
Brak!
PLAK
Ayu dengan wajah penuh emosi langsung memukul wajah Rani yang sedang membawa kayu bakar untuk memulai memasak. Sampai kayu kering itu jatuh kerena Rani dengan cepat memengang pipinya yang terasa sakit dan panas sekali.
Ia menatap wajah Ayu dengan perasaan heran sekali kerena tiba tiba Ayu marah dan memukul dirinya. Melihat Ayu marah Rani jadi heran sekali kerena kemarin kemarin Ayu baik baik saja tapi sekarang malah membabi buta.
"Kamu kenapa? " Tanya Rani menatap Ayu heran.
"Seharusnya aku yang bertanya kamu itu kenapa? Apa yang kamu lakukan? " Teriak Ayu dengan garangnya.
Rani menatap heran pada Ayu yang tanpa angin maupun hujan tiba tiba marah marah saja.
"Maksudmu apa? aku nggak mengerti? " Tanya Rani heran.
Wanita itu bertanya pada Ayu yang masih berdiri dengan pandangan mata yang membara akibat marah. Rani sedikit takut sekali karena
Ia belum mengerti sama sekali apa yang Ayu katakan pada dirinya, ditatap wajah Ayu dwngan tajam mencari apa yang dimaksud kata kata dari Ayu.
"Kamu'kan.yang bunuh pak Rohman, kamu juga merencanakan membunuh kang Hamdi. Kenapa. Kamu lakukan itu sama aku Ran? Kenapa? " Tanya Ayu sambil berteriak.
Rani teekasiap mendengar apa yang dikatakan oleh Ayu, bagaikan mendengar halilintar disiang bolong. Hatinya mulai ketar ketir dan bertanya tanya tentang siapa yang memberitahu Ayu tentang hal itu!
Wanita itu dengan cepat memukul tubuh Rani.
Bug!
Bug!
Beberapa kali Ayu berhasil memukul tubuh Rani dengan kerasnya, Rani tidak tinggal diam saat tubuhnya di pukul dan dengan cepatnya ia mendorong tubuh Ayu dengan kerasnya.
Brak!
Tubuh Ayu terjatuh ke tanah, tubuh itu menimpah kayu yang berserakan di sekitarnya.
"Kamu suka kan melihat aku seperti ini? Kamu gembirakan melihat aku sendirian seperti ini! " Teriak Ranii dengan kerasnya.
Wanita itu bukan mengalah tapi malah menyerang Ayu dengan membabi buta.
"Ran, kenapa kamu lakukan ini padaku, salah aku dari mana? " Tanya Ayu..
"Kamu salah menikah dengan Hamdi! Kenpa aku harus bersaudar dengan Darman! Kenapa harus Darman yang jadi saudara aku!" Jerit Rani histeris.
"Kenapa bukan. Kamu yang jadi saudara Darman! " Lanjut Rani menubruk tubuh Ayu dan memukul beberapa kali tibuh Ayu..
"Ya aku adiknya kang Darman sebenarnya. "
Ayu shock mendengarkan apa yang Rani katakan, ia tidak mwnyangka sama sekali kalau Darman adalah kakak dari Rani.
"Jadi! Darman juga kakak dari Ani? " Tanya Ayu masih belum percaya.
Rani mengangguk. "Ani belum tahu ini kayanya Yu."
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu. Bunuh Hamdi Ran! " Tangis Ayu penuh dengan kebencian.
Ayu sebenarnya tanpa sengaja mendengar pbicaraan ua iyan dan istrinya tantang Rani, mbok Inem mendesak suaminya untuk menceritakan sebenarnya yang membunuh pak Rohman dan Hamdi..
"Uwa benarkah Rani! "
Uwa Iyan dan mbok Inem terkesiap mendengar suara Ayu yang tiba tiba datang dari belakang.
Uwa Iyan menatap wajah Ayu dengan tajam saat melihat Ayu mwnghamoirinya. Mau tidak. Mau akhirnya uwa iyan hanya mengangguk pasrah.
"Zahra sudah tahu ini, kerena ia ketemu dengan Marni seminggu yang lalu. "
"Jadi Mirna yang bilang semuanya? " Tanya Ayu menatap wajah uwa iyan tajam..
"Iya kerena ia yang melihat suaminya teebunuh oleh Rani ndan Darman. Menurut Mirna yang membunuh Hamdi adalah Darman. " Kata uwa iyan menjelaskan.
Mata Ayu hampir kelaur mendengarnya kebenaran berita itu!
"Jadi dugaan Mirna sementara ini Rani sebenarnya nggak mau Darman membunuh Hamdi tapi akhirnya dibunuh juga. " Jelas Uwa iyan pada Ayu.
"Kenapa kang Darman melakukan itu?"
"Darman melakukan itu kerena ia ingin. Melindungi Rani, kalau misal Hamdi bicara kebenaran otomatis Rani ikut tersered atas kasus pwmbunuhan rohman.
" Itu lah yang nggak ingin Darman lakukan, jadi lebih baik ia membunuh Karya dan Hamdi! "
Tubuh Ayu nyang berdiri langsung ambruk seketika juga mendengar semuanya. Mbok Inem yang melihatnya langsung membutintuh Ayu.
