TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 178


__ADS_3

Mata Vito terbelalak kaget saat matanya menatap satilu sosok yang ia kenal dengan jelas. Ia tidak menyangka kalau ada mamanya sedang duduk santai di kursi, ia masih belum menyadari semuanya. Tadi waktu beres beras rumah mamanya tidak ada dan sekarang malah duduk santai begitu saja. 


"Mama! " teriak Vito kaget saat melihat mamanya. 


Wajah Vito terkejut sekali melihat mamanya yang datang tanpa permisi kini berada di hadapannya. Vito la langsung lihat jam di dinding, jam telah menunjukan pukul 23.00.


"Jam segini pintu belum di tutup. " kata Rani tidak memperdulikan teriakan Vito. 


"Tadi Vito beres beres rumah ini baru beres mah," kata Vito jujur. 


Memang tadi sebelum jam 20.00 ia sengaja buat beberes rumah bersih dari segala kotoran yang ada, ditambah lagi ia juga belum mengantuk. Apalagi ia sama sekali tidak ada kerjaan lainnya, daripada pikiran keman mana akhirnya ia membersihkan rumah. 


"Kok mama ada di rumah? Kan mama? " tanya Vito tidak melanjutkan kata katanya. 


Matanya langsung menatap wajah mamanya dengan heran sekali, pikiran nya langsung kemana mana. 


"Pak Darman mengeluarkan mama," kata wanita itu sambil duduk di kursi ruang tamu. 


Deg! 


Hati Vito berdetak sangat keras sekali. Tapi ia menyadari sesuatu, Vito langsung masuk ke dalam dapur dan kembali lagi sambil membawakan segelas air hangat buat mamanya, Rani yang melihat Vito memberikan minuman pada dirinya langsung mengambil air dari tangan  Vito. Setelah itu Vito duduk di kursi tidak jauh dari Rani. 


"Jadi benar pak Darman  yang mengeluarkan mama? " tanya Vito kaget. 


Pemuda itu langsung menatap wajah wanita yang ada dihadapannya. Wanita itu hanya mengangguk saja mendengar kata-kata Vito. 


"Pria itu benar benar!" geram Vito. 


"Kamu kenapa sih!" Teriak Rani agak tersinggung apa yang dikatakan wh Vito. 


"Nekad!"


"Mama sama pak Darman sama saja!" 


"Maksudmu? " 


"Maksudku, kenapa pak Darman harus melepaskan mama, dia tahu kalau mama salah tapi malah dikeluarkan,"gerugu Vito kesal. 


" Maksudmu apa? "


"Kenapa kenpa pak Darman harus mengeluarkan mama sedangkan ia tahu kesalahan mama itu apa? " umar Vito mengulang lagi perkataan nya. 


Plak! 

__ADS_1


Rani langsung melayangkan tangannya ke wajah vito. Ia sangat terkejut mendengar apa yang Vito katakan di hadapannya. 


"Kamu? " 


"Ma, apa aku salah bicara seperti itu? Mama yang telah membunuh papa!" teriak vito tajam. 


"Kamu tahu dari siapa? " tanya Rani gemetar mendengar Vito mengatakan itu. 


"Zahra ma! Mama tega ya membunuh papa, " 


Vito berteriak dengan nyaring nya. Rani tertegun seketika saat Vito mengatakan perkataan itu pada dirinya. 


Rani benar benar shock mendengar apa yang vito katakan ia sama sekali tidak menduga kalau Vito bakal tahu semuanya. Ia tidak bisa membiarkan semuanya. Wanita itu mengepalka  tangan nya. 


Dalam pikiran ia ingin sekali membalas perbuatan yang gadis itu lakukan padanya. 


"Kamu tahu apa saja? " tanya Rani.  


Rani yang duduk juga langsung berdiri saking terkejutnya. Lalu ia menghempaskan  tubuhnya kembali ke kursi yang semula, ia benar benar tidak menyangka apa yang dia lakukan oleh Zahra pada Vito. 


Dan sekarang ia baru percaya apa yang dikatakan oleh Darman tentang Vito. Ia hanya menghela nafas panjang menatap  Vito. 


"Kurang ajar! Kamu percaya begitu saja! " ketus Rani dengan geramnya. 


Vito hanya melihat saja kepergian mamanya, ia tidak mencoba menghalangi mamanya. Ia hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan. Mamanya seperti itu. 


