TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 207


__ADS_3

Darman yang mendengar pengaduan dari Vito benar benar sangat marah mendengar tindak tanduk Rani. Apalagi Vito bilang kalau dirinya diperlakukan tidak baik oleh mamanya. 


"Mama yang melakukannya pak, " 


"Mama marah sama Vito, gara gara Vito bicara kalau mama harus menyerah akan diri pada polisi." 


Kata kata Vito meluncur begitu saja dari bibirnya, Darman hanya bisa menahan marah yang tiba tiba datang dari lubuk hatinya mendengar pengakuan dari Vito. 


Awalnya ia heran atas kedatangan Vito di pagi hari, kerena pemuda itu tidak pernah datang sepagi ini apalagi jam menunjukan pukul 06.30, jam segitu  ia lagi enak enak minum kopi sambil berpikir bagaimana caranya mengajak Rani untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dengan perasaan yang tidak karuan ia berpikir supaya Rani bisa luluh demi mencapai kehidupan yang lebih cerah lagi. 


Ia dikejutkan dengan kedatangan  Vito di kediamannya. Ya rumah yang ia tempati sebenarnya hasil uang Rani, wanita itu memberikan rumah itu untuk diisi oleh nya. Mau tidak mau akhirnya ia menempati rumah itu kerena ia juga tidak punya tempat tinggal sama sekali. 


"Vito kamu kenapa? " 


Teriak Darman terkejut saat pemuda itu turun dari kendaraan roda duanya dengan berjalan tersoek soek seperti menahan sakit yang teramat sakit. 


"Kamu kenapa? Kenapa kamu diam saja! " tanya Darman berulang ketika pemuda itu tidak menjawab pertanyaan nya.


Ia sangat terkejut melihat Vito datang dengan wajah yang keluhan serta ada kesakitan   di bibirnya. Ditatap wajah pemuda itu dengan tajamnya, tapi Vito hanya mengeluh saja. Sambil mengusap usap tangan nya ke punggungnya sambil menyengir. 


"Kamu kenapa seperti itu? Kaya kesakitan sekali, siapa yang melakukannya? " brondong Darman. 


Vito belum menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Darman tapi pria itu malah mmeebjru pertanyaan demi pertanyaan yang membuat ia heran atas apa yang ia lihat di depan matanya. 


Pria itu benar benar terkejut sekali melihat Vito sedemikian rupa, membuat penasaran siapa orang yang membuat Vito kesakitan seperti itu. 


"Mama! " jawabnya sambil merintih. 


Vito baru menjawab pertanyaan Darman dengan singkat, padat dan jelas. 

__ADS_1


Daraman langsung bangkit dari duduknya dan membuka paksa baju Vito, dan wajah pria itu tercengang  seketika saat melihat tubuh pemuda itu lebam dan biru. 


"Mama kamu yang melakukannya? " tanya Darman dengan suara tercekat. 


Darman masih belum percaya kalau Rani yang dikwnalnya melakukan hal itu apalagi pada anaknya sendiri, kalau sama orang lain mungkin ia bisa memaklumi tapi anaknya? 


"Iya, pak. Apa salah Vito bicara kalau Vito ingin mama menyerahkan diri pada polisi tapi mama malah marah sama Vito. " adunya. 


Dengan jelas pemuda itu menjelaskan masalah yang terjadi antara dirinya dengan Rani, yang membuat shock Darman. 


"Pak, salahkan Vito kalau Vito ingin kumpul sama mama kaya keluarga yang lain? " sambung pemuda itu. 


Suara Vito gemetar, menahan tangis yang tiba tiba datang menghampiri kalbunya. Vito sebenarnya ingin sekali kumpul dengan Rani, dalam keadaan Rani baik baik saja dan tidak dalam buronan seperti sekarang. 


"Vito hanya ingin kumpul dengan mama, yang penting mama baik baik saja nggak dalam posisi buron."


Ungkap pemuda  itu mengadu pada Darman. Vito benar benar tersiksa sekali oleh apa yang mamanya lakukan, tapi ia sama sekali tidak bisa melakukan apapun demi mamanya. 