"Aku nggak apa apa mbok nggak apa apa, "
"Kemungkinan Anin juga ada disana haya ia sembunyi kerena takut ketahuan oleh Darman. Tapi seperti nya Anin meninggalkan tempat itu kerena ia menyelamatkan diri dari Darman kerena ia ketahuan.
" Aku kira Anin di culik Darman!"
"Sepertinya nggak seperti itu. "
"Kamu hatus tenang bagaimana pun juga. Jangan sampai Rani tahu masalah ini, kerena target kita itu Rani bukan yang lain." Kata iwa iyan..
Tapi Ayu tidak sabar lagi, tadi pagi waktu ke rumah uwa iya dan mbok Inem ia bertemu dengan Rani yang telah mengambil kayu sedangkan mbok Inem sudah pergi ke kebun.
Dengan sekali pukulan Rani terjatuh dan bangkit lagi apalagi ia sedang membawa kayu untuk di bakar.
🦋
"Kok bisa? " Tanya Zahra memandang wajah uwa iyan dwngan tajam.
Ia terkejut mendengar kalau Rani kabur dari desa itu! Kerena bertengkar dengan Ayu. Kata uwa Iyan mwnyarang Rani, Ayu tahu Rani buang keladi dari kematian suaminya.
"Ibu! " Jerit Zahra kesal saat mendengar penjelasan dari uwa iyan tentang masalah Rani kabur.
"Jadi kak Raninsudah tahu? " Tanya Ani.
"Iya sudah tahu. "
__ADS_1
Anin hanya mwnghela nafas panjang mendengarkan apa yang diceritakan oleh uwa iyan.
"Sekarang ibu dimana? " Tanya Zahra lada uwa iyan.
"Di rumahnya bersama Ana. "
Mendengar kalau ibu Ayu ada di rumah, Zahra tanpa menunggu waktu langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan ibu Ani dan uwa iyan.
Ia langsung menuju rumah yang ditemati oleh ibunya dan Ana.
"Bu! " Rajuk Zahra saat sampai di depan rumah. Ana dan ibu Ayu sedang duduk didepan sambil bicara.
"Dengarkan kata Anin, kenapa ibu seperti ini? Sekarang kita nggak tahun mencari uwa Rani kemana? " Tanya Zahra memelas.
"Ibu benci dia! Dasar owmbunuh! Seharusnya kamu yang penjarakan dia sekarang! " Teriak ibu Ayu garang.
"Bu, kita mau menangkap uwa Rani bagaimana sekarang kita juga nggak tahu dia kemana? " Tanya Zahra sambil duduk di depan ibu Ayu.
"Sebenarnya Anin inhinnmemancing uwa Darman juga supaya kita bisa meringkus mereka berdua tapi sekarang kita harus mencari mereka dimana? " Tanya Zahra agak putus asa.
"Kenapa kita nggak dari awal saja menangkapnya? Tanya Ana.
" Jangan main tangkap saja Na, kita juga butuh bukti! " Kata ibu Ayu mengingatkan Ana..
"Tapi kan setelah ada bukti kita ngak tahun di mana keberadaan tante Rani apalagi uwa Darman kaya menghilang! " Ketua Ana.
"Ibu tahu dari mana? " Tanya Zahra ingin tahu.
"Dari pembicaraan uwa Iyan dsn mbok Inem. Ibu kaget sekalinya mendengarnya, antara percaya dan nggak juga. " Jawab ibu Ayu.
"Ibu nggak pernah menyangka. "
"Kalian ketemu Mirna? " Tanya ibu Ayu. Menatap kedua anaknya.
"Iya bu, pertama kali ketemu mama, ia menyangka kalau mama adalah uwa Rani. Ibu Mirna menyerang habis habisan sama mamah tapi ibu Mirna ditarik oleh uwa Rani dan mereka saling pandang. "
"Waktu ibu Mirna akan mengatakan sesuatu, tiba tiba mama membungkam mulut ibu Mirna dan membawa ibu Mirna ke Perpustakaan. " Cerita Zahra.
"Ibu Mirna kenal kamu dan Ana? ' kejar ibu Ayu.
" Ia kenal sama Anin saja! Iya langsung cerita yang terjadi pada kejadian kematian suaminya, "
"Uwa Rani melakukan kerena ia menginginkan tanah di dekat oeebulitan itu, tapi uwa Darman malah menjual tanah ayah ke pak Rohman niat uwa Darman uangnya buat Uwa Rani beli tanah. " Kata Zahra menjelaskan.
"Tapi pak Rohman belum memberikan uang dari penjualan itu kerana uangnya
masih di tangan pak Rohman. Pak rohman melakukan itu kerena ia sadar kalau kebun itu milik ayah. "
Ibu Ayu hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh Zahra. Ia baru mengerti kenapa Darman marah dan kesal karena memang pak Rohamn belum memberikan uangnya pada pak Rohman.
"Tapi seharusnya kalau uwa Darman mu bicara baik baik nggak mungkin pak Rohman meninggal dan juga ayah kamu. " Kata Ibu.
Ada perasaan sakit mengingat semuanya yang pernah ia alami dan dirinya tjdak menyangka kalau Rani yang harus jadi penyebabnya.
__ADS_1
"Mungkin Rani yang mempengaruhi uwa Darman."
Ada luka di hatinya. Ada benci yang tergambar jelas dalam wajahnya.*