua angkatnya tjdak pernah merestui hubungan mereka.


"Kang! " teriak Rani.


"Bukan kerena kamu anak panti Ran, tapi ibu nggak setuju hubungan kita kerena ada hubungan saudara. " kata Darman!


"Nggak.mungkin! " teriaknya keras.


Rani menatap tajam kearah Darman yang memandangnya.


"Bagaiamana caranya kita saudara, tahu darimana ibun kamu hal itu! " teriak Rani histeris.


Ia benar benar tidak bisa menerima mendengar kenyataannya kalau ia dan Darman adalah saudara. Ia sama sekali tidak tahu dimana keluarganya, apa ia punya saudara atau tidak. Sampai sekarang keberadaan orang tuanya tidak pernah ia temukan, dan ujung ujungnya mendengar kalau Darman saudaranya?*

__ADS_1


__ADS_2