TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chaptee 137


__ADS_3

Malam itu!


Ana putri Ayu dan hamdi. memang sedang sakit dan terlihat rewel sekali, apalagi suhu tubuhnya panas.


"Bu, ade kenpa? " tanya Anin melihat Ana yang sedang menangis.


"Ade sakit Nin."


"Bu, bawa ke klinik saja. Maaf ayah ngak bisa antar ibu dan ade ke klinik masalahnya ayah mau ketemu. sama mang Karya." kata Hamdi.


Akhirnya Ayu dan uwa iyan berangkat ke klinik yang tidak jauh dari sana.


Uwa, kok hati Ayu khawatir ya meninggalkan kang Handi dan Ana di rumah? " tanya wanita itu.


Ayu sering mwnyebut laki laki dihadapannya uwa Iyan supaya anak anaknya mwnyebut laki laki itu uwa, memang secara umur mungkin mereka sejmuran hanya beda 7 tahun saja lebih tua uwa iyan daripada Ayu.


"Itu biasa saja, fokus pada Ana, jangan berpikir macam macam. " nasehat uwa iyan pada Ayu.


"Iya uwa."


Perasaan gelisah dan cemas terlihat ketika. masih di klinik wanita itu terlihat tidak tenang apalagi Ana rewel dan gelisah..


"Kamu sabar ya, kamu yang tenang. "


"Aku ingin pulang, tapi klinik ini kenapa harus penuh kaya gini? " protes Ayu heran.


"Karin kemarin waktu Anin sakit nggak penuh kaya gini? " lanjut Ayu.


Memang sinhati biasa. hanya beberapa orang saja yang datang ke klinik tapi malam ini malah membulidak pwnginkungnya membuat dirinya merasa kurang nyaman saja apalagi melihat Ana yang benar benar rewel dan menangjs.


Satu jam baru Ayu bisa mwmeriksakan Ana ke bidan.


"Ini hanya panas biasa saja, minum kan sirup ya ya, jangan lupa istirahat yang cukup juga buat anaknya. " nasehat bidan itu..


Setelah pemeriksaan Ayu pulang! Tapi ia terkejut melihat pintu maaih terbuka.


"Uwa, kang hamdi kemana? " tanya Ayu kaget melihat keadaan rumah yang sepi.


"Nin, Anin!"


"Yah, ayah! "


Ayu hilir mudik. mencari Hamdi dsn anaknya sambil memanggil beberapa kali.


"Nin, uwa datang nih!"


"Nin! Anin!"


Uwa iyan juga berusaha mencari nocah itu! tapi nihil. baikan 6 tahun itu seperti raib entah kemana.


"Kang! apa jangan jangan mereka pergi ya? " tanya Ayu menghampiri uwa iyan.


"Kalua pergi, pergi kemana malam.alam begini? " balik tanya uwa iyan.


"Kemana ya mereka perginya kang? "


Dari tadi perasaan khawatir dan cemas belum. jga hilang sekarang ditambah lagi sumi dan putri pertamanya hilang tjdak tahu rkmbanya membuat hatinya semakin kalut saja.

__ADS_1


"Dek, tidurkan dulu Ana. " kata uwa iyan melihat Ana yang tidur di gwndongannya.


Ayu. menyadari itu ia langsung mwnisurkan Ana di kasurnya


"Kang! Jangan jangan ke rumah mbok Inem? " tanya Ayu menatap wajha uwa iyan.


"Semoga saja mereka kesana. " kata Uwa iyan..


Laki laki itu pulang ke rumahnya untuk melihat keberadaan Anin dan Hamdi, taok nihil.


"Apa kang! "


Mbok In. yang mendengar cerita kalau Anin dan Hamdi. mwnghlang dari rumahnya membuat wanita itu terkejut sekali. akini bagian uwa iyan teekejut mwndengar teriakan istrinya.


"Jadi Anin dan Hamdi nggak ada disini? " tanya Uwa iyan menatap wajah istrinya dengan heran..


"Sejak sore merwka. nggak kesini, katanya kang Karya kesana malam ini? " kejar mbok Inem..


Wnita itu mendengar kalau malam ini Karya bakal datang kwntunah Hamdi untuk menjelaskan siapa pembunuh Rohman. Uwa iyan hanya mwngelangkan. kepala.


"Terus Hamdi ketemu Karya nggak malam ini!? " tanya mbok Inem.


"Entah lah, kerena tadi aku mengantarkan Ayu untuk membawa Ana yang sakit kw klinik. "


"Terus Ana dan Hamdi dintumah? " tanya Mbok Inem mwnwbak kemana arah bicara suaminya.


"Iya alasannya kerwna Karya dan Hamdi bakaln ketemu, taoinsaat kami pulang dari klinik hamdi dan Anin menghilang! " uang Uwa Iyan blank.


"Oalah! " teriak mbok Inem.


"Terus aku bilang apa ya sama Ayu, kalau suami dan anaknya nggak ada disini. " gumam Uwa iyan.


"Kamu mau jelaskan apa pada Ayu? "


"Ya jelaskan kalau Anin dan Hamdi nggak ada di rumah kita? Dan kta cari Anin dan handi setelah aku jelaskan kalau mereka ngak ada di rumah."