Tubuh Darman seketika juga bergetar melihat keadaan Vito yang sedemikian rupa, ia benar benar geram sekali mengingat apa yang dilakukan oleh Rani pada diri Vito. Darman hanya menghela nafas, ia sekarang melakukan apa yang dilakukan oleh Hamdi. 


Polisi masih mencari Rani, pria itu sebenarnya tahu keberadaan Rani tapi masih melakukan perlindungan buat Rani. Darman masih melindungi Rani, dalam hatinya ia berharap supaya Rani insaf atas kesalahannya? 


"Aku harus melakukan sesuatu supaya dirinya insaf apa yang dilakukannya salah apalagi harus melakukan pada Vito." kata hati Darman. 


Vito juga mengadu kalau Rani membuat dirinya di tendang pugung dan kakinya, mendengar itu Darman benar benar tidak menyangka kalau Rani melakukan itu pada Vito anaknya. 


"Untung ada Zahra yang menolong Vito pak kalau nggak ada ia mungkin Vito sudah habis di siksanya oleh mama. " adu Vito. 


Pemuda itu menceritakan kalau saat ia di tendang saat itu juga Zahra datang dan menolongnya, Darman hanya bisa mendengus  mendengar tingkah laku Rani pada Vito seperti itu. 

__ADS_1


"Mama kamu keterlaluan, bapak harus menemui mama kamu sekarang biar mama kamu harus minta maaf sama kamu! " sembur pria itu geram sekali. 


Ia mengepalkan tangannya lalu meninjukan tempat duduknya dengan keras sekali. Ia tidak merasa sakit hatinya lebih sakit melihat tubuh Vito yang biru seperti itu, hatinya perih. Ya biarpun pandangan orang lain ia jahat tapi pada anak sendiri tidak pernah berani memukul anak kandungnya apalagi sampai seperti itu! 


"Pak, kenapa mama seperti itu? Mama sebenarnya sayang Vito atau nggak sih!" Vito heran dengan apa yang dilakukan mamanya. 


"Kenapa mama melakukan itu pada Vito, " 


Darman hanya bisa menggelengkan kepalanya saja mendengarkan apa yang Vito katakan, hatinya sangat panas mendengar apa yang dilakukan oleh Rani pada diri Vito. 


"Bapak akan temui Mama kamu, sekarang mama kamu dimana? " tanya Darman kesal dengan apa yang dilakukan oleh Rani. 


"Rumah, waktu Vito keluar dari rumah mama di kamar lagi baca buku. Mama nggak tahu kalau Vito ke sini. " jawab Vito jujur.  


Mendengar Vito mengatakan kalau Rani berada di rumah, tanpa menunggu waktu lagi ia langsung meninggalkan rumah, sedangkan Vito masih  berada di sana. 


"Kamu lebih baik istirahat dari dalam daripada disini, hayu! " ajak Darman. 


Pria itu datang kembali kehadapan Vito, menyuruh pemuda itu untuk masuk ke dalam rumah nya, Vito akhirnya mau mengikuti apa yang dikatakan oleh Darman. Ia akhirnya masuk ke rumah sederhana itu dan duduk lesehan dengan bantal di pugungnya. 


"Kamu baik baik saja ya disini, kalau kamu lapar beli nasi dan lauknya ya. Ini uang dari bapak," kata Darman memberikan uang buat Vito. 


Dengan ragu pemuda itu menerimanya. Setelah itu Darman meninggalkan Vito menuju rumah Rani. Ada perasaan Harun yang masuk dalam kalbunya melihat apa yang dilakukan oleh Darman pada dirinya.


Pak Darman sebenarnya baik, Vit. Entah setan mana yang merasuki hatinya sama lain ia melakukan hal itu? " tanya ibu Ayu. 


Ketika ia datang mengunjungi rumah ibu Ani dan bertanya tentang Darman pada ibu Ayu. 


"Ibu juga nggak tahu kalau pak Darman seperti itu, dulu baik banget kalau di suruh memilih ibu juga ingin melihat pak Darman yang dulu. " 

__ADS_1


Percakapan yang terjadi pada dirinya dengan ibu Ayu terhiang sekali, apalagi sekarang memang ia melihat apa yang diucapkan  oleh wanita itu tentang Darman.*


__ADS_2