🦋


Sebelum matahari terbit, Rani sudah bagun dari tidurnya yang lelap. Ia terbangun kerena alarm yang ia pasang berbunyi kencang sekali. Secara diam diam ia langsung meninggalkan rumah itu. 


"Kamu! " teriak Darman kaget sekali. 


Saat Darman membuka pintu kerena pintu diketuk orang, ia langsung membuka saat ia melihat Rani datang ke rumahnya ia sangat twekwnut sekali. 


Kerena sepagi buta rani sudah ke rumahnya. 


"Kamu mengapa kesini, Ran? " tanya darman heran sambil menatap wajah Rani. 


"Aku ingin melakukan sesuatu pada Zahra! " dengusnya. 


"Melakukan sesuatu maksudmu? " tanya darman heran. 


"Apa yang kamu katakan benar kang, Vito seperti nya dipengaruhi oleh bocah itu! Aku harus melakukan sesuatu untuk membuatnya jera. " kata Rani. 

__ADS_1


Ia benar benar tidak menyangka kalau zahra yang telah membuat Vito seperti itu. Ia tidak ikhlas kalau misal Vito harus jadi musuhnya gara gara Zahra. 


"Kamu sekarang percaya sama aku, terus kamu kesini. " sindir Darman gemas. 


Mendengar sendirian dari Darman Rani hanya manyun saja, ia kemarin malam tidak mau percaya pada omongan dari Darman tapi sekarang ia malu sendiri. Tapi Rani hanya diam saja, ia tidak mengatakan apa apa lagi. 


"Iya aku salah kang! " ujarnya bersalah. 


Rani menyesali apa yang diucapkan oleh nya pada Daraamn kemarin malam sampai ia tidak percaya apa yang Darman katakan padanya. Rani langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi yang ada di ruangan itu, biarpun Darman tidak mempersilahkan duduk juga. 


Melihat Rani duduk di kursi akhirnya Darman ikut duduk juga. 


"Kang, percaya nggak sih kalau kita saudara?" tanya Rani. 


"Kamu kesini hanya ingin bicara itu? " tanya Darman tajam. 


"Nggak sih! Aku kaya mimpi saja kalau kita adik dan kakak. Kaya rekayasa saja sih! " dengusnya Rani. 


Daraamn hanya diam saja ia tidak membalas apa yang dibicarakan oleh Rani. Kalau mendengar kata kata Rani tentang dirinya dan Rani, Darman hanya bisa mendengus. 


Sejujurnya ia juga tidak menyangka kalau ia dan Rani adalah saudara se ibu. Dan yang lebih tidak menyangka lagi, ia harus di jebloskan oleh adiknya sendiri yaitu Ani dan Bram. 


"Kamu tahu kang, Ani ibu angkat Anin. Ya bagaimana pun juga ia juga ponakan kamu. " dengusnya agak kesal. 


"Kamu dulu diangkat anak oleh neneknya Anin dan sekarang Anin diangkat oleh adik kita sendiri, " sambung Rani. 


"Kenapa ya jalan  kita seperti ini? " tanya Darman. 


Pria itu! Sama sekali tidak mengerti maksud dari apa yang terjadi. Memang orang tua Anin yaitu Hamdi adalah adik angkat dirinya, bagaiamana pun Anin ponakan dirinya. Begitu juga dari pihak Ani, Anin tetap ponakan angkat dirinya. 


"Ribet. Bukan itu saja, Vito dan Rani juga, " Darman menyengir. Rani hanya menghela nafas saja. 


Keduanya hanya menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkan kembali. Akhirnya kedua saling diam satu sama lainnya sambil memikirkan apa yang harus mereka perbuat. 


Sedangkan Vito blank pada Rani yang tiba tiba menghilang begitu saja. Ia memikirkan mamanya yang menurut pikirannya tadi malam  pulang tapi sekarang malah tidak ada sama sekali 


Beberapa ki pemuda muda itu memanggilnya tapi orang yang dipanggilnya tidak mwnyaut sama sekali, kerena orang yang dipanggil Vito sedang bersama Darman dan Vito tidak tahu apa apa. 


"Ma, mama!" teriak Vito mencari wanita yang telah melahirkanny kesana kemari. 


Tapi Wanita yang carinya sama sekali tidak ditemukan. Pemuda itu langsung masuk kamar mamanya tapi nihil tidak ada siapa siapa disana. 


"Jangan.jangan!" 

__ADS_1


Vito langsung menduga kalau mamanya melakukan sesuatu pada Zahra dan Ana. Ia akhirnya langsung keluar dan mencari mamanya.*


__ADS_2