Mau tidak mau akhirnya uwa iyan. mengikuti akan yang istrinya bilang, ia sama sekali tidak tahu akan yang harus ia lakukan mendengar Hamdi dan Anin malam itu tidak ada di rumah.. Hatinya bertanya tanya apa yang terjadi pada anak dan ayahnya.


"Mbok lalu Anjn dan ayahnya kwmana? "


Raung Ayu yang mendengar penjelasan kalau suami dan anaknya tidak ada di rumah mbok Inem.


"Sekarang sudah malam lebih baik kamu istirahat saja besok kita cari. " saran mbok Inem.


"Nggak mbok aku nggak tenang kakau Anin dan ayahnya nggak pulang. "


"Ini sudah jam 23.00 kamu butuh istirahat, " bujuk Mbok Inem.


Ayu mwngelangkan kepalanya.


"Nggak mbok. aku harus cari mereka? " tangis Ayu.


Mbok Inem merasakan kasihan. pada Ayu di. peluknya tubuh wanita itu dengan eratnya.


"Anin kamu kemana ya? " tangis Ayu.


Sampai lagi Anin tudak bisa memejamkan matanya, perasaan malah semakin kalut saja untungnya Ana tertidur lelapnsampai pagi.

__ADS_1


"Yu! Ayu! !" panggil seseorang mengetuk pintu rumah Ayu.


"Ayu yang mendengar bahwa namanya dipanggil. langsung menghamoiri orang yang memanggilnya.


" Ada apa? "


"Yu, kamu sabar ya. Kamu pasti kuat, " ujar laki. laki. itu gugup.


"Maksudnya apa? Jangan bikin aku bingung kang! " ujar Ayu heran dengan kata kata laki laki itu.


"Yu, suamimu suamimu ada di kwbun, " ragu ragu laki laki itu memberi tahu kan tentang Hamdi.


"Suamia.aku dimana kang! Sejak semalam ia ngak pulang! " jerit Ayu mendengar nama suamianya disebut oleh orang itu.


Pak Dimin tjdwk. langsung menjawab pertanyaan dari Ayu ia langsung menarik tangan Ayu untuk. ikut dwnganya. Awalnya ia. menolak taok pak. Dimin berusaha mengajak Ayu untuk. ikut.


"Ada apa, kang! " teriak uwa iyan yang melihat pak Dimin menarik tangan Ayu.


"Kang lebih baik imut aku yuk! aku. ngak bisa jelaskan sekarang lebih baik ikut! " kata pak Dimin langsung menghampiri iwa iyan.


"Sebenarnya ada apa? " Tanya iwa iyan curiga.


Tapi akhirnya uwa iyan mengikuti ke tempat yang dituju oleh pak Dimin. Kwtiak ssmaoai disana sudah banyak. ogang yang datang, pak Dimin menunjukan pada uwa ihan sebuah sosok yang tidak berbentuk lagi!


Uwa iyan shock, gamang saat ia melihat tubuh Hamdi tergeletak tjdak bernyawa, di sekitarnya banyak datang yang mwgalir dari. luka luka yang mulai mengering.


"Ngak mungkin! " teriak Ayu saat uwa Iyan memberitahukan kalau Hamdi sudah tiada.


Uwa Iyan. yang melihat keadan hamdu sedemikian rupa langsung pulang dengan wajah pucat pasi mwlihag keadan Hamdi yang begitu. Ia. langsung mwnghamoiri Ayu yang sedang duduk.


"Yu, suamimu, suamimu telah meninggal. " terbata bata Uwa iyan menceritakan keadaan Hamdi. yang masih di TKP.


Ayu langsung menatap wajah uwa Iyan dengan tajam. Wanita itu baru sadar dan menjerit sangat kerasa mendengar berita itu!


"Nggak kang! nggak mungkin. ini. terjadi, lalu siapa yang melakukannya? " raung Ayu histeris


Dunianya seperti runtuh tidak berbentuk sat tahu suamianya meninggal dalam keadaan yang mengenaskan.


Setelah Ayu tenang ia. mengajak uwa iyan untuk. mengantarakan dirinya ke TKP, Ana di titipkan ke mbok Inem dulu sebelum pergi.


"Kang! Anin dimana? Anin dimana? " Ayu terlihat rusuh.


Ketika ia menyadari kalau Anin memang tidak ada di tempat itu, ia celingukan mencari bocah 6 tahun diantara kedua mayat.


"Anin? " Uwa Iyan bergumam.


Ia baru mengerti Anin memang dari tadi. malam tidak ada dkntumah bersama Hamdi, sekarang Hamdi ditemukan biarpun tidak bernyawa sedangkan Anin?


"Anin? Iya Anin kemana? " tanya uwa iyan celingukan.


"Lihat Anin!" tanya uwa iyan sama orang orang yang ada disana.


Tapi orang orang disana hanya menggelangkan kepala saja, kerena mereka tidak tahu Anin pergi kemana.


Ayu menyuruh uwa iyan untuk. mencari Anin hafinigu juga tapi mereka tidak menemukan Anin sampai sore juga!


"Aku.nggak ikhlas kalau Anin mengalami apa yang dialami ayahnya. " kata Ayu terisak.

__ADS_1


Istrinya Darman sangat terpukul sekali mendengar kejadian. itu! Ia tidak m kuasa menahan omongan tetangga kalau suami nya yang membunuh Hamdi kerena warisan. *


__ADS